KNPB Tegaskan Aksi 3 Agustus Sepenuhnya Damai, Tolak Narasi Menyesatkan
Komite Nasional Papua Barat menegaskan kembali bahwa Aksi Nasional yang diagendakan pada 3 Agustus 2026 akan berlangsung secara damai, bermartabat, dan tertib di seluruh wilayah adat Papua.
Papuanewsonline.com - 02 Agu 2026, 23:40 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Nabire – Komite Nasional Papua Barat menegaskan kembali bahwa Aksi Nasional yang diagendakan pada 3 Agustus 2026 akan berlangsung secara damai, bermartabat, dan tertib di seluruh wilayah adat Papua, serta di depan Konsulat Republik Indonesia dan Timor Leste. Pernyataan ini disampaikan merespons berbagai informasi yang beredar di ruang publik yang dinilai berpotensi menyesatkan berbagai kalangan, baik masyarakat Papua, warga non-Papua, maupun komunitas solidaritas internasional.
KNPB wilayah Nabire dan Mapia menegaskan gerakan ini senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia, serta berpegang teguh pada prinsip perlawanan tanpa kekerasan.
“Aksi ini sepenuhnya dimediasi oleh KNPB sebagai suara rakyat. Kami meminta masyarakat tidak terpengaruh narasi yang sengaja dibangun untuk mengkriminalisasi langkah damai ini,” tegas pernyataan tersebut.
Pihaknya menilai informasi yang menyebut aksi akan berujung anarkis adalah hoaks yang disebarkan kelompok yang disebut “buzzer kolonial”, yang menggunakan nama-nama tokoh adat, pemuda, maupun pemuka masyarakat.
Pola ini disebut sudah berulang kali terjadi setiap kali warga menyuarakan aspirasi, bertujuan menutupi fakta pelanggaran yang terjadi dan memelihara ketakutan serta ketidakadilan yang dirasakan rakyat selama puluhan tahun.
KNPB mengundang seluruh elemen bangsa untuk turut serta: organisasi pergerakan, mahasiswa, tokoh adat, gereja, perempuan, lembaga kemanusiaan, hingga masyarakat non-Papua yang mendukung perdamaian.
Peserta diminta hadir dengan busana adat dan atribut yang mencerminkan perlawanan santun, dengan isu utama “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”.
Sebelumnya, surat pemberitahuan telah diserahkan secara resmi kepada kepolisian dan MRP, yang diharapkan memfasilitasi aspirasi rakyat sesuai amanat Otonomi Khusus.
KNPB menegaskan tidak akan mundur selama hak rakyat belum terpenuhi, namun tetap berkomitmen menempuh jalur damai.
Penulis: Jid
Editor: OF