TPNPB Klaim Rampas Senjata Api Dan Munisi Dari Pos Militer di Nabire, Dua Aparat Disebut Tewas
Kelompok bersenjata pimpinan Mayor Aibon Kogoya mengaku menyita dua SS1, satu pistol G2 Combat beserta ratusan munisi dalam penyerangan di Distrik Makimi serta mengeluarkan ultimatum kepada aktivitas tambang emas ilegal di sejumlah wilayah Papua
Papuanewsonline.com - 23 Feb 2026, 03:50 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Nabire - Organisasi Papua Merdeka melalui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah merampas sejumlah senjata api dan munisi dari pos militer Indonesia di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, pada Sabtu (21/2/2026).
Dalam keterangannya, TPNPB menyebutkan bahwa senjata yang
dirampas terdiri dari dua unit senjata api merek SS1, empat magazin berisi 120
butir munisi, serta satu unit pistol G2 Combat lengkap dengan munisinya. Klaim
tersebut disampaikan sebagai bagian dari laporan operasi yang mereka sebut
berhasil.
Selain perampasan senjata, TPNPB juga mengaku telah
menewaskan dua aparat militer Indonesia dalam insiden tersebut. Mereka turut
menyebut satu unit pos militer dibakar dan satu unit mobil Hilux milik PT
Kristalin Eka Lestari yang disebut sedang melakukan aktivitas pertambangan
ilegal di Kabupaten Nabire turut ditembak.
Mayor Aibon Kogoya, yang disebut sebagai komandan operasi TPNPB dalam aksi itu, menyampaikan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap pemerintah Indonesia. Ia menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari perjuangan politik kelompoknya.

TPNPB juga mengeluarkan imbauan kepada warga imigran
Indonesia yang berada di sejumlah wilayah pertambangan emas ilegal. Wilayah
yang disebut antara lain Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Baiya Biru, Intan
Jaya, hingga Manokwari.
"Seluruh penambangan emas ilegal di wilayah operasi
TPNPB segera kosongkan. Kami tidak bertanggung jawab atas korban jiwa yang
terjadi," kata Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM.
Dalam pernyataan lanjutan, TPNPB bahkan menyampaikan ancaman
tegas kepada warga yang tidak mengindahkan imbauan tersebut. Kelompok itu
menyatakan akan melakukan tindakan keras terhadap pihak yang tetap bertahan di
wilayah yang mereka klaim sebagai area operasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi
dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait klaim perampasan senjata dan
korban jiwa yang disampaikan TPNPB. Media ini masih berupaya melakukan
konfirmasi kepada pihak berwenang untuk memperoleh informasi lebih lanjut
mengenai insiden tersebut.
Penulis: Hend
Editor: GF