Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Kapolda Menjamin Anggotanya Tak Menginjak Tempat Ibadah Di Masjid Raya Sumbar
Papuanewsonline.com, Pasaman - Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, S.Ik. SH memastikan bahwa anggotanya tidak ada melakukan penginjakan tempat ibadah shalat di Mesjid Raya Sumbar. Hal tersebut disampaikan Irjen Pol Suharyono, usai melakukan peninjauan tempat berkumpul dan istirahat bagi masyarakat pendemo asal Pigogah Patibubur, Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (5/9).Terkait dengan video viral personel masuk ke area suci masjid raya, Kapolda Sumbar bersama dengan pengurus Mesjid Raya Sumbar menyampaikan kalau yang digunakan oleh masyarakat untuk tidur bukan area suci tempat shalat, melainkan aula yang memang digunakan sebagai tempat bertemunya atau pelaksanaan kegiatan oleh Pemprov. Bahkan, masyarakat yang masuk kesana juga dengan sandal dan alas kaki."Simpang siur terkait dengan nginjek nginjek tempat ibadah sudah saya jelaskan bahwa itu adalah lantai dasar dan bukan tempat ibadah," katanya menjelaskan. Sama halnya yang disampaikan oleh Pengurus Harian Mesjid Raya Sumbar, Rizardi Maarif, bahwa lokasi dibawah Mesjid merupakan sebuah aula untuk perkumpulan."Jadi kita menaruh mereka (masyarakat) tidur di lantai saja kan gak bagus juga, makanya kita kasih karpet. Jadi bukan tempat sholat, itu tempat pertemuan," terangnya. Sebelumnya, Irjen Pol Suharyono menjelaskan bahwa hari ini Polda Sumbar telah mengamankan kepulangan masyarakat Pigogah Nagari Air Bangis yang sudah 6 hari melaksanakan unjuk rasa di Kota Padang."Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan terkendali, semua masyarakat yang tidur dan menginap sementara di masjid raya sudah kita pulang kan dan di kawal oleh PJR, Brimob, Samapta dan kita pastikan aman sampai ke Pasaman Barat," ujarnya.(PNO-12)
06 Agu 2023, 12:07 WIT
Polres Jayawijaya Temukan Mayat Di Kali Kampung Wollo Timur
Papuanewsonline.com, Jayawijaya - Terkait adanya kasus pembunuhan di Kampung Wollo Timur, Distrik Wollo, Keluarga korban melakukan aksi pembakaran terhadap rumah terduga pelaku, Sabtu (05/08) siang.Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kasus pembakaran tersebut diawali dengan adanya kasus kematian alm. Nia Gombo (24) yang ditemukan meninggal di dalam kali dengan posisi tangan terikat."Terkait penemuan mayat tersebut, keluarga korban mencurigai pelakunya adalah suami korban sendiri berinisial Y alias FW (26) sehingga pihak keluarga melakukan aksi pembakaran terhadap rumah pelaku," jelas Kapolres.Kapolres melanjutkan, kasus tersebut awalnya dilaporkan oleh Kepala Distrik Wollo, dimana Kepala Distrik membawa terduga pelaku ke Polres Jayawijaya terkait dengan hilangnya korban selama 2 Minggu dan sempat pelaku dianiaya oleh keluarga korban sehingga pelaku langsung diamankan oleh Kepala Distrik."Keluarga mencurigai pelaku karena sebelum korban menghilang sempat terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku yang mana terduga pelaku mencurigai korban berselingkuh. Namun hasil pemeriksaan awal terduga pelaku menerangkan tidak melakukan pembunuhan tersebut, selain itu tidak adanya saksi mata membuat kasus ini masih dilakukan penyelidikan," pungkasnya.Kapolres menambahkan saat ini pihaknya telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti serta meminta keterangan saksi, selain itu pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Kepala Distrik untuk dapat meredam pihak keluarga korban agar tidak melakukan aksi lanjutan."Jenazah sudah kita bawa ke RSUD Wamena untuk dilakukan visum, sementara dari pihak keluarga korban bersikeras untuk dapat menyelesaikan kasus ini secara hukum adat pada hari senin esok," imbuh Kapolres. (PNO-12)
06 Agu 2023, 11:33 WIT
16 Calon Mahasiswa OAP Penerima Beasiswa ADIK Dilepas Pemkab Mappi ke Beberapa PTN di Indonesia
Papuanewsonline.com, MAPPI
– Pemerintah Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan melepas 16 calon mahasiswa
penerima beasiswa program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Tahun 2023.
Kegiatan pelepasan 16 orang calon mahasiswa tersebut berlangsung di aula kantor
Dinas Pendidikan, Kamis (3/8/2023). Penjabat Bupati Mappi, Michael R.
Gomar, S.STP., M.Si melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Sumarno
mengatakan, 16 orang calon mahasiswa program beasiswa ADIK Tahun 2023 dari
kabupaten Mappi akan melanjutkan pendidikan pada beberapa perguruan tinggi yang
ada diluar Papua. “Besok para calon mahasiswa akan
bertolak ke Merauke, disana nanti akan ada pembekalan selama satu hari dari
Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan, kemudian setelah itu para calon
mahasiswa akan diberangkatkan ke beberapa perguruan tinggi,” ungkapnya. Sumarno menuturkan, 16 orang
calon mahasiswa yang mendapatkan beasiswa melalui program ADIK tersebut
merupakan anak –anak Orang Asli Papua (OAP) dari Kabupaten Mappi yang
sebelumnya sudah mengikuti proses seleksi dan dinyatakan lulus seleksi. “Jadi awalnya yang mengikuti
seleksi ini ada 76 orang dan yang dinyatakan lulus ada 16 orang, anak-anak ini
mereka adalah siswa/siswi dari SMK dan SMA se-Kabupaten Mappi,” terangnya. Sumarno menerangkan, adapun
beberapa perguruan tinggi yang dituju yakni diantaranya, Universitas Brawijaya,
Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Nusa
Cendana, Universitas Patimura, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sam
Ratulangi, Universitas Udayana, Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Politeknik
Manufaktur Bandung. Sumarno menyebutkan, selain biaya
perkuliahan, biaya hidup dan tempat tinggal itu di tanggung dari kementerian
pendidikan. Dari Kementrian pendidikan juga akan memberikan uang saku kepada
mahasiswa yang disalurkan setiap 3 bulan sekali. Sementara Pemda Mappi hanya
menanggung biaya transportasi dari Mappi ke Merauke dan selanjutnya ke
Perguruan tinggi tujuan.
Meneruskan pesan dari Pj Bupati
Mappi, Sumarno berharap kepada calon mahasiswa yang lulus program ADIK ini,
agar betul–betul mengikuti perkuliahan dengan baik. Karena tidak semua anak
bisa mendapatkan kesempatan baik yang seperti mereka dapatkan ini. (Redaksi)
05 Agu 2023, 21:52 WIT
Tim Kesehatan Polri Berikan Perhatian Lebih Kepada Penderita Dermatitis Di Kabupaten Puncak
Papuanewsonline.com, Puncak – Tim kesehatan Polri dari Operasi Rasaka Cartenz 2023 berdedikasi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil seperti Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.Pada Jumat, 4 Agustus 2023, Bripda Muhammad Satrio Adi, A.md.Kep dari Tim Keladi Sagu kembali melakukan blusukan ke Kampung Kago dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis.Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang terdampak masalah kesehatan seperti penyakit kulit, ISPA, dan stunting, Tim Keladi Sagu memberikan perhatian khusus kepada Tn. Purima Alom, seorang pria berusia 30 tahun dengan diagnosa Dermatitis. Bripda Satrio dengan penuh kepedulian memberikan penanganan yang tepat untuk mengurangi keluhannya, mengenali dan mengobati peradangan kulit yang mengganggunya.“Dermatitis, sebuah kondisi kulit yang umumnya disebabkan oleh reaksi alergi, merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di wilayah ini. Kami memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan serta memberikan krim atau salep pelembap yang dibutuhkan untuk merawat kulit mereka,” ucapnya.Program Keladi Sagu yang dijalankan oleh Polri di wilayah Puncak ini juga mendapat dukungan dari Masyarakat. Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, selaku Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz menyampaikan, Program ini tidak hanya bertujuan memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini. "Melalui aksi bersama seperti ini, diharapkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Puncak yang masih rendah yakni 43,87 dapat ditingkatkan," tutur Kasatgas. (PNO-12)
05 Agu 2023, 21:00 WIT
Sambut HUT RI ke-78, PSI Mimika Bagi 3.000 Bendera Mini Bagi Pengendara
Papuanewsonline.com, MIMIKA
– Dalam rangka menyambut HUT RI ke-78, Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
kabupaten Mimika membagikan 3.000 bendera mini bagi pengendara yang melintasi pertigaan lampu merah Timika Mall Sabtu
sore 05/08/2023. Tampak hadir Anggota Legislatif PSI,
bro Reddy Wijaya, Sekretaris DPD PSI Mimika Sist Suraya Madubun bersama beberapa
Bacaleg PSI ikut meramaikan pembagian bendera mini tersebut. Para pengendara yang melintasi
lokasi tampak senang dan menyambut baik giat yang dilakukan oleh Partai yang
digadang-gadang sebagai Partainya Anak Muda dan Perempuan itu. Beberapa warga
bahkan secara spontan menyampaikan beberapa kalimat yang begitu menggugah. “Wah, ini gratis yaaaa… Luar
biasa PSI !! sambut seorang pengendara motor sembari menerima bendera mini yang
diserahkan salah satu bacaleg PSI. Bahkan masih ada warga yang bertanya
mengenai harga bendera tersebut yang sebetulnya gratis bagi warga. Setelah giat pembagian bendera
mini tersebut, Sekretaris DPD PSI Mimika Sist Suraya Madubun menyampaikan bahwa
giat ini sudah rutin dilakukan oleh PSI sejak tahun 2020 atau sdh ketiga
kalinya dilakukan. “Kami dari DPD PSI Mimika yang didukung
oleh Anggota Legislatif kami, Bro Reddy Wijaya secara rutin setiap menjelang 17
Agustus selalu membagikan bendera mini dengan tujuan selain meramaikan HUT RI
juga mendukung instruksi pemerintah daerah dengan pemasangan bendera di
kendaraan motor maupun mobil. Mungkin jika dilihat dari harganya murah saja ya,
tetapi setidaknya kami bisa membantu warga. Dan hari ini kami bagikan sekitar
3.000 pcs bendera mini,” ujar Sist Aya Hal ini juga dibenarkan oleh Bro
Reddy Wijaya didampingi sebagian Bacaleg PSI Mimika yang akan bertarung pada Pesta
Politik di tahun 2024 kepada Papuanewsonline.com “Terima kasih untuk Bro dan Sist
Bacaleg yang ikut meramaikan dan mendukung giat ini, semoga di tahun-tahun
berikutnya akan lebih banyak lagi yang
kita bagikan kepada masyarakat,” kata Bro Reddy sebelum meninggalkan lokasi
kegiatan. (PNO-04)
05 Agu 2023, 20:51 WIT
Kunker Ke Jembrana, Kemendagri Monev Realisasi APBD Dan Penanganan Inflasi
Papuanewsonline.com, Jembrana - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), terus menerus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) serta asistensi dan langsung turun ke daerah mendorong percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan penanganan inflasi. Kali ini, Tim Kemendagri bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turun langsung ke Jembrana melakukan monev realisasi APBD dan penanganan inflasi. Kegiatan ini berlangsung di Aula Jimbarwana Kantor Bupati Jembrana, Bali, Kamis (20/07/2023).Selain mendorong percepatan realisasi APBD dan penanganan inflasi, tim gabungan ini juga melakukan sosialisasi Kebijakan Transfer ke Daerah (TKD), yang diikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Jembrana. Hadir langsung pada pertemuan tersebut sejumlah pejabat dari Kemendagri, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Anggota DPR-RI, Bupati dan Sekretaris Daerah, diantaranya Anggota Komisi XI DPR-RI, Direktur Dana Transfer Umum Kemenkeu, Direktur Fasilitasi Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah (FTPUD) Kemendagri, Kasubdit Dana Alokasi Umum (DAU) Kemenkeu, Kasubdit Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Kasubdit DAU Kemendagri.“Hari ini kita bersyukur, dari Kemendagri, Kemenkeu dan DPR-RI secara bersama-sama bisa turun ke Jembrana melakukan monitoring dan evaluasi realisasi APBD dan penanganan inflasi, sehingga bisa berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah,” ungkap Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni.Pada kegiatan ini, dilakukan evaluasi terhadap realisasi APBD menjelang triwulan III. Kemendagri menyampaikan kondisi realisasi APBD Tahun Anggaran 2023 per 17 Juli 2023. “Saat ini realisasi pendapatan APBD Provinsi, Kabupaten/Kota sebesar Rp 514,81 Triliun atau 41,73%. Sedangkan realisasi belanja APBD Provinsi, Kabupaten/Kota sebesar Rp 439,47 Triliun atau 34,01%,” ujar Fatoni.Fatoni melanjutkan, Pemerintah Daerah perlu mengoptimalkan realisasi APBD dan menjaga konsistensi realisasi perbulan. “Pemda wajib membuat target capaian realisasi APBD per triwulan dengan tetap memperhatikan output, outcome dan impact yang telah direncanakan. Target realisasi yang baik adalah untuk triwulan pertama sebesar 20%, triwulan kedua menjadi 50%, triwulan ketiga realisasi 80% dan triwulan keempat realisasi mendekati 100%,” ujar Fatoni.Tim Kemendagri juga menyampaikan solusi percepatan realisasi APBD, diantaranya dengan melakukan lelang dini, membuat target realisasi per triwulan, melakukan monev secara rutin oleh kepala daerah, Sekretaris Daerah dan pimpinan OPD. Selain itu, pembentukan Tim Pengelola Keuangan perlu diperbaharui setiap tahun dan tidak menggunakan tahun anggaran. Selanjutnya melakukan belanja melalui e-katalog, e-katalog lokal dan toko daring, menggunakan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), mempercepat penyelesaian administrasi pertanggungjawaban, membuat Rencana Penarikan Dana (RPD) dan melakukan pencairan per termin, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.Lebih lanjut Fatoni berharap, “Kita semua harus berupaya agar APBD dapat direalisasikan secara optimal sejak awal tahun, sehingga target yang telah direncanakan dapat tercapai dan APBD dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat khususnya pada kesejahteraan masyarakat, peningkatan pembangunan dan perbaikan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya. (PNO-12)
05 Agu 2023, 20:12 WIT
Kapolda Maluku Salurkan Bantuan Bagi Kegiatan Amal DPD Granat
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, menghadiri kegiatan konser amal yang digelar Dewan Perwakilan Daerah Gerakan Anti Narkotika (DPD-Granat) Provinsi Maluku.Saat menghadiri kegiatan sosial yang dilaksanakan di gedung Serbaguna Plaza Presisi Polda Maluku, Kota Ambon, Jumat (4/8/2023) malam, Kapolda ikut memberikan bantuan secara langsung yang diterima oleh ketua DPD Granat Maluku, Yani Salampessy.Kegiatan tersebut turut dihadiri Danlantamal IX/Ambon Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina, Sekda Maluku Sadali Ie, Kepala BIN Maluku, dan sejumlah pejabat Polda Maluku. Turut hadir pejabat Wali Kota Ambon dan seluruh perwakilan Forkopimda Maluku.Konser amal yang digelar DPD Granat Maluku ini melibatkan sejumlah musisi dan komunitas musik di Maluku. Seperti sanggar musik ukulele Ensambel Ambon, dan sanggar musik ukulele dari Desa Hulaliu, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah."Saya selaku Kapolda Maluku sangat mengapresiasi kegiatan konser amal yang dilaksanakan oleh DPD Granat Maluku," kata Kapolda Irjen Latif dalam sambutannya.Apresiasi yang sama juga disampaikan Kapolda kepada anak-anak yang tergabung dalam sanggar musik ukulele. "Malam ini penampilannya sangat luar biasa," katanya.Kapolda berharap konser amal yang dilaksanakan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Para undangan yang hadir juga diharapkan dapat memberikan sumbangan untuk membantu sesama."Sebelumnya ketua panitia konser amal ini sudah temui saya untuk menyampaikan tentang pelaksanaan kegiatan dan saya merasa itu cukup baik bagaimana kita menyatukan perbedaan untuk Ambon dan Provinsi Maluku yang indah ini. Yang mana kita juga tau bahwa kota Ambon adalah kota musik dan itu bukan sekedar omongan tapi sudah mendapat gelar kota musik dari lembaga UNESCO. Olehnya itu budaya musik yang kita miliki saat ini harus kita jaga untuk generasi kita ke depan," harap Kapolda.Untuk diketahui, konser amal yang digelar Granat Maluku untuk membantu renovasi bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al Hilal di Desa Pulau Hatta, Banda Naira dan renovasi bangunan Gereja Protestan Jemaat Ukalahin Pulau Buru, Maluku. (PNO-12)
05 Agu 2023, 11:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru