Lautan Api di Puncak: 7 Kantor Pemerintahan Ludes Dibakar Massa, Dipicu Dana Desa
Situasi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah mencekam. Tujuh gedung pemerintahan dalam satu kompleks perkantoran ludes dibakar massa, Selasa (11/8/2026) malam, dipicu kekecewaan pembagian dana desa.
Papuanewsonline.com - 12 Agu 2026, 08:15 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Puncak - Situasi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah mencekam. Tujuh gedung pemerintahan dalam satu kompleks perkantoran ludes dibakar massa, Selasa (11/8/2026) malam, dipicu kekecewaan pembagian dana desa.
Aksi anarkis itu terjadi setelah dialog yang dilakukan Bupati Puncak Elvis Tabuni gagal meredam amarah massa.
Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes membenarkan kejadian tersebut.

Kronologi Yang Diterima Media Ini menyebutkan Kericuhan bermula saat Bupati Elvis Tabuni mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) untuk menemui massa aksi dan melakukan dialog. Namun upaya komunikasi itu buntu.
Massa yang terlanjur tersulut emosi tidak puas dengan hasil pertemuan.
"Sekitar pukul 18.45 WIT, massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK," ungkap Kapolres.
Pembakaran Kantor PMK itu menjadi pemicu. Dalam waktu singkat, api merembet dan massa merangsek ke kantor-kantor lain di kompleks yang sama.

Tujuh bangunan vital ludes terbakar
1. Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK)
2. Kantor Bupati Puncak
3. Kantor DPRK Kabupaten Puncak
4. Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)
5. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)
6. Kantor Dinas Sosial
7. Kantor Keuangan / Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD).
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan Polres Puncak dan Satgas Ops Damai Cartenz dibackup TNI masih melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar kompleks perkantoran untuk mengantisipasi aksi susulan. Status keamanan siaga.

Polisi belum merilis total kerugian materiil, korban jiwa, maupun penangkapan. Motif dan aktor intelektual masih dalam penyelidikan intensif.
Penulis: Hendrik
Editor: OF