210,47 Juta Pelanggan Commuter Line Jabodetabek Perkuat Mobilitas Rendah Karbon
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 210.468.029 pelanggan menggunakan Commuter Line Jabodetabek sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Papuanewsonline.com - 06 Agu 2026, 21:47 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 210.468.029 pelanggan menggunakan Commuter Line Jabodetabek sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 6,39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 197.833.176 pelanggan.
Peningkatan penggunaan transportasi massal tersebut menunjukkan semakin besarnya peran Commuter Line dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan metropolitan Jabodetabek.
Dalam empat tahun terakhir, jumlah pelanggan Commuter Line Jabodetabek terus mengalami pertumbuhan. Pada Januari–Juli 2023 tercatat 161.004.449 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 186.056.667 pelanggan pada 2024 dan 197.833.176 pelanggan pada 2025.
Jika dibandingkan dengan periode Januari–Juli 2023, jumlah pelanggan pada 2026 bertambah 49.463.580 atau meningkat 30,72 persen.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan memperlihatkan pentingnya transportasi massal dalam menunjang aktivitas masyarakat, termasuk bekerja, belajar, menjalankan usaha hingga mengakses berbagai layanan publik.
“Sebanyak 210,47 juta pelanggan telah menggunakan Commuter Line Jabodetabek selama tujuh bulan pertama 2026. Di balik angka tersebut terdapat perjalanan masyarakat untuk bekerja, belajar, menjalankan usaha, memenuhi kebutuhan keluarga, dan mengakses layanan publik. Keandalan transportasi massal memiliki peran langsung dalam menjaga produktivitas Jabodetabek,” ujar Anne.
Menurutnya, transportasi berbasis rel memiliki kemampuan melayani banyak pelanggan dalam satu perjalanan sehingga penggunaan ruang, energi, dan infrastruktur perkotaan dapat menjadi lebih efisien dibandingkan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.
Commuter Line juga membantu menghubungkan kawasan penyangga dengan pusat kegiatan di Jakarta dan sekitarnya. Konektivitas tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pekerjaan, pendidikan, perdagangan, kesehatan, hingga pelayanan publik.
Selain mendukung mobilitas, penggunaan Commuter Line juga memberikan manfaat terhadap lingkungan melalui pengurangan emisi karbon. Berdasarkan ilustrasi dalam Laporan Keberlanjutan KAI 2025, perjalanan Bekasi–Jakarta sejauh 30 kilometer menggunakan kereta api menghasilkan sekitar 2,4 kilogram CO₂ per hari.
Sementara itu, perjalanan dengan mobil pribadi pada jarak yang sama menghasilkan sekitar 12 kilogram CO₂ per hari. Dengan demikian, penggunaan kereta api dalam ilustrasi tersebut mampu menekan jejak karbon harian sekitar 80 persen.
Laporan yang sama mencatat kereta api penumpang menghasilkan sekitar 41 gram CO₂ per pelanggan per kilometer, sedangkan kendaraan pribadi menghasilkan sekitar 192 gram CO₂ per pelanggan per kilometer.
“Pilihan moda perjalanan yang dilakukan setiap hari akan membentuk dampak lingkungan dalam jangka panjang. Ketika jutaan masyarakat menggunakan Commuter Line, manfaatnya dapat dirasakan melalui penurunan emisi perjalanan, penghematan penggunaan energi, dan berkurangnya tekanan kendaraan di jalan raya,” kata Anne.
KAI terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan melalui peningkatan keandalan sarana, fasilitas stasiun, sistem kelistrikan dan persinyalan, serta integrasi dengan moda transportasi publik lainnya.
Pada 2026, jaringan Commuter Line Jabodetabek telah melayani 85 stasiun, meningkat dari 71 stasiun pada 2015. Perluasan jaringan tersebut memperkuat akses masyarakat dari wilayah penyangga menuju berbagai pusat kegiatan.
Pertumbuhan juga terjadi pada Commuter Line Cikarang yang melayani kawasan Bekasi dan lintas timur Jabodetabek. Jumlah pelanggan meningkat dari 55,66 juta perjalanan pada 2022 menjadi 84,53 juta perjalanan pada 2025 atau bertambah sekitar 28,87 juta perjalanan.
Pada 2025, Commuter Line Cikarang menyumbang 24,53 persen dari keseluruhan volume pelanggan KRL Jabodetabek dan menjadi lintas dengan volume terbesar kedua setelah Commuter Line Bogor.
Anne menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik di kawasan timur Jabodetabek. Karena itu, pengembangan kapasitas dan keandalan layanan di lintas tersebut perlu terus dilakukan.
“Pertumbuhan Commuter Line Cikarang menunjukkan bahwa transportasi publik telah menjadi kebutuhan utama masyarakat di kawasan timur Jabodetabek. Penguatan layanan pada lintas ini akan membantu menjaga produktivitas, memperluas akses ekonomi, mengurangi beban jalan raya, serta memberikan manfaat lingkungan bagi kawasan yang terus berkembang,” ujar Anne.
KAI menyatakan akan terus mengembangkan kapasitas layanan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, ketepatan waktu, kenyamanan, dan pengelolaan kepadatan.
“Penguatan Commuter Line Jabodetabek merupakan investasi bagi produktivitas masyarakat, efisiensi perkotaan, dan kualitas lingkungan. KAI akan terus mendukung kebijakan Pemerintah dalam memperluas penggunaan transportasi massal serta mempercepat pembangunan rendah karbon menuju Net Zero Emission Indonesia pada 2060,” tutup Anne.
Sumber: PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Editor: OF