Papuanewsonline.com
Pertamina Jamin Pasokan Minyak Tanah di Mimika Aman, Distribusi ke Pangkalan Dibenahi
Papuanewsonline.com, Mimika - Pertamina memastikan pasokan
minyak tanah di Kabupaten Mimika dalam kondisi aman dengan ketahanan stok yang
mencapai belasan hari. Hal ini diungkapkan oleh Sales Branch Manager (SBM)
Pertamina Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala, dalam keterangannya pada
(13/11/2025).Meskipun demikian, Junaedi mengakui bahwa sempat terjadi
kelangkaan di beberapa titik akibat masalah distribusi dari agen ke pangkalan.
Beberapa pangkalan mengeluhkan tidak mendapatkan kuota minyak tanah dari agen. "Itu yang diatur oleh Pertamina, makanya beberapa agen
itu mungkin kelewatan atau mungkin lupa melakukan penyetoran makanya
pangkalannya lewat dia lewat tidak didrop," ujar Junaedi.Untuk mengatasi masalah tersebut, Pertamina telah
berkoordinasi secara internal dengan para agen untuk memastikan distribusi
minyak tanah ke pangkalan berjalan lebih teratur sesuai jadwal penebusan yang
telah ditetapkan. Dalam hal ini, Pertamina mengatur volume penyaluran per
hari, sementara pengaturan pangkalan mana yang harus didrop diserahkan kepada
agen.
Setiap hari, Pertamina menyalurkan sekitar 30 kiloliter
minyak tanah ke seluruh agen di Mimika untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Junaedi pun memastikan bahwa mulai bulan ini, semua agen akan mendistribusikan
minyak tanah sesuai alokasi yang diberikan oleh BPH Migas. Penulis: JidEditor: GF
14 Nov 2025, 14:04 WIT
Antisipasi Nataru, Disperindag Mimika, Pertamina, dan Bulog Jalin Koordinasi dengan Distributor
Papuanewsonline.com, Mimika - Menjelang perayaan Natal 2025
dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
Kabupaten Mimika berinisiatif menggelar pertemuan dengan Pertamina, Bulog, dan
para distributor pada Kamis (13/11/25). Pertemuan yang berlangsung di Kantor
Disperindag SP2-SP5 ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok
masyarakat selama periode Nataru.Kepala Disperindag, Petrus Pali Ambaa, menjelaskan bahwa
berdasarkan informasi dari para distributor, stok sembako saat ini dalam
kondisi aman. Khusus untuk BBM bersubsidi, pihaknya telah berkoordinasi dengan
Pertamina untuk mencegah kendala seperti kelangkaan yang kerap terjadi
sebelumnya. "Dari laporan para distributor, stok di mereka baik
yang sudah ready maupun yang dalam perjalanan, ketersediaan masih cukup
menjelang Nataru. Termasuk BBM, kami sudah sampaikan ke Pertamina untuk dapat
menjaga ketersediaan demi kebutuhan masyarakat," kata Petrus.Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon II Papua Tengah,
Junaedi Kala, menegaskan bahwa Pertamina memastikan stok BBM dan minyak tanah
di wilayah Timika dalam kondisi aman dan terkendali. Ia merinci ketahanan stok masing-masing jenis bahan bakar,
serta menyatakan kesiapan Pertamina untuk menambah stok di SPBU dan depot jika
terjadi peningkatan permintaan.Pertamina juga menyiapkan layanan ekstra berupa SPBU Siaga
dan LPG Siaga untuk mengantisipasi antrean panjang dan permintaan tambahan. "Kita akan tetap koordinasi dengan tim internal kita
terkait ketersediaan stok, baik BBM, LPG, untuk direntang aman sampai Natal dan
tahun baru berakhir," pungkas Junaedi. Penulis: Jid
Editor: GF
14 Nov 2025, 10:30 WIT
Wakapolri Berikan Santunan dan Bakti Sosial Kepada Warga Sekitar SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor
Papuanewsonline.com, Bogor - Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan wujud nyata nilai Humanisme Polri, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar kegiatan bakti sosial dan doa lintas agama di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (13/11/2025)Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, dan menjadi momentum penuh makna sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang sedang berjalan.Sebagai bentuk nyata kepedulian, Polri bersama Yayasan Kemala Bhayangkari menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat sekitar, serta memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu dari wilayah Kampung Tapus dan sekitarnya.Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa ketika masyarakat berkumpul dalam kegiatan doa lintas agama. Para tokoh dari berbagai keyakinan hadir, memanjatkan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan pembangunan SMA KTB. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, solidaritas, dan toleransi antarumat beragama.Dalam sambutannya, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Polri kepada masyarakat serta bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.“Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” ujar Wakapolri.Beliau juga menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan implementasi dari semangat Humanisme Polisi, yang menempatkan empati, kepedulian, dan pelayanan sosial sebagai bagian dari tugas pengabdian kepada bangsa.Wakapolri berharap kegiatan sosial ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menginspirasi semua pihak untuk terus menebar kebaikan.“Bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata rasa syukur dan kepedulian kami terhadap masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan memperkuat tali persaudaraan,” ungkapnya.Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan bantuan sembako dan santunan yang diberikan. Para tokoh masyarakat pun mengapresiasi langkah Polri yang selalu hadir membawa nilai kemanusiaan di setiap kegiatan.Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan nilai kemanusiaan, pendidikan, dan kebersamaan sebagai pondasi utama. PNO-12
14 Nov 2025, 07:14 WIT
Pemprov Papua Optimis Realisasi Anggaran Capai 78%, Program Pembangunan Ditarget Rampung Tepat Waktu
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah Provinsi Papua mencatat realisasi anggaran daerah mencapai 78 persen
hingga awal November 2025. Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif
pemerintah daerah, sekaligus menjadi indikator optimisme bahwa seluruh program
pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu menjelang akhir tahun anggaran. Wakil Gubernur Papua, Aryoko
Rumaropen, menyampaikan bahwa selain serapan anggaran yang tinggi, progres
fisik pembangunan juga telah melampaui 85 persen. “Antara progres keuangan dan
pembangunan berjalan seimbang. Harapan kita, dalam waktu satu setengah bulan ke
depan, target bisa mendekati 100 persen,” ujar Aryoko di Jayapura, Jumat
(7/11/2025). Menurut Aryoko, pemerintah kini
fokus memastikan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengoptimalkan
sisa waktu pelaksanaan kegiatan. Pengendalian anggaran dilakukan secara
langsung di internal masing-masing satuan kerja agar pelaksanaan program lebih
terukur dan sesuai rencana. “Kita sudah masuk bulan ke-11
tahun anggaran 2025. Karena itu, waktu yang tersisa harus dimanfaatkan maksimal
agar hasilnya benar-benar terlihat di lapangan,” katanya. Wakil Gubernur menegaskan bahwa
keseimbangan antara progres keuangan dan pembangunan akan terus dijaga sebagai
bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat tata kelola
pemerintahan serta meningkatkan kualitas layanan publik di daerah. Penulis: Jidan Editor: GF
11 Nov 2025, 20:45 WIT
Lanud YKU Timika Dukung Kemandirian Pangan: Babinsa Dampingi Petani Tanam Jagung di Nawaripi
Papuanewsonline.com, Timika –
Babinsa Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) dari Lanud Yohanes Kapiyau (YKU)
Timika menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan aktif mendukung
program ketahanan pangan. Serka Kasimirus Anitu,
Babinpotdirga Lanud YKU, terjun langsung mendampingi kelompok tani binaannya, Taparo
Izakod Bekai, di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, pada Selasa
(11/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Serka
Kasimirus membantu proses penanaman bibit jagung hibrida yang diperkirakan
dapat dipanen dalam waktu 115 hari. Kehadiran Babinsa di lapangan memberikan
motivasi dan meringankan beban para petani dalam mengolah lahan pertanian
mereka. Selain menanam jagung, para
petani juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura seperti kangkung,
tomat, labu, dan cabai sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. “Hasil panen nantinya tidak hanya
untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, tetapi juga akan dipasarkan ke
beberapa pasar tradisional di Kota Timika,” ujar Serka Kasimirus, menegaskan
bahwa pendampingan kepada para petani merupakan bagian dari tugas pokok TNI
dalam membantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Lewi, salah satu
petani yang mendapat pendampingan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih
atas perhatian dan dukungan Babinpotdirga Lanud YKU. Menurutnya, keterlibatan
TNI di lapangan menjadi sumber semangat baru bagi petani untuk terus
mengembangkan usaha pertanian mereka. “Kami berterima kasih karena
Babinsa selalu hadir membantu kami. Kehadiran mereka membuat kami semakin
semangat bekerja,” ungkap Lewi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata
sinergi antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan daerah
serta mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan nasional yang
berkelanjutan. Penulis: Jidan
Editor: GF
11 Nov 2025, 17:03 WIT
Pembangunan Jembatan Apung di Desa Ipayea, Kampung Ipiri Mulai Dikerjakan
Papuanewsonline.com, Desa Ipayea,
Kampung Ipiri — Pembangunan jembatan apung di Desa Ipayea, Kampung Ipiri, resmi
dimulai pada 28 Oktober 2025. Proyek ini menjadi salah satu bentuk komitmen
pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur desa, terutama untuk
mendukung akses transportasi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada
jalur air. Pantauan di lapangan pada Selasa
(11/11/2025) menunjukkan, pekerjaan konstruksi telah dimulai dengan tahap
pemasangan pondasi dan pelampung utama jembatan. Warga sekitar tampak antusias
menyambut pembangunan tersebut, karena diyakini akan memberikan dampak besar
bagi aktivitas harian mereka. “Jembatan ini akan sangat
membantu kami untuk menyeberang dengan lebih mudah, terutama saat air pasang.
Selama ini kami hanya menggunakan perahu kecil,” ujar salah satu warga, Mama
Maria, sambil tersenyum. Sementara itu, Om Yul, salah satu
pekerja yang turut mengerjakan proyek tersebut, menjelaskan bahwa pihak
pelaksana melakukan sejumlah penyesuaian teknis di lapangan. Hal itu dilakukan
agar jembatan apung dapat berfungsi dengan baik sesuai kondisi geografis dan
karakteristik arus air di wilayah tersebut. “Desain awal dari konsultan tidak
sepenuhnya cocok dengan situasi di lapangan. Jadi kami melakukan beberapa
perubahan teknis supaya jembatan ini benar-benar aman dan bisa bertahan lama,”
ungkapnya. Penyesuaian tersebut meliputi
tata letak pelampung, jarak antar-modul, serta material pengikat agar mampu
menahan perubahan pasang surut air laut yang cukup tinggi di wilayah pesisir
Ipiri. Proyek jembatan apung ini
dikerjakan oleh tim Kcewe, dengan melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal dari
Desa Ipayea. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses
pengerjaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat
setempat. Menurut informasi yang diperoleh,
pengerjaan jembatan dijadwalkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, dengan
target rampung sesuai waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. “Kami bekerja siang dan malam
agar proyek ini selesai tepat waktu. Masyarakat juga banyak membantu, misalnya
dalam pengangkutan bahan dan penyediaan kebutuhan lapangan,” tambah Om Yul. Jembatan apung ini nantinya akan
menjadi penghubung utama antara Desa Ipayea dengan wilayah sekitar Kampung
Ipiri. Keberadaannya diproyeksikan mampu memperlancar distribusi hasil
tangkapan nelayan, mempermudah anak-anak bersekolah, serta meningkatkan konektivitas
antar-kampung di daerah pesisir. “Kalau jembatan ini sudah jadi,
hasil tangkapan nelayan bisa lebih cepat dibawa ke pasar. Kami berharap
pembangunan seperti ini terus dilakukan di wilayah pesisir lain,” kata Elyas,
tokoh masyarakat setempat. Pemerintah daerah melalui dinas
terkait menyampaikan apresiasi terhadap dukungan warga dan berharap proyek
tersebut menjadi contoh kolaborasi pembangunan antara pemerintah, pelaksana
proyek, dan masyarakat. Penulis: Hendrik Editor: GF
11 Nov 2025, 16:07 WIT
Gebyar Pajak Mimika 2025: Bupati Mimika Ajak Masyarakat Membayar Pajak Sebagai Fondasi Ekonomi
Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025 yang digelar di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Sabtu (8/11/2025). Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan arti penting pajak sebagai sumber utama pembangunan daerah.Kegiatan yang dimulai dengan fun run dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan itu berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan olahraga pagi tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian medali dan sesi penghargaan kepada Wajib Pajak Teladan Tahun 2025.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob mengapresiasi semangat seluruh peserta dan menegaskan bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk nyata gotong royong masyarakat dalam membangun Mimika.“Tadi saya lihat semua peserta sudah berlari dan memakai medali — termasuk teman-teman saya, walaupun sebagian hanya berlari di tempat. Tapi ini menunjukkan semangat luar biasa dari kita semua di Kabupaten Mimika,” ujar Bupati Johannes disambut tawa dan tepuk tangan peserta.Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa setiap rupiah pajak daerah yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk manfaat pembangunan — mulai dari infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, hingga fasilitas publik lainnya. “Membayar pajak itu gotong royong. Kita semua ikut berkontribusi membangun Mimika yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.Bupati juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar menjalankan pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan keramahan. “Layani masyarakat dengan senyum, bantu mereka memahami kewajiban pajak. Kita hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mendidik dan memotivasi,” pesannya.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Johannes Rettob juga menyinggung tantangan fiskal yang dihadapi Kabupaten Mimika di tahun mendatang. Ia menyebutkan bahwa alokasi dana transfer dari pemerintah pusat diperkirakan akan menurun signifikan.“APBD Mimika tahun ini sebesar Rp6,4 triliun, tapi tahun depan diperkirakan hanya sekitar Rp5 triliun. Karena itu, kita harus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.Menurutnya, kemandirian fiskal daerah hanya bisa dicapai jika masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah berjalan bersama dalam semangat kolaborasi.“Kita tidak bisa hanya bergantung pada dana pusat. Pajak daerah adalah fondasi ekonomi Mimika yang harus kita rawat bersama,” katanya.Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi warga, dalam kegiatan tersebut Bupati menyerahkan penghargaan kepada Wajib Pajak Teladan Tahun 2025 dan Mitra Penggerak BPHTB, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 359 Tahun 2025.Penyerahan penghargaan ini menjadi simbol bahwa kepatuhan pajak bukan hanya soal kewajiban hukum, tetapi juga tindakan mulia yang layak diapresiasi karena berdampak langsung pada kemajuan daerah.“Mari kita jadikan kepatuhan pajak sebagai bagian dari semangat gotong royong. Membayar pajak tepat waktu adalah tindakan mulia untuk pembangunan Kabupaten Mimika,” tutup Bupati Johannes Rettob dengan nada optimistis.Penulis: BimEditor: GF
08 Nov 2025, 15:27 WIT
Edoardus Rahawadan Apresiasi Kontribusi Freeport terhadap Kemajuan Pendidikan dan Ekonomi Mimika
Papuanewsonline.com, Timika — Ketua
Pemuda Kei Kabupaten Mimika, Edoardus Rahawadan, menilai kemajuan yang dicapai
Kabupaten Mimika dalam dua dekade terakhir tidak dapat dilepaskan dari
kontribusi besar PT Freeport Indonesia (PTFI). Menurutnya, perusahaan tambang
raksasa tersebut telah memainkan peran penting dalam pembangunan di berbagai
sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi
masyarakat adat Amungme dan Kamoro. Dalam wawancaranya di Timika,
Edoardus mengatakan bahwa para pemuda dan masyarakat Mimika telah melihat
langsung dampak positif kehadiran Freeport di Tanah Amungsa dan Kamoro. “Banyak dari kami, anak-anak muda
Mimika, tahu benar bagaimana perubahan besar terjadi dalam 20 tahun terakhir.
Pemerintahan, ekonomi, hingga infrastruktur berkembang pesat — dan itu tidak
terlepas dari kontribusi PT Freeport Indonesia,” ujarnya. Edoardus menyoroti peran Freeport
yang selama ini aktif bermitra dengan lembaga lokal seperti LPMAK (Lembaga
Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro) dan kini YPMAK, dalam menjalankan
berbagai program sosial dan pemberdayaan. Melalui lembaga tersebut,
Freeport telah mengembangkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan
masyarakat, seperti pendidikan beasiswa, layanan kesehatan, dan program ekonomi
berbasis komunitas. “Kami mengapresiasi kontribusi
besar Freeport, bukan hanya untuk orang Amungme dan Kamoro sebagai pemilik hak
ulayat, tetapi juga untuk pemuda Kei di Mimika yang turut merasakan manfaat,
terutama di area pendulangan,” kata Edoardus. Ia menambahkan bahwa banyak
pemuda Kei yang tidak memiliki pekerjaan tetap bisa bertahan hidup dari hasil
pendulangan di wilayah operasi Freeport, dan hal itu menurutnya merupakan
bentuk kemurahan hati perusahaan terhadap masyarakat lokal. “Saya secara pribadi dan mewakili
Pemuda Kei Mimika sangat berterima kasih atas kemurahan hati Freeport. Bantuan
itu nyata, dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” imbuhnya. Lebih lanjut, Edoardus juga
menyinggung isu yang tengah hangat di publik mengenai sosok calon Presiden
Direktur PT Freeport Indonesia yang ramai diberitakan di media nasional. Menurutnya, meski setiap orang
berhak mempublikasikan diri untuk menduduki jabatan tertentu, namun secara
moral dan adat, posisi puncak di Freeport sepatutnya dipercayakan kepada anak
asli Amungme atau Kamoro, dua suku pemilik hak ulayat di wilayah tambang
tersebut. “Kami tahu siapa itu orang
Amungme, siapa itu orang Kamoro. Mereka adalah pemilik tanah tempat Freeport
berdiri. Banyak generasi muda Amungme dan Kamoro yang cerdas, berpendidikan,
dan bahkan dibina langsung oleh Freeport. Mereka layak memimpin perusahaan
ini,” tegasnya. Edoardus menilai bahwa penempatan
anak daerah sebagai Presiden Direktur bukan hanya simbol representasi, tetapi
juga bentuk penghargaan dan penguatan hubungan antara perusahaan dengan
masyarakat adat. “Kalau ada nama-nama dari luar
yang disebut di media, itu hak mereka. Tapi kami, Pemuda Kei di Mimika, hanya
mengenal bahwa tanah ini adalah milik Amungme dan Kamoro. Prinsip kami jelas: bumi
kami pijak, langit kami junjung,” ujarnya dengan tegas. Menutup pernyataannya, Edoardus
juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para penambang rakyat
dan pemuda Kei yang menggantungkan hidup di area pendulangan Freeport, agar
dapat mengelola hasil pendulangan dengan bijak. “Saya mengimbau
saudara-saudaraku, terutama dari Kei dan NTT yang bekerja di area pendulangan,
agar memanfaatkan hasil pendulangan untuk kebutuhan ekonomi secara bijak. Saat
ini Freeport tengah menghadapi kendala operasional, jadi mari kita tetap jaga
keamanan dan ketertiban di area kerja,” pesan Edoardus. Ia menegaskan bahwa pihaknya
tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Freeport, namun berkomitmen menjaga
stabilitas daerah dan memastikan keadilan bagi masyarakat adat serta
kesejahteraan bersama di Mimika. “Kami pemuda Kei tidak punya
kepentingan dengan Freeport. Kepentingan kami hanya satu: Mimika harus aman,
masyarakat adat pemilik hak ulayat harus mendapat keadilan, dan daerah ini
harus terus maju,” tutupnya.(GF)
04 Nov 2025, 19:27 WIT
Harga Emas dan Bawang Merah Picu Inflasi Timika: BPS Catat Laju 1,55 Persen di Oktober 2025
Papuanewsonline.com, Timika –
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika kembali merilis laporan resmi
mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Oktober 2025.
Berdasarkan hasil survei harga di berbagai titik pantau, Timika mencatat
inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 1,55 persen, dengan nilai IHK mencapai 111,74
poin. Kepala BPS Kabupaten Mimika,
dalam keterangan persnya, menjelaskan bahwa meski inflasi Timika masih dalam
kategori terkendali dan stabil, terdapat beberapa komoditas yang memberikan
tekanan cukup kuat terhadap kenaikan harga di tingkat konsumen. “Kenaikan harga emas perhiasan
dan bawang merah menjadi dua faktor dominan penyumbang inflasi bulan ini. Namun
secara umum, kondisi harga di pasar Timika masih stabil,” ujar perwakilan BPS
Mimika saat ditemui di kantor BPS, Selasa (4/11/2025). Berdasarkan kelompok pengeluaran,
inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa
lainnya, dengan kenaikan mencapai 17,56 persen. Lonjakan signifikan ini
terutama disebabkan oleh naiknya harga emas perhiasan, yang terus meningkat
seiring kondisi pasar global. Selain itu, kelompok makanan,
minuman, dan tembakau juga mencatat inflasi sebesar 0,29 persen, diikuti oleh perumahan,
air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen. Dua kelompok
ini terdampak oleh kenaikan harga bawang merah, minyak goreng, dan beberapa
bahan pangan lain yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Menariknya, tidak semua kelompok
pengeluaran menunjukkan kenaikan harga. Beberapa sektor justru mengalami deflasi,
seperti pakaian dan alas kaki (-1,35 persen) serta transportasi (-0,20 persen).
Deflasi pada sektor transportasi terjadi karena penurunan harga tiket pesawat
(angkutan udara), sementara pada kelompok pangan terdapat penurunan harga pada
komoditas kangkung, bayam, cabai rawit, dan daging ayam ras. “Fluktuasi harga pangan segar
seperti sayuran dan cabai masih menjadi faktor dinamis dalam struktur inflasi
Timika. Ketika pasokan lancar dan cuaca mendukung, harga akan turun dan menekan
inflasi secara keseluruhan,” tambah pejabat BPS tersebut. Secara umum, tingkat inflasi
Timika sebesar 1,55 persen dinilai masih dalam batas wajar dan terkendali, di
bawah ambang batas nasional. Meski demikian, BPS mengingatkan pentingnya antisipasi
terhadap gejolak harga komoditas strategis, terutama menjelang akhir tahun
ketika permintaan masyarakat cenderung meningkat. BPS Mimika menegaskan komitmennya
untuk terus melakukan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern, serta
memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi
Daerah (TPID).Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok,
serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. “Data inflasi ini menjadi acuan
penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan ekonomi yang tepat,
baik untuk stabilisasi harga maupun untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di
tengah perubahan ekonomi nasional,” jelasnya. Menutup laporannya, BPS Mimika
juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan mengelola keuangan
rumah tangga, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang
periode akhir tahun. “Masyarakat perlu menyesuaikan
pola konsumsi dengan kondisi pasar, agar tetap stabil secara ekonomi meskipun
terjadi fluktuasi harga komoditas tertentu,” tutupnya. Dengan inflasi yang masih
terkendali, BPS berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan
masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga kestabilan ekonomi daerah serta
meningkatkan kesejahteraan warga Mimika ke depan. Penulis: Jid Editor: GF
04 Nov 2025, 16:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru