logo-website
Minggu, 29 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Pesawat Charter Air North Mendarat di Biak, Membawa Wisatawan Asing untuk Menjelajahi Keindahan Alam Papuanewsonline.com, Biak – Suasana Bandara Frans Kaisiepo, Biak, terasa berbeda pagi ini ketika pesawat charter Air North dari Darwin, Australia, resmi mendarat membawa rombongan wisatawan mancanegara. Kedatangan mereka menjadi awal perjalanan panjang menyusuri keindahan Papua dengan Kapal Pesiar Heritage Explorer. Rombongan wisatawan tersebut akan singgah di sejumlah destinasi unggulan Papua, mulai dari Raja Ampat, Manokwari, Teluk Wondama, hingga Jayapura. Perjalanan laut ini dijadwalkan berakhir pada 14 Oktober 2025 di Jayapura, sebelum rombongan kembali ke negara asal. Menurut Oswald, Direktur Cruise Heritage Explorer, Biak dipilih sebagai pintu masuk karena memiliki posisi geografis strategis yang menghubungkan Pasifik dan Indonesia. “Biak bukan hanya gerbang udara yang ideal, tetapi juga punya nilai sejarah dan budaya yang kuat. Dari sini, wisatawan dapat menikmati perpaduan keindahan alam laut, pegunungan, dan kearifan lokal masyarakat Papua,” jelas Oswald. Biak sendiri menawarkan daya tarik wisata mulai dari snorkeling, diving di spot bawah laut yang masih alami, hingga menjelajahi gua-gua peninggalan Perang Dunia II yang menjadi saksi sejarah penting pulau tersebut. Kunjungan wisatawan mancanegara ini bukan yang terakhir. Pada April 2026 mendatang, Air North akan kembali mengoperasikan penerbangan charter dari Darwin menuju Jayapura dengan membawa 150 wisatawan asing. Gelombang kunjungan wisata ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran wisatawan dipastikan membuka peluang besar bagi sektor ekonomi masyarakat setempat. Mulai dari pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, hingga pengrajin suvenir tradisional diharapkan bisa merasakan manfaat langsung dari geliat pariwisata ini. Pemerintah daerah bersama pelaku usaha pariwisata juga tengah menyiapkan infrastruktur pendukung, baik fasilitas transportasi, penginapan, maupun sarana wisata lainnya. Hal ini bertujuan agar Papua mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya lokal. Dengan panorama laut biru Raja Ampat, keindahan terumbu karang Teluk Wondama, pesona sejarah Biak, serta kekayaan budaya Jayapura, Papua semakin menegaskan dirinya sebagai salah satu destinasi unggulan dunia. Kunjungan wisatawan melalui penerbangan charter Air North ini membuktikan bahwa Papua semakin diperhitungkan dalam peta pariwisata internasional.     Penulis: Hend Editor: GF 30 Sep 2025, 21:32 WIT
Eksploitasi Tambang Emas Blok Wabu di Intan Jaya Menimbulkan Kekhawatiran Rakyat Papua Papuanewsonline.com, Jakarta – Rencana besar pemerintah Indonesia untuk melakukan eksploitasi tambang emas Blok Wabu di Intan Jaya, Papua, kini semakin jelas arahnya. Berdasarkan hasil rapat gabungan antara Kementerian ESDM, Komite II DPD RI, dan Komisi XII DPR RI pada 15 November 2024, diputuskan bahwa operasi tambang akan dimulai pada Maret 2026. Lima perusahaan besar dipersiapkan untuk menjalankan proyek ambisius ini, termasuk PT ANTAM dan PT Freeport Indonesia. Blok Wabu sendiri dikenal memiliki cadangan emas bernilai ratusan triliun rupiah, menjadikannya salah satu potensi tambang terbesar di Indonesia bahkan dunia. Untuk mendukung kelancaran proyek, pemerintah telah melakukan pengerahan militer dalam skala besar. Saat ini terdapat 31 pos TNI aktif di Intan Jaya, sebuah jumlah yang mencerminkan konsentrasi kekuatan negara di wilayah tersebut. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk menjaga keamanan, baik dari potensi gangguan kelompok bersenjata maupun dinamika sosial-politik di lapangan. Namun, pengerahan militer juga menimbulkan pertanyaan serius: apakah pengamanan ini benar-benar demi rakyat Intan Jaya atau justru lebih banyak untuk kepentingan eksploitasi tambang emas? “Tanah kami kini dijaga ketat bukan untuk kepentingan rakyat Papua, melainkan untuk kepentingan kolonial Indonesia dan dunia internasional,” kata Marten Hagisimijau, Aktivis Mahasiswa Papua, dalam keterangannya. Masyarakat Intan Jaya, yang sebagian besar menggantungkan hidup dari pertanian tradisional, kini dihadapkan pada ancaman hilangnya ruang hidup dan ketidakpastian masa depan. Kehadiran tambang emas berskala besar berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius, mulai dari kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga memicu gelombang pengungsian akibat konflik bersenjata. Di sisi lain, pemerintah pusat berargumen bahwa proyek ini akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua. Namun, pengalaman dari proyek-proyek tambang sebelumnya membuat sebagian warga skeptis, lantaran manfaat ekonomi sering kali tidak sebanding dengan kerugian sosial dan lingkungan yang ditanggung masyarakat lokal. Rencana eksploitasi Blok Wabu mencerminkan persimpangan besar bagi Papua. Di satu sisi, ada harapan akan peningkatan ekonomi nasional dan regional. Namun di sisi lain, ada ancaman terhadap keberlangsungan hidup masyarakat adat dan kelestarian lingkungan. Dengan segala dinamika ini, keputusan pemerintah untuk melanjutkan eksploitasi Blok Wabu pada 2026 dipastikan akan terus menjadi perdebatan hangat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.     Penulis: Hendrik Editor: GF  30 Sep 2025, 20:37 WIT
Kepala Suku Besar Lumo di Puncak Jaya: Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo Papuanewsonline.com, Puncak Jaya- kepala Suku Lumo Minangen Wonda Memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Bapak presiden Prabowo Subianto atas bantuan langsung yang diterima oleh Masyarakat di Distrik Lumo, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah.Bantuan ini berupa pembangunan Honay, Pembuatan Kandang Babi, Bibit ternak Babi dan alat Komunikasi (HP). Minangen Wonda mengatakan Bantuan tersebut merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat." Puji Tuhan bantuan ini kami terima secara langsung melalui orang kepercayaan bapak Presiden di Kabupaten Puncak Jaya, semoga Tuhan senantiasa berkati bapak Presiden selalu," ucap kepala suku besar Lumo, Minangen Wonda, Selasa (30/9/2025).Ia  berharap uluran tangan secara langsung dari Bapak Presiden seperti ini, terus dilakukan sehingga dapat membantu masyarakat di pegunungan Papua.Minangen Wonda menjelaskan bahwa pasca konflik pilkada tahun 2024 dan pelantikan Kepala daerah Bupati- Wakil Bupati di Puncak Jaya, hingga kini belum ada gebrakan terhadap pembenahan wilayah maupun kebutuhan masyarakat." Belum ada terobosan dari Pemerintah Daerah, melainkan terobosan pemerintah pusat lah yang berperan dalam membantu kami masyarakat di Puncak Jaya," Jelasnya.Minangen Wonda menjelaskan bahwa Ia bersama masyarakat di Distrik Lumo akan terus berupaya menjaga tanah Papua tetap Damai." Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden, Semoga Tuhan yang senantiasa memberkati Bapak. Wa wa wa wa," Pungkasnya.(red) 30 Sep 2025, 12:00 WIT
Pemkab Mimika Pacu Serapan Anggaran, Targetkan 90 Persen Realisasi di Akhir Tahun 2025 Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika menetapkan target ambisius untuk menutup tahun 2025 dengan realisasi anggaran mencapai 90 persen. Langkah ini menjadi salah satu komitmen serius Pemkab Mimika dalam memastikan seluruh program pembangunan dan pelayanan masyarakat berjalan optimal. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen T. Mallisa, mengungkapkan bahwa hingga saat ini realisasi anggaran masih berada pada posisi stagnan. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh belum efektifnya pelaksanaan anggaran perubahan. “Mulai hari ini, sesuai dengan arahan Bupati Mimika, anggaran perubahan sudah bisa dijalankan. Ini berlaku untuk seluruh kegiatan, baik fisik maupun nonfisik. Dengan demikian, kami optimis realisasi anggaran akan meningkat tajam dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Marthen di Kantor BPKAD Mimika, Senin (29/9/25). Dalam penjelasannya, Marthen menyoroti sejumlah hambatan teknis yang perlu segera dibenahi. Salah satu yang paling dominan adalah keterlambatan penagihan dari pihak ketiga yang sudah menyelesaikan pekerjaan namun belum mengajukan pembayaran sesuai termin kontrak. Selain itu, masih ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum segera mengajukan permintaan dana, sehingga membuat kegiatan di lapangan berjalan lambat. “Kami himbau pihak ketiga agar tidak menunda penagihan, ajukan sesuai termin kontrak. Untuk OPD, jangan menunggu sampai mendekati akhir tahun, segera ajukan permintaan dana supaya program bisa berjalan lancar dan masyarakat segera merasakan manfaatnya,” tegas Marthen. Marthen menegaskan bahwa BPKAD Mimika berkomitmen untuk memproses setiap tagihan dengan cepat, selama dokumen yang diajukan lengkap dan sesuai ketentuan. “Tidak ada satupun tagihan yang akan menginap di keuangan. Begitu dokumen lengkap, langsung kami proses. Prinsip kami jelas: jangan biarkan pembangunan tersendat hanya karena administrasi lambat,” tandasnya. Dengan langkah-langkah percepatan, mulai dari percepatan pelaksanaan anggaran perubahan, dorongan kepada OPD untuk proaktif, hingga himbauan bagi pihak ketiga agar disiplin dalam penagihan, BPKAD Mimika yakin target 90 persen realisasi anggaran di akhir tahun 2025 bisa tercapai. Marthen menambahkan, target ini bukan hanya angka semata, tetapi menyangkut manfaat nyata yang akan dirasakan masyarakat. “Kalau anggaran bisa terealisasi maksimal, dampaknya akan langsung dirasakan melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat Mimika,” pungkasnya.     Penulis: Abim Editor: GF  29 Sep 2025, 23:47 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pemeriksaan Ribuan Kepiting Hidup Senilai Rp74 Juta Papuanewsonline.com, Mimika – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) kembali menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung ekspor komoditas perikanan dari Papua. Sebanyak 2.580 ekor kepiting hidup dengan nilai ekonomi mencapai Rp74 juta menjalani pemeriksaan ketat sebelum diterbangkan ke Singapura melalui Pos Pelayanan Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Jumat (26/09/2025). Pemeriksaan ribuan kepiting ini dilakukan secara detail, mencakup kondisi fisik, kesehatan, serta kemungkinan adanya luka, parasit, maupun penyakit yang bisa mengancam kualitas produk. Tak hanya itu, petugas juga memeriksa standar kebersihan dan kelayakan wadah pengangkut, termasuk suhu dan kadar oksigen, agar kepiting dapat bertahan hidup selama perjalanan ekspor yang memakan waktu berjam-jam. “Proses ini penting untuk memastikan setiap kepiting dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak konsumsi. Hal ini menjadi jaminan kualitas bagi mitra dagang kita di luar negeri,” jelas Anton Panji Mahendra, Kepala Karantina Papua Tengah. Anton menegaskan bahwa pemeriksaan karantina bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk Indonesia. Menurutnya, kualitas ekspor yang baik akan berdampak langsung pada keberlanjutan perdagangan serta peningkatan ekonomi daerah. “Setiap komoditas yang diekspor harus dipastikan sehat, bebas hama penyakit, serta sesuai standar negara tujuan. Kita tidak hanya melindungi sumber daya hayati dalam negeri, tapi juga menjaga nama baik dan reputasi Indonesia di mata dunia,” tegasnya. Selain itu, Karantina Papua Tengah terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari nelayan, eksportir, hingga pemerintah daerah dan pusat, demi meningkatkan volume dan kualitas ekspor dari Papua Tengah. Komoditas seperti kepiting hidup, udang, ikan, maupun hasil tumbuhan menjadi andalan daerah dalam mendukung perekonomian lokal sekaligus devisa negara. “Papua Tengah punya potensi besar di sektor perikanan dan kelautan. Jika dijaga dengan baik, ekspor kita bisa terus meningkat, memberi manfaat bagi masyarakat lokal dan mengangkat nama Papua di pasar global,” tambah Anton. Program pemeriksaan dan pengawasan ketat ini juga membawa harapan besar bagi para nelayan Mimika. Dengan kualitas produk yang terjamin, akses ke pasar internasional semakin terbuka luas, sehingga hasil tangkapan mereka dapat bernilai lebih tinggi. Pemerintah pun berharap agar peningkatan ekspor ini berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.     Penulis: Jid Editor: GF  29 Sep 2025, 23:34 WIT
YPMAK Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Wania Lewat Pengembangan Kebun Pisang Papuanewsonline.com, Mimika – Upaya pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Mimika kembali mendapat perhatian melalui program yang digagas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Melalui Divisi Perencanaan Program Ekonomi, YPMAK secara resmi membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Ekonomi di Kelurahan Wania, Distrik Mimika Timur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga asli suku Amungme dan Kamoro, dengan mengembangkan sektor perkebunan berbasis potensi lokal. YPMAK mengalokasikan dana sebesar Rp250 juta untuk program ini, dengan perincian Rp200 juta ditujukan bagi kegiatan masyarakat dan Rp50 juta untuk biaya operasional tim Pokja. Pokja yang dibentuk beranggotakan lima perwakilan masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari tokoh adat, agama, perempuan, pemuda, hingga perwakilan tokoh masyarakat. Kelima pengurus terpilih adalah Fidelis F. Ukupako, Hendrikus Mauri, Ludiwina Weayo, Emanuel Ukapoka, dan Stevy Imbiri. Menurut Yulius Cenawatme, Staf Divisi Sosial Ekonomi YPMAK, Pokja akan bekerja selama delapan bulan dengan pendampingan penuh dari YPMAK. Ia menegaskan, program awal yang disepakati masyarakat adalah pengembangan kebun pisang sebagai komoditas utama. “Lahan sudah tersedia dan bahkan beberapa tanaman sudah ada. Tinggal menunggu pencairan dana, masyarakat bisa langsung melanjutkan pekerjaan berkebun,” jelas Yulius. Ketua Pokja terpilih, Fidelis F. Ukupako, mengapresiasi kunjungan YPMAK dan menegaskan bahwa program ekonomi ini menjadi tonggak penting bagi Kelurahan Wania. “Kami sudah menyiapkan lahan sekitar satu hektar. Ada tanaman pisang yang sudah tumbuh, tinggal kami perluas lagi dan tambah jumlahnya. Harapannya hasil kebun ini bisa menopang ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat,” ujarnya dengan penuh optimisme. Program kebun pisang ini diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Selain sebagai sumber pangan, hasil panen juga dapat dipasarkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. YPMAK menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan dana semata, tetapi juga melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar program benar-benar berjalan sesuai tujuan. Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Wania, program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara lembaga dan masyarakat lokal dapat menghadirkan kemandirian ekonomi berbasis potensi wilayah.     Penulis: Abim Editor: GF  29 Sep 2025, 23:26 WIT
Perkuat Sinergi, Kapolda Maluku Lakukan Audiensi Perdana dengan Gubernur Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang !Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan kunjungan audiensi perdananya dengan Gubernur Maluku di ruang kerja Gubernur, Kantor Gubernur Maluku, Kamis (25/9/2025).Kunjungan ini menjadi momentum penting sebagai wujud komitmen Polda Maluku untuk mempererat sinergitas dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mendukung percepatan pembangunan daerah.Kebersamaan untuk Maluku Aman dan Sejahtera Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Maluku didampingi sejumlah pejabat utama, di antaranya Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., Dir Reskrimum, Dir Reskrimsus, Dir Lantas, dan Kabid Humas Polda Maluku.Sementara itu, Gubernur Maluku yang menerima langsung rombongan Kapolda turut didampingi oleh Wakil Gubernur Maluku dan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku.Pertemuan yang berlangsung hangat ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari pemeliharaan kamtibmas, sinergi program pembangunan, Program Astacita Presiden terkait pemenuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan SPPG hingga upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.“Audiensi ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat kolaborasi antara Polda Maluku dan Pemerintah Provinsi. Kami berkomitmen menjaga Maluku tetap aman, damai, dan kondusif, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolda Maluku.Gubernur Maluku menyambut baik kunjungan Kapolda Maluku yang baru menjabat, sekaligus menegaskan pentingnya kebersamaan seluruh elemen dalam menjaga stabilitas daerah.“Kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian sangat dibutuhkan, apalagi Maluku adalah daerah kepulauan yang menuntut perhatian khusus dalam hal keamanan, pembangunan, dan pelayanan publik,” ungkap Gubernur.Audiensi perdana ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi terjalinnya sinergi yang lebih solid antara Polda Maluku dan Pemerintah Provinsi Maluku. Dengan kerja sama yang baik, kedua pihak optimistis dapat mewujudkan Maluku yang aman, damai, dan sejahtera. PNO-12 26 Sep 2025, 08:29 WIT
Bapenda Mimika Hadirkan Layanan Pajak Keliling di Kamoro Jaya, Masyarakat Antusias Bayar PBB Papuanewsonline.com, Mimika — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika terus menggencarkan inovasi pelayanan publik di bidang perpajakan. Kamis (25/09/2025), Bapenda melalui bidang PBB-P2 & BPHTB menghadirkan mobil pelayanan pajak keliling di Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania. Kehadiran layanan jemput bola ini langsung disambut antusias oleh masyarakat setempat, khususnya warga SP 1. Dalam program ini, warga dapat melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pendaftaran data PBB-P2, hingga konsultasi terkait berbagai kewajiban pajak daerah. Langkah ini dinilai efektif karena menghadirkan pelayanan langsung ke tengah masyarakat tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor Bapenda. “Kegiatan ini sangat mempermudah bagi kami warga. Tidak perlu lagi ke kantor Bapenda, cukup di kelurahan kami bisa langsung bayar pajak,” ungkap Rahman, warga Kamoro Jaya yang memanfaatkan layanan tersebut. Bapenda Mimika mengapresiasi tingkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dalam membayar pajak. Pembayaran PBB-P2 tepat waktu bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap pembangunan di Kabupaten Mimika. “Pajak yang dibayarkan warga akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami berterima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah taat,” kata salah satu pejabat Bapenda yang mendampingi kegiatan tersebut. Selain mempermudah layanan, program pajak keliling ini juga sekaligus menjadi ajang sosialisasi mengenai penghapusan denda PBB-P2 berdasarkan Peraturan Bupati Mimika Nomor 49 Tahun 2025. Program keringanan ini berlaku mulai 27 Agustus hingga 30 November 2025, dan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melunasi kewajiban pajak tanpa terbebani biaya tambahan. “Dengan adanya kebijakan ini, kami mendorong warga agar memanfaatkan waktu yang ada untuk segera melunasi kewajibannya. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat,” tambahnya. Antusiasme masyarakat Kamoro Jaya yang berbondong-bondong datang ke kantor kelurahan menunjukkan bahwa pendekatan layanan jemput bola ini berhasil membangun motivasi. Tidak hanya mempermudah, program ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa “pajak dibayar, pembangunan lancar” bukan sekadar slogan, melainkan kunci keberlanjutan pembangunan daerah. Dengan keberhasilan pelaksanaan program di Kamoro Jaya, Bapenda Mimika berkomitmen untuk memperluas layanan pajak keliling ke wilayah-wilayah lain di Kabupaten Mimika.   Penulis: Jid Editor: GF   26 Sep 2025, 05:06 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT