Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Pelaku Penganiayaan Berat di Ohoi Evu Berhasil Diringkus Polres Malra
Papuanewsonline.com, Malra – Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan seorang pelaku tindak pidana penganiayaan berat yang terjadi di Ohoi Evu, Kecamatan Kei Kecil. Kasus ini disampaikan langsung dalam konferensi pers oleh Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., didampingi Kasat Reskrim Iptu Barry Talabessy, S.Pd., S.H., M.H., pada Senin (29/9/2025) pukul 14.00 WIT.Peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu dini hari (28/9/2025) sekitar pukul 01.00 WIT di jalan tengah kampung Ohoi Evu. Korban bernama Joseph Sirken bersama sejumlah rekannya, termasuk terduga pelaku berinisial Y.S. alias Onas, diketahui sedang mengonsumsi minuman keras jenis sopi di salah satu rumah warga.Dalam keadaan mabuk, korban dan pelaku terlibat adu mulut. Merasa tersinggung, pelaku kemudian pulang mengambil sebatang pipa besi dari rumahnya. Dengan emosi yang tak terkendali, pelaku memukul korban berulang kali ke arah kepala. Akibatnya, korban mengalami luka berat di bagian kepala hingga harus dilarikan ke RSUD Karel Satsuitubun untuk mendapat perawatan intensif.Tak butuh waktu lama, Satreskrim Polres Maluku Tenggara bergerak cepat dan berhasil mengamankan Y.S. alias Onas pada siang hari di tanggal yang sama (28/9/2025). Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolres Maluku Tenggara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.Kapolres Maluku Tenggara menegaskan, pelaku akan dijerat dengan pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP tentang penganiayaan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Maluku Tenggara menegaskan komitmen jajarannya untuk menindak tegas setiap bentuk kekerasan di wilayah hukum Maluku Tenggara.“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menghindari kebiasaan mengonsumsi minuman keras. Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa miras kerap menjadi pemicu utama terjadinya tindak pidana. Kami berharap dukungan seluruh komponen masyarakat dalam membantu kepolisian menegakkan hukum di Bumi Evav,” tegas AKBP Rian Suhendi.Polres Maluku Tenggara menegaskan akan terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan. PNO-12
29 Sep 2025, 16:48 WIT
Pimpin Apel Gabungan Polda Maluku, Dirreskrimsus: Jaga Marwah Institusi dan Tingkatkan Disiplin
Papuanewsonline.com, Ambon – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku, Kombes Pol. Piter Yanottama, S.H., S.I.K., M.H, memimpin apel gabungan personel Polda Maluku yang digelar di Lapangan Letkol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Senin pagi (29/9/25).Apel gabungan rutin ini dihadiri Irwasda Maluku, para Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, dan seluruh personel Polda Maluku.Kombes Piter Yanottama dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap kinerja personel. Ini setelah situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda Maluku termonitor aman dan terkendali."Situasi Kamtibmas yang aman dan terkendali ini membuktikan bahwa arahan pimpinan telah dijabarkan oleh seluruh personel dengan baik," kata Dirreskrimsus.Seluruh personel Polda Maluku ditekankan terkait kesiapannya dalam menyikapi perkembangan situasi terkini. Ada empat titik demonstrasi yang terdeteksi, tiga titik di Kota Ambon dan satu di Maluku Tengah.Kombes Piter Yanottama kemudian menekankan beberapa hal yang menjadi perhatian bersama. Diantaranya:1. Pengamanan: Personel yang bertugas harus melaksanakan pengamanan demonstrasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan arahan pimpinan Satker masing-masing.2. Deteksi Dini: Personel Intelijen diminta untuk melakukan deteksi dan monitoring aksi demonstrasi ini dengan cermat.3. Layanan Pengaduan Khusus: Mengingat demonstrasi ini terkait isu korupsi, personel Ditreskrimsus, khususnya Tipikor, diinstruksikan untuk menyiapkan mekanisme dan lokasi penerimaan aspirasi secara profesional dan terukur, agar proses penanganan tidak berlarut-larut.Kombes Piter kembali mengingatkan semua personel untuk senantiasa menjaga marwah institusi dan meningkatkan disiplin. Setiap personel agar terus meningkatkan kedisiplinan sebagai kunci utama keberhasilan tugas."Saya mengingatkan kepada kita semua untuk senantiasa menjaga harkat dan martabat institusi ini, serta tidak mencederai nama baik Polri. Disiplin adalah nafas kita," tegasnya. PNO-12
29 Sep 2025, 16:35 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Kautsar, Kapolda Maluku Dorong Masyarakat Jadi Pelopor Kerukunan
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, kembali melanjutkan tradisi membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Sholat Subuh Berjamaah. Kali ini, ia hadir di Masjid Al-Kautsar BTN Kanawa, Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (28/9) pukul 04.45 WIT.Turut mendampingi Kapolda, Karo SDM Polda Maluku, Kayanma Polda Maluku, Wakapolresta Pulau Ambon & Pulau-Pulau Lease, Kabag Watpers Biro SDM, Kapolsek Sirimau bersama personel, Imam Masjid Al-Kautsar, serta jamaah setempat. Ibadah berlangsung khusyuk hingga selesai pukul 05.40 WIT dalam keadaan aman dan tertib.Usai menunaikan ibadah, Kapolda berkesempatan berinteraksi langsung dengan jamaah. Dalam suasana penuh kekeluargaan, ia menyampaikan pesan penting mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).“Polri hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk membangun hubungan spiritual, sosial, dan emosional dengan masyarakat. Melalui doa dan ibadah, kita mendapat energi moral untuk menjaga Maluku agar tetap aman dan damai,” ujar Kapolda.Kapolda menegaskan bahwa pendekatan spiritual adalah fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang rukun dan harmonis. Menurutnya, ketulusan ibadah akan membentuk pribadi yang sabar, rendah hati, dan penuh kasih sayang, sehingga mampu menjadi penopang kerukunan antarwarga.“Kita ingin masyarakat Maluku menjadi pelopor kerukunan dan kedamaian. Dari masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya, lahirlah energi positif yang menuntun kita hidup berdampingan, menghargai perbedaan, serta menjauhi kekerasan,” jelasnya.Dalam pesannya, Kapolda mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Ia mendorong jamaah untuk aktif menjaga lingkungan, menjalin komunikasi dengan aparat keamanan, serta tidak segan melaporkan potensi terjadinya gangguan kamtibmas.“Mari kita jaga Maluku dengan hati yang ikhlas. Bila ada masalah, jangan diselesaikan dengan kekerasan atau emosi, serahkan pada aturan hukum. Polri siap mendampingi masyarakat dalam menjaga kedamaian,” tegasnya.Kapolda menambahkan, dengan kolaborasi kuat antara Polri dan masyarakat, Maluku akan semakin dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kerukunan dan rasa persaudaraannya.Mengakhiri arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari jamaah Masjid Al-Kautsar. Ia mengajak umat untuk terus menebarkan kebaikan di tanah Maluku tercinta.“Mari kita rawat keamanan, persaudaraan, dan kedamaian. Karena dengan itu Maluku bisa semakin maju. "Maluku tarus biking bae, basudara tarus biking bae",” seru Kapolda yang disambut antusias jamaah. PNO-12
29 Sep 2025, 16:27 WIT
Jalin Silaturahmi ke Gereja Maranatha, Kapolda Maluku: Jaga Keamanan dan Perdamaian
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, terus memperkuat hubungan kebersamaan dan membangun komunikasi lintas agama melalui kegiatan Silaturahmi Kamtibmas. Pada Minggu pagi (28/9), Kapolda kembali berkunjung di Gereja Maranatha Kota Ambon, bertemu secara langsung dengan pimpinan gereja, majelis jemaat, serta umat Kristiani.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Lantas, dan Wadir Intelkam Polda Maluku, Wakapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta Kapolsek Sirimau beserta personel. Dari pihak gereja, hadir Ketua Klasis Kota Ambon Pdt. Riko Rikumahu, S.Th., Pdt. Wem Pariana, majelis jemaat, perangkat gereja, serta umat Gereja Maranatha Kota Ambon.Kapolda Irjen Dadang Hartanto menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh para jemaat. Kehadiran Kapolda di Gereja Maranatha merupakan bagian dari komitmen Polri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, sekaligus mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah Maluku.“Keamanan merupakan bagian terpenting dalam setiap aktivitas manusia. Tanpa keamanan, seluruh aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan keagamaan tidak dapat berjalan dengan baik,” kata Kapolda.Menurutnya, kondisi Maluku kini dalam keadaan kondusif. Ini terlihat dan dirasakan secara nyata melalui jalannya berbagai aktivitas masyarakat secara lancar. Anak-anak dapat berangkat sekolah, ibu-ibu beraktivitas di pasar, dan para pekerja melaksanakan tugasnya tanpa hambatan. Situasi keamanan seperti ini, tegas Kapolda, tidak hadir dengan sendirinya, tetapi hasil dari usaha dan kerja sama yang sungguh-sungguh seluruh elemen masyarakat bersama aparat keamanan.Kapolda memberikan analogi menarik dengan membandingkan keamanan dengan kesehatan. Ia menjelaskan, orang sehat sering kali tidak menyadari betapa berharganya kesehatan, hingga kesehatan tersebut hilang. Begitu pula dengan keamanan, masyarakat baru akan merasakan betapa mahalnya rasa aman ketika kondisi itu terganggu.“Keamanan adalah anugerah yang harus terus diusahakan melalui doa, upaya, dan pengorbanan. Polri, TNI, dan stakeholder lainnya tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Tugas kita semua adalah menjaga agar keamanan ini tetap terpelihara,” pintanya.Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan peran masyarakat untuk tidak menjadi pelaku ataupun korban gangguan kamtibmas, serta tidak memprovokasi situasi yang berpotensi menimbulkan konflik.Kesadaran masyarakat untuk menjauhi pola pikir main hakim sendiri, tambah Kapolda sangat penting untuk diperhatikan. Apabila terjadi permasalahan, masyarakat diimbau menyerahkan penyelesaiannya pada mekanisme hukum yang berlaku, bukan melalui aksi balasan yang justru dapat memperburuk keadaan.“Hidup tidak selalu dalam keadaan aman. Namun, ketika kita menghadapi masalah, mari bersikap sabar, jangan menjadi provokator, dan jangan mengajak kelompok melakukan tindakan balasan. Anak-anak kita tidak boleh lagi merasakan konflik seperti yang pernah terjadi di masa lalu. Cukup kita yang pernah mengalaminya,” tegas Kapolda.Ia menambahkan, keberagaman latar belakang agama, suku, dan budaya di Maluku adalah karunia yang harus dirawat. Menurutnya, manusia tidak bisa memilih lahir dari kelompok mana, tetapi selalu memiliki pilihan untuk melakukan kebaikan.Dalam penjelasannya, Kapolda juga menyampaikan sebuah perumpamaan. Ia menggambarkan bahwa keamanan dan ketertiban ibarat tanah yang subur.“Makin aman dan damai suatu wilayah, maka kehidupan akan tumbuh subur, menghasilkan buah yang manis, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Karena itu, mari kita rawat keamanan ini bersama-sama,” ungkapnya.Kapolda bertekad saat tiba di Maluku menjalankan tugas, ingin memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat serta berkontribusi membangun daerah ini agar semakin maju. Namun, tekad itu, tegas Kapolda, tidak bisa diwujudkan tanpa dukungan masyarakat.“Saya memiliki tekad kuat untuk memajukan Maluku. Tetapi saya sadar, Polri tidak bisa bekerja sendiri. Saya memerlukan dukungan, doa, dan partisipasi dari seluruh masyarakat, termasuk jemaat Gereja Maranatha yang saya cintai,” pungkasnya.Kehadiran Kapolda Maluku di Gereja Maranatha disambut baik oleh seluruh jemaat, menandai komitmen nyata Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat lintas iman di Maluku.Mengakhiri arahannya, Kapolda menyampaikan seruan khas yang penuh semangat:“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, merawat persaudaraan, dan menebarkan kebaikan. Maluku tarus biking bae, basudara tarus biking bae”.Seruan tersebut disambut dengan tepuk tangan para jemaat sebagai tanda tekad bersama dalam menjaga Maluku tetap aman, damai, dan rukun di tengah keberagaman. PNO-12
29 Sep 2025, 16:18 WIT
Kapolda Maluku Tinjau Pos Pam Terpadu Tugu Trikora: Tegaskan Sinergi TNI-Polri Dalam Melayani
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, menegaskan pentingnya soliditas aparat dalam menjaga keamanan masyarakat. Hal itu disampaikan Kapolda saat melaksanakan Peninjauan Pos Pengamanan (Pos Pam) Terpadu Tugu Trikora yang berada di pusat Kota Ambon, Minggu (28/9). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Direktur Lantas Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon & Pulau-Pulau Lease, Wakapolresta, serta personel gabungan TNI-Polri yang bertugas di Pos Pam Terpadu.Kapolda secara langsung memeriksa kesiapan personel, mulai dari kehadiran, kelengkapan individu, hingga inventaris yang dimiliki pos pengamanan. Pemeriksaan ini, kata Kapolda, merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan keamanan berjalan sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan.Tak hanya itu, Kapolda juga berdialog dengan para petugas mengenai situasi di lapangan serta tantangan yang dihadapi. Dengan pendekatan humanis, Ia memberikan ruang bagi anggota untuk menyampaikan kendala maupun masukan terkait pelaksanaan tugas.Dalam arahannya, Kapolda menekankan agar seluruh personel tetap menjaga semangat pengabdian meski menghadapi dinamika tugas yang kompleks di jantung Kota Ambon.“Pos Pam Terpadu ini adalah poros utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di pusat Kota Ambon. Saya minta rekan-rekan tetap tegak lurus, melayani masyarakat dengan tulus, menjaga kekompakan TNI-Polri, dan jangan lupa menjaga kesehatan pribadi,” pesannya.Kapolda juga memberikan arahan khusus kepada Kapolresta agar memastikan fasilitas dan kelengkapan personel terpenuhi sesuai dengan prosedur, sehingga anggota dapat menjalankan tugas secara maksimal.Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa keberadaan Pos Pam Terpadu bukan hanya sekadar sarana pengamanan, tetapi juga simbol kehadiran negara yang menjamin rasa aman bagi masyarakat. Soliditas TNI-Polri dalam menjaga keamanan, menurutnya, adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.“Sinergi TNI-Polri harus terus dijaga. Dari pos-pos pengamanan seperti ini, masyarakat melihat langsung bahwa aparat hadir untuk mereka, bekerja sama, dan siap menjaga Maluku tetap aman serta kondusif,” tegas Kapolda.Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Polda Maluku dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, serta memperkuat harmonisasi antara TNI, Polri, dan warga. PNO-12
29 Sep 2025, 16:04 WIT
TPNPB Klaim Tembak Dua Aparat Militer Indonesia di Intan Jaya
Papuanewsonline.com, Intan Jaya –
Ketegangan di wilayah Papua kembali memuncak setelah Tentara Pembebasan
Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya mengklaim berhasil menembak
dua aparat militer Indonesia dalam kontak senjata yang terjadi di wilayah Intan
Jaya, Papua. Dalam pernyataan yang dirilis oleh kelompok tersebut, disebutkan
satu aparat dilaporkan tewas, sementara seorang lainnya mengalami luka-luka. Pernyataan resmi disampaikan
langsung oleh Brigjen Undius Kogoya, Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Ia
menegaskan pihaknya akan terus melancarkan perlawanan terhadap operasi militer
yang disebutnya telah menyebabkan penderitaan bagi masyarakat sipil. “Kami meminta aparat militer
Indonesia segera menghentikan operasi militer di daerah Intan Jaya. Operasi ini
hanya membuat masyarakat mengungsi ke hutan untuk mencari perlindungan,” ujar
Undius Kogoya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/9/2025). TPNPB juga menegaskan bahwa
pihaknya akan melanjutkan perlawanan bersenjata di Kota Sugapa, pusat
pemerintahan Kabupaten Intan Jaya. Mereka menuntut aparat Indonesia untuk
meninggalkan pemukiman warga dan menarik pasukan ke kota-kota besar di luar
daerah konflik. “TPNPB siap perang di Kota Sugapa
bila operasi militer tidak dihentikan. Kami akan terus melawan,” tambah Undius
Kogoya. Wilayah Intan Jaya sejak lama
dikenal sebagai salah satu titik panas konflik bersenjata antara TPNPB dan
aparat keamanan Indonesia. Bentrokan kerap terjadi, menimbulkan korban jiwa
baik dari aparat, anggota TPNPB, maupun warga sipil. Kelompok bersenjata tersebut
berulang kali menuduh aparat Indonesia melakukan penembakan terhadap warga
sipil. TPNPB mendesak agar konflik Papua diselesaikan melalui mekanisme dialog
internasional, bukan dengan pendekatan militer. Sementara itu, hingga berita ini
diturunkan, aparat TNI maupun Polri belum memberikan keterangan resmi terkait
klaim yang disampaikan oleh TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Pertempuran yang terus berulang
di Intan Jaya telah menimbulkan dampak serius terhadap warga sipil. Banyak
keluarga harus mengungsi ke hutan atau daerah yang dianggap lebih aman untuk
menghindari baku tembak. Kondisi ini juga memperburuk akses masyarakat terhadap
pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan hidup sehari-hari. Situasi ini memperlihatkan bahwa
konflik berkepanjangan di Intan Jaya tidak hanya menjadi persoalan keamanan,
tetapi juga krisis kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius dari semua
pihak. Penulis: Hend Editor: GF
28 Sep 2025, 13:11 WIT
Kerusuhan di Agats, Pos Satgas Yonif 123/Rajawali Dibakar Massa
Papuanewsonline.com, Agats – Suasana mencekam melanda Distrik Agats,
Kabupaten Asmat, Papua Selatan, usai terjadinya kerusuhan yang berujung pada
pembakaran Pos Satgas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali di Jalan Pemda. Pos yang
menjadi salah satu titik pengamanan strategis itu luluh lantak dilalap api
setelah diserang massa, Sabtu (27/9/2025). Menurut laporan awal, kerusuhan
ini dipicu oleh kemarahan warga terkait insiden penembakan yang menewaskan
seorang warga sipil, Indra Guruwardana, di Kampung Ulakin, Distrik Kolf Braza.
Kabar tersebut menyulut emosi sejumlah warga yang kemudian melancarkan aksi
penyerangan terhadap pos aparat. Kerusuhan dilaporkan mulai
memanas sejak pagi hari ketika massa berkumpul di sekitar kawasan Jalan Pemda.
Sekitar pukul 11.00 WIT, situasi berubah ricuh setelah massa melempari pos
dengan batu dan benda tumpul. Tidak lama kemudian, api mulai menyala dan dengan
cepat melahap bangunan Pos Satgas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali. Seorang pejabat kepolisian yang
enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa saat ini aparat masih mendalami
penyebab pasti dari kerusuhan tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan
terkait insiden ini dan memastikan semua pihak menahan diri,” ujarnya singkat. Selain kerugian material akibat
hangusnya pos, korban jiwa kembali jatuh. Indra Guruwardana, warga sipil yang
sebelumnya tewas tertembak di Kampung Ulakin, disebut menjadi pemicu awal
eskalasi. Hingga kini, aparat gabungan TNI-Polri terus melakukan penyelidikan
untuk memastikan pelaku penembakan dan pihak-pihak yang memicu kerusuhan. Kerusuhan juga membuat warga
sekitar panik dan memilih mengungsi sementara demi menghindari kemungkinan
bentrokan susulan. Sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian sempat
lumpuh, dan aktivitas warga terganggu. Aparat keamanan yang terdiri dari
Polres Asmat, Brimob, dan Satgas TNI langsung dikerahkan untuk mengendalikan
keadaan. Penjagaan ketat dilakukan di beberapa titik rawan guna mencegah
meluasnya kerusuhan ke wilayah lain. Kapolres Asmat, AKBP Wahyu
Basuki, menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan tokoh masyarakat
dan tokoh agama setempat untuk menenangkan situasi. “Kami berupaya semaksimal
mungkin agar keamanan bisa segera dipulihkan. Kami juga meminta semua pihak
untuk tidak terprovokasi,” tegasnya. Pemerintah daerah bersama aparat
keamanan kini fokus pada dua hal: memastikan stabilitas keamanan serta
memberikan perlindungan bagi warga sipil. Tokoh masyarakat juga mulai
dilibatkan untuk membuka ruang dialog sebagai jalan keluar agar ketegangan
tidak terus berlanjut. Peristiwa di Agats ini menambah
daftar panjang konflik dan kerusuhan yang melibatkan kelompok bersenjata maupun
aksi massa di Papua. Masyarakat berharap agar tragedi ini bisa segera teratasi
dan tidak lagi memakan korban jiwa maupun menghancurkan fasilitas umum. Penulis: Hend Editor: GF
28 Sep 2025, 13:06 WIT
Dua Jenazah Pendulang Emas Korban KKB Berhasil Dievakuasi ke Dekai
Papuanewsonline.com, Yahukimo –
Awan duka kembali menyelimuti tanah Papua. Jumat (26/9/2025), dua jenazah
pendulang emas tradisional yang menjadi korban kebrutalan kelompok kriminal
bersenjata (KKB) akhirnya berhasil dievakuasi dari Kampung Bingki, Distrik
Serdala, Kabupaten Yahukimo. Proses evakuasi dipimpin aparat
gabungan Satgas Damai Cartenz bersama Satuan Brimob Polda Papua dan Polres
Yahukimo. Tim harus menempuh perjalanan panjang menyusuri jalur yang sulit dan
penuh risiko untuk tiba di lokasi pada pukul 06.00 WIT. Setibanya di sana,
mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum
mengevakuasi kedua korban. Dua jenazah yang ditemukan di
lokasi pembantaian diketahui bernama Desen Dominggus, warga asal Ambon, dan Marselinus
Manek, warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Keduanya bekerja sebagai pendulang
emas tradisional di area tersebut. Jenazah korban segera dibawa
menuju RSUD Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, untuk menjalani otopsi. Kabid
Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, membenarkan proses evakuasi
tersebut. “Sekitar pukul 08.30 WIT, tim gabungan berhasil sampai di lokasi,
melakukan olah TKP, serta mengevakuasi kedua korban ke RSUD Dekai,” ungkapnya. Peristiwa ini menambah daftar
panjang kekerasan yang dilakukan KKB terhadap masyarakat sipil di Papua. Korban
yang hanya bekerja untuk menghidupi keluarga harus meregang nyawa akibat aksi
tak berperikemanusiaan. Aparat menilai, serangan terhadap pendulang emas ini
bertujuan menciptakan teror dan rasa takut di tengah warga yang mencari nafkah
di kawasan pedalaman. Kabid Humas menegaskan bahwa
Polri bersama TNI tidak akan tinggal diam. “Aparat gabungan akan terus
melakukan pengejaran terhadap para pelaku, demi menjamin keamanan masyarakat di
Yahukimo dan wilayah Papua lainnya,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar
tetap waspada dan segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan di
wilayah rawan. Kematian tragis Desen Dominggus
dan Marselinus Manek meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga
mereka yang jauh di tanah kelahiran, tetapi juga bagi masyarakat Yahukimo yang
kini hidup dalam ketakutan akibat aksi-aksi teror bersenjata. Masyarakat berharap pemerintah
pusat maupun daerah segera mengambil langkah serius untuk menghadirkan rasa
aman, agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Penulis: Hend Editor: GF
28 Sep 2025, 13:01 WIT
Tragedi Asmat: Jenazah Korban Penembakan KKB Ditemukan Mengambang di Sungai
Papuanewsonline.com, Asmat –
Suasana duka kembali menyelimuti Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Jumat pagi
(26/9/2025), tim gabungan TNI-Polri akhirnya menemukan jenazah Indra Guru
Wardana, korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung
Ulakin, Distrik Kolof Braza. Penemuan jenazah ini mengakhiri pencarian dramatis
yang dilakukan sejak sehari sebelumnya. Kapolres Asmat, AKBP Wahyu
Basuki, S.I.K., memimpin langsung jalannya pencarian yang melibatkan lebih dari
20 personel gabungan Polres Asmat dan Koramil Agats. “Kami berangkat sekitar
pukul 09.15 WIT dari Kampung Binam, Distrik Suator. Setelah menyusuri sungai
dan area hutan sekitar, akhirnya pada pukul 10.36 WIT jenazah korban
ditemukan,” ujar Kapolres. Jenazah Indra ditemukan
mengambang di sungai, tak jauh dari lokasi kejadian penembakan. Kondisinya
membuat tim pencari terkejut: tubuh korban terikat erat dengan mesin ketinting
di bagian perut dan dada. Aparat menduga, pelaku sengaja mengikat korban dengan
beban berat agar jasadnya tenggelam dan sulit ditemukan. “Cara ini menunjukkan betapa
kejamnya aksi KKB. Mereka bukan hanya menembak korban, tetapi juga berusaha
menghilangkan jejak dengan mengikat tubuh korban ke mesin perahu,” jelas salah
satu anggota tim pencarian. Jenazah kemudian segera
dievakuasi menuju Puskesmas Suator untuk proses visum dan penanganan lebih
lanjut. Kapolres Asmat menegaskan,
pencarian dan evakuasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI-Polri untuk
mengusut tuntas kasus penembakan yang merenggut nyawa warga sipil. “Kami akan
terus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku. Kejadian ini tidak akan
dibiarkan begitu saja,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa
kehadiran aparat di lapangan bukan hanya untuk mengamankan wilayah, tetapi juga
memastikan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini menjadi target teror KKB. Kasus penembakan ini menambah
panjang daftar korban jiwa akibat ulah KKB di Papua. Indra Guru Wardana, yang
dikenal warga sebagai sosok pekerja keras, kini pulang tinggal nama.
Kepergiannya menorehkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Asmat. Masyarakat berharap aparat dapat
segera menangkap para pelaku, sehingga tidak ada lagi korban-korban baru yang
jatuh akibat aksi kekerasan bersenjata. Penulis: Hend Editor: GF
28 Sep 2025, 12:54 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru