Respon Cepat Tim Gabungan Karhutla Padamkan Titik Api di Bandara Frans Kaisiepo Biak
Aksi sigap ditunjukkan tim gabungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan ujung runway Bandara Frans Kaisiepo Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Papuanewsonline.com - 26 Agu 2026, 14:54 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Biak Numfor - Aksi sigap ditunjukkan tim gabungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan ujung runway Bandara Frans Kaisiepo Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 11.35 WIT. Mendapat laporan adanya titik api yang berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan, personel Polsek Biak Kota bersama Pospol Bandara dan Tim Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Bandara Frans Kaisiepo langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Tim gabungan bahu-membahu melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan selang air bertekanan dari mobil pemadam bandara.
Lahan yang terbakar diketahui berupa semak dan ilalang kering yang berada di area buffer ujung landasan pacu. Kondisi cuaca panas dan angin kencang sempat membuat api cepat menjalar, namun berkat respon cepat tim, api berhasil dilokalisir sehingga tidak meluas hingga ke area runway.
Kapolsek Biak Kota yang dikonfirmasi di lapangan menyampaikan bahwa pemadaman ini merupakan bentuk sinergitas TNI-Polri dan pihak bandara dalam menjaga keselamatan penerbangan dan lingkungan.
"Titik api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kami lakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Kami juga menghimbau masyarakat sekitar bandara untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terutama di musim kemarau," ujarnya
Hingga pukul 12.30 WIT, situasi di ujung runway Bandara Frans Kaisiepo dilaporkan telah aman dan kondusif. Aktivitas penerbangan di bandara terpantau tetap berjalan normal dan tidak terganggu akibat kejadian tersebut.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab awal kebakaran, apakah akibat faktor alam atau ulah manusia.
Editor: OF