Koops Habema Evakuasi Jenazah Terakhir Korban Penembakan di Yahukimo, Medan Longsor Jadi Tantangan
Jenazah ditemukan di dasar jurang sedalam 50 meter dan dievakuasi menggunakan teknik vertical rescue sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Papuanewsonline.com - 01 Agu 2026, 00:34 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Yahukimo
– Personel Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah terakhir dari tiga warga sipil yang menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Korban diketahui bernama Teina Alya, warga Kampung Unaukam, yang ditemukan di dasar longsoran Kali Kolof, Distrik Seradala, Jumat (31/7/2026).
Proses evakuasi dilakukan setelah keluarga korban melalui Kepala Suku Unaukam sekaligus Kepala Distrik Bomale, Bison Male, mengajukan permohonan kepada Kodim Yahukimo pada 27 Juli 2026 agar jenazah dapat dievakuasi dan dimakamkan sesuai adat.
Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan pesawat nirawak (drone), jenazah berada di dasar jurang sedalam sekitar 50 meter dan berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi penembakan, tepatnya di kawasan tebing curam Kali Kolof.
Karena kondisi medan yang ekstrem, tim Koops Habema melakukan proses evakuasi menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling. Sebelum proses berlangsung, personel terlebih dahulu mengamankan sejumlah titik di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Setelah dinyatakan aman, tiga personel diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dievakuasi secara bertahap ke atas tebing.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku guna dimakamkan sesuai tradisi setempat.
Kepala Penerangan Koops Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan operasi tersebut merupakan bentuk komitmen kemanusiaan TNI dalam membantu masyarakat di Papua.
"Evakuasi ini sebagai bentuk penghormatan kepada korban dan kepedulian terhadap keluarga yang ingin segera memakamkan almarhumah secara layak. Meski medan sangat sulit dan berisiko tinggi, personel tetap mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, dan nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran TNI di Papua tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan serta bantuan kemanusiaan kepada masyarakat. Wirya juga mengajak seluruh pihak menghentikan aksi kekerasan dan mengedepankan penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Penulis: Jid
Editor: OF