Uni Papua Gaungkan Perdamaiaan Melalui "Football For Peace" Di Perbatasan Thailand-Myanmar
Perkumpulan Sepakbola Uni Papua kembali melakukan aksi mulia dengan menyuarakan perdamaian melalui kampanye "Football For Peace"
Papuanewsonline.com - 14 Feb 2026, 21:36 WIT
Papuanewsonline.com/ Olahraga
Papuanewsonline.com, Jakarta – Perkumpulan Sepakbola Uni Papua kembali melakukan aksi mulia dengan menyuarakan perdamaian melalui kampanye "Football For Peace" terbarunya di perbatasan Thailand dan Myanmar. Kegiatan yang berlangsung pada 13-15 Februari 2026 di Mae Sariang mengambil tema "One Game, One Community, One Shared Future", menjadi bagian dari tur persahabatan Mae Sariang Friendship Tour.
CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja, menyatakan bahwa komitmen
klub dalam gerakan sepakbola untuk perdamaian telah mendapatkan perhatian
internasional. "Upaya kami membentuk karakter generasi muda melalui
sepakbola sekaligus mengedukasi tentang pentingnya kedamaian telah mendapatkan
apresiasi dari berbagai organisasi global," ucapnya (14/2/26).
Klub yang berdiri sejak 2013 ini awalnya didirikan untuk
membentuk karakter anak-anak melalui olahraga, kemudian mengembangkan gerakan
sosial hingga ke kancah internasional.
Lebih dari 300 peserta yang terdiri dari siswa sekolah,
guru, pelatih olahraga, dan pendidik lokal mengikuti kegiatan bersama dengan
tujuh organisasi mitra seperti Kepolisian Perbatasan Thailand, Midian
Leadership, serta komunitas lokal Thailand.
"Kami mengirimkan tiga pelatih terbaik dengan lisensi
AFC dan PSSI untuk memberikan materi pelatihan terkait penyelesaian konflik,
pembangunan komunitas, toleransi, serta pembentukan karakter melalui permainan
sepakbola," tambah Harry.
Pembina Uni Papua FC, Dr. Abdul Rahman M. Fachri,
menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk persaudaraan dan kepedulian
terhadap kondisi di kawasan perbatasan yang sering menjadi lokasi konflik.
Ia juga menegaskan pentingnya menghargai batas wilayah
bersama yang telah ada sejak lama serta menghindari penetapan batasan yang
dapat memicu pertikaian baru.
"Sepakbola dapat menjadi jembatan untuk menyatukan
masyarakat, bukan menjadi alat yang memecah belah. Semoga gerakan perdamaian
ini dapat menginspirasi semua pihak," pungkasnya.
Penulis: Jid
Editor: GF