Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Thifal Tazkya Wishal Juarai Storytelling Competition 2025 di Diana Mall Timika
Papuanewsonline.com, Timika –
Siswa SMAN 7 Timika, Thifal Tazkya Wishal, berhasil meraih juara pertama dalam English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika.
Kompetisi yang mengangkat tema pelestarian cerita rakyat Papua ini diikuti oleh
18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika. Kegiatan yang merupakan
kolaborasi antara Brother Leon English Club (BLEC) dan Program Studi Pendidikan
Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika ini berlangsung meriah dengan antusiasme
tinggi dari para peserta dan pengunjung mall. "Kami melihat bahwa potensi
anak-anak muda untuk bahasa Inggris itu besar di Timika. Hanya saja wadahnya
yang masih kurang dalam bentuk kegiatan kompetisi lomba," ungkap Deasy
Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, selaku Ketua Panitia penyelenggara. DAFTAR PEMENANG Juara 1: Thifal Tazkya Wishal
(SMAN 7 Timika) Juara 2: Zivanna Hawa Omega Romer
(SMAN 1 Timika) Juara 3: Sherina Anggie Esterlyta
(SMA Kristen Kalam Kudus) Juara 4: Shelomita Apriliani (SMA
Kristen Kalam Kudus) Kompetisi tahun ini mengangkat
cerita rakyat dari tiga suku di Papua, yaitu Kamoro, Amungme, dan Asmat.
Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, mengingat pembelajaran bercerita di
sekolah-sekolah sering kali menggunakan cerita dari luar Papua bahkan luar negeri. "Sementara cerita di sini
siapa lagi yang mau melestarikan? Kami mengusung cerita-cerita tersebut
sehingga lebih dikenal lagi untuk kalangan luas. Tidak hanya lingkup nasional,
karena ini bahasa Inggris otomatis global," tambah Deasy. SEKOLAH PESERTA * SMAN 1 Timika * SMA Al-Falah * SMA Kristen Kalam Kudus * SMK Negeri 6 * SMAN 7 Timika * SMA Tiga Raja * SMK Yapis Tim juri yang terdiri dari
Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan
Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd memberikan penilaian berdasarkan kemampuan
berbahasa Inggris, teknik bercerita, dan pemahaman terhadap cerita rakyat yang
dibawakan. Kegiatan ini merupakan kompetisi
kedua setelah sukses diselenggarakan tahun lalu di gedung MPCC YPMAK. Pemilihan Diana
Mall sebagai venue tahun ini dimaksudkan agar kegiatan menjadi lebih terbuka
untuk publik dan tidak eksklusif. "Setiap pengunjung bisa
datang untuk melihat, jadi bagian dari strategi promosi secara tidak langsung.
Diana Mall juga merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal
kegiatan pertama," jelas Deasy di Timika, Jumat (8/7/2025). Para peserta menunjukkan
antusiasme tinggi dalam menyampaikan cerita-cerita tradisional Papua dengan
bahasa Inggris yang fasih. Tidak hanya kemampuan berbahasa yang dinilai, tetapi
juga kemampuan interpretasi dan penghayatan terhadap nilai-nilai budaya yang
terkandung dalam setiap cerita. Dengan berhasilnya kompetisi
tahun ini, panitia optimis kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun
sebagai wadah pengembangan talenta muda Papua dalam berbahasa Inggris sekaligus
melestarikan kekayaan budaya lokal. (Giant)
08 Agu 2025, 13:33 WIT
Pelestarian Cerita Rakyat Papua Melalui Storytelling Competition: Upaya Mandiri Tanpa Dukungan Pemda
Papuanewsonline.com, Timika – Di
tengah gencarnya arus globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal,
sekelompok pendidik di Timika berjuang sendirian melestarikan cerita rakyat
Papua. English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika
menjadi bukti nyata upaya mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Deasy Natalia Lessu, S.Pd.,
M.Hum, Ketua Panitia dari Brother Leon English Club (BLEC) yang berkolaborasi
dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika,
mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pembelajaran bercerita di
sekolah-sekolah. "Sering kali pembelajaran di
sekolah untuk soal bercerita itu memakai cerita-cerita dari luar Papua maupun
bahkan luar negeri. Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau
melestarikan," Ujar Deasy di Timika, Kamis (7/8/2025). Kompetisi yang mengangkat cerita
rakyat dari tiga suku besar di Papua - Kamoro, Amungme, dan Asmat - ini menjadi
langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi
muda. Namun, upaya mulia ini harus dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah
daerah. "Dukungan untuk kami dari
pemerintah memang belum besar. Kami sudah melakukan pendekatan beberapa kali,
tapi dukungan dari pemerintah daerah tidak ada bagi kegiatan kami," ungkap
Deasy dengan nada kecewa. Meski menghadapi keterbatasan,
panitia tidak menyerah. Mereka memilih Diana Mall sebagai venue dengan
pertimbangan strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas. "Alasan kami lakukan di sini
adalah biar menjadi perhatian bahwa ini sudah publik, bukan hanya dalam lingkup
secara eksklusif tapi setiap pengunjung bisa datang untuk melihat. Jadi, bagian
dari strategi promosi secara tidak langsung," jelas Deasy. Diana Mall, sebagai sponsor
utama, menjadi penyelamat kegiatan ini. "Diana Mall merupakan salah satu
sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," ungkap Deasy
dengan penuh apresiasi. Kompetisi yang diikuti 18 peserta
dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika ini dinilai oleh tim juri
berkualitas: Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal,
S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memiliki dampak
ganda yang sangat positif. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris
siswa, juga menjadi media pelestarian budaya Papua yang terancam terlupakan. "Tujuan utamanya memberikan
wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan
kepercayaan diri untuk tampil di publik, kemudian yang kedua melestarikan
cerita rakyat Papua," tegas Deasy. Panitia berharap kegiatan ini
dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih
besar di masa mendatang. "Kami berkontribusi dalam peningkatan literasi
berbahasa Inggris anak-anak di Papua dengan mengusung tema melestarikan cerita
rakyat suku-suku di Papua melalui bahasa Inggris," ujar Deasy. Dengan berhasilnya kompetisi
kedua ini setelah sukses tahun lalu di gedung MPCC YPMAK, panitia optimis dapat
melanjutkan kegiatan serupa setiap tahun. "Harapan kami jangka panjang
adalah kegiatan ini bisa terjadi setiap tahun," tambah Deasy.
Storytelling Competition 2025
bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan gerakan pelestarian budaya yang
dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para pendidik. Tanpa dukungan pemerintah,
mereka tetap berjuang memastikan cerita rakyat Papua tidak hilang ditelan
zaman. (Cori)
08 Agu 2025, 13:25 WIT
Dinas Ketahanan Pangan Gelar Gerakan Pangan, Cabai Rawit Turun Rp30 Ribu Per Kilo
Papuanewsonline.com, Timika –
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM)
selama tiga hari berturut-turut di Lapangan Timika Indah, mulai 7-9 Agustus
2025. Program yang memasuki hari kedua ini berhasil menekan harga sejumlah
komoditas pangan hingga Rp30.000 per kilogram. Husnia SP., M.Si., Kepala Seksi
Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, menjelaskan bahwa
kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dalam rangka
peringatan hari ulang tahun UMKM. "Kami bergabung selama 3
hari, dari hari Kamis kemarin tanggal 7 Agustus 2025 sampai hari Sabtu besok
penutupan. Jadi selama 3 hari kita standby di Lapangan Timika Indah,"
ungkap Husnia saat diwawancarai di lokasi, Kamis (8/8/2025). Drastis! Cabai Rawit Turun
dari Rp100 Ribu ke Rp70 Ribu Komoditas yang paling menarik
perhatian warga adalah cabai rawit yang mengalami penurunan harga signifikan.
Di pasar reguler, cabai rawit dijual Rp90.000-Rp100.000 per kilogram, namun di
GPM hanya Rp70.000 per kilogram. "Cabai rawit sangat diminati
oleh warga, di pasar itu per hari ini harga dari kemarin itu Rp90.000 sampai
Rp100.000 per kilo. Kami di pasar murah ini menjual dengan harga Rp70.000, per
setengah kilonya Rp35.000," jelas Husnia. Selain cabai rawit, beberapa
komoditas lain juga mengalami penyesuaian harga: - Bawang merah: Rp50.000/kg
(harga pasar Rp65.000/kg) - Bawang putih: Rp40.000/kg - Tomat: Rp15.000/kg (harga pasar
Rp25.000/kg) - Telur: Rp55.000/kg - Beras SPHP: Rp65.000/kg (HET
Rp67.500/kg) Program SPHP Pusat Untuk
Stabilisasi Beras Khusus untuk beras, Dinas
Ketahanan Pangan menurunkan beras dari program pusat yaitu beras SPHP
(Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). "Beras memang isu sangat
inflasi saat ini semua daerah, jadi kita turun beras itu beras dari program
pusat yaitu beras SPHP. Di sini juga kita menjual dengan harga eceran tertinggi
itu di bawah HET, berkarunya itu Rp65.000 kita jual, HETnya itu Rp67.500,"
papar Husnia. Program ini juga menyediakan
minyak goreng, gula, serta pangan lokal seperti kacang tanah dan ubi jalar
(petatas). Target Inflasi dan
Keberlanjutan Program Husnia menegaskan tujuan utama
GPM adalah menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan serta mengendalikan
inflasi di Timika. "Selain kami turun untuk
menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan dan menjaga inflasi yang ada di
Timika. Karena ada beberapa komoditi pangan-pangan untuk pangan konsumsi
masyarakat ini selalu ada inflasi," ungkapnya. Program pasar murah ini bukan
yang pertama kali. Menurut Husnia, ini merupakan kegiatan ke-12 yang
dilaksanakan dinas tersebut. "Untuk di pasar murah ini
kami turun dengan kegiatan ini bukan hanya sekarang ini kami bergabung dengan
Dinas Koperasi, namun kami juga ada beberapa, sudah ada jadwal, sering kami
turun, kemarin itu terakhir kayak 11 kali, sekarang mungkin untuk 3 hari ini
terhitung kayak 12 kali," jelasnya. Agenda GPM Mendatang Sambut
HUT RI Dinas Ketahanan Pangan telah
menyiapkan agenda GPM lanjutan dalam rangka menyambut HUT RI ke-80: - 12 Agustus 2025: Lokasi Iwaka,
kemungkinan Kampung Naina Muktipura - 16 Agustus 2025: Kuala Kencana "Jadi tujuan GPM yang
tanggal 12 dan tanggal 16 itu untuk menyambut hari ulang tahun RI yang
ke-80," tambah Husnia. Ajakan Kepada Masyarakat
Mimika Husnia mengajak seluruh warga
Mimika memanfaatkan program subsidi pemerintah ini secara maksimal. "Kami dari Dinas Ketahanan
Pangan kepada warga Mimika, ayo warga Mimika mari memanfaatkan program
pemerintah dengan harga subsidi, pemerintah menawarkan dengan harga subsidi
yang sangat jauh berbeda dengan harga pasar tentunya," serunya. "Jadi warga harapan kami
semoga warga Mimika datang belanja memanfaatkan program pemerintah yang sangat
murah tentunya sehingga inflasi bisa turun," pungkasnya. Program Gerakan Pangan Murah ini
diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Mimika dalam
menghadapi tekanan inflasi harga pangan, sekaligus mempersiapkan perayaan
kemerdekaan Indonesia yang ke-80 dengan lebih meriah. (Fadli)
08 Agu 2025, 13:13 WIT
Dinkes Mimika Latih Tenaga Kesehatan: Cegah Penularan Hepatitis, HIV, dan Sifilis
Papuanewsonline.com, Timika –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan triple eliminasi
bagi tenaga kesehatan selama dua hari. Pelatihan yang difokuskan pada
pencegahan penularan hepatitis, HIV, dan sifilis dari ibu ke anak ini diikuti
oleh 26 puskesmas, lima rumah sakit, dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya.(
7/8/25) Para peserta mendapatkan materi
dari narasumber kompeten, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan dan pakar
penyakit menular. Kepala Seksi Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun S.KM, berharap
pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam
melaksanakan program triple eliminasi. "Kami berharap pelatihan ini
meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menerapkan program
triple eliminasi," ujar Linus. Ia menambahkan bahwa peningkatan
kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan tujuan utama kegiatan ini. Linus Dumatubun juga menekankan
pentingnya membangun jejaring kerja yang kuat antar tenaga kesehatan. "Dengan jejaring yang solid,
cakupan program triple eliminasi dapat meningkat dan angka penularan penyakit
menular dari ibu ke anak dapat ditekan," jelasnya. Ia optimistis pelatihan ini akan
berdampak positif terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten
Mimika. Pelatihan ini merupakan langkah
strategis Dinkes Mimika dalam upaya menurunkan angka penularan penyakit menular
dari ibu ke anak. Dengan peningkatan kapasitas
tenaga kesehatan, diharapkan program triple eliminasi dapat berjalan efektif
dan mencapai target yang telah ditetapkan. ( Abim )
08 Agu 2025, 12:30 WIT
Pemerintah Satukan Kekuatan Berantas Kejahatan SDA
Papuanewsonline.com, Bandung – Pemerintah
Indonesia mengibarkan bendera perang terhadap kejahatan yang menggerogoti
sumber daya alam (SDA) dan kekayaan negara. Dalam Rapat Koordinasi Nasional
yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko
Polkam) di Bandung, Kamis (7/8/2025), diputuskan bahwa strategi pemberantasan
kejahatan SDA tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus
dilaksanakan dengan kekuatan penuh lintas kementerian dan lembaga. Forum strategis ini mempertemukan
perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP), Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Bareskrim
Polri. Fokus pembahasan mencakup kejahatan tambang ilegal, penyelundupan hasil
tambang, perambahan hutan, pembakaran lahan, perdagangan hasil laut ilegal,
hingga keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam aktivitas melanggar hukum di
wilayah strategis Indonesia. Asisten Deputi Penanganan
Kejahatan Konvensional dan Kekayaan Negara Kemenko Polkam, Brigjen Pol
Irwansyah, menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya soal pelanggaran hukum,
tapi juga menyangkut harkat, martabat, dan kedaulatan bangsa. “Kejahatan terhadap kekayaan
negara bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap kedaulatan.
Kita tidak bisa lagi bergerak secara sektoral. Dibutuhkan langkah kolektif,
sinergis, dan terstruktur agar kerugian negara dan kerusakan lingkungan tidak
terus berlanjut,” tegas Irwansyah di hadapan peserta rakornas. Polri, melalui Direktorat Tindak
Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim, mengusulkan pembentukan Satuan Tugas
Terpadu Penegakan Hukum SDA yang bersifat permanen. Satgas ini akan memadukan
fungsi penyelidikan, penindakan, dan pemulihan kerugian negara. Pendekatan hukum juga akan
diperkuat dengan mekanisme Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), untuk
menelusuri aliran dana hasil kejahatan lingkungan hingga ke akar. Dengan cara
ini, aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga menghantam
jaringan keuangan di baliknya. Direktorat Jenderal Imigrasi
mengungkap adanya pola baru keterlibatan WNA dalam aktivitas ilegal SDA, mulai
dari pendanaan hingga operasi langsung di lapangan. Untuk menutup celah ini,
Imigrasi meluncurkan Operasi Jagratara, mengembangkan sistem e-Monitoring Orang
Asing, serta membentuk Unit Respons Cepat Imigrasi di daerah rawan tambang dan
perbatasan. Pemerintah menyadari bahwa
penegakan hukum saja tidak cukup. Oleh karena itu, strategi penanganan
kejahatan SDA akan dipadukan dengan langkah-langkah preventif. Program ini mencakup edukasi publik, pemberlakuan regulasi yang berpihak pada
kelestarian lingkungan, serta pemberdayaan komunitas lokal agar mereka menjadi
garda terdepan dalam menjaga kekayaan alam. “Kita ingin masyarakat bukan
hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi pelindung dan pengelola sumber daya
alam yang bijak,” kata Irwansyah. (GF)
08 Agu 2025, 12:22 WIT
PJ gubernur Papua Lantik Pejabat Baru, Dorong Inovasi dan Transparansi
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah Provinsi Papua melakukan penyegaran besar-besaran dalam struktur
pemerintahannya. Sebanyak 92 pejabat
administrator dan pengawas dilantik dan dikukuhkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur
Papua, Agus Fatoni, di Gedung Negara Jayapura. Pelantikan ini dilaksanakan
Kamis (7/8/25) dan didasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 18
Tahun 2023 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Pj Gubernur Agus Fatoni dalam
sambutannya menekankan pentingnya pelantikan ini untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas kinerja Pemprov Papua. "Pelantikan ini bertujuan
untuk mengisi jabatan yang kosong akibat perubahan struktur organisasi dan
meningkatkan kinerja pemerintahan," ujar Agus Fatoni. Ia berharap para pejabat yang
dilantik mampu bekerja dengan penuh integritas dan akuntabilitas. "Saya percaya
saudara-saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," tambahnya. Agus Fatoni juga memberikan
arahan agar para pejabat yang baru dilantik segera mempelajari tugas pokok dan
fungsi masing-masing jabatan, menguasai peraturan perundang-undangan yang
berlaku, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. "Kita harus melakukan
inovasi dan terobosan-terobosan baru untuk memaksimalkan kinerja,"
tegasnya. Ia mengingatkan pentingnya
menjaga akuntabilitas dan integritas mengingat adanya proses audit dan
pengawasan hukum. Para pejabat yang dilantik telah
melalui proses seleksi dan mendapatkan persetujuan teknis dari Badan
Kepegawaian Negara RI dan Menteri Dalam Negeri RI.
Pelantikan ini diharapkan dapat
memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan
tata kelola pemerintahan yang baik di Provinsi Papua. ( Jidan)
07 Agu 2025, 23:27 WIT
Mimika: Semarak HUT RI diwarnai Tabligh Akbar Bangun Karakter Bangsa
Papuanewsonline.com, Timika –
Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan
menggelar Tabligh Akbar bertema “ASN BerAKHLAK, Masyarakat Berkarakter” di
Gedung Eme Neme Yauware. Kegiatan yang
dihadiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum ini bertujuan
untuk membangun karakter dan integritas, sejalan dengan visi Kabupaten Mimika
menuju “Gerbang Emas Mimika”. Tabligh
Akbar ini menghadirkan narasumber nasional, Rinaldi Agusyana, dari ESQ Leadership Center. (7/8/25) Richard Wakum, S.E., M.H., selaku
Ketua Panitia dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika,
menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini. “Kami berharap Tabligh Akbar ini
dapat menjadi momentum untuk meneruskan jejak nilai-nilai perjuangan para
pahlawan dan membentuk ASN yang berAKHLAK serta masyarakat yang berkarakter,”
ujar Richard. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini
merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi Gerbang Emas Mimika. Asisten I Bidang Pemerintahan dan
Kesra Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, dalam sambutannya menekankan pentingnya
pembangunan karakter. “Pembangunan sejati tidak hanya
bertumpu pada infrastruktur fisik, namun juga pada pembentukan karakter yang
kuat, jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas,” tegas Ananias Faot. Ia mengapresiasi kehadiran
Rinaldi Agusyana dan tim ESQ Corporation yang memberikan motivasi dan inspirasi
bagi ASN dalam menghadapi tantangan zaman. Ananias Faot lebih lanjut
menambahkan, “Di usia kemerdekaan ke-80 ini, semangat kemerdekaan harus diisi
dengan karya nyata dan semangat kebangsaan yang tinggi. ASN dan masyarakat
harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, kedisiplinan, dan meningkatkan
kualitas hidup sosial dan spiritual.” Ia berharap kegiatan ini dapat
melahirkan pribadi-pribadi yang profesional dan berakhlak mulia. Rinaldi Agusyana, dalam
ceramahnya, mengajak ASN untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, integritas,
dan etos kerja. Ia menekankan pentingnya ASN yang
berAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai pondasi utama masyarakat yang berkarakter
unggul.
“Kemerdekaan harus menjadi
momentum transformasi, ASN bukan hanya pelayan publik, tapi agen perubahan dan
teladan,” tutup Rinaldi. ( Jidan )
07 Agu 2025, 23:21 WIT
Kemenko Polkam Tegaskan Pentingnya Penguatan SDM Keamanan Siber
Papuanewsonline.com, Bekasi – Transformasi
digital nasional tak lagi bisa dipisahkan dari urusan pertahanan dan keamanan.
Hal ini ditegaskan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko
Polkam) dalam Seminar Nasional "Peningkatan Kapasitas SDM Keamanan Siber
dalam Menghadapi Kompleksitas Ancaman di Era Digital", yang
diselenggarakan pada Kamis, 7 Agustus 2025 di Bekasi, Jawa Barat. Seminar ini
menjadi panggung penting untuk membahas urgensi membangun kekuatan siber bangsa
melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan tahan
banting di tengah gempuran ancaman dunia maya. Acara ini dibuka secara resmi
oleh Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Eko D.
Indarto, dan dihadiri oleh berbagai unsur dari kementerian dan lembaga,
pemerintah daerah, kalangan akademisi, praktisi IT, hingga pelaku industri
teknologi. “Era digital bukan hanya soal
kecepatan dan inovasi, tapi juga soal ketahanan dan kedaulatan,” ujar Eko dalam
sambutannya yang menggugah. Dalam paparannya, Eko D. Indarto
mengingatkan bahwa dunia kini tengah memasuki babak baru dalam kontestasi
global — bukan lagi adu senjata fisik, tapi adu kemampuan siber. Serangan
digital bukan hanya menargetkan infrastruktur teknologi, tetapi juga menyusup
ke ranah-ranah vital seperti keuangan, pelayanan publik, pendidikan, bahkan
demokrasi. “Privasi rakyat, kedaulatan data,
dan integritas sistem pemerintahan menjadi target yang sangat rentan jika SDM
kita tidak siap,” tegasnya. Eko memaparkan bahwa insiden
ransomware, kebocoran data, dan penyalahgunaan teknologi AI meningkat drastis
dalam dua tahun terakhir. Lebih ironis lagi, kapasitas tenaga profesional
keamanan siber Indonesia masih belum mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan
tersebut. Kemenko Polkam mengungkapkan
bahwa kebutuhan akan profesional keamanan siber di Indonesia meningkat 20–30%
setiap tahun, namun pasokan lulusan dan praktisi yang kompeten masih tertinggal
jauh. Terlebih, tantangan bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal mutu dan
spesialisasi. “Kita kekurangan ahli di bidang
cloud security, kriptografi, IoT & AI security. Soft skills seperti
komunikasi strategis dalam situasi krisis juga belum maksimal,” jelas Eko. Kesenjangan ini makin terasa di
daerah-daerah yang belum memiliki akses terhadap pendidikan dan pelatihan
keamanan siber yang memadai. Maka dari itu, peningkatan kapasitas SDM siber
bukan hanya kebutuhan teknis, melainkan agenda strategis nasional. Sebagai koordinator lintas
sektor, Kemenko Polkam menempatkan dirinya sebagai penggerak kebijakan dan
sinergi dalam percepatan pembangunan SDM digital, khususnya dalam keamanan
siber. Eko menyebutkan bahwa kementeriannya terus mendorong harmonisasi program
antar-kementerian/lembaga untuk mempercepat lahirnya generasi talenta siber
nasional. Inisiatif ini juga bersinergi
dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun manusia digital
Indonesia yang unggul, terutama dalam mendukung program prioritas nasional
berbasis data, seperti Keamanan data kesehatan dalam layanan Cek
Kesehatan Gratis, Sistem digital koperasi dalam Koperasi Merah
Putih, Proteksi informasi sosial masyarakat dalam Program
Makan Bergizi Gratis. Eko menutup paparannya dengan
penekanan bahwa upaya membangun kapasitas SDM siber bukanlah proyek jangka
pendek, melainkan investasi strategis untuk masa depan Indonesia sebagai negara
berdaulat di dunia digital. “Kita tidak boleh terus menjadi
konsumen teknologi dan korban serangan. Kita harus punya talenta yang mampu
bertahan, menyerang balik, dan menjaga integritas ruang digital kita.” Seminar ini diharapkan menjadi
langkah awal dari transformasi serius dalam pembangunan ekosistem SDM siber
nasional yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada keamanan jangka
panjang. (GF)
07 Agu 2025, 23:10 WIT
Presiden Prabowo Hadiri Pameran Teknologi KSTI 2025
Papuanewsonline.com, Bandung – Presiden
Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai kunjungan kerjanya di Kota
Bandung dengan menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia
(KSTI) 2025, yang diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut
Teknologi Bandung (ITB), Kamis (07/08/2025). Dalam suasana penuh semangat dan
optimisme, Presiden meninjau langsung berbagai hasil karya anak bangsa di
bidang inovasi teknologi unggulan nasional. Didampingi sejumlah menteri dan
akademisi, Presiden Prabowo secara khusus meninjau pameran teknologi yang
menampilkan lebih dari 100 inovasi strategis dari delapan sektor prioritas: energi,
pertahanan, digitalisasi (AI dan semikonduktor), hilirisasi industri,
kesehatan, pangan, kemaritiman, serta material dan manufaktur maju. “Saya sangat bangga dengan apa
yang saya lihat hari ini. Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri
di atas kaki sendiri secara teknologi,” ucap Presiden Prabowo kepada awak media
usai kunjungan. Konvensi ini menjadi sorotan
nasional karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan
Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus. Acara ini merupakan
hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemdiktisaintek) dan ITB, dengan dukungan penuh dari pelaku industri serta
lembaga riset nasional. Menteri Kemdiktisaintek, Brian
Yuliarto, dalam laporannya kepada Presiden menyatakan bahwa KSTI 2025 dirancang
sebagai forum strategis yang menghubungkan dunia riset, inovasi, dan industri,
agar lebih sinergis dalam mendukung arah pembangunan nasional. “Ini bukan sekadar pameran, tapi
deklarasi tekad kolektif bahwa sains dan teknologi adalah senjata utama kita
dalam perjuangan mewujudkan kemandirian bangsa,” tegas Brian. Berbagai hasil riset unggulan
ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari prototipe drone tempur buatan
anak bangsa, alat kesehatan berbasis teknologi nano, hingga chip semikonduktor
lokal yang siap diproduksi massal. Ada pula presentasi sistem pemantauan energi
terbarukan, robot pintar, dan algoritma kecerdasan buatan (AI) yang digunakan
dalam bidang pertahanan dan pendidikan. Presiden Prabowo tampak antusias
berdialog dengan para inovator muda dan peneliti senior yang mempresentasikan
karyanya secara langsung. Ia juga sempat menjajal simulasi kendaraan listrik
dan melihat langsung desain pesawat tanpa awak generasi terbaru. “Inilah Indonesia masa depan:
berdaulat secara teknologi, kuat di bidang riset, dan mandiri dalam industri
strategis,” ungkap Prabowo. (GF) Dalam kesempatan tersebut,
Presiden juga menyampaikan bahwa pengembangan teknologi bukan sekadar kebutuhan
ekonomi, melainkan instrumen pertahanan dan kedaulatan nasional. Ia menegaskan
bahwa Indonesia tidak boleh selamanya menjadi konsumen teknologi asing. “Kita harus menjadi bangsa
produsen. Kita harus berani menciptakan teknologi kita sendiri. Negara harus
hadir untuk mendukung itu sepenuhnya,” ujar Presiden dengan tegas. Presiden juga menginstruksikan
agar hasil-hasil riset dari kampus dan lembaga litbang segera ditindaklanjuti
dalam bentuk industrialisasi dan hilirisasi produk. KSTI 2025 disambut meriah oleh
ribuan mahasiswa, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat umum yang memadati
area Sabuga ITB. Banyak dari mereka tampak kagum dengan kecanggihan inovasi
karya anak bangsa, yang selama ini jarang terekspos secara luas. Ajang ini bukan hanya menjadi
tempat pameran, tetapi juga menjadi wadah pertemuan lintas sektor dan lintas
generasi, untuk membangun sinergi jangka panjang antara kampus, dunia industri,
dan pemerintah. (GF)
07 Agu 2025, 21:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru