logo-website
Sabtu, 11 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Thifal Tazkya Wishal Juarai Storytelling Competition 2025 di Diana Mall Timika Papuanewsonline.com, Timika – Siswa SMAN 7 Timika, Thifal Tazkya Wishal, berhasil meraih juara pertama dalam English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika. Kompetisi yang mengangkat tema pelestarian cerita rakyat Papua ini diikuti oleh 18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika. Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Brother Leon English Club (BLEC) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan pengunjung mall. "Kami melihat bahwa potensi anak-anak muda untuk bahasa Inggris itu besar di Timika. Hanya saja wadahnya yang masih kurang dalam bentuk kegiatan kompetisi lomba," ungkap Deasy Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, selaku Ketua Panitia penyelenggara. DAFTAR PEMENANG Juara 1: Thifal Tazkya Wishal (SMAN 7 Timika) Juara 2: Zivanna Hawa Omega Romer (SMAN 1 Timika) Juara 3: Sherina Anggie Esterlyta (SMA Kristen Kalam Kudus) Juara 4: Shelomita Apriliani (SMA Kristen Kalam Kudus) Kompetisi tahun ini mengangkat cerita rakyat dari tiga suku di Papua, yaitu Kamoro, Amungme, dan Asmat. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, mengingat pembelajaran bercerita di sekolah-sekolah sering kali menggunakan cerita dari luar Papua bahkan luar negeri. "Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau melestarikan? Kami mengusung cerita-cerita tersebut sehingga lebih dikenal lagi untuk kalangan luas. Tidak hanya lingkup nasional, karena ini bahasa Inggris otomatis global," tambah Deasy. SEKOLAH PESERTA * SMAN 1 Timika * SMA Al-Falah * SMA Kristen Kalam Kudus * SMK Negeri 6 * SMAN 7 Timika * SMA Tiga Raja * SMK Yapis Tim juri yang terdiri dari Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd memberikan penilaian berdasarkan kemampuan berbahasa Inggris, teknik bercerita, dan pemahaman terhadap cerita rakyat yang dibawakan. Kegiatan ini merupakan kompetisi kedua setelah sukses diselenggarakan tahun lalu di gedung MPCC YPMAK. Pemilihan Diana Mall sebagai venue tahun ini dimaksudkan agar kegiatan menjadi lebih terbuka untuk publik dan tidak eksklusif. "Setiap pengunjung bisa datang untuk melihat, jadi bagian dari strategi promosi secara tidak langsung. Diana Mall juga merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," jelas Deasy di Timika, Jumat (8/7/2025). Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyampaikan cerita-cerita tradisional Papua dengan bahasa Inggris yang fasih. Tidak hanya kemampuan berbahasa yang dinilai, tetapi juga kemampuan interpretasi dan penghayatan terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap cerita. Dengan berhasilnya kompetisi tahun ini, panitia optimis kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai wadah pengembangan talenta muda Papua dalam berbahasa Inggris sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal. (Giant)   08 Agu 2025, 13:33 WIT
Pelestarian Cerita Rakyat Papua Melalui Storytelling Competition: Upaya Mandiri Tanpa Dukungan Pemda Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah gencarnya arus globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal, sekelompok pendidik di Timika berjuang sendirian melestarikan cerita rakyat Papua. English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika menjadi bukti nyata upaya mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Deasy Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, Ketua Panitia dari Brother Leon English Club (BLEC) yang berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pembelajaran bercerita di sekolah-sekolah. "Sering kali pembelajaran di sekolah untuk soal bercerita itu memakai cerita-cerita dari luar Papua maupun bahkan luar negeri. Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau melestarikan," Ujar Deasy di Timika, Kamis (7/8/2025). Kompetisi yang mengangkat cerita rakyat dari tiga suku besar di Papua - Kamoro, Amungme, dan Asmat - ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda. Namun, upaya mulia ini harus dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah daerah. "Dukungan untuk kami dari pemerintah memang belum besar. Kami sudah melakukan pendekatan beberapa kali, tapi dukungan dari pemerintah daerah tidak ada bagi kegiatan kami," ungkap Deasy dengan nada kecewa. Meski menghadapi keterbatasan, panitia tidak menyerah. Mereka memilih Diana Mall sebagai venue dengan pertimbangan strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas. "Alasan kami lakukan di sini adalah biar menjadi perhatian bahwa ini sudah publik, bukan hanya dalam lingkup secara eksklusif tapi setiap pengunjung bisa datang untuk melihat. Jadi, bagian dari strategi promosi secara tidak langsung," jelas Deasy. Diana Mall, sebagai sponsor utama, menjadi penyelamat kegiatan ini. "Diana Mall merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," ungkap Deasy dengan penuh apresiasi. Kompetisi yang diikuti 18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika ini dinilai oleh tim juri berkualitas: Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memiliki dampak ganda yang sangat positif. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, juga menjadi media pelestarian budaya Papua yang terancam terlupakan. "Tujuan utamanya memberikan wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri untuk tampil di publik, kemudian yang kedua melestarikan cerita rakyat Papua," tegas Deasy. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih besar di masa mendatang. "Kami berkontribusi dalam peningkatan literasi berbahasa Inggris anak-anak di Papua dengan mengusung tema melestarikan cerita rakyat suku-suku di Papua melalui bahasa Inggris," ujar Deasy. Dengan berhasilnya kompetisi kedua ini setelah sukses tahun lalu di gedung MPCC YPMAK, panitia optimis dapat melanjutkan kegiatan serupa setiap tahun. "Harapan kami jangka panjang adalah kegiatan ini bisa terjadi setiap tahun," tambah Deasy. Storytelling Competition 2025 bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan gerakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para pendidik. Tanpa dukungan pemerintah, mereka tetap berjuang memastikan cerita rakyat Papua tidak hilang ditelan zaman. (Cori) 08 Agu 2025, 13:25 WIT
Dinas Ketahanan Pangan Gelar Gerakan Pangan, Cabai Rawit Turun Rp30 Ribu Per Kilo Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari berturut-turut di Lapangan Timika Indah, mulai 7-9 Agustus 2025. Program yang memasuki hari kedua ini berhasil menekan harga sejumlah komoditas pangan hingga Rp30.000 per kilogram. Husnia SP., M.Si., Kepala Seksi Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dalam rangka peringatan hari ulang tahun UMKM. "Kami bergabung selama 3 hari, dari hari Kamis kemarin tanggal 7 Agustus 2025 sampai hari Sabtu besok penutupan. Jadi selama 3 hari kita standby di Lapangan Timika Indah," ungkap Husnia saat diwawancarai di lokasi, Kamis (8/8/2025). Drastis! Cabai Rawit Turun dari Rp100 Ribu ke Rp70 Ribu Komoditas yang paling menarik perhatian warga adalah cabai rawit yang mengalami penurunan harga signifikan. Di pasar reguler, cabai rawit dijual Rp90.000-Rp100.000 per kilogram, namun di GPM hanya Rp70.000 per kilogram. "Cabai rawit sangat diminati oleh warga, di pasar itu per hari ini harga dari kemarin itu Rp90.000 sampai Rp100.000 per kilo. Kami di pasar murah ini menjual dengan harga Rp70.000, per setengah kilonya Rp35.000," jelas Husnia. Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain juga mengalami penyesuaian harga: - Bawang merah: Rp50.000/kg (harga pasar Rp65.000/kg) - Bawang putih: Rp40.000/kg  - Tomat: Rp15.000/kg (harga pasar Rp25.000/kg) - Telur: Rp55.000/kg - Beras SPHP: Rp65.000/kg (HET Rp67.500/kg) Program SPHP Pusat Untuk Stabilisasi Beras Khusus untuk beras, Dinas Ketahanan Pangan menurunkan beras dari program pusat yaitu beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). "Beras memang isu sangat inflasi saat ini semua daerah, jadi kita turun beras itu beras dari program pusat yaitu beras SPHP. Di sini juga kita menjual dengan harga eceran tertinggi itu di bawah HET, berkarunya itu Rp65.000 kita jual, HETnya itu Rp67.500," papar Husnia. Program ini juga menyediakan minyak goreng, gula, serta pangan lokal seperti kacang tanah dan ubi jalar (petatas). Target Inflasi dan Keberlanjutan Program Husnia menegaskan tujuan utama GPM adalah menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan serta mengendalikan inflasi di Timika. "Selain kami turun untuk menjaga stabilisasi dan memastikan harga pangan dan menjaga inflasi yang ada di Timika. Karena ada beberapa komoditi pangan-pangan untuk pangan konsumsi masyarakat ini selalu ada inflasi," ungkapnya. Program pasar murah ini bukan yang pertama kali. Menurut Husnia, ini merupakan kegiatan ke-12 yang dilaksanakan dinas tersebut. "Untuk di pasar murah ini kami turun dengan kegiatan ini bukan hanya sekarang ini kami bergabung dengan Dinas Koperasi, namun kami juga ada beberapa, sudah ada jadwal, sering kami turun, kemarin itu terakhir kayak 11 kali, sekarang mungkin untuk 3 hari ini terhitung kayak 12 kali," jelasnya. Agenda GPM Mendatang Sambut HUT RI Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan agenda GPM lanjutan dalam rangka menyambut HUT RI ke-80: - 12 Agustus 2025: Lokasi Iwaka, kemungkinan Kampung Naina Muktipura - 16 Agustus 2025: Kuala Kencana "Jadi tujuan GPM yang tanggal 12 dan tanggal 16 itu untuk menyambut hari ulang tahun RI yang ke-80," tambah Husnia. Ajakan Kepada Masyarakat Mimika Husnia mengajak seluruh warga Mimika memanfaatkan program subsidi pemerintah ini secara maksimal. "Kami dari Dinas Ketahanan Pangan kepada warga Mimika, ayo warga Mimika mari memanfaatkan program pemerintah dengan harga subsidi, pemerintah menawarkan dengan harga subsidi yang sangat jauh berbeda dengan harga pasar tentunya," serunya. "Jadi warga harapan kami semoga warga Mimika datang belanja memanfaatkan program pemerintah yang sangat murah tentunya sehingga inflasi bisa turun," pungkasnya. Program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat Mimika dalam menghadapi tekanan inflasi harga pangan, sekaligus mempersiapkan perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-80 dengan lebih meriah. (Fadli)   08 Agu 2025, 13:13 WIT
Dinkes Mimika Latih Tenaga Kesehatan: Cegah Penularan Hepatitis, HIV, dan Sifilis Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan triple eliminasi bagi tenaga kesehatan selama dua hari. Pelatihan yang difokuskan pada pencegahan penularan hepatitis, HIV, dan sifilis dari ibu ke anak ini diikuti oleh 26 puskesmas, lima rumah sakit, dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya.( 7/8/25) Para peserta mendapatkan materi dari narasumber kompeten, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan dan pakar penyakit menular. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun S.KM, berharap pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melaksanakan program triple eliminasi. "Kami berharap pelatihan ini meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga kesehatan dalam menerapkan program triple eliminasi," ujar Linus. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan tujuan utama kegiatan ini. Linus Dumatubun juga menekankan pentingnya membangun jejaring kerja yang kuat antar tenaga kesehatan. "Dengan jejaring yang solid, cakupan program triple eliminasi dapat meningkat dan angka penularan penyakit menular dari ibu ke anak dapat ditekan," jelasnya. Ia optimistis pelatihan ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Mimika. Pelatihan ini merupakan langkah strategis Dinkes Mimika dalam upaya menurunkan angka penularan penyakit menular dari ibu ke anak. Dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, diharapkan program triple eliminasi dapat berjalan efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan. ( Abim )   08 Agu 2025, 12:30 WIT
Pemerintah Satukan Kekuatan Berantas Kejahatan SDA Papuanewsonline.com, Bandung – Pemerintah Indonesia mengibarkan bendera perang terhadap kejahatan yang menggerogoti sumber daya alam (SDA) dan kekayaan negara. Dalam Rapat Koordinasi Nasional yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Bandung, Kamis (7/8/2025), diputuskan bahwa strategi pemberantasan kejahatan SDA tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dilaksanakan dengan kekuatan penuh lintas kementerian dan lembaga. Forum strategis ini mempertemukan perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Bareskrim Polri. Fokus pembahasan mencakup kejahatan tambang ilegal, penyelundupan hasil tambang, perambahan hutan, pembakaran lahan, perdagangan hasil laut ilegal, hingga keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam aktivitas melanggar hukum di wilayah strategis Indonesia. Asisten Deputi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kekayaan Negara Kemenko Polkam, Brigjen Pol Irwansyah, menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga menyangkut harkat, martabat, dan kedaulatan bangsa. “Kejahatan terhadap kekayaan negara bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap kedaulatan. Kita tidak bisa lagi bergerak secara sektoral. Dibutuhkan langkah kolektif, sinergis, dan terstruktur agar kerugian negara dan kerusakan lingkungan tidak terus berlanjut,” tegas Irwansyah di hadapan peserta rakornas. Polri, melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim, mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penegakan Hukum SDA yang bersifat permanen. Satgas ini akan memadukan fungsi penyelidikan, penindakan, dan pemulihan kerugian negara. Pendekatan hukum juga akan diperkuat dengan mekanisme Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), untuk menelusuri aliran dana hasil kejahatan lingkungan hingga ke akar. Dengan cara ini, aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga menghantam jaringan keuangan di baliknya. Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkap adanya pola baru keterlibatan WNA dalam aktivitas ilegal SDA, mulai dari pendanaan hingga operasi langsung di lapangan. Untuk menutup celah ini, Imigrasi meluncurkan Operasi Jagratara, mengembangkan sistem e-Monitoring Orang Asing, serta membentuk Unit Respons Cepat Imigrasi di daerah rawan tambang dan perbatasan. Pemerintah menyadari bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Oleh karena itu, strategi penanganan kejahatan SDA akan dipadukan dengan langkah-langkah preventif. Program ini mencakup edukasi publik, pemberlakuan regulasi yang berpihak pada kelestarian lingkungan, serta pemberdayaan komunitas lokal agar mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kekayaan alam. “Kita ingin masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi pelindung dan pengelola sumber daya alam yang bijak,” kata Irwansyah. (GF)   08 Agu 2025, 12:22 WIT
PJ gubernur Papua Lantik Pejabat Baru, Dorong Inovasi dan Transparansi Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua melakukan penyegaran besar-besaran dalam struktur pemerintahannya.  Sebanyak 92 pejabat administrator dan pengawas dilantik dan dikukuhkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, di Gedung Negara Jayapura. Pelantikan ini dilaksanakan Kamis (7/8/25) dan didasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 18 Tahun 2023 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Pj Gubernur Agus Fatoni dalam sambutannya menekankan pentingnya pelantikan ini untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja Pemprov Papua.  "Pelantikan ini bertujuan untuk mengisi jabatan yang kosong akibat perubahan struktur organisasi dan meningkatkan kinerja pemerintahan," ujar Agus Fatoni.  Ia berharap para pejabat yang dilantik mampu bekerja dengan penuh integritas dan akuntabilitas.  "Saya percaya saudara-saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," tambahnya. Agus Fatoni juga memberikan arahan agar para pejabat yang baru dilantik segera mempelajari tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan, menguasai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.  "Kita harus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan baru untuk memaksimalkan kinerja," tegasnya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga akuntabilitas dan integritas mengingat adanya proses audit dan pengawasan hukum. Para pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi dan mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara RI dan Menteri Dalam Negeri RI.  Pelantikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik di Provinsi Papua. ( Jidan) 07 Agu 2025, 23:27 WIT
Mimika: Semarak HUT RI diwarnai Tabligh Akbar Bangun Karakter Bangsa Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan menggelar Tabligh Akbar bertema “ASN BerAKHLAK, Masyarakat Berkarakter” di Gedung Eme Neme Yauware.  Kegiatan yang dihadiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum ini bertujuan untuk membangun karakter dan integritas, sejalan dengan visi Kabupaten Mimika menuju “Gerbang Emas Mimika”.  Tabligh Akbar ini menghadirkan narasumber nasional, Rinaldi Agusyana,  dari ESQ Leadership Center. (7/8/25) Richard Wakum, S.E., M.H., selaku Ketua Panitia dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini. “Kami berharap Tabligh Akbar ini dapat menjadi momentum untuk meneruskan jejak nilai-nilai perjuangan para pahlawan dan membentuk ASN yang berAKHLAK serta masyarakat yang berkarakter,” ujar Richard.  Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi Gerbang Emas Mimika. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan karakter.  “Pembangunan sejati tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, namun juga pada pembentukan karakter yang kuat, jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas,” tegas Ananias Faot.  Ia mengapresiasi kehadiran Rinaldi Agusyana dan tim ESQ Corporation yang memberikan motivasi dan inspirasi bagi ASN dalam menghadapi tantangan zaman. Ananias Faot lebih lanjut menambahkan, “Di usia kemerdekaan ke-80 ini, semangat kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata dan semangat kebangsaan yang tinggi. ASN dan masyarakat harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, kedisiplinan, dan meningkatkan kualitas hidup sosial dan spiritual.”  Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan pribadi-pribadi yang profesional dan berakhlak mulia. Rinaldi Agusyana, dalam ceramahnya, mengajak ASN untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, integritas, dan etos kerja.  Ia menekankan pentingnya ASN yang berAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai pondasi utama masyarakat yang berkarakter unggul.  “Kemerdekaan harus menjadi momentum transformasi, ASN bukan hanya pelayan publik, tapi agen perubahan dan teladan,” tutup Rinaldi. ( Jidan ) 07 Agu 2025, 23:21 WIT
Kemenko Polkam Tegaskan Pentingnya Penguatan SDM Keamanan Siber Papuanewsonline.com, Bekasi – Transformasi digital nasional tak lagi bisa dipisahkan dari urusan pertahanan dan keamanan. Hal ini ditegaskan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) dalam Seminar Nasional "Peningkatan Kapasitas SDM Keamanan Siber dalam Menghadapi Kompleksitas Ancaman di Era Digital", yang diselenggarakan pada Kamis, 7 Agustus 2025 di Bekasi, Jawa Barat. Seminar ini menjadi panggung penting untuk membahas urgensi membangun kekuatan siber bangsa melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan tahan banting di tengah gempuran ancaman dunia maya. Acara ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Eko D. Indarto, dan dihadiri oleh berbagai unsur dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, kalangan akademisi, praktisi IT, hingga pelaku industri teknologi. “Era digital bukan hanya soal kecepatan dan inovasi, tapi juga soal ketahanan dan kedaulatan,” ujar Eko dalam sambutannya yang menggugah. Dalam paparannya, Eko D. Indarto mengingatkan bahwa dunia kini tengah memasuki babak baru dalam kontestasi global — bukan lagi adu senjata fisik, tapi adu kemampuan siber. Serangan digital bukan hanya menargetkan infrastruktur teknologi, tetapi juga menyusup ke ranah-ranah vital seperti keuangan, pelayanan publik, pendidikan, bahkan demokrasi. “Privasi rakyat, kedaulatan data, dan integritas sistem pemerintahan menjadi target yang sangat rentan jika SDM kita tidak siap,” tegasnya. Eko memaparkan bahwa insiden ransomware, kebocoran data, dan penyalahgunaan teknologi AI meningkat drastis dalam dua tahun terakhir. Lebih ironis lagi, kapasitas tenaga profesional keamanan siber Indonesia masih belum mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan tersebut. Kemenko Polkam mengungkapkan bahwa kebutuhan akan profesional keamanan siber di Indonesia meningkat 20–30% setiap tahun, namun pasokan lulusan dan praktisi yang kompeten masih tertinggal jauh. Terlebih, tantangan bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal mutu dan spesialisasi. “Kita kekurangan ahli di bidang cloud security, kriptografi, IoT & AI security. Soft skills seperti komunikasi strategis dalam situasi krisis juga belum maksimal,” jelas Eko. Kesenjangan ini makin terasa di daerah-daerah yang belum memiliki akses terhadap pendidikan dan pelatihan keamanan siber yang memadai. Maka dari itu, peningkatan kapasitas SDM siber bukan hanya kebutuhan teknis, melainkan agenda strategis nasional. Sebagai koordinator lintas sektor, Kemenko Polkam menempatkan dirinya sebagai penggerak kebijakan dan sinergi dalam percepatan pembangunan SDM digital, khususnya dalam keamanan siber. Eko menyebutkan bahwa kementeriannya terus mendorong harmonisasi program antar-kementerian/lembaga untuk mempercepat lahirnya generasi talenta siber nasional. Inisiatif ini juga bersinergi dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun manusia digital Indonesia yang unggul, terutama dalam mendukung program prioritas nasional berbasis data, seperti Keamanan data kesehatan dalam layanan Cek Kesehatan Gratis, Sistem digital koperasi dalam Koperasi Merah Putih, Proteksi informasi sosial masyarakat  dalam Program Makan Bergizi Gratis. Eko menutup paparannya dengan penekanan bahwa upaya membangun kapasitas SDM siber bukanlah proyek jangka pendek, melainkan investasi strategis untuk masa depan Indonesia sebagai negara berdaulat di dunia digital. “Kita tidak boleh terus menjadi konsumen teknologi dan korban serangan. Kita harus punya talenta yang mampu bertahan, menyerang balik, dan menjaga integritas ruang digital kita.” Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal dari transformasi serius dalam pembangunan ekosistem SDM siber nasional yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada keamanan jangka panjang. (GF) 07 Agu 2025, 23:10 WIT
Presiden Prabowo Hadiri Pameran Teknologi KSTI 2025 Papuanewsonline.com, Bandung – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai kunjungan kerjanya di Kota Bandung dengan menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025, yang diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (07/08/2025). Dalam suasana penuh semangat dan optimisme, Presiden meninjau langsung berbagai hasil karya anak bangsa di bidang inovasi teknologi unggulan nasional. Didampingi sejumlah menteri dan akademisi, Presiden Prabowo secara khusus meninjau pameran teknologi yang menampilkan lebih dari 100 inovasi strategis dari delapan sektor prioritas: energi, pertahanan, digitalisasi (AI dan semikonduktor), hilirisasi industri, kesehatan, pangan, kemaritiman, serta material dan manufaktur maju. “Saya sangat bangga dengan apa yang saya lihat hari ini. Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri secara teknologi,” ucap Presiden Prabowo kepada awak media usai kunjungan. Konvensi ini menjadi sorotan nasional karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan ITB, dengan dukungan penuh dari pelaku industri serta lembaga riset nasional. Menteri Kemdiktisaintek, Brian Yuliarto, dalam laporannya kepada Presiden menyatakan bahwa KSTI 2025 dirancang sebagai forum strategis yang menghubungkan dunia riset, inovasi, dan industri, agar lebih sinergis dalam mendukung arah pembangunan nasional. “Ini bukan sekadar pameran, tapi deklarasi tekad kolektif bahwa sains dan teknologi adalah senjata utama kita dalam perjuangan mewujudkan kemandirian bangsa,” tegas Brian. Berbagai hasil riset unggulan ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari prototipe drone tempur buatan anak bangsa, alat kesehatan berbasis teknologi nano, hingga chip semikonduktor lokal yang siap diproduksi massal. Ada pula presentasi sistem pemantauan energi terbarukan, robot pintar, dan algoritma kecerdasan buatan (AI) yang digunakan dalam bidang pertahanan dan pendidikan. Presiden Prabowo tampak antusias berdialog dengan para inovator muda dan peneliti senior yang mempresentasikan karyanya secara langsung. Ia juga sempat menjajal simulasi kendaraan listrik dan melihat langsung desain pesawat tanpa awak generasi terbaru. “Inilah Indonesia masa depan: berdaulat secara teknologi, kuat di bidang riset, dan mandiri dalam industri strategis,” ungkap Prabowo. (GF) Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa pengembangan teknologi bukan sekadar kebutuhan ekonomi, melainkan instrumen pertahanan dan kedaulatan nasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya menjadi konsumen teknologi asing. “Kita harus menjadi bangsa produsen. Kita harus berani menciptakan teknologi kita sendiri. Negara harus hadir untuk mendukung itu sepenuhnya,” ujar Presiden dengan tegas. Presiden juga menginstruksikan agar hasil-hasil riset dari kampus dan lembaga litbang segera ditindaklanjuti dalam bentuk industrialisasi dan hilirisasi produk. KSTI 2025 disambut meriah oleh ribuan mahasiswa, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat umum yang memadati area Sabuga ITB. Banyak dari mereka tampak kagum dengan kecanggihan inovasi karya anak bangsa, yang selama ini jarang terekspos secara luas. Ajang ini bukan hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga menjadi wadah pertemuan lintas sektor dan lintas generasi, untuk membangun sinergi jangka panjang antara kampus, dunia industri, dan pemerintah. (GF) 07 Agu 2025, 21:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT