logo-website
Rabu, 18 Feb 2026,  WIT

Pernyataan Resmi TPNPB Terkait Penembakan Dua Pilot di Bandara Korowai Batu

Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom membantah klaim misi kemanusiaan dan menyebut dua pilot sebagai bagian dari aparat keamanan Indonesia dalam video yang beredar luas

Papuanewsonline.com - 17 Feb 2026, 21:32 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom.

Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Sebuah video pernyataan yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) beredar luas di media sosial, berisi tanggapan atas insiden penembakan dua pilot di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.

Dalam video berdurasi lebih dari 16 menit itu, Sebby Sambom menanggapi berbagai komentar publik, termasuk dari Komnas HAM dan sejumlah pegiat hak asasi manusia, yang menyebut kedua pilot menjalankan misi kemanusiaan. Ia membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa kedua korban bukan pekerja kemanusiaan.


“Saya Sri Sabo menyampaikan kepada masyarakat Indonesia juga orang asli Papua dan masyarakat internasional bahwa dua pilot itu bukan bekerja kemanusiaan melainkan mereka adalah bagian dari Indonesian Security Force,” ujarnya dalam pernyataan tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah berulang kali mengeluarkan peringatan terkait penggunaan pesawat sipil di wilayah konflik. Menurutnya, pesawat sipil tidak boleh digunakan untuk melayani kepentingan militer dan kepolisian Indonesia.

Dalam pernyataan tersebut, ia menyebut pihaknya memiliki data dan laporan terkait dugaan penggunaan pesawat sipil untuk mengangkut personel keamanan. Ia menganggap praktik tersebut melanggar hukum internasional, terutama di wilayah yang diklaim sebagai zona konflik.

Sebby Sambom juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan sebelumnya. Ia menyatakan bahwa jika peringatan tersebut tidak diindahkan, maka pihaknya tidak bertanggung jawab atas konsekuensi yang terjadi.

Selain membahas insiden penembakan di Bandara Korowai Batu, ia turut menyinggung sejarah konflik panjang di Papua sejak dekade 1960-an. Dalam pernyataannya, ia mengulas berbagai peristiwa kekerasan yang menurutnya belum mendapat perhatian serius.

Pada bagian lain, ia juga menyampaikan kritik terhadap keberadaan aparat keamanan Indonesia di Papua serta menyatakan bahwa pihaknya siap mempertahankan wilayah yang mereka klaim.

Pernyataan tersebut memuat seruan kepada masyarakat Papua dan komunitas internasional untuk memperhatikan situasi di wilayah konflik. Ia menegaskan bahwa perjuangan yang mereka jalankan akan terus berlangsung.

Video tersebut kini menjadi perhatian publik dan memicu beragam respons. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi terbaru dari aparat keamanan terkait isi pernyataan dalam video tersebut.

Situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua Selatan masih menjadi sorotan berbagai pihak, terutama pasca-insiden penembakan di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE