logo-website
Kamis, 02 Apr 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Asaat Serang DPO Terpidana Korupsi Dari Tahun 2014 Berhasil Ditangkap Jaksa Papuanewsonline.com, Jayapura – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Papua bersama dengan Tim Tabur Kejaksaan Negeri Jayawijaya berhasil menangkap Asaat Serang, SE, MSI buronan tindak pidana korupsi, yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2014.Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Papua, Aguwani, SH., MH mengatakan, Terpidana berusia 74 tahun tersebut diamankan tanpa perlawanan pada hari Kamis, 15 Mei 2025, di kediamannya di Perumnas III No. 15, Waena, Abepura, Jayapura."Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang intens antara Tim Tabur Kejati Papua dan Kejari Jayawijaya dalam upaya mendukung penegakan hukum dan menyukseskan program Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya program Tabur 31.1 (Tangkap Buronan Tahun 2024–2025)," ujar Aguwani.Aguwani mengatakan, Asaat Serang merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi dana hibah APBD Kabupaten Lanny Jaya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lanny Jaya yang terjadi pada 28 Juli 2010 di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya.Lanjut Aguwani, Saat itu Asaat Serang  Dalam kapasitasnya sebagai anggota KPU, dimana yang bersangkutan  terlibat dalam pengadaan logistik/perlengkapan KPU yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp7.100.000.000 (tujuh miliar seratus juta rupiah).Dijelaskan Aguwani bahwa penangkapan DPO tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1401 K/Pid.Sus/2013 tanggal 13 Januari 2014, dimana terpidana dijatuhi hukuman sebagai berikut:1.Pidana penjara selama 4 (empat) tahun Denda sebesar Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah);2.subsider kurungan Membayar uang pengganti sebesar Rp473.000.000 (empat ratus tujuh puluh tiga juta rupiah), dan 3.Membayar biaya perkara sebesar Rp2.500." Saat ini, terpidana telah diserahkan ke pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Abepura untuk menjalani masa hukumannya sesuai dengan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap," Terangnya.Ia menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi Papua tetap komitmen untuk terus mengejar dan menindak para buronan tindak pidana, khususnya korupsi, tanpa pandang bulu." Penangkapan ini juga menjadi pengingat bagi para buronan lainnya agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum," pungkasnya.(red) 18 Mei 2025, 15:02 WIT
Polda Jatim Ungkap 1.863 Kasus dan Berhasil Amankan 2.307 Tersangka di Operasi Pekat II Semeru 2025 Papuanewsonline.com, Surabaya - Polda Jatim bersama dengan seluruh jajaran Polres, menggelar Operasi Pekat II Semeru-2025'.Dalam Operasi yang dimulai tanggal 1 sampai 14 Mei 2025, Polda Jatim mengungkap 1.863 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 2.307.Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat konferensi pers di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Jumat (16/5/2025).“Pelaksanaan penanggulangan aksi premanisme dilakukan oleh seluruh jajaran kepolisian, menindaklanjuti perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, dalam mendukung program Asta Cita,” kata Kombes Abast.Dari hasil operasi yang dilaksanakan, lanjut Kombes Abast Polda Jatim melakukan berbagai kegiatan diantaranya, kegiatan deteksi dini yang dilakukan fungsi intelejen dan kegiatan preemtive, preventif maupun represif.Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Farman, menjelaskan, Operasi Pekat Semeru II yang dilaksanakan selama 2 pekan melibatkan Satgas Polda Jatim sebanyak 275 personel dan Satgas Polres jajaran sebanyak 2566 personel.“Tujuan operasi ini menanggulangi gangguan keamanan berupa kejahatan terkait aksi premanisme yang meresahkan masyarakat," ujar Kombes Farman.Dengan operasi ini diharapkan dapat mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, sehingga tidak terganggunya invetasi di wilayah Jawa Timur.Dijelaskan oleh Kombes Farman, hasil ungkap kasus sebanyak 1.863 kasus dengan tersangka 2.307 orang, tersebut terdiri dari ungkap kasus target operasi (TO)160 kasus dengan 159 tersangka dan non TO sebanyak 259 kasus dengan 342 tersangka."Sisanya merupakan kasus tipiring sebanyak 1.444 kasus dengan 1.706 orang dibina,” terang Kombes Farman.Modus operandi dominasi penganiayaan dilakukan perorangan maupun kelompok tertentu, seperti gangster,debt colector dan penganiayaan antar kelompok."Pasal yang dipersangkakan kepada para tersangka yakni, pasal 368 KUHP terkait dengan pemerasan, pasal 335 KUHP, pasal 170 KUHP dan pasal 351 KUHP," pungkasnya. PNO-12 17 Mei 2025, 17:59 WIT
Jadi Pembicara Internasional di Kazan Forum 2025, Polri Tegaskan Komitmen Atasi Kejahatan Siber Papuanewsonline.com, Rusia - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) turut ambil bagian dalam ajang bergengsi 16th International Economic Forum: Kazan Forum 2025 yang digelar pada 14 Mei 2025 di International Expo Center, Kazan, Rusia. Forum ini mempertemukan berbagai negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor strategis, termasuk keamanan informasi.Polri hadir sebagai delegasi sekaligus narasumber utama dalam sesi dialog bertema International Information Security, yang menjadi salah satu sorotan forum tahun ini. Delegasi Polri dipimpin langsung oleh Kepala Biro Kerja Sama Internasional Divhubinter, Brigjen Pol. Dodied Prasetyo Aji, S.I.K., M.H.“Partisipasi kami dalam forum ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri untuk memperkuat jejaring kerja sama global dalam menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks,” tegas Brigjen Pol. Dodied Prasetyo Aji dalam pemaparannya.Dalam forum yang dimoderatori oleh Presiden Asosiasi Nasional Keamanan Informasi Internasional Rusia, Boris Nikolaevich Miroshnikov, Brigjen Dodied memaparkan langkah-langkah Polri dalam menangani kejahatan siber, termasuk data tren kejahatan terkini, tantangan operasional, hingga kerja sama internasional yang telah terjalin.Tak hanya itu, delegasi Polri juga menjajaki potensi kerja sama dengan sejumlah mitra strategis Rusia, seperti perusahaan teknologi Kribrum OSINT dan Solar Group of Companies. Kribrum dikenal dengan sistem pemantauan informasi publik di dunia maya, sedangkan Solar Group menawarkan solusi teknologi untuk penanganan kejahatan siber.“Kami membuka ruang kolaborasi teknologi dengan pihak Rusia, khususnya dalam peningkatan kapasitas deteksi dan penanganan kejahatan digital,” ujar Brigjen Dodied dalam pertemuan bilateral dengan mitra Rusia.Salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut adalah tindak lanjut rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Polri dan Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia terkait pemberantasan kejahatan transnasional dan peningkatan kapasitas kelembagaan.Delegasi Polri juga menekankan peran Rusia sebagai mitra strategis di kawasan ASEAN, khususnya dalam forum-forum seperti AMMTC, SOMTC, dan ASEANAPOL. Hal ini turut dibahas menjelang agenda pertemuan ASEAN SOMTC–Russian JWG on Counter-Terrorism yang dijadwalkan digelar di Jakarta pada 28 Mei 2025 mendatang.“Melalui forum ini, kami berharap dapat membuka peluang kolaborasi baru yang bermanfaat secara strategis, tidak hanya bagi Indonesia dan Rusia, tetapi juga bagi komunitas internasional secara lebih luas,” pungkas Brigjen Dodied. PNO-12 16 Mei 2025, 17:49 WIT
Polda NTB Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Massa di Pelabuhan Poto Tano Papuanewsonline.com, Mataram – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengerahkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang berlangsung di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Kamis (15/05/2025). Aksi tersebut digelar oleh massa dari berbagai wilayah di Pulau Sumbawa yang menuntut percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa.Penempatan personel dilakukan secara menyeluruh di titik-titik strategis di sekitar kawasan pelabuhan, guna memastikan jalannya aksi berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat umum. Polda NTB juga bekerja sama dengan Polres setempat dalam upaya pengamanan terpadu.“Kami menerjunkan personel gabungan dari Polda dan Polres jajaran untuk mengawal aksi ini. Tujuannya adalah menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sekaligus menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara damai,” ujar Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid.Selain pengamanan fisik, Polda NTB juga menurunkan tim dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk memberikan layanan kesehatan di lapangan. Layanan ini disiapkan bagi anggota yang bertugas maupun peserta aksi yang mengalami gangguan kesehatan selama kegiatan berlangsung.“Layanan medis kami siagakan sebagai bentuk dukungan moril dan fisik kepada personel, sekaligus bagian dari pendekatan humanis kepada masyarakat. Kami mengantisipasi potensi kelelahan, sesak napas, dan gangguan kesehatan lainnya,” ujarnya.Aksi di Pelabuhan Poto Tano ini menjadi sorotan karena lokasi tersebut merupakan jalur utama penghubung antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. Meski berlangsung dalam skala besar, pengamanan ketat dan kesiapan layanan dari Polda NTB membuat situasi tetap terkendali.Polda NTB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap bentuk aspirasi masyarakat dalam bingkai demokrasi yang sehat, damai, dan bertanggung jawab. PNO-12 16 Mei 2025, 17:42 WIT
Wakapolda Pimpin Pemeriksaan Personel dan Kendaraan Dinas di SPN Polda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Untuk memperkuat kedisiplinan dan kesiapan personel dalam menjalankan tugas, Polda Maluku terus melaksanakan serangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan terhadap personel maupun kendaraan dinas kali ini dilaksanakan di SPN Polda Maluku yang dipimpin langsung oleh Wakapolda, Brigjen Pol. Samudi, S.I.K., M.H. Jumat (16/5/2025).Kegiatan yang dihadiri Karolog, Kabid Propam, dan Kepala SPN Polda Maluku ini diawali dengan pelaksanaan apel pagi di Gedung Dojo SPN Polda Maluku. Wakapolda Maluku dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya sikap profesionalisme setiap anggota Polri yang harus tercermin dalam setiap aspek, termasuk dalam hal kelengkapan administrasi pribadi dan kendaraan dinas. Menurutnya, disiplin bukan hanya tanggung jawab struktural, melainkan budaya kerja yang harus ditanamkan secara menyeluruh."Kita harus menjadi teladan dalam hal ketertiban," kata Brigjen Samudi.Keteladanan, lanjut Wakapolda, dimulai dari hal-hal yang mendasar seperti kelengkapan identitas pribadi, kerapihan tampilan, hingga administrasi kendaraan dinas yang digunakan. "Ini bukan hanya soal aturan, tapi juga soal integritas dan citra Polri di mata masyarakat," pintanya.Setelah apel, personel Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) yang dipimpin langsung Kabid Propam melaksanakan pemeriksaan kelengkapan personel. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi seperti KTA, SIM, dan kelengkapan administrasi lainnya, serta pengecekan sikap tampang dan seragam dinas.Pemeriksaan dilanjutkan oleh tim Biro Logistik terhadap kendaraan dinas. Aspek yang diperiksa meliputi kondisi teknis kendaraan, kebersihan, kelayakan operasional, serta kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK dinas.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengawasan rutin dan tetap esensial untuk mendukung efektivitas tugas kepolisian di lapangan. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kapolri dalam memperkuat transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Di mana setiap satuan kerja diharapkan dapat menerapkan prinsip pengawasan dan penegakan disiplin internal sebagai bagian dari reformasi birokrasi Polri.Kegiatan seperti ini juga menjadi bentuk komitmen Polda Maluku dalam menjaga integritas institusi serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memastikan seluruh perangkat pendukung baik personel maupun kendaraan dinas berada dalam kondisi siap pakai."Kegiatan ini diharapkan setiap personel semakin menyadari pentingnya menjaga kinerja, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," ungkap Wakapolda.Dalam pelaksanaannya, kegiatan terbagi dalam dua fokus utama, yakni pengecekan kelengkapan personel serta pemeriksaan kendaraan dinas operasional jenis R2 (roda dua), R4 (roda empat), dan R6 (roda enam). PNO-12 16 Mei 2025, 17:26 WIT
Polda Jambi Tangkap 274 Pelaku Premanisme, 32 Orang Ditahan Papuanewsonline.com, Jambi - Polda Jambi bersama 10 Polres jajaran berhasil mengamankan 274 pelaku premanisme dalam pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Siginjai 2025 yang digelar sejak 1 hingga 14 Mei 2025. Dari jumlah tersebut, 32 orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, sementara 242 lainnya hanya dikenai pembinaan karena melakukan pelanggaran ringan.Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar mengatakan, operasi ini difokuskan untuk memberantas aksi-aksi premanisme yang kian meresahkan masyarakat. “Selama 14 hari ini, kami berhasil mengungkap sejumlah kasus. Tercatat ada 10 laporan polisi dengan 32 tersangka yang kini sedang diproses hukum,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Jambi, Kamis (15/5/2025).Para tersangka diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana, di antaranya pemerasan terhadap sopir truk batu bara dan pedagang pasar, pengancaman, penganiayaan, pengeroyokan, pencurian, serta aktivitas geng motor yang melibatkan senjata tajam.Kapolda menegaskan bahwa pemberantasan premanisme adalah perintah langsung dari pimpinan tertinggi Polri. Menurutnya, kejahatan jalanan seperti ini bukan hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga menghambat iklim investasi dan pembangunan.“Investasi yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang aman dan tenteram akan terganggu dengan adanya premanisme,” tegas Kapolda.Ia juga meminta jajarannya untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait aksi premanisme, termasuk memberikan perlindungan apabila ada ancaman terhadap pelapor atau warga.“Kami akan berikan asistensi jika pelakunya dalam jumlah besar atau ada ancaman terhadap keselamatan. Ini bentuk komitmen kami dalam memberantas premanisme di Jambi,” pungkas Kapolda. PNO-12 16 Mei 2025, 17:16 WIT
Kapolri Komitmen Berantas Premanisme, Judol dan Narkoba Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk memberantas seluruh aksi premanisme di Indonesia. Ia memastikan siapapun yang meresahkan masyarakat akan ditindak tegas tanpa pandang bulu. Hal tersebut disampaikan Sigit dalam acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Baharkam dan Korbrimob Polri di Gedung Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2025)."Saya kira kaitannya dengan aksi premanisme, Polri tidak melihat ini daei kelompok mana, jadi kalau mereka terindikasi menggunakan simbol-simbol tertentu, buat kita yang kita lihat adalah tindakannya. Kalau meresahkan masyarakat kita tindak tegas. Apakah ini kelompok dalam tanda kutip ataupun siapapun itu sepanjang mereseahkan masyarakat kita tidak kompromi dan kita tindak tegas," kata Sigit. Terkait hal ini, Sigit mengungkapkan, Polri telah menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar di seluruh Indonesia mulai 1 Mei 2025. Selain premanisme, Sigit menyebut, operasi pekat itu juga dilakukan untuk memberangus kasus kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat. Seperti judi online, narkoba hingga terorisme. "Kita memiliki tugas pokok yang memerlukan kehadiran Polri, masalah aksi premanisme, masalah gangguan di wilayah perindustrian, isu debt collector, narkoba, judi online, penyelundupan, TPPO dan terorisme tentunya ini menjadi tugas yang dititipkan oleh Bapak Presiden," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit memaparkan bahwa, Polri telah menyiapkan beberapa strategi untuk memberantas aksi premanisme yang belakangan bermunculan di beberapa wilayah. "Tentunya ada strategi, bagaimana kita koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Menurut Sigit, pemberantasan aksi premanisme ini juga berkaitan dengan mengawal program pemerintah dari segi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi. "Apalagi terkait masalah pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kami Polri konsen masalah itu dan kita akan kawal program-progeam tersebut. Dan ini menjadi komitmen kita bersmaa untuk menjaga dan mengawal pertumbuhan ekonomi dan investasi yang ada. Di satu sisi kita carikan solusi terhadap masalah ini," ucap Sigit. Di sisi lain, Sigit juga meminta kepada seluruh personel Polri untuk terus bersiap dan bersiaga dalam menghadapi segala macam potensi bencana alam di Indonesia. Polisi, kata Sigit, harus tanggap dan merespons cepat membantu masyarakat.  "Mungkin kita akan menghadapi karhutla, potensi banjir, tanah longsor, dan juga potensi gunung berapi, siapkan peralatan dan personel kita dengan sebaik-baiknya, sehingga pada saat terjadi, Polri bisa hadir dan mewakili negara dengan baik," tutur Sigit. "Hal ini adalah kerja rekan-rekan yang tentunya akan dirasakan dan dilihat oleh masyarakat, sehingga persiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik dari kesiapan personel, almatsus, sarana prasarana lain yang dibutuhkan," kata Sigit sekaligus mengakhiri. PNO-12 16 Mei 2025, 17:03 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT