logo-website
Rabu, 01 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
PKK Papua Perkuat Kebersamaan Lewat Ibadah Oikumene Rutin Papuanewsonline.com, Jayapura – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kebersamaan dan spiritualitas masyarakat melalui Ibadah Oikumene yang digelar secara rutin setiap bulan. Kegiatan yang menghadirkan berbagai organisasi wanita ini telah menjadi wadah untuk mempererat ikatan sosial, memperkuat nilai keagamaan, serta membentuk karakter generasi Papua yang religius dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Ibadah Oikumene terbaru dilaksanakan di Lukmen Hall, Gedung Negara, Jayapura, pada Sabtu (27/09/25). Hadir dalam kesempatan itu, Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, didampingi Pj. Ketua TP PKK Papua, Tyas A. Fatoni, bersama jajaran PKK serta perwakilan organisasi wanita lintas denominasi. Dalam sambutannya, Agus Fatoni menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Papua dalam menjaga tradisi ibadah bulanan ini. Menurutnya, doa bersama bukan hanya ritual, melainkan juga bentuk nyata komitmen spiritual yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. “Kami mengapresiasi kepada PKK Provinsi Papua yang rutin melaksanakan ibadah dan doa bersama. Ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga upaya memperkuat persatuan dan kesatuan yang berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Fatoni. Ia juga menekankan pentingnya doa dan pembinaan rohani sejak usia dini, terutama bagi anak-anak dan remaja. Menurutnya, kebiasaan berdoa dan beribadah akan menjadi pondasi kuat dalam membangun generasi yang disiplin, produktif, dan bermoral. Selain itu, Fatoni menitipkan pesan khusus kepada anak-anak dan remaja Papua yang turut hadir dalam kegiatan ini. Ia mendorong mereka agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal positif, menjauhi pergaulan buruk, serta membangun pola hidup sehat dan disiplin. “Orang yang sukses adalah mereka yang mampu memanfaatkan waktu dengan bijak, memiliki skala prioritas, serta memilih lingkungan yang positif untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya. Ibadah Oikumene bulanan PKK ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga simbol nyata kebersamaan dan solidaritas perempuan Papua dalam memperkuat keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kolaborasi berbagai organisasi wanita menunjukkan bahwa kebersatuan lintas perbedaan mampu melahirkan energi positif untuk membangun daerah. TP PKK Papua berharap program ibadah rutin ini dapat terus menjadi sumber inspirasi dan kekuatan spiritual, sehingga mampu membentuk generasi Papua yang religius, berkarakter, sekaligus siap menghadapi dinamika global.       Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 18:16 WIT
Pemprov Papua Dorong Batik dan Noken Jadi Sumber Kebanggaan dan Penggerak Ekonomi Kreatif Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan optimismenya bahwa Batik Papua dan Noken, dua warisan budaya yang sarat nilai sejarah dan filosofi, bukan hanya sekadar simbol identitas, melainkan juga berpotensi besar sebagai motor penggerak ekonomi kreatif masyarakat Papua. Dalam rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2025, Pemprov Papua menampilkan komitmen kuat untuk menjaga keberlanjutan budaya asli, sekaligus memastikan nilai ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, menuturkan bahwa pelestarian Batik Papua dan Noken tidak bisa dilepaskan dari strategi besar pengembangan ekonomi daerah. “Pemprov Papua sangat konsen terhadap pelestarian Batik dan Noken karena keduanya bukan hanya simbol budaya, tetapi juga warisan dunia yang telah diakui UNESCO, dan patut kita banggakan bersama,” ujarnya di Jayapura, Kamis (2/10/25). Sebagai langkah nyata, Pemprov Papua telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Papua Nomor 000.8 6/0054/SET tertanggal 15 Januari 2025, yang mewajibkan penggunaan Batik Papua dan Tas Noken Papua bagi ASN setiap hari Kamis dan Jumat. Kebijakan ini diyakini akan memperkuat rasa identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan kolektif terhadap produk khas Papua. “Ketika ASN menggunakan Batik dan Noken, itu memberi pesan bahwa budaya ini hidup dan dijaga oleh seluruh masyarakat,” lanjut Jeri. Tidak berhenti di aspek simbolik, Pemprov Papua melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga telah menyiapkan rumah produksi Batik Papua. Fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan perajin, memperkuat kualitas produk dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik lokal, nasional, hingga internasional. Dengan cara ini, perajin Batik dan pembuat Noken tidak hanya menjadi pelestari budaya, tetapi juga pelaku ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas. Menurut Jeri, langkah ini sejalan dengan visi besar Pemprov Papua untuk memadukan pelestarian budaya dengan pembangunan ekonomi yang inklusif. “Kami ingin budaya ini tidak hanya dipertontonkan pada hari-hari besar, tetapi benar-benar hidup, produktif, dan memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Papua,” pungkasnya. Langkah Pemprov Papua ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk komunitas perajin, pegiat budaya, hingga akademisi, yang menilai kebijakan ini mampu menghubungkan warisan budaya dengan tantangan pembangunan modern.     Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 18:10 WIT
Sejumlah Masjid di Ambon Dijaga Polwan Polda Maluku Saat Masuki Ibadah Sholat Jumat Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Wanita (Polwan) Polda Maluku dan Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease kembali mengamankan pelaksanaan ibadah sholat jumat di sejumlah masjid di kota Ambon, Jumat (3/10/2025).Pengamanan ibadah sholat jumat umumnya dilakukan personel Polwan beragama Kristen, sebagai bentuk toleransi. Pengamanan yang dipimpin Pamenwas Kompol Rachel Ann Barends ini merupakan impelementasi dari program Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.Kapolda meminta personil Polri untuk senantiasa berbuat baik dan ikhlas dalam menjalankan tugas kepolisian kepada masyarakat. Hari ini, Kapolda melaksanakan ibadah sholat jumat berjamaah di Masjid Raya Al-Fatah Ambon."Tadi sejak pukul 12.00 WIT Polwan Polda Maluku dan Polresta Ambon telah melaksanakan pengamanan ibadah sholat jumat di sejumlah masjid di kota Ambon," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi S.IK.Pelaksanaan pengamanan ibadah sholat jumat dilakukan mulai dari pengaturan arus lalulintas, hingga membantu masyarakat menyeberang jalan."Pengamanan di sejumlah masjid dilakukan untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah shalat jumat," kata Kombes Rositah.Pengamanan pelaksanaan ibadah sholat jumat kali ini berlangsung di sejumlah masjid yang berada di sepanjang ruas jalan utama kota Ambon. Seperti Masjid Raya Al-Fatah, Masjid Jami, Masjid An-Nur, Masjid Baiturrahman, dan Masjid Al-Hijrah."Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat yang melaksanakan ibadah sholat jumat," terangnya. PNO-12 03 Okt 2025, 17:57 WIT
Empat Mobil Dinas Belum Kembali, BPKAD Mimika Kewalahan Hadapi Mantan Pejabat Papuanewsonline.com, Timika – Polemik penguasaan aset daerah kembali menyeruak di Kabupaten Mimika. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika mengaku kewalahan dalam menarik kembali empat unit mobil dinas yang hingga kini masih dikuasai oleh tiga mantan pejabat daerah. Kepala BPKAD Mimika, Marthen Malissa, tidak menutupi kekecewaannya. Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah persuasif sudah ditempuh, mulai dari penyampaian surat peringatan hingga komunikasi personal. Namun, upaya itu seperti membentur tembok, karena para mantan pejabat bersangkutan tetap tak mengindahkan permintaan pengembalian. “Surat peringatan bukan hanya satu kali, tapi sudah berkali-kali dilayangkan. Sayangnya, tidak pernah diindahkan, bahkan tidak pernah dibalas,” ujar Marthen saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (02/10/2025). Berdasarkan data BPKAD, ketiga mantan pejabat itu berinisial HS, DK, dan CK. Salah satu dari mereka bahkan menguasai dua unit kendaraan dinas sekaligus, yang terdiri dari mobil berjenis Avanza dan Innova. Marthen menegaskan bahwa mobil-mobil tersebut merupakan aset resmi Pemda Mimika yang seharusnya segera dikembalikan setelah pejabat bersangkutan tidak lagi menjabat. Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya merugikan pemerintah daerah tetapi juga mencoreng tata kelola aset yang ideal. Marthen menekankan bahwa penertiban aset daerah ini adalah amanat Permendagri Nomor 07 Tahun 2024, yang secara tegas mengatur mekanisme pengelolaan dan pengamanan barang milik daerah. “Ini bukan semata-mata soal kendaraan, tapi soal disiplin dan kepatuhan pada aturan. Harapan kami, ada niat baik dari para mantan pejabat untuk mengembalikan kendaraan tersebut ke Bidang Aset BPKAD Mimika, agar tidak terus menjadi bahan pembicaraan di masyarakat,” tegasnya. Meski berbagai cara persuasif sudah ditempuh, BPKAD Mimika menyatakan tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan menempuh langkah lanjutan agar aset daerah bisa segera ditarik kembali. “Kami tetap berupaya menyelesaikan persoalan ini. Aset milik pemerintah harus kembali untuk dipergunakan demi kepentingan pelayanan publik, bukan untuk kepentingan pribadi,” pungkas Marthen. Permasalahan ini mendapat sorotan publik karena dianggap mencerminkan lemahnya disiplin sebagian pejabat dalam mematuhi aturan, serta menjadi ujian bagi Pemkab Mimika dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.     Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 18:04 WIT
RPJMD Mimika 2025–2029: Wujudkan “GERBANG EMAS” untuk Kebangkitan Ekonomi dan Kesejahteraan Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika resmi mencanangkan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dokumen strategis ini mengusung visi ambisius: “Mimika yang Responsif, Enerjik, Transparan, Terampil, Objektif, dan Berdaya Saing menuju GERBANG EMAS (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera)”. Visi tersebut diyakini menjadi fondasi kokoh bagi pelaksanaan program pembangunan yang lebih terarah, sistematis, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat Mimika. Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, dalam pernyataannya menegaskan bahwa RPJMD merupakan turunan dari visi dan misi kepala daerah yang berfungsi sebagai acuan utama perangkat daerah dalam menyusun rencana strategis, sekaligus menjadi pegangan dalam perumusan RKPD setiap tahun. “RPJMD ini bukan sekadar dokumen formalitas, tetapi menjadi kompas pembangunan Mimika lima tahun ke depan. Setiap perangkat daerah harus bergerak searah, saling mendukung, dan berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wabup Kemong, Kamis (02/10/2025). Dalam RPJMD 2025–2029, Pemkab Mimika menetapkan enam misi utama yang menjadi fokus kebijakan pembangunan, yakni peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan, reformasi birokrasi melalui pelayanan publik yang cepat, bersih, dan akuntabel, keterbukaan informasi publik demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, penguatan kesehatan masyarakat dengan pemerataan layanan hingga ke pelosok pedalaman dan pesisir, peningkatan kualitas pendidikan untuk menyiapkan generasi muda Mimika yang kompetitif dan Pembukaan pusat-pusat ekonomi baru guna menekan angka kemiskinan dan pengangguran, sekaligus memperluas peluang usaha bagi pengusaha lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Penyusunan RPJMD ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025. Hal ini memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah tetap selaras dengan kebijakan pembangunan nasional. Emanuel Kemong menekankan bahwa dokumen ini bukan hanya milik pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat Mimika. Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi aktif semua pihak—mulai dari DPRK, tokoh masyarakat, pemuda, hingga akademisi—untuk mengawal jalannya pembangunan agar tepat sasaran. “Visi GERBANG EMAS adalah gerakan bersama. Kami tidak bisa berjalan sendiri, sebab kunci keberhasilan pembangunan adalah keterlibatan masyarakat. Dengan sinergi ini, Mimika akan bangkit sebagai daerah yang adil, makmur, dan berdaya saing,” tegasnya. Dengan dicanangkannya RPJMD 2025–2029, Pemkab Mimika optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan. Masyarakat di pesisir, pegunungan, hingga wilayah perkotaan diharapkan merasakan manfaat dari setiap program yang dijalankan.       Penulis: Jid Editor: GF  03 Okt 2025, 17:59 WIT
Pemkab Mimika Apresiasi Masukan DPRK dalam Pembahasan Delapan Raperda Strategis Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dalam menyusun regulasi daerah yang menyentuh kepentingan masyarakat luas. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang III DPRK Mimika yang digelar pada Kamis (2/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, Wabup Kemong mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas pandangan umum, saran, maupun kritik yang telah disampaikan oleh delapan fraksi DPRK Mimika terkait pembahasan delapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Non-APBD Tahun 2025. Menurutnya, keterlibatan DPRK merupakan wujud nyata demokrasi yang sehat sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkaya kualitas regulasi. “Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua fraksi DPRK yang telah memberikan pandangan, masukan, pendapat, dan kritik membangun. Semua itu sangat berarti dalam penyempurnaan Raperda sehingga hasil akhirnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Mimika,” ujar Wabup Kemong. Adapun delapan Raperda yang menjadi fokus pembahasan kali ini menyentuh berbagai sektor penting, mulai dari subsidi transportasi untuk wilayah pesisir dan pegunungan, perlindungan serta pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua (OAP), pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol (miras), hingga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Masukan DPRK dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menumbuhkan ekonomi lokal, memperkuat peran pengusaha OAP, sekaligus mengantisipasi dampak sosial dari maraknya peredaran miras. Pemkab Mimika berharap, dengan adanya kolaborasi erat antara eksekutif dan legislatif, regulasi yang dihasilkan tidak hanya sekadar aturan, tetapi juga mampu menjawab tantangan nyata di lapangan. Lebih jauh, Wabup Kemong menekankan bahwa penyusunan Raperda harus diarahkan pada tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pelayanan publik yang optimal, terlebih di tengah perkembangan era digital yang menuntut inovasi dan transparansi. “Sinergi ini harus terus dijaga agar kita mampu melahirkan kebijakan yang tidak hanya berpihak pada pembangunan, tetapi juga menjamin kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Mimika,” tambahnya. Dengan demikian, Pemkab Mimika optimistis bahwa seluruh Raperda yang tengah dibahas akan menjadi landasan penting bagi pembangunan daerah ke depan, sekaligus menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat di berbagai sektor kehidupan.       Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 17:54 WIT
Polsek Bandara Timika Perketat Razia Sajam: 21 Anak Panah Diamankan dari Penumpang Pesawat Papuanewsonline.com, Timika – Guna menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Mimika, Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika melaksanakan razia ketat terhadap penumpang pesawat rute pedalaman, khususnya dari Ilaga menuju Timika. Razia senjata tajam (sajam) ini digelar pada Kamis (02/10/2025) sebagai bentuk antisipasi pasca terjadinya aksi saling serang antara Marga Komangal dan Marga Yolemal di wilayah Kwamki Narama yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara, Ipda Yusran Jaya Milu, dengan melibatkan sejumlah personel yang terbagi di dua titik strategis, yakni Bandara UPBU Mozes Kilangin dan Bandara Avco Timika. Sebelum pelaksanaan, seluruh personel lebih dulu mengikuti apel pengecekan dan doa bersama, sebagai bentuk kesiapan lahir batin untuk menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat. Hasil pemeriksaan dari 13 penerbangan dengan total 54 penumpang (44 orang asli Papua dan 10 orang pendatang) cukup mengejutkan. Dari salah satu penumpang berinisial PM (31 tahun) yang baru tiba menggunakan pesawat Airfast Indonesia Twin Otter DHC6-300/PK-OCJ, aparat menemukan 21 anak panah yang disembunyikan di dalam barang bawaan. Kapolsek Kawasan Bandara, Ipda Yusran Jaya Milu, menegaskan bahwa razia ini bukan hanya sebatas pemeriksaan rutin, melainkan bentuk nyata langkah preventif Polri untuk mencegah potensi kriminalitas yang bisa muncul dari luar wilayah Timika. “Kegiatan ini adalah wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada senjata tajam maupun benda berbahaya lain yang masuk dan berpotensi mengganggu situasi kamtibmas di Mimika. Razia ini akan terus kami lakukan secara berkala demi rasa aman bersama,” tegas Ipda Yusran. Selama jalannya razia, situasi di kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aparat juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap penerbangan dari wilayah pedalaman yang sering kali menjadi jalur penyelundupan sajam maupun benda terlarang lainnya. Dengan upaya ini, Polsek Bandara berharap masyarakat Mimika dapat merasakan keamanan dan kenyamanan, serta tidak lagi dihantui rasa khawatir atas potensi kriminalitas yang dapat muncul sewaktu-waktu.       Penulis: Abim Editor: GF 03 Okt 2025, 17:48 WIT
Polda Maluku Gelar Aksi Kemanusiaan, Gerakan Pangan Murah di Kudamati Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah Maluku melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dit Binmas) kembali menggelar aksi kemanusiaan yakni Gerakan Pangan Murah.Aksi sosial kali ini dilaksanakan di Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (3/10/2025). Kegiatan dipimpin langsung Direktur Binmas Polda Maluku, Kombes Pol Hujra Soumena, SIK., MH.Gerakan Pangan Murah merupakan implementasi nyata dari program Polri yang bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.Di sela-sela kegiatan, Direktur Binmas Kombes Hujra tak hanya memastikan kelancaran distribusi pangan, Ia juga menyapa dan berinteraksi dengan masyarakat menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif dan senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama."Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat tali silaturahmi. Dengan kebersamaan dan kerukunan, kita wujudkan situasi yang aman dan damai di Provinsi Maluku yang sama-sama kita cintai," ajak Kombes Hujra.Sebelum pelaksanaan kegiatan, Ibu Pendeta Fany Balubun/Sapulette mewakili tokoh masyarakat turut memberikan imbauan. Beliau mengajak warga agar tertib, membudayakan antre, dan senantiasa mematuhi arahan dari personel Polri agar seluruh rangkaian Gerakan Pangan Murah berjalan aman dan lancar.Pelaksanaan Pangan Murah yang dihelat Polda Maluku disambut antusias oleh masyarakat. Warga di Kelurahan Kudamati memberikan apresiasi yang sangat positif atas terlaksananya kegiatan. Warga mengaku inisiatif kegiatan ini sangat membantu memperoleh bahan kebutuhan pokok (Sembako) dengan mudah dan harga terjangkau.Gerakan pangan murah yang disediakan meliputi Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), Minyak Goreng, Tepung Terigu, Telur, Margarin, dan Sabun Cuci.Keberhasilan Gerakan Pangan Murah ini menunjukkan sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan stabilitas ekonomi dan keamanan di wilayah hukum Polda Maluku. PNO-12 03 Okt 2025, 17:39 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT