logo-website
Senin, 24 Agu 2026,  WIT

Kapolri Listyo Sigit Titip Pesan: Jika Desk Ketenagakerjaan Mangkrak, Saya Pimpin Langsung Demo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan tegas kepada calon pemimpin Polri ke depannya agar senantiasa memelihara dan menjalankan fungsi Desk Ketenagakerjaan Polri dengan sepenuh hati.

Papuanewsonline.com - 23 Agu 2026, 08:49 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Papuanewsonline.com, Surabaya — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan tegas kepada calon pemimpin Polri ke depannya agar senantiasa memelihara dan menjalankan fungsi Desk Ketenagakerjaan Polri dengan sepenuh hati. Ia bahkan menyatakan siap turun langsung memimpin demonstrasi apabila unit layanan terpadu yang didirikannya tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya setelah masa jabatannya berakhir. 

Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada peresmian Gedung Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Abdul Gani di Surabaya, Jumat (21/8/2026).

“Saya sudah sampaikan kepada calon-calon Kapolri nanti. Kalau saya sudah pensiun dan Desk Ketenagakerjaan itu tidak berjalan optimal, saya akan turun memimpin demo,” ujar Listyo. 

Desk Ketenagakerjaan sendiri merupakan pusat layanan terpadu resmi yang dibentuk atas inisiatif beliau dan telah diluncurkan sejak 20 Januari 2025. 

Unit ini berfungsi untuk mengawal dan memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi para pekerja dan buruh di seluruh Indonesia.

Menurut Listyo, keberadaan Desk Ketenagakerjaan adalah wujud nyata komitmen Polri untuk terus berdiri mendampingi dan melayani kepentingan kaum buruh. 

Ia yakin institusi Polri ke depannya akan tetap memelihara keberadaan unit tersebut sebagai jembatan aspirasi sekaligus sarana penyelesaian masalah yang konstruktif. 

“Saya yakin teman-teman juga akan menunjukkan bahwa Desk Ketenagakerjaan akan selalu ada, sebagai wujud keinginan Polri untuk terus bersama mendampingi rekan-rekan buruh,” tambahnya.

Kapolri juga mengingatkan pentingnya mengawal ketat pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja yang ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2026 mendatang. 

Ia memahami keresahan yang dirasakan kaum buruh dan mengakui hak mereka untuk menyuarakan aspirasi, namun tetap mengingatkan agar setiap langkah perjuangan dilakukan secara tertib, damai, dan konstruktif. 

“Langkah konstruktif sudah dibangun dari awal. Saya pesan semua dilaksanakan dalam koridor yang tertib, sekalipun besar skalanya harus tetap tertib,” tegasnya.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE