Papuanewsonline.com
Sinergi Kapolda Maluku Bersama IMM Dorong Pembentukan Kampung Inggris Hingga UMKM
Audit Itwasum Polri Tahap II Evaluasi 11 Polres/Ta Jajaran Polda Maluku
Dirresnarkoba Pimpin Apel Gabungan Polda Maluku, Tegaskan Perang Narkoba Dimulai dari Internal Polri
Diduga Salah Bayar Rp19,4 Miliar! Ahli Waris OAP Somasi Bupati Mimika Dan PT Petrosea
Pemkab Boven Digoel Luncurkan Tiga Platform Digital, Pendataan OAP Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Teken Surat Edaran Bersama, Permudah BPHTB dan Layanan Pertanahan
Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun ke 546 Daerah, Pastikan PPPK Terbayar dan Pembangunan Berjalan
Inflasi Juli 2,88 Persen, Mendagri Tito: Masih dalam Rentang Ideal Pemerintah
DJP Klarifikasi: Pajak Rumah Kontrakan Bukan Pajak Baru, Belum Ada Program Khusus di 2027
Panik! Gubernur Meki Nawipa Diduga Perintahkan Banggar Rapat Kilat Bahas Dana Hiba Rp 491,8 Miliar
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Tiba di Gedung KPK, 5 Orang OTT Di Sorong Sebentar Lagi Diborgol Dan Gunakan Rompi Tahanan
Papuanewsonline.com, Sorong- Lima terduga korupsi suap dan gratifikasi hasil operasi tangkap tangan (OTT) Lembaga Antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sorong Papua Barat Daya, digelandang dan tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.Kelimanya hingga kini masi diperiksa secara intensif oleh penyidik KPK, di gedung Merah Putih, ada sinyal kuat dari dalam gedung KPK kalau 5 Orang ini, akan keluar dari ruang pemeriksaan dengan tanganya diborgol dan gunakan rompi tahanan serta akan dipampang di depan awak Media. Juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan Para pihak yang ditangkap saat ini sudah dibawa ke Jakarta dan sementara menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik." Tim KPK Selain menangkap beberapa penyelenggara Negara, tim KPK juga mengamankan uang dalam bentuk rupiah, dimana Jumlah bukti uang masih terus dikonfirmasi Kembali kepada para terperiksa, ujar Ali Fikri melalui sambungan telepeon selulernya, Senin (13/11/2023) malam.Ali Fikri menyebutkan, Sejauh ini ada 5 orang yang ditangkap tim KPK , diantaranya 3 Pejabat dari Kabupaten Sorong dan 2 Orang pemeriksa BPK perwakilan Propinsi Papua Barat." Operasi tangkap tangan ini, Atas dugaan korupsi pengkondisian temuan dalam Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu BPK untuk wilayah Propinsi Papua Barat Daya Tahun 2023," ujar Ali Fikri.Tokoh yang dikenal dekat dengan awak media ini menjelaskan, hingga soreh ini para pihak yang ditangkap, Masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik KPK." Informasi selanjutnya tentang perkara ini, secepatnya akan kami sampaikan perkembangannya," Ucapnya.Sekedar informasi, Penjabat Bupati Sorong, Yan Piet Mosso ditangkap lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.Informasi yang diperoleh Media Papuanewsonline.com Pj Bupati Yan Piet Mosso ditangkap bersama sejumlah pejabat teras Kabupaten Sorong bersama pejabat BPK perwakikan Papua barat pada hari Minggu Dini hari (12/11/23) di Kabupaten Sorong.Operasi tangkap tangan ini lantaran, diduga keras Pj Bupati Yan Piet Mosso melakukan penyuapan kepada pejabat BPK perwakilan Papua Barat.Ali Fikri membenarkan bahwa Tim Penyidik dari KPK berhasil melakukan Operasi tangkap tangan di wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, namun identitas pihak yang ditangkap belum dapat dipublikasikan." Benar, tim KPK pada Minggu (12/11) dini hari melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap penyelenggara negara yang sedang melakukan korupsi di wilayah Kabupaten Sorong Papua Barat Daya," ujar Ali.Ali mengatakan, Tim penyidik KPK sejauh ini mengamankan beberapa pihak di Sorong dan Manokwari diantaranya para pejabat Kabupaten Sorong dan pemeriksa BPK perwakilan propinsi Papua Barat.(Redaksi)
13 Nov 2023, 17:53 WIT
Pascah Dua Pejabatnya Ditangkap KPK, Kantor BPK Papua Barat Terlihat Sepi
Papuanewsonline.com, Sorong- Pascah dua orang pejabatnya ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Sorong, tampak kantor BPK Perwakilan Papua Barat sepi, bahkan terlihat tidak ada aktifitas pada kantor BPK Perwakilan Papua Barat di Monakwari.Sejumlah Awak media berupaya mendatangi kantor BPK Papua Barat di Monakwari pada Senin (13/11) Siang, untuk melakukan konfirmasi terkait OTT KPK, namun para staf dan pegawai BPK Perwakilan Papua Barat tidak ada yang memberikan komentar, bahkan terlihat dari raut wajah mereka dalam keadaan kebingungan." Kita dari sana (Kantor BPK) tapi terlihat sepi bahkan tidak ada aktifitas, staf dan pegawai tidak ada yang komentar," ujar sala satu Pimpinan Media di Monakwari, Senin (13/11).Diketahui, dari Update tangkap tangan di Kabupaten Sorong, Lembaga Antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan 5 Orang bersama sejumlah uang tunai.Juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan Sejauh ini ada beberapa orang yang ditangkap tim KPK , diantaranya 3 Pejabat dari Kabupaten Sorong dan 2 Orang pemeriksa BPK perwakilan Propinsi Papua Barat." Operasi tangkap tangan ini, Atas dugaan korupsi pengkondisian temuan dalam Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu BPK untuk wilayah Propinsi Papua Barat Daya Tahun 2023," ujar Ali Fikri.Tokoh yang dikenal dekat dengan awak media ini menjelaskan, hingga siang ini para pihak yang ditangkap Masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik KPK." Informasi selanjutnya tentang perkara ini, secepatnya akan kami sampaikan perkembangannya," Ucapnya.Sekedar informasi, Penjabat Bupati Sorong, Yan Piet Mosso ditangkap lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.Informasi yang diperoleh Media Papuanewsonline.com Pj Bupati Yan Piet Mosso ditangkap bersama sejumlah pejabat teras Kabupaten Sorong bersama pejabat BPK perwakikan Papua barat pada hari Minggu Dini hari (12/11/23) di Kabupaten Sorong.Operasi tangkap tangan ini lantaran, diduga keras Pj Bupati Yan Piet Mosso melakukan penyuapan kepada pejabat BPK perwakilan Papua Barat.Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Tim Penyidik dari KPK berhasil melakukan Operasi tangkap tangan di wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya." Benar, tim KPK pada Minggu (12/11) dini hari melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap penyelenggara negara yang sedang melakukan korupsi di wilayah Kabupaten Sorong Papua Barat Daya," ucap Ali Fikri melalui sambungan telepon selulernya, Senin (13/11/2023).Ali menyebutkan, Tim penyidik KPK sejauh ini mengamankan beberapa pihak di Sorong dan Manokwari diantaranya para pejabat Kabupaten Sorong dan pemeriksa BPK perwakilan propinsi Papua Barat Daya." Perkembanganya akan disampaikan, untuk diketahui publik," Pungkasnya.Terpisah, informasi yang diterimah Media Papuanewsonline.com, siang ini Pj Bupati Sorong dan sejumlah pejabat BPK maupun pejabat teras Pemkab Sorong akan digelandang ke ke Gedung KPK untuk menjalani proses hukum.(Redaksi)
13 Nov 2023, 15:45 WIT
Sambut HUT Ke-78 Korps Brimob Polri, Satbrimobda Maluku Bedah Rumah Warakawuri
Papuanewsonline.com, Ambon - Satuan Brimob Daerah (Satbrimobda) Maluku, melaksanakan kegiatan sosial yaitu bedah rumah Warakawuri, Wilhelmina Manuhutu, istri dari Peltu (Purn) Philip Willem Manuhutu, anggota Mob-Brig (kini Brimob).Bedah rumah Warakawuri berusia 78 tahun itu dilaksanakan di Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Pulau Ambon). Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimobda Maluku, Kompol Denny Sandera, mengatakan, bedah rumah yang dilaksanakan merupakan rangkaian dari program menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Korps Brimob Polri."Untuk menyambut HUT ke-78 Korps Brimob Polri, kami dari Satbrimobda Maluku telah dan akan melakukan berbagai kegiatan sosial. Salah satunya yaitu bedah rumah Warakawuri di Suli. Bedah rumah sudah kami lakukan sejak hari Kamis, 8 November 2023," kata Kompol Denny di Ambon, Minggu (12/11/2023).Bedah rumah melibatkan 9 personel Brimob dan 2 orang Bhayangkari. Kegiatan renovasi rumah yang dilakukan yaitu pergantian tiang penyangga atap ruangan tamu, teras dan dua kamar rumah. Juga pergantian atau pemasangan senk alumunium baru sebanyak 80 lembar."Kami juga melakukan pengecetan seluruh rumah dan membagikan sembako kepada Warakawuri tersebut," katanya.Almarhum Philips Manuhutu meninggal karena sakit pada bulan Desember 1991. Ia tutup usia dengan pangkat terakhir yaitu Pembantu Letnas Satu (Peltu) atau kini Ajun Inspektur Satu (Aiptu)."Makam Almarhum Philip Willem Manuhutu berada di depan rumah Ibu Wilhelmina. Kami juga akan buatkan batu nisan, sebagai bentuk apresiasi dan perhatian dari Sat Brimob Polda Maluku kepada sesepuh Mob-Brig yang merupakan cikal bakal Brimob," ungkapnya. (PNO-12)
13 Nov 2023, 14:53 WIT
KPK Tangkap 5 Orang Dalam Operasi Tangkap Tangan Di Kabupaten Sorong
Papuanewsonline.com, Sorong- Dari Update tangkap tangan di Kabupaten Sorong, Lembaga Antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan 5 Orang bersama sejumlah uang tunai.Juru bicara penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan Sejauh ini ada beberapa orang yang ditangkap tim KPK , diantaranya 3 Pejabat dari Kabupaten Sorong dan 2 Orang pemeriksa BPK perwakilan Propinsi Papua Barat Daya." Operasi tangkap tangan ini, Atas dugaan korupsi pengkondisian temuan dalam Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu BPK untuk wilayah Propinsi Papua Barat Daya TA 2023," ujar Ali Fikri.Tokoh yang dikenal dekat dengan awak media ini menjelaskan, hingga siang ini para pihak yang ditangkap Masih menjalani pemeriksaan oleh tim dari KPK." Informasi selanjutnya tentang perkara ini, secepatnya akan kami sampaikan perkembangannya," Ucapnya.Diketahui, Penjabat Bupati Sorong, Yan Piet Mosso ditangkap lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.Informasi yang diperoleh Media Papuanewsonline.com Pj Bupati Yan Piet Mosso ditangkap bersama sejumlah pejabat teras Kabupaten Sorong bersama pejabat BPK perwakikan Papua Barat.pada hari Minggu Dini hari (12/11/23) di Kabupaten Sorong.Operasi tangkap tangan ini lantaran, diduga keras Pj Bupati Yan Piet Mosso melakukan penyuapan kepada pejabat BPK perwakikan Papua Barat.Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Tim Penyidik dari KPK berhasil melakukan Operasi tangkap tangan di wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya." Benar, tim KPK pada Minggu (12/11) dini hari melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap penyelenggara negara yang sedang melakukan korupsi di wilayah Kabupaten Sorong Papua Barat Daya," ucap Ali Fikri melalui sambungan telepon selulernya, Senin (13/11/2023).Ali menyebutkan, Tim penyidik KPK sejauh ini mengamankan beberapa pihak di Sorong dan Manokwari diantaranya para pejabat Kabupaten Sorong dan pemeriksa BPK perwakilan propinsi Papua Barat Daya." Perkembanganya akan disampaikan, untuk diketahui publik," Pungkasnya.Sementara itu informasi yang diterimah Media Papuanewsonline.com, siang ini Pj Bupati Sorong dan sejumlah pejabat BPK maupun pejabat teras Pemkab Sorong akan digelandang ke ke Gedung KPK untuk menjalani proses hukum.(Redaksi)
13 Nov 2023, 14:32 WIT
Breaking News: Pj Bupati Sorong Dan Pejabat BPK Kena OTT KPK
Papuanewsonline.com, Sorong- Penjabat Bupati Sorong, Yan Piet Mosso ditangkap lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.Informasi yang diperoleh Media Papuanewsonline.com Pj Bupati Yan Piet Mosso ditangkap bersama sejumlah pejabat teras Kabupaten Sorong bersama pejabat BPK perwakikan Papua Barat.pada hari Minggu Dini hari (12/11/23) di Kabupaten Sorong.Operasi tangkap tangan ini lantaran, diduga keras Pj Bupati Yan Piet Mosso melakukan penyuapan kepada pejabat BPK perwakikan Papua Barat.Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Tim Penyidik KPK berhasil melakukan Operasi tangkap tangan di wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya." Benar, tim KPK pada Minggu (12/11) dini hari melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap penyelenggara Negara yang sedang melakukan korupsi di wilayah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya," ucap Ali Fikri melalui sambungan telepon selulernya, Senin (13/11/2023).Ali menyebutkan, Tim penyidik KPK sejauh ini mengamankan beberapa pihak di Sorong dan Manokwari diantaranya para pejabat Kabupaten Sorong dan pemeriksa BPK perwakilan propinsi Papua Barat Daya." Perkembanganya akan disampaikan, untuk diketahui publik," Pungkasnya.Sementara itu informasi yang diterimah Media Papuanewsonline.com, siang ini Pj Bupati Sorong dan sejumlah pejabat BPK maupun pejabat teras Pemkab Sorong akan digelandang ke ke Gedung KPK untuk menjalani proses hukum.(Redaksi)
13 Nov 2023, 12:46 WIT
Kapolri Resmikan Monumen Jendral Hoegeng Di Kota Pekalongan
Papuanewsonline.com, Jateng - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersama Panglima TNI Laksamana TNI H. Yudo Margono, S.E., M.M., C.S.F.A., meresmikan monumen Jenderal Polisi (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santoso di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (11/11). Kapolri menuturkan bahwa pembangunan monumen ini untuk menginspirasi keteladanan Jenderal Polisi (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santoso sebagai sosok Insan Bhayangkara yang jujur, sederhana, serta berintegritas. Sehingga sikap tersebut diharapkan dapat diteladani oleh generasi penerus bangsa yang akan datang.Pada peresmian tersebut, Kapolri juga berkesempatan berinteraksi secara virtual dengan istri Jenderal Polisi (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santoso. "Sehingga kemudian tentunya kami yang muda-muda melihat beliau sebagai panutan, teladan yang harus kita warisi keteladanannya, kejujuran, keberaniannya. Nilai-nilai yang tentunya ini menjadi sangat penting untuk generasi Polisi baik yang sekarang maupun akan datang," jelas Kapolri.!!! PNO-11
12 Nov 2023, 21:02 WIT
Upaya Memberantaskan Buta Aksara, Srikandi Cycloop Ajarkan Baca Tulis Untuk Mama-mama Pedagang Sayur
Papuanewsonline.com, Jayapura - Srikandi Cycloop, sebuah inisiatif yang melibatkan Polwan Polres Jayapura, terus berkomitmen dalam upaya pemberantasan buta aksara di Papua. Pada Jumat (10/11), mereka kembali menyambangi dua peserta didik program Gerakan Baca Tulis (GABUS) yang merupakan mama-mama pedagang sayur di pertigaan pojok Sentani, Kabupaten Jayapura.Awina (32) dan Omi Murib (35), yang diketahui masih kurang kemampuan dalam membaca dan menulis, mendapat kesempatan belajar sambil berdagang dan menunggu pembeli. Mereka didampingi oleh Polwan Polres Jayapura yang dipimpin oleh Iptu Darna, S.H.Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.I.K., M.H, melalui Iptu Darna, S.H, menjelaskan bahwa program belajar ini dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat. Materi yang diajarkan mencakup menyebutkan dan menghafalkan abjad, serta cara membaca.“Materi yang diajarkan kepada mereka antara lain menyebutkan dan menghafalkan abjad, cara membaca dan lainnya,” ucap Iptu Darna.Iptu Darna juga menekankan bahwa mama-mama tersebut terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan belajar. Mereka semakin menunjukkan perkembangannya dalam menyerap materi yang diajarkan, baik pada sesi hari ini maupun sebelumnya.“Inisiatif Srikandi Cycloop ini tidak hanya mencerdaskan individu, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam meningkatkan literasi dan pengetahuan di kalangan pedagang di Sentani,” ujarnya.Program ini memperlihatkan bahwa pendidikan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, dan melibatkan komunitas secara aktif dalam mengatasi masalah buta aksara di wilayah tersebut.PNO-11
12 Nov 2023, 20:51 WIT
Satgas OMB Salawaku Polda Maluku Kunjungi Jemaat GPM Soya
Papuanewsonline.com, Ambon - Satgas Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku Polda Maluku, terus melakukan cooling system menjelang Pemilu 2024. Mereka terus memberikan himbauan kamtibmas dengan menyambangi masyarakat secara langsung.Hari ini, Minggu (12/11/2023), dipimpin Kompol Hendrik Rumsori, S.Sos, Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Maluku yang juga tergabung dalam tim satgas Binmas OMB Salawaku 2023, mengunjungi jemaat GPM Soya di Gereja Lazarus Kec. Desa Soya Kec. Sirimau Kota Ambon.Dalam himbauannya dihadapan lebih dari 600 warga jemaat Soya, Kompol Hendrik berharap agar masyarakat tidak melibatkan diri dengan politik identitas, politisasi agama dan polarisasi masyarakat pada Pemilu 2024. "Momen-momen seperti ini banyak pihak yang mengatasnamakan agama dan masyarakat dalam berpolitik yang berdampak pada terjadinya kericuhan dan konflik di masyarakat," katanya.Kompol Hendrik juga mengajak para jemaat agar bijak dalam bermedia sosial, karena pada umumnya penduduk Indonesia memiliki smartphone ataupun android yang memiliki akses untuk beraktifitas di dunia maya secara bebas "Untuk itu marilah kita bijak dalam membuat konten-konten yang tidak menjurus kepada hal-hal negatif seperti menyebar hoax maupun hate speech yang dapat menyebabkan kericuhan baik di dunia maya maupun di dunia nyata," katanya.Pembuatan konten hoax atau bermotif ujaran kebencian dapat merugikan orang lain maupun diri sendiri. Sebab konten-konten tersebut dapat dipidana karena termasuk dalam kategori perbuatan pidana yang melanggar hukum khususnya Undang-Undang ITE.Ia juga berharap apabila terjadi suatu masalah di tengah lingkungan tempat tinggal, segera menghubungi aparat kepolisian terdekat. Jangan malah ikut terprovokasi atau memprovokasi orang lain sehingga masalah semakin meluas. "Dalam menyelesaikan masalah, libatkan tokoh-tokoh masyarakat maupun petugas bhabinkamtibmas setempat dalam menyelesaikan masalah tersebut," pintanya.Kompol Hendrik juga mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi minuman keras. Sebab, miras merupakan salah satu pemicu terjadinya gangguan kamtibmas dalam masyarakat.Ia pun mengajak masyarakat untuk saling membantu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah-tengah lingkungan tempat tinggal."Jalin terus kehidupan persaudaraan dan kebersamaan dalam bingkai Basudara Manise. Sehingga diharapkan Pemilu nanti dapat berjalan aman dan damai sehingga setiap warga negara dapat memberikan aspirasinya untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden maupun wakil-wakil rakyat (DPD, DPR, DPRD) sebagai penyalur aspirasi rakyat guna mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa dan negara untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur dan bermartabat," ajaknya. (PNO-12)
12 Nov 2023, 17:48 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru