logo-website
Sabtu, 28 Feb 2026,  WIT

Menhub Dudy Tegaskan Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas Strategis Nasional Jelang Lebaran 2026

Dalam forum CEO Safety Meeting 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa keselamatan penerbangan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi

Papuanewsonline.com - 27 Feb 2026, 14:33 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat menyampaikan arahan dalam CEO Safety Meeting 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas strategis pemerintah dan menjadi mandat negara yang tidak dapat ditawar. Penegasan itu disampaikan dalam CEO Safety Meeting 2026 yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (25/2/2026).


Menurut Menhub, dalam kerangka Asta Cita Kabinet Merah Putih, Indonesia menargetkan diri menjadi negara maju, berdaulat, dan berdaya saing dengan konektivitas nasional yang kuat serta sistem logistik yang efisien. Sektor transportasi, khususnya penerbangan, memegang peranan sentral dalam mewujudkan agenda besar tersebut.

Ia menekankan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama bagi terwujudnya konektivitas, pertumbuhan ekonomi, serta kepercayaan publik. Tanpa keselamatan, distribusi logistik, sektor pariwisata, arus investasi, hingga reputasi Indonesia di mata dunia dapat terdampak secara signifikan.


"Karena itu, keselamatan penerbangan adalah bagian dari strategi besar pembangunan bangsa. Keselamatan harus menjadi prioritas utama industri penerbangan nasional," kata Menhub.

Lebih lanjut, Menhub menilai sistem keselamatan juga mencerminkan reputasi negara dalam tata kelola transportasi. Industri penerbangan, sebagai simbol teknologi dan profesionalisme, tidak boleh memandang keselamatan hanya sebagai persoalan teknis, melainkan sebagai isu strategis yang menyangkut kredibilitas bangsa.

"Keselamatan bukan sekedar pemenuhan regulasi, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab hukum. Setiap kebijakan perusahaan harus berpijak pada prinsip bahwa keselamatan adalah prioritas utama,” ujar Menhub Dudy.

Penegasan ini menjadi bagian dari penguatan sistem keselamatan nasional sekaligus langkah antisipatif menghadapi Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang dan frekuensi penerbangan. Menhub mengingatkan bahwa periode puncak mudik dan arus balik akan meningkatkan tekanan operasional maskapai.

Ia meminta seluruh maskapai memastikan pemeriksaan kelaikudaraan, kesiapan awak pesawat, kelengkapan dokumen teknis, prosedur operasional, hingga aspek human factor berjalan sesuai standar yang berlaku. Tidak boleh ada penurunan standar hanya demi mengejar peningkatan layanan atau jadwal tambahan penerbangan.

"Saat Lebaran nanti, tekanan operasional akan meningkat. Di titik inilah disiplin keselamatan diuji, tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan dalam menghadapi peak season. Ramp check harus dilaksanakan secara konsisten, menyeluruh, dan tanpa toleransi terhadap penyimpangan. Saya meminta para CEO untuk tidak melihat ramp check sebagai beban, melainkan sebagai mekanisme perlindungan bersama," tegas Menhub Dudy.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menambahkan bahwa tanggung jawab keselamatan berada langsung di tangan pimpinan tertinggi maskapai. Ia menyoroti pentingnya budaya pelaporan terbuka dan pengelolaan risiko berbasis data untuk mencegah potensi insiden selama periode angkutan Lebaran.


“Keselamatan bukan hanya tugas regulator atau safety manager. Keselamatan adalah tanggung jawab langsung pimpinan tertinggi perusahaan. Setiap keputusan bisnis dan operasional harus dilandasi pertimbangan keselamatan,” kata Lukman.

Dalam forum tersebut, regulator turut memaparkan capaian kinerja keselamatan nasional serta rencana penguatan pengawasan menjelang puncak Lebaran. Evaluasi berbasis indikator Effective Implementation (EI) ICAO dan target Rencana Keselamatan Penerbangan Nasional 2024–2026 menjadi pijakan dalam meningkatkan standar operasional penerbangan nasional.

Penguatan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri ini diharapkan mampu menjamin bahwa peningkatan mobilitas udara, termasuk selama periode Lebaran, tetap berlangsung aman, tertib, dan andal. Pemerintah menegaskan keselamatan penumpang akan selalu menjadi prioritas tertinggi dalam setiap fase operasional penerbangan nasional. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE