logo-website
Kamis, 26 Mar 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Antisipasi Nataru, Disperindag Mimika, Pertamina, dan Bulog Jalin Koordinasi dengan Distributor Papuanewsonline.com, Mimika - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika berinisiatif menggelar pertemuan dengan Pertamina, Bulog, dan para distributor pada Kamis (13/11/25). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Disperindag SP2-SP5 ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat selama periode Nataru.Kepala Disperindag, Petrus Pali Ambaa, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari para distributor, stok sembako saat ini dalam kondisi aman. Khusus untuk BBM bersubsidi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencegah kendala seperti kelangkaan yang kerap terjadi sebelumnya. "Dari laporan para distributor, stok di mereka baik yang sudah ready maupun yang dalam perjalanan, ketersediaan masih cukup menjelang Nataru. Termasuk BBM, kami sudah sampaikan ke Pertamina untuk dapat menjaga ketersediaan demi kebutuhan masyarakat," kata Petrus.Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala, menegaskan bahwa Pertamina memastikan stok BBM dan minyak tanah di wilayah Timika dalam kondisi aman dan terkendali. Ia merinci ketahanan stok masing-masing jenis bahan bakar, serta menyatakan kesiapan Pertamina untuk menambah stok di SPBU dan depot jika terjadi peningkatan permintaan.Pertamina juga menyiapkan layanan ekstra berupa SPBU Siaga dan LPG Siaga untuk mengantisipasi antrean panjang dan permintaan tambahan. "Kita akan tetap koordinasi dengan tim internal kita terkait ketersediaan stok, baik BBM, LPG, untuk direntang aman sampai Natal dan tahun baru berakhir," pungkas Junaedi.   Penulis: Jid Editor: GF 14 Nov 2025, 10:30 WIT
Wakapolri Berikan Santunan dan Bakti Sosial Kepada Warga Sekitar SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor Papuanewsonline.com, Bogor - Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan wujud nyata nilai Humanisme Polri, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar kegiatan bakti sosial dan doa lintas agama di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (13/11/2025)Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, dan menjadi momentum penuh makna sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang sedang berjalan.Sebagai bentuk nyata kepedulian, Polri bersama Yayasan Kemala Bhayangkari menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat sekitar, serta memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu dari wilayah Kampung Tapus dan sekitarnya.Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa ketika masyarakat berkumpul dalam kegiatan doa lintas agama. Para tokoh dari berbagai keyakinan hadir, memanjatkan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan pembangunan SMA KTB. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, solidaritas, dan toleransi antarumat beragama.Dalam sambutannya, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Polri kepada masyarakat serta bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.“Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” ujar Wakapolri.Beliau juga menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan implementasi dari semangat Humanisme Polisi, yang menempatkan empati, kepedulian, dan pelayanan sosial sebagai bagian dari tugas pengabdian kepada bangsa.Wakapolri berharap kegiatan sosial ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menginspirasi semua pihak untuk terus menebar kebaikan.“Bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata rasa syukur dan kepedulian kami terhadap masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan memperkuat tali persaudaraan,” ungkapnya.Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan bantuan sembako dan santunan yang diberikan. Para tokoh masyarakat pun mengapresiasi langkah Polri yang selalu hadir membawa nilai kemanusiaan di setiap kegiatan.Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan nilai kemanusiaan, pendidikan, dan kebersamaan sebagai pondasi utama. PNO-12 14 Nov 2025, 07:14 WIT
Pemprov Papua Optimis Realisasi Anggaran Capai 78%, Program Pembangunan Ditarget Rampung Tepat Waktu Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua mencatat realisasi anggaran daerah mencapai 78 persen hingga awal November 2025. Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah, sekaligus menjadi indikator optimisme bahwa seluruh program pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu menjelang akhir tahun anggaran. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menyampaikan bahwa selain serapan anggaran yang tinggi, progres fisik pembangunan juga telah melampaui 85 persen. “Antara progres keuangan dan pembangunan berjalan seimbang. Harapan kita, dalam waktu satu setengah bulan ke depan, target bisa mendekati 100 persen,” ujar Aryoko di Jayapura, Jumat (7/11/2025). Menurut Aryoko, pemerintah kini fokus memastikan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengoptimalkan sisa waktu pelaksanaan kegiatan. Pengendalian anggaran dilakukan secara langsung di internal masing-masing satuan kerja agar pelaksanaan program lebih terukur dan sesuai rencana. “Kita sudah masuk bulan ke-11 tahun anggaran 2025. Karena itu, waktu yang tersisa harus dimanfaatkan maksimal agar hasilnya benar-benar terlihat di lapangan,” katanya. Wakil Gubernur menegaskan bahwa keseimbangan antara progres keuangan dan pembangunan akan terus dijaga sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas layanan publik di daerah. Penulis: Jidan Editor: GF  11 Nov 2025, 20:45 WIT
Lanud YKU Timika Dukung Kemandirian Pangan: Babinsa Dampingi Petani Tanam Jagung di Nawaripi Papuanewsonline.com, Timika – Babinsa Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) dari Lanud Yohanes Kapiyau (YKU) Timika menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan aktif mendukung program ketahanan pangan. Serka Kasimirus Anitu, Babinpotdirga Lanud YKU, terjun langsung mendampingi kelompok tani binaannya, Taparo Izakod Bekai, di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, pada Selasa (11/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Serka Kasimirus membantu proses penanaman bibit jagung hibrida yang diperkirakan dapat dipanen dalam waktu 115 hari. Kehadiran Babinsa di lapangan memberikan motivasi dan meringankan beban para petani dalam mengolah lahan pertanian mereka. Selain menanam jagung, para petani juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura seperti kangkung, tomat, labu, dan cabai sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. “Hasil panen nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, tetapi juga akan dipasarkan ke beberapa pasar tradisional di Kota Timika,” ujar Serka Kasimirus, menegaskan bahwa pendampingan kepada para petani merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam membantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Lewi, salah satu petani yang mendapat pendampingan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Babinpotdirga Lanud YKU. Menurutnya, keterlibatan TNI di lapangan menjadi sumber semangat baru bagi petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian mereka. “Kami berterima kasih karena Babinsa selalu hadir membantu kami. Kehadiran mereka membuat kami semakin semangat bekerja,” ungkap Lewi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan daerah serta mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 17:03 WIT
Pembangunan Jembatan Apung di Desa Ipayea, Kampung Ipiri Mulai Dikerjakan Papuanewsonline.com, Desa Ipayea, Kampung Ipiri — Pembangunan jembatan apung di Desa Ipayea, Kampung Ipiri, resmi dimulai pada 28 Oktober 2025. Proyek ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur desa, terutama untuk mendukung akses transportasi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada jalur air. Pantauan di lapangan pada Selasa (11/11/2025) menunjukkan, pekerjaan konstruksi telah dimulai dengan tahap pemasangan pondasi dan pelampung utama jembatan. Warga sekitar tampak antusias menyambut pembangunan tersebut, karena diyakini akan memberikan dampak besar bagi aktivitas harian mereka. “Jembatan ini akan sangat membantu kami untuk menyeberang dengan lebih mudah, terutama saat air pasang. Selama ini kami hanya menggunakan perahu kecil,” ujar salah satu warga, Mama Maria, sambil tersenyum. Sementara itu, Om Yul, salah satu pekerja yang turut mengerjakan proyek tersebut, menjelaskan bahwa pihak pelaksana melakukan sejumlah penyesuaian teknis di lapangan. Hal itu dilakukan agar jembatan apung dapat berfungsi dengan baik sesuai kondisi geografis dan karakteristik arus air di wilayah tersebut. “Desain awal dari konsultan tidak sepenuhnya cocok dengan situasi di lapangan. Jadi kami melakukan beberapa perubahan teknis supaya jembatan ini benar-benar aman dan bisa bertahan lama,” ungkapnya. Penyesuaian tersebut meliputi tata letak pelampung, jarak antar-modul, serta material pengikat agar mampu menahan perubahan pasang surut air laut yang cukup tinggi di wilayah pesisir Ipiri. Proyek jembatan apung ini dikerjakan oleh tim Kcewe, dengan melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal dari Desa Ipayea. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat. Menurut informasi yang diperoleh, pengerjaan jembatan dijadwalkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, dengan target rampung sesuai waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. “Kami bekerja siang dan malam agar proyek ini selesai tepat waktu. Masyarakat juga banyak membantu, misalnya dalam pengangkutan bahan dan penyediaan kebutuhan lapangan,” tambah Om Yul. Jembatan apung ini nantinya akan menjadi penghubung utama antara Desa Ipayea dengan wilayah sekitar Kampung Ipiri. Keberadaannya diproyeksikan mampu memperlancar distribusi hasil tangkapan nelayan, mempermudah anak-anak bersekolah, serta meningkatkan konektivitas antar-kampung di daerah pesisir. “Kalau jembatan ini sudah jadi, hasil tangkapan nelayan bisa lebih cepat dibawa ke pasar. Kami berharap pembangunan seperti ini terus dilakukan di wilayah pesisir lain,” kata Elyas, tokoh masyarakat setempat. Pemerintah daerah melalui dinas terkait menyampaikan apresiasi terhadap dukungan warga dan berharap proyek tersebut menjadi contoh kolaborasi pembangunan antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat.   Penulis: Hendrik Editor: GF 11 Nov 2025, 16:07 WIT
Gebyar Pajak Mimika 2025: Bupati Mimika Ajak Masyarakat Membayar Pajak Sebagai Fondasi Ekonomi Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025 yang digelar di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Sabtu (8/11/2025). Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan arti penting pajak sebagai sumber utama pembangunan daerah.Kegiatan yang dimulai dengan fun run dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan itu berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan olahraga pagi tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian medali dan sesi penghargaan kepada Wajib Pajak Teladan Tahun 2025.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob mengapresiasi semangat seluruh peserta dan menegaskan bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk nyata gotong royong masyarakat dalam membangun Mimika.“Tadi saya lihat semua peserta sudah berlari dan memakai medali — termasuk teman-teman saya, walaupun sebagian hanya berlari di tempat. Tapi ini menunjukkan semangat luar biasa dari kita semua di Kabupaten Mimika,” ujar Bupati Johannes disambut tawa dan tepuk tangan peserta.Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa setiap rupiah pajak daerah yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk manfaat pembangunan — mulai dari infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, hingga fasilitas publik lainnya. “Membayar pajak itu gotong royong. Kita semua ikut berkontribusi membangun Mimika yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.Bupati juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar menjalankan pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan keramahan. “Layani masyarakat dengan senyum, bantu mereka memahami kewajiban pajak. Kita hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mendidik dan memotivasi,” pesannya.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Johannes Rettob juga menyinggung tantangan fiskal yang dihadapi Kabupaten Mimika di tahun mendatang. Ia menyebutkan bahwa alokasi dana transfer dari pemerintah pusat diperkirakan akan menurun signifikan.“APBD Mimika tahun ini sebesar Rp6,4 triliun, tapi tahun depan diperkirakan hanya sekitar Rp5 triliun. Karena itu, kita harus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.Menurutnya, kemandirian fiskal daerah hanya bisa dicapai jika masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah berjalan bersama dalam semangat kolaborasi.“Kita tidak bisa hanya bergantung pada dana pusat. Pajak daerah adalah fondasi ekonomi Mimika yang harus kita rawat bersama,” katanya.Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi warga, dalam kegiatan tersebut Bupati menyerahkan penghargaan kepada Wajib Pajak Teladan Tahun 2025 dan Mitra Penggerak BPHTB, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 359 Tahun 2025.Penyerahan penghargaan ini menjadi simbol bahwa kepatuhan pajak bukan hanya soal kewajiban hukum, tetapi juga tindakan mulia yang layak diapresiasi karena berdampak langsung pada kemajuan daerah.“Mari kita jadikan kepatuhan pajak sebagai bagian dari semangat gotong royong. Membayar pajak tepat waktu adalah tindakan mulia untuk pembangunan Kabupaten Mimika,” tutup Bupati Johannes Rettob dengan nada optimistis.Penulis: BimEditor: GF  08 Nov 2025, 15:27 WIT
Edoardus Rahawadan Apresiasi Kontribusi Freeport terhadap Kemajuan Pendidikan dan Ekonomi Mimika Papuanewsonline.com, Timika — Ketua Pemuda Kei Kabupaten Mimika, Edoardus Rahawadan, menilai kemajuan yang dicapai Kabupaten Mimika dalam dua dekade terakhir tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar PT Freeport Indonesia (PTFI). Menurutnya, perusahaan tambang raksasa tersebut telah memainkan peran penting dalam pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat adat Amungme dan Kamoro. Dalam wawancaranya di Timika, Edoardus mengatakan bahwa para pemuda dan masyarakat Mimika telah melihat langsung dampak positif kehadiran Freeport di Tanah Amungsa dan Kamoro. “Banyak dari kami, anak-anak muda Mimika, tahu benar bagaimana perubahan besar terjadi dalam 20 tahun terakhir. Pemerintahan, ekonomi, hingga infrastruktur berkembang pesat — dan itu tidak terlepas dari kontribusi PT Freeport Indonesia,” ujarnya. Edoardus menyoroti peran Freeport yang selama ini aktif bermitra dengan lembaga lokal seperti LPMAK (Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro) dan kini YPMAK, dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan. Melalui lembaga tersebut, Freeport telah mengembangkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan beasiswa, layanan kesehatan, dan program ekonomi berbasis komunitas. “Kami mengapresiasi kontribusi besar Freeport, bukan hanya untuk orang Amungme dan Kamoro sebagai pemilik hak ulayat, tetapi juga untuk pemuda Kei di Mimika yang turut merasakan manfaat, terutama di area pendulangan,” kata Edoardus. Ia menambahkan bahwa banyak pemuda Kei yang tidak memiliki pekerjaan tetap bisa bertahan hidup dari hasil pendulangan di wilayah operasi Freeport, dan hal itu menurutnya merupakan bentuk kemurahan hati perusahaan terhadap masyarakat lokal. “Saya secara pribadi dan mewakili Pemuda Kei Mimika sangat berterima kasih atas kemurahan hati Freeport. Bantuan itu nyata, dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” imbuhnya. Lebih lanjut, Edoardus juga menyinggung isu yang tengah hangat di publik mengenai sosok calon Presiden Direktur PT Freeport Indonesia yang ramai diberitakan di media nasional. Menurutnya, meski setiap orang berhak mempublikasikan diri untuk menduduki jabatan tertentu, namun secara moral dan adat, posisi puncak di Freeport sepatutnya dipercayakan kepada anak asli Amungme atau Kamoro, dua suku pemilik hak ulayat di wilayah tambang tersebut. “Kami tahu siapa itu orang Amungme, siapa itu orang Kamoro. Mereka adalah pemilik tanah tempat Freeport berdiri. Banyak generasi muda Amungme dan Kamoro yang cerdas, berpendidikan, dan bahkan dibina langsung oleh Freeport. Mereka layak memimpin perusahaan ini,” tegasnya. Edoardus menilai bahwa penempatan anak daerah sebagai Presiden Direktur bukan hanya simbol representasi, tetapi juga bentuk penghargaan dan penguatan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat adat. “Kalau ada nama-nama dari luar yang disebut di media, itu hak mereka. Tapi kami, Pemuda Kei di Mimika, hanya mengenal bahwa tanah ini adalah milik Amungme dan Kamoro. Prinsip kami jelas: bumi kami pijak, langit kami junjung,” ujarnya dengan tegas. Menutup pernyataannya, Edoardus juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para penambang rakyat dan pemuda Kei yang menggantungkan hidup di area pendulangan Freeport, agar dapat mengelola hasil pendulangan dengan bijak. “Saya mengimbau saudara-saudaraku, terutama dari Kei dan NTT yang bekerja di area pendulangan, agar memanfaatkan hasil pendulangan untuk kebutuhan ekonomi secara bijak. Saat ini Freeport tengah menghadapi kendala operasional, jadi mari kita tetap jaga keamanan dan ketertiban di area kerja,” pesan Edoardus. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Freeport, namun berkomitmen menjaga stabilitas daerah dan memastikan keadilan bagi masyarakat adat serta kesejahteraan bersama di Mimika. “Kami pemuda Kei tidak punya kepentingan dengan Freeport. Kepentingan kami hanya satu: Mimika harus aman, masyarakat adat pemilik hak ulayat harus mendapat keadilan, dan daerah ini harus terus maju,” tutupnya.(GF) 04 Nov 2025, 19:27 WIT
Harga Emas dan Bawang Merah Picu Inflasi Timika: BPS Catat Laju 1,55 Persen di Oktober 2025 Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika kembali merilis laporan resmi mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Oktober 2025. Berdasarkan hasil survei harga di berbagai titik pantau, Timika mencatat inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 1,55 persen, dengan nilai IHK mencapai 111,74 poin. Kepala BPS Kabupaten Mimika, dalam keterangan persnya, menjelaskan bahwa meski inflasi Timika masih dalam kategori terkendali dan stabil, terdapat beberapa komoditas yang memberikan tekanan cukup kuat terhadap kenaikan harga di tingkat konsumen. “Kenaikan harga emas perhiasan dan bawang merah menjadi dua faktor dominan penyumbang inflasi bulan ini. Namun secara umum, kondisi harga di pasar Timika masih stabil,” ujar perwakilan BPS Mimika saat ditemui di kantor BPS, Selasa (4/11/2025). Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan kenaikan mencapai 17,56 persen. Lonjakan signifikan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga emas perhiasan, yang terus meningkat seiring kondisi pasar global. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat inflasi sebesar 0,29 persen, diikuti oleh perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen. Dua kelompok ini terdampak oleh kenaikan harga bawang merah, minyak goreng, dan beberapa bahan pangan lain yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Menariknya, tidak semua kelompok pengeluaran menunjukkan kenaikan harga. Beberapa sektor justru mengalami deflasi, seperti pakaian dan alas kaki (-1,35 persen) serta transportasi (-0,20 persen). Deflasi pada sektor transportasi terjadi karena penurunan harga tiket pesawat (angkutan udara), sementara pada kelompok pangan terdapat penurunan harga pada komoditas kangkung, bayam, cabai rawit, dan daging ayam ras. “Fluktuasi harga pangan segar seperti sayuran dan cabai masih menjadi faktor dinamis dalam struktur inflasi Timika. Ketika pasokan lancar dan cuaca mendukung, harga akan turun dan menekan inflasi secara keseluruhan,” tambah pejabat BPS tersebut. Secara umum, tingkat inflasi Timika sebesar 1,55 persen dinilai masih dalam batas wajar dan terkendali, di bawah ambang batas nasional. Meski demikian, BPS mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap gejolak harga komoditas strategis, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat. BPS Mimika menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. “Data inflasi ini menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan ekonomi yang tepat, baik untuk stabilisasi harga maupun untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah perubahan ekonomi nasional,” jelasnya. Menutup laporannya, BPS Mimika juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan mengelola keuangan rumah tangga, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang periode akhir tahun. “Masyarakat perlu menyesuaikan pola konsumsi dengan kondisi pasar, agar tetap stabil secara ekonomi meskipun terjadi fluktuasi harga komoditas tertentu,” tutupnya. Dengan inflasi yang masih terkendali, BPS berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga kestabilan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan warga Mimika ke depan.     Penulis: Jid Editor: GF   04 Nov 2025, 16:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT