logo-website
Rabu, 15 Jul 2026,  WIT

Percepat Eliminasi Malaria 2030, Mimika Bentuk Program Kampung Tangguh Malaria

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung serta UNICEF resmi membentuk program Kampung Tangguh Malaria.

Papuanewsonline.com - 15 Jul 2026, 09:23 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung serta UNICEF membentuk program Kampung Tangguh Malaria.

Papuanewsonline.com, Mimika – Sebagai langkah nyata menuju bebas malaria pada tahun 2030, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung serta UNICEF resmi membentuk program Kampung Tangguh Malaria. Langkah strategis ini diambil guna menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Nomor 50 Tahun 2026, melalui gerakan penanganan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat secara lintas sektor, yang digelar Selasa (14/7/2026).

Data hingga awal Juli 2026 mencatat sebanyak 83.443 kasus malaria dari lebih dari 659 ribu pemeriksaan yang telah dilakukan. Distrik Mimika Baru menyumbang kasus tertinggi, diikuti Wania, Kuala Kencana, dan wilayah lain. 

“Fokus utama pengendalian saat ini diarahkan ke kawasan perkotaan Timika karena menjadi penyumbang kasus terbesar,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Linus Dumatubun. 

Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menurunkan kecerdasan anak dan merusak kesehatan tubuh.

Program ini didukung penuh melalui alokasi anggaran dari Dana Kampung tahun 2026, sebesar Rp10 hingga Rp20 juta per kampung khusus untuk kegiatan Aksi Tuntas Malaria. 

Langkah awal meliputi pembentukan tim resmi melalui Surat Keputusan Kepala Kampung, pendataan warga secara menyeluruh, sosialisasi, hingga pembersihan lingkungan tempat berkembang biaknya nyamuk. 

Diharapkan kemampuan pemeriksaan kader kesehatan meningkat dari rata-rata 80 menjadi 150 pemeriksaan setiap bulannya.

Tahap selanjutnya pada tahun 2027 rencananya akan diperluas jangkauan dan kegiatannya. 

Dukungan akan mencakup peningkatan pemeriksaan kesehatan, pemantauan kepatuhan pengobatan, penggunaan obat pembasmi jentik, pemantauan kelambu, penyediaan sarana edukasi, hingga penyebaran pelindung nyamuk di tempat umum seperti rumah ibadah dan pos keamanan. 

Sinergi erat antara pemerintah daerah, kader, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan gerakan ini.


Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE