Evakuasi Darurat Boven Digoel: Pemerintah Jemput Nakes, Guru, dan Pengungsi dari Koroway Batu
Operasi penyelamatan dilakukan secara bertahap melalui tiga penerbangan menuju Bandara Tanah Merah setelah insiden penembakan pesawat di Koroway Batu, dengan pengamanan ketat TNI-Polri dan pendampingan penuh dari pemerintah daerah.
Papuanewsonline.com - 17 Feb 2026, 02:13 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Pemerintah Kabupaten Boven Digoel bergerak cepat melakukan evakuasi darurat terhadap tenaga kesehatan (nakes), guru, dan warga dari Koroway Batu, Distrik Yanirumah. Operasi penjemputan dilakukan di Bandara Tanah Merah pada Jumat (13/2/2026) dengan pengawalan ketat aparat TNI dan Polri.
Langkah ini diambil menyusul insiden penembakan pesawat
PK-SNT milik PT Smart Air Aviation di Bandara Koroway yang menewaskan pilot dan
kopilot. Situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil mendorong pemerintah
daerah untuk memprioritaskan keselamatan tenaga pelayanan publik serta warga
sipil, khususnya anak-anak.
Sebanyak 33 orang berhasil dievakuasi melalui tiga penerbangan bertahap. Mereka terdiri atas tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta warga yang sebelumnya bertahan di wilayah tersebut. Seluruhnya langsung diarahkan ke lokasi aman setibanya di Tanah Merah.

Bupati Boven Digoel, Roni Omba, SIP, hadir langsung memimpin
proses penjemputan. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di lokasi
menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus dukungan moril bagi masyarakat yang
terdampak.
“Kami hadir untuk memastikan semua yang terdampak insiden di
Koroway Batu dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan yang layak. Kami
juga memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak dan tenaga pelayanan publik
agar mereka merasa aman dan mendapatkan kebutuhan dasar,” ujarnya dalam
pernyataan resmi.
Pemerintah daerah juga memastikan koordinasi intensif dengan
aparat keamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Selain itu, kebutuhan
pokok bagi para pengungsi turut menjadi perhatian utama, mengingat distribusi
logistik ke Koroway Batu sempat terganggu akibat penghentian sementara
penerbangan.
Proses evakuasi berlangsung dengan protokol keamanan ketat.
Aparat TNI dan Polri ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan kelancaran
serta mencegah potensi gangguan selama pemindahan warga dari pesawat menuju
area aman.
Setibanya di Tanah Merah, para pengungsi mendapatkan
pendampingan lanjutan berupa tempat tinggal sementara, bantuan makanan, serta
layanan kesehatan. Pemerintah daerah menyiapkan fasilitas khusus guna
memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa pemulihan.
Sejumlah warga yang ikut dievakuasi mengaku lega atas
respons cepat pemerintah dan aparat keamanan. “Kami merasa aman karena
pemerintah dan aparat langsung menjemput kami. Ini sangat membantu, terutama
bagi anak-anak yang takut setelah insiden di Koroway,” kata salah seorang warga
yang enggan disebutkan namanya.
Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Koroway Batu serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna menjaga stabilitas keamanan. Upaya ini diharapkan mampu meredam kecemasan warga dan mempercepat pemulihan kondisi pasca-insiden.
Penulis: Hend
Editor: GF