logo-website
Sabtu, 22 Agu 2026,  WIT

TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Eksekusi Agen Intel Di Dekai

TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah mengeksekusi satu orang agen intelijen militer Indonesia di Kali Bonto.

Papuanewsonline.com - 21 Agu 2026, 18:28 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Korban Eksekusi Di Dekai.
Papuanewsonline.com, Yahukimo — TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah mengeksekusi satu orang agen intelijen militer Indonesia di Kali Bonto, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Jumat (20/8/2026) sekitar pukul 06.23 - 07.00 WIT.

Klaim itu disampaikan dalam "Siaran Pers Ke IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB" yang diterima papuanewsonline.com, Jumat (21/8/2026) dan ditandatangani Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom.


"Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Yalegeng Yalak bahwa kami bertanggung jawab atas eksekusi mati terhadap seorang agen intelijen militer pemerintah Indonesia (BIN) di Kali Bonto," tulis siaran pers tersebut.


TPNPB menyebut korban selama ini membocorkan informasi keberadaan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Menurut mereka, tindakan itu "sudah sesuai dengan aturan dan hukum dalam medan perang" dan dilakukan oleh pasukan dari Batalyon Yallenang yang dipimpin Kombi Yemberenge.

TPNPB: Warga Jaga Jarak Dengan Aparat

Dalam rilis yang sama, TPNPB mengimbau warga imigran Indonesia dan orang Papua untuk segera jaga jarak dengan aparat militer Indonesia.


"Kami juga mengimbau kepada seluruh warga imigran Indonesia dan orang Papua pada khususnya untuk segera jaga jarak dengan aparat militer Indonesia jika tidak menjadi sasaran berikutnya," tulis rilis tersebut.


TPNPB juga meminta ASN, DPR, MRP, tukang ojek, pedagang agar menghentikan aktivitasnya. 


"Kami menegaskan kepada warga imigran Indonesia atau orang Papua yang selama ini mendukung pemerintah Indonesia... agar hentikan aktivitasnya jika tidak ingin menjadi korban dalam operasi rahasia susulan," lanjut rilis itu.


TPNPB juga meminta seluruh agen intelijen militer Indonesia agar segera keluar dari Tanah Papua dan kembali ke daerah asal seperti Jakarta, Sulawesi, Manado, Kalimantan.


"Hal ini perlu kami tegaskan agar tidak adanya jatuhnya korban jiwa yang berlebihan dari warga sipil," tutup rilis tersebut.


Yahukimo merupakan salah satu daerah di Pegunungan Tengah Papua yang rawan konflik bersenjata.


Hingga berita ini diturunkan, TNI, Polri dan BIN di Yahukimo belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim tersebut.



Penulis: Hendrik
Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE