Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Polri Kirimkan 7 Polwan Jadi Petugas Pelayanan Ibadah Haji
Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri menerjunkan sebanyak 7 polisi wanita (Polwan) ke Arab Saudi untuk menjadi Petugas Pelayanan Ibadah Haji (PPIH). Pengiriman ini sebagai langkah Polri yang menjadi bagian tugas dan fungsinya sebagai Linjam (Perlindungan Jemaah).Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, 7 Polwan yang diberangkatkan berasal dari Lemdiklat Polri, SSDM Polri, Polda Jawa Tengah, Baharkam Polri hingga Polda Metro Jaya."Pengiriman personel Polri sebanyak 7 Polwan adalah bentuk nyata Polri melindungi para jemaah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah melaksanakan ibadah haji di tanah suci," kata Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/6/2024).Trunoyudo mengatakan, 7 polwan yang dikirim nantinya akan bertugas melayani jemaah haji WNI diantaranya mengantar jemaah yang tersesat kembali ke hotel. Kemudian memberi tahu jemaah orientasi wilayah Masjid (pintu masuk, WC, Wudhu, area shalat), tempat belanja, tempat makan, ATM, Money Changer, dan lainnya.Selain itu, kata Trunoyudo, Polwan bertugas mengantar jemaah ke raudah, membantu jamaah mencarikan kursi rodanya yang hilang, memberikan pelayanan kesehatan, mengatur dan mengamankan area masuk raudah supaya tidak ada penyusup dan melakukan tindakan preventif cuaca panas di antrean raudah, dan membantu jamaah yang sakit kembali ke hotel."Lalu tugas Polwan juga bekerja sama dengan tim kesehatan membantu jemaah yang pingsan, memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah yang kakinya melepuh, membantu jemaah lansia yang terpisah di Masjid supaya bertemu kembali dengan keluarganya, membantu mengoperasionalkan alat komunikasi jemaah dan membantu jemaah yang diamankan askar," katanya.Berikut daftar 7 Polwan yang berangkat menjadi Petugas Pelayanan Ibadah Haji (PPIH):1. AKP NISWAH WARA PRATIDINA, PAMIN SUBBAGDAYAPOLWAN BAGGASSUS ROBINKAR SSDM POLRI2. IPTU RASMAWAR, PAMIN UR REN SUBBAG RENMIN SEBASA LEMDIKLAT POLRI3. BRIGPOL RESTU FITRI ADRYAN, BHAMINLAK BAGLEKDIK RODALPERS SSDM POLRI4. IPTU ERNY SETYAWATI, Ps PAMIN SUBBAGSIUNLURJA BAGKHIRDIN ROWATPERS SSDM POLRI5. BRIPTU DIAH KUMALASARI, BHAMINLAK POLDA JATENG6. IPTU RULI DIANI, PS PAUR SIFASWASJASPAM DITPOTMAS BAHARKAM POLRI7. IPTU ELFI RYANY, DITRESKRIMUM POLDA METRO JAYA (PNO-12)
11 Jun 2024, 13:35 WIT
Kapolri Diberi Gelar Adat-Pusaka oleh Dewan Adat dan Kerajaan di Sulawesi Selatan
Papuanewsonline.com, Makassar - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dianugerahi gelar Raja atau Karaeng dan Pusaka Supakala dari Dewan Adat dan Kerajaan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Penghargaan diberikan berbarengan dengan kegiatan pembukaan Rakernis Baharkam Polri, di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sulsel, Rabu (5/6/2024).Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penghargaan pertama yang diberikan kepada Kapolri yakni gelar I Mannaungi Daeng Parani dari dewan adat Kerajaan Gowa. Gelar ini mempunyai arti pemimpin yang senantiasa mengayomi dan melindungi masyarakat serta pemberani dalam melaksanakan tugas."Gelar untuk Kapolri ini sebagai tanda pengakuan menjadi keluarga besar Kerajaan Gowa dan Masyarakat Adat Gowa. Hal ini tertuang dalam sertifikat ditetapkan di Sungguminasa pada tanggal 5 Juni 2024 oleh Raja Gowa ke-38," kata Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/6/2024).Penghargaan kedua datang dari Dewan Adat Saoraja Kabupaten Bone. Berdasarkan surat keputusan nomor 1.024/l.a Bone menganugerahkan gelar nama Bugis yaitu La Pateddungi Daeng Pasampo kepada Kapolri, yang artinya seorang pemimpin yang arif dan melindungi Bangsa dan Negara."Hal ini tertuang dalam sertifikat ditetapkan di Watampone pada tanggal 5 Juni 2024 oleh Ketua Adat Saoraja Kabupaten Bone," ujarnya.Selain itu, Kapolri juga diberikan pin emas, sertifikat dan pusaka Luwu yang berjenis sapukala dengan nama La Sumange’ Getteng yang artinya semangat yang tegas, konsisten, tidak ragu dan bimbang dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.Pemberian pusaka ini diiringi doa untuk Kapolri semoga dipanjangkan umurnya dan diberikan kelimpahan berkah kesehatan dan kesejahteraan agar bsia menjadi suri tauladan bangsa."Hal ini tertuang dalam sertifikat yang ditetapkan di Palopo 5 Juni 2024 oleh Datu Luwu ke-40 Yang Mulia H La Maradang Mackulau, S.H., M.kn Opu To bau," katanya.Trunoyudo menuturkan, pemberian gelar dan pusaka kepada Kapolri adalah wujud kecintaan masyarakat terhadap institusi Polri. Hal ini juga menjadi penyemangat institusi Polri agar tetap bekerja melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.Prosesi penyerahan gelar ditandai dengan pembacaan narasi oleh MC, pembacaan SK penganugerahan gelar kebangsawanan, serta pemberian gelar kebangsawanan dan simbolik kerajaan kepada Kapolri. Acara ini ditutup dengan foto bersama dan penyerahan penghargaan dari Kapolri kepada kepala daerah, diikuti dengan foto bersama penerima penghargaan.Acara ini dihadiri oleh para pejabat utama Mabes Polri, Kapolda dari berbagai daerah, Forkopimda Provinsi Sulsel, rektor universitas se-Sulsel, serta tokoh adat dan masyarakat yang turut menyaksikan momen bersejarah ini. PNO-11
07 Jun 2024, 18:16 WIT
Wujudkan Kamtibmas, Polwan Polda Maluku Yasinan Bersama Ibu-Ibu Majelis Taklim di Kawasan Stain
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Wanita (Polwan) Polda Maluku dan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease menggelar yasinan bersama Ibu-ibu Majelis Taklim di kawasan Stain, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.Kegiatan yang bertujuan untuk cooling system atau mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di kawasan itu telah dilaksanakan sejak tanggal 30 Mei hingga saat ini.Sejumlah Majelis Taklim yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Majelis Taklim Mar'atus Sholehah di Rt 02 dan Majelis Taklim Amanah di Rt 05 Rw 17 Stain.Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Direktur Bimbingan Masyarakat (Wadir Binmas) Polda Maluku, AKBP. Rositah Umasugi, bersama Polwan Polda dan Polresta Ambon, Bhabinkamtibmas Batu Merah 3- Stain dan anggota Ditbinmas Polda Maluku. Saat kegiatan yang digelar bersama Majelis Taklim Mar'atus Sholeha turut dihadiri oleh Dr. Maimuna Tuatubun beserta 30 anggota majelis taklim. Sedangkan bersama MajelisTaklim Amanah turut dihadiri oleh Ketua Umi Gamar Assegaf dan Wakil ketua Eva Difinubun anggota berjumlah 20 orang.Maimuna Tuatubun pada saat kegiatan menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Maluku atas kegiatan sosialisasi yang dilakukan Polwan terhadap ibu-ibu Majelis Taklim.Tuatubun mengaku, sinergitas bersama kepolisian dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. "Selain sinergitas, peningkatan rohani yang kuat dapat meningkatkan ukhuwah persaudaraan dan hubungan silaturrahmi," katanya.Terpisah, Ketua Majelis Taklim Amanah Umi Gamar Assegaf juga menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Polwan Polda Maluku.Sementara itu, Wadir Binmas Polda Maluku, Rositah Umasugi, mengatakan, kegiatan yang saat ini dilaksanakan merupakan bagian dari cooling system. Hal ini selaras dengan penjabaran dari program "Basudara Manise" Kapolda Maluku untuk mewujudkan Maluku aman, damai dan sejahtera.Menyikapi perkembangan situasi kamtibmas di Stain, Rositah berharap agar persoalan yang melibatkan orang secara pribadi tidak boleh membawa-bawa nama suku atau golongan."Ibu-ibu adalah seorang guru dalam mendidik anak-anak di rumah oleh karena itu, apabila ada masalah jangan ibu-ibu melakukan tindakan yang memanas-manasi situasi yang dapat mengakibatkan bapak-bapak dan anak-anak muda menjadi semakin emosional, Ibu-ibu harus jadi pendingin situasi yang panas tersebut," pintanya.Rositah menghimbau kepada para ibu-ibu agar dapat menjaga anak dan keluarga sehingga tidak terlibat dalam bentrokan. Ini diminta agar tidak menjadi korban maupun pelaku tindak pidana."Selalu membimbing dan mengontrol anak-anak apabila malam hari, jangan sampai mereka keluar rumah hingga tengah malam," ingatnya.Mantan Kapolres Maluku Tengah ini juga mengingatkan para ibu-ibu agar tidak mudah percaya dengan sebuah pemberitaan yang beluk tentu kebenarannya atau hoax."Kalau ada berita yang diterima melalui medsos agar cukup sampai di ibu ibu saja tidak disebar luaskan. Apabila ada masalah kamtibmas agar melaporkan kepada bhabinkamtibmas Stain untuk dicarikan solusi bersama," katanya.Rositah juga mengajak para ibu-ibu agar dapat membuatkan suatu komunitas yang melibatkan anak muda. Ini untuk mendukung terciptanya situasi kmtibmas yang aman dan kondusif. "Ibu-ibu juga diharapkan dapat mengajak anak anaknya untuk memakmurkan masjid dengan melibatkan anak anak dalam pengurus remaja masjid setempat," pintanya. (PNO-12)
06 Jun 2024, 15:48 WIT
Kehadiran Al-Quran Akbar di Mimika, Bukti Soliditas dan Toleransi Umat Beragama
Papuanewsonline.com, Timika - Al-Quran Akbar, sebagai ikon Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXX Provinsi se-Tanah Papua, tiba di Mimika pada Minggu (2/6). Kedatangan Al-Quran Akbar ini menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, yang diterbangkan dari Pangkep, Makassar, Sulawesi Selatan.Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Letkol Pnb Kamto Adi Saputra, S.T., M.M.S., secara resmi menyerahkan Al-Quran besar berbahan kayu cendana dari Jepara kepada Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.Si., di Kantor UPBU Mimika.Setibanya di Timika, Al-Quran besar tersebut langsung diserahterimakan dan diarak dalam pawai menuju tempat penyimpanan yang disiapkan oleh pengurus LPTQ Mimika. Prosesi penyambutan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat yang turut serta memeriahkan acara.Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyambut kedatangan Al-Quran Akbar dengan penuh antusias. Ia mengucapkan selamat datang Al-Quran Akbar di bumi Amungsa tanah Kamoro.L Menurutnya, Al-Quran Akbar adalah sebuah prestasi luar biasa yang memberikan dampak signifikan bagi umat Islam di Kabupaten Mimika, terutama dalam memperkokoh identitas keagamaan."Kami berharap kehadirannya tidak hanya menjadi kenang-kenangan dalam MTQ ke-XXX se-Tanah Papua di Kabupaten Mimika, tetapi juga menjadi sumber inspirasi umat Islam sebagai Islam Rahmatal Lil’Alamin. Semoga Al-Quran Akbar ini menjadi hadiah yang berarti atas perjuangan umat Islam di Kabupaten Mimika, menjadi penyejuk di tengah kemajemukan, dan pendorong bagi perdamaian serta terjalinnya kerukunan umat beragama," tambahnya.Ketua MUI Kabupaten Mimika, KH. Muh Amin, AR, S.Ag, S.Pd, MM, menambahkan bahwa Al-Quran Akbar ini adalah yang ketiga di tanah Papua, setelah Kabupaten Biak dan Kabupaten Fak-Fak. Al-Quran ini terbuat dari kertas berkualitas tinggi yang mampu bertahan hingga 200 tahun. Penulisannya dimulai pada 8 Oktober 2003, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Mimika, dan selesai pada peringatan Hari Kartini di Timika. Proses penulisan menghabiskan tinta sebanyak 9 liter dan berat keseluruhannya mencapai 273 kilogram, sehingga memerlukan pesawat Hercules A-1330 untuk pengangkutannya."Alhamdulillah, dukungan luar biasa dari umat Islam dan umat beragama, serta dari Danlanud YKU Timika, membuat Al-Quran Akbar ini bisa sampai di Timika. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas antusiasme Bapak Ibu sekalian dalam menyambut Al-Quran ini. Kegiatan ini merupakan pra-MTQ dan Al-Quran Akbar akan dibuka saat pembukaan MTQ dan ditutup saat penutupan MTQ," kata KH. Muh Amin.Al-Quran Akbar ini diharapkan menjadi simbol persatuan dan toleransi, serta memperkuat semangat keagamaan di tanah Papua. Sebagai bagian dari persiapan MTQ ke-XXX, kehadiran Al-Quran ini menandakan dimulainya rangkaian acara yang akan mempererat tali silaturahmi dan memupuk nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Papua. PNO-11
04 Jun 2024, 18:55 WIT
Delegasi WWF Ke-10 Terpukau Dengan Balinese Water Purification Ceremony
Papuanewsonline.com, Denpasar – Rangkaian kegiatan World Water Forum ke-10 resmi dimulai dengan diawali penyelenggaraan side event “Balinese Water Purification Ceremony” yang berlangsung di Pantai Surf Surf By The Wave, Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali, Denpasar, Sabtu (18/5/2024).Para delegasi yang mengikuti rangkaian tersebut mengaku antusias. Salah satunya adalah Louise Heegard dari DHI Water and Environment, sebuah perusahaan konsultan teknik dan pengembangan perangkat lunak asal Denmark.Louise Heegard yang baru pertama kali mengunjungi Bali terkesan dengan seluruh kegiatan khususnya upacara Sagara Kerthi karena memiliki makna amat dalam terhadap alam. Hal ini menunjukkan masyarakat yang begitu menghargai segala unsur alam dalam kehidupan sehari-hari."Ini sangat luar biasa, saya sangat happy bisa melihat (upacara) ini yang begitu menghormati alam," kata Louise.Sagara Kerthi merupakan tindakan terpuji untuk merawat dan menyucikan laut secara niskala. Laut selain sebagai sumber air juga merupakan habitat terluas dari makhluk hidup, sehingga upacara ini digelar bertepatan dengan hari baik untuk memuliakan satwa yaitu Rahina Tumpek Uye.Upacara ini bertujuan memohon anugerah agar laut tetap bersih dan lestari sehingga manusia hidup sejahtera dan bahagia."Saya sangat cinta dengan upacara ini, dan semoga kekayaan budaya seperti ini dapat terus menjaga tempat (alam) ini selalu bersih," kata Louise.Hal senada disampaikan Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon. Ia mengaku takjub dengan pembukaan World Water Forum ke-10 yang dimulai dengan mengangkat tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali yang sejalan dengan pelestarian air sebagai sumber kehidupan. "Kegiatan sore ini adalah upacara yang luar biasa," ujarnya.Ia pun meyakini World Water Forum ke-10 di Bali menjadi penyelenggaraan forum air dunia yang paling sukses dan menjadi kejayaan diplomasi bagi Indonesia."Sejak 30 tahun lalu (berdirinya WWC) ini (penyelenggaraan) yang paling profesional dan efisien yang saya lihat," kata Loic Fauchon.*Rangkaian Balinese Water Purification Ceremony*Upacara Sagara Kerthi dimulai dengan prosesi pemujaan dengan gelaran tarian sakral sebagai media persembahan. Tarian tersebut adalah Topeng Panasar, Sang Hyang Jaran, Sang Hyang Dedari, Baris Cerkuak, Rejang Putri Maya, dan Tari Topeng Sidikarya.Setelah itu dilakukan sembahyang bersama dengan dipimpin pendeta dan seluruh umat Hindu yang hadir. Prosesi diakhiri dengan pelepasan satwa ke alam liar. Satwa tersebut di antaranya 1.000 ekor tukik, 1.000 ekor burung, dan 5 ekor penyu.Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Balinese Water Purification Ceremony adalah salah satu dari rangkaian kegiatan dalam World Water Forum ke-10 yang menampilkan ragam kebudayaan Indonesia khususnya Bali."Nanti juga akan ada gala dinner di Garuda Wisnu Kencana. Juga ada field trip bagi delegasi ke Jatiluwih untuk melihat sistem pengairan Subak, juga trip ke Pura Besakih, Kintamani, juga beberapa destinasi lain yang memuliakan air. Selain itu juga ada Bali Street Carnival," kata Menparekraf Sandiaga seraya mengatakan Bali Street Carnival mengangkat tema "Samudra Cipta Peradaban” yang dimaknai sebagai upaya pemuliaan laut sebagai sumber kesejahteraan semesta.Pawai yang akan berlangsung pada 20 Mei 2024 akan diikuti enam sanggar seni dan melibatkan sekitar 1.200 seniman.Menparekraf Sandiaga mengatakan hingga saat ini tercatat sudah ada 20 ribu delegasi yang mendaftar dan jika ditambahkan dengan rombongan dari masing-masing delegasi diperkirakan sudah ada 46 ribu peserta yang hadir. Ia pun optimistis saat acara pembukaan nanti target 50 ribu peserta World Water Forum ke-10 dapat tercapai."Oleh karena itu kita harus melayani dengan baik, kita harus pastikan bahwa kualitas dari penyelenggaraan, bukan hanya substansi tapi juga bagaimana kita menjaga kebersihan lingkungan bisa kita pastikan," ujar Menparekraf Sandiaga.Terkait dampak dari penyelenggaraan World Water Forum ke-10, yang dapat dengan mudah terlihat adalah peningkatan okupansi kamar hotel serta layanan transportasi. Bahkan harus sampai mendatangkan layanan dari luar Pulau Bali."Produk-produk UMKM ekonomi kreatif juga sudah banyak terpesan, tapi tentunya kita ingin melibatkan lebih luas lagi sehingga dampak dari penyelenggaraan event semakin luas," ujar Sandiaga.Para delegasi di harapkan dapat memperpanjang lama tinggal dengan mengunjungi beberapa destinasi seperti Lombok, Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, dan beberapa destinasi lainnya. “Destinasi yang menawarkan pariwisata hijau yang berkelanjutan dan berkualitas serta inklusif yang memberikan dampak ekonomi masyarakat," ujar Menparekraf Sandiaga.Turut hadir saat Balinese Water Purification Ceremony adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas. PNO-12
19 Mei 2024, 21:18 WIT
Kapolda Maluku Hadiri Upacara Peringatan Hari Pattimura ke 207 Tahun
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif SH., M.Hum menghadiri upacara peringatan hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura yang ke 207 tahun. Upacara tersebut dilaksanakan di lapangan Pattimura Park, Kota Ambon, Rabu (15/5/2024).Bertindak sebagai inspektur upacara peringatan hari Pattimura yaitu Penjabat Gubernur Maluku Ir. Sadali Ie M.Si. Turut hadir dalam upacara yakni Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Syafrial, Pj. Walikota Ambon, maupun para unsur Forkopimda Maluku dan Kota Ambon.Pj. Gubernur Maluku dalam sambutannya meminta agar peringatan hari pahlawan Pattimura dapat dijadikan sebagai renungan bagi generasi muda saat ini. Sehingga diharapkan dapat membangun daerah, bangsa dan negara melalui tugas masing-masing, "dengan rasa cinta terhadap diri sendiri, cinta terhadap sesama dan cinta terhadap bangsa dan tanah air untuk mewujudkan Indonesia yang maju," katanya.Selain itu, Pj Gubernur juga berharap kepada wadah organisasi kepemudaan di Maluku harus mampu memajukan daerah dan bangsa dengan nilai spirit perjuangan Pattimura muda yang kuat untuk menuju Maluku emas, Maluku yang unggul.Sementara itu, Kapolda Maluku Lotharia Latif berharap peringatan hari Pattimura dapat meningkatkan semangat masyarakat Maluku untuk menjaga persaudaraan dan persatuan serta membangun Maluku ."Peringatan hari Pattimura jangan hanya sekadar dijadikan sebagai ajang serimonial belaka, tetapi harus dijadikan sebagai penyemangat dalam meningkatkan kesejahteraan dan membangun Maluku, khususnya para pemuda," pintanya.Peringatan hari Pahlawan Nasional Pattimura, kata Kapolda merupakan sebuah kebanggaan seluruh masyarakat Maluku khususnya maupun Indonesia secara umum."Semoga perjuangan Pattimura dapat menjadi motivasi dan semangat rela berkorban untuk generasi saat ini demi kepentingan yang lebih besar yang telah ditunjukan oleh para pahlawan Nasional kepada generasi masa kini maupun generasi masa depan," harapnya. PNO-11
17 Mei 2024, 07:34 WIT
Jelang Purna Bakti, Kabid Humas Polda Maluku Pamit Ke Wartawan
Papuanewsonline.com, Ambon - Dua bulan lagi, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat purna tugas dari dinas Kepolisian. Sebelum pensiun, juru bicara Polda Maluku yang telah mengemban tugas selama 6 tahun 6 bulan ini, pamit dari wartawan, rekan kerjanya.Permohonan pamit ini disampaikan mantan Kapolres Kepulauan Aru dan Kapolres Tual itu dalam pertemuan silaturahmi bersama wartawan yang digelar di cafe red brick, bilangan Karang Panjang, Kota Ambon, Kamis (16/5/2024)."Hari ini saya mohon pamit. Banyak suka dan duka yang kita jalani sama-sama selama ini, kita sama-sama ngos-ngosan jam 01.00 siang naik gunung botak, ada juga kita sama-sama di daerah konflik," ungkapnya mengenang.Kombes Rum juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas belum dapat memenuhi semua keinginan para jurnalis."Ada yang telepon konfirmasi, minta baket, yang dalam keadaan tertentu juga Saya tidak tanggapi, Saya menyampaikan mohon maaf," imbuhnya.Rum merasa selama ini kebersamaan dengan para awak media saling menguntungkan. Bahkan, tim independen yang diturunkan Mabes Polri untuk mengevaluasi kinerja bidang humas melalui survey ke para wartawan, Polda Maluku yang mendapat penilaian tertinggi."Saya akui kerja-kerja kita saling menguntukan, kita saling memberi dan saling menerima," katanya.Mantan Wakil Direktur Reskrimum Polda Maluku ini mengaku akan purna tugas pada 15 Juli 2024. Saat ini, Ia telah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP)."Pada siang hari ini beta (saya) pamit dan beta sekaligus menyampaikan mohon maaf apabila terjadi hal-hal yang kurang di hati rekan-rekan semua," ungkapnya.Eks penyidik Mabes Polri itu berharap hubungan baik yang selama ini sudah terjalin tidak berhenti sampai di sini, namun bisa terus berlanjut ke depan."Semoga tali silaturahmi ini bisa terus terjalin, dan semoga kita bersama mengabdi kepada masyarakat di bidang lainnya," kata Ohoirat.Di tempat yang sama, Rahman Patty, jurnalis Kompas.com mengaku sosok Kombes Ohoirat sangat dekat dengan para wartawan di Maluku."Kita selama 6 tahun lebih ini sangat dekat dengan beliau, saking dekatnya kita dengan beliau sampai-sampai waktu istirahat beliau kita tidak pikir, kita mau konfirmasi tengah malam, subuh (dini hari) itu sudah menjadi hal yang biasa," kata Rahman.Rahman mengaku selama berproses dengan Kombes Rum, tidak ada kesulitan berarti saat melakukan konfirmasi terkait suatu peristiwa tertentu."Saya kira tidak ada kesulitan yang kita hadapi selama berproses dengan Beliau, kalaupun ada itu mungkin hal-hal yang yang tidak bisa ditolerir dan kita bisa maklumi bersama. Namun kalau informasi soal pemberitaan Saya yakin sungguh saya bersama teman-teman juga selama ini mendapat kemudahan baik itu informasi yang langsung diberikan oleh Beliau maupun melalui release-release yang selama ini kita terima," jelasnya.Pada kesempatan itu, Rahman juga mengajak para awak media untuk sama-sama mendoakan Kombes Rum. Karena selepas tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kabid Humas, juga akan mengabdi di tempat lain."Mari kita berikan support, kita doakan beliau, semoga niat baiknya untuk mengabdi kepada masyarakat dengan jalan lain bisa terwujud. Dan semoga kita masih tetap berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan beliau di tempat yang lain," harapnya. (PNO-12)
17 Mei 2024, 07:13 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru