Prabowo Soroti Eskalasi Senjata Nuklir dan Strategi Pembagian Kekuasaan Global
Presiden Prabowo Subianto mengemukakan keprihatinan mendalam terhadap perkembangan persenjataan nuklir dan eskalasi konflik yang terjadi belakangan ini.
Papuanewsonline.com - 02 Agu 2026, 14:15 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengemukakan keprihatinan mendalam terhadap perkembangan persenjataan nuklir dan eskalasi konflik yang terjadi belakangan ini. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri serta asosiasi pengusaha se-Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026).
“Saya setiap sore dan malam selalu memantau berita yang terus menunjukkan peningkatan ketegangan. Dikabarkan Iran telah memiliki senjata nuklir, dan kini Arab Saudi juga menginginkannya. Hal ini berpotensi diikuti oleh negara-negara lain di kawasan seperti Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Mesir,” ungkapnya.
Menurut Prabowo, gejolak yang melanda Timur Tengah bukan sekadar kebetulan, melainkan erat kaitannya dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa prinsip Divide et Impera atau memecah belah untuk menguasai bukan sekadar teori sejarah, melainkan kenyataan yang masih terjadi hingga saat ini.
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk dunia usaha, untuk menyadari dinamika tersebut sebagai bagian dari kewaspadaan nasional.
Pemahaman akan situasi global diperlukan agar Indonesia dapat mengambil langkah yang tepat demi menjaga kedaulatan dan kepentingan rakyat di tengah persaingan dunia yang semakin tajam.
Penulis: Jid
Editor: OF