logo-website
Sabtu, 22 Agu 2026,  WIT

Dari Temuan Ekspedisi Patriot ITB 2025 hingga Air Bersih untuk Senggi: ITB Hadir Bersama Masyarakat

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat di kawasan transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Persoalan ini menjadi perhatian Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak Evaluasi Kawasan Transmigrasi.

Papuanewsonline.com - 21 Agu 2026, 16:04 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Dokumentasi Pengabdian Masyarakat.

Papuanewsonline.com, Keerom — Ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat di kawasan transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Persoalan ini menjadi perhatian Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak Evaluasi Kawasan Transmigrasi melalui Program Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi pada 2025, ketika ITB menjadi salah satu perguruan tinggi yang terlibat.

Kawasan transmigrasi SP1 dan SP2 di Distrik Senggi merupakan kawasan yang telah berkembang dan relatif padat. Meskipun sumber air tanah tersedia cukup melimpah, masyarakat masih menghadapi persoalan kualitas air. Air yang digunakan sehari-hari dilaporkan dalam kondisi keruh dan berbau, sehingga pemanfaatannya menjadi kurang nyaman dan menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas air untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan hanya untuk mandi sekalipun. Tidak sedikit yang juga menghadapi permasalahan gatal kulit.

Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa karakteristik air tersebut diduga berkaitan dengan kondisi geologi dan lingkungan setempat. Material tanah liat atau partikel halus yang terbawa dalam air dapat menyebabkan kekeruhan, sementara kandungan mineral tertentu, seperti besi, serta kemungkinan keberadaan bahan organik dapat berkontribusi terhadap warna, rasa, maupun bau air.

Gambar 1. Kondisi awal air tanpa filter

Berawal dari Temuan, Berlanjut Menjadi Kepedulian

Temuan tersebut mendorong ITB untuk memberikan tindak lanjut melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Bottom-Up ITB 2026 yang merupakan salah satu program unggulan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Kepakaran (DPMK) ITB. Usulan kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui aplikasi Desanesha kemudian dikembangkan bersama dosen ITB menjadi program penyediaan sistem filtrasi air bersih.

Dalam pelaksanaannya, ITB menggandeng Universitas Cenderawasih, khususnya Program Studi Kimia, sebagai mitra perguruan tinggi lokal. Tim juga berkoordinasi dengan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro yang sedang bertugas di Senggi. Kolaborasi ini mempertemukan kompetensi perguruan tinggi dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.

Air Bersih untuk Senggi

Kegiatan dilaksanakan pada 14–17 Agustus 2026, dengan puncak kegiatan pada 16 Agustus. Program mencakup penyediaan dan pemasangan sistem filtrasi pada dua titik di SP1 dan SP2, sementara satu unit lainnya direncanakan untuk dipasang secara mandiri oleh masyarakat.

Sistem filtrasi dirancang berdasarkan karakteristik air setempat dengan menggunakan beberapa media, antara lain pasir silika dan karbon aktif. Media tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi partikel penyebab kekeruhan serta senyawa yang berkontribusi terhadap bau. Air dialirkan menggunakan pompa melalui media filter sehingga proses penyaringan berlangsung lebih terkontrol dibandingkan penampungan terbuka yang sebelumnya digunakan.


Gambar 2. Dokumentasi selama kegiatan pemasangan filter air di SP1

Pemasangan Bersama Masyarakat

Teknologi yang diberikan tidak sekadar diserahkan, tetapi dipasang dan diperkenalkan bersama masyarakat. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan serah terima simbolis, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan secara gotong royong. Masyarakat terlibat dalam penyiapan lokasi, pemasangan komponen dan pipa, hingga pengenalan pengoperasian sistem. Pendekatan ini diharapkan membantu masyarakat memahami sistem sekaligus mendukung pengelolaan dan pemeliharaannya secara mandiri.

Di SP1, sistem filtrasi dipasang di Masjid Al-Muhajirin, salah satu fasilitas umum yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Sebelumnya, air yang digunakan masih keruh dan berbau, sementara penampungan dalam bak terbuka memungkinkan terjadinya kontaminasi dari lingkungan sekitar.

Gambar 3. Tim dari ITB dan kampus mitra Bersama dengan warga memasang filter dan penampungan air

Melalui sistem baru, air dipompa dan dialirkan melewati media penyaring sebelum masuk ke penampungan. Setelah pemasangan dan pengujian, perangkat diserahterimakan kepada Ketua DKM Masjid Al-Muhajirin, Bapak Nashirudin, untuk digunakan dan dikelola. Beliau mengungkapakan rasa terima kasih yang besar atas inisiatif dan kepedulian yang berbuah bukti nyata ini.

Di SP2, bau air menjadi salah satu persoalan utama yang disampaikan masyarakat. Karena itu, unit filtrasi lebih menekankan penggunaan karbon aktif sebagai media penyaring untuk membantu mengurangi senyawa penyebab bau. Pemasangan dilakukan bersama warga sekaligus memberikan pemahaman mengenai pengoperasian dan pemeliharaan sistem. Setelah selesai dipasang dan diperiksa, unit diserahkan kepada Ondoafi/Kepala Kampung, Bapak Patras, untuk dikelola bersama masyarakat.


Gambar 4. Diskusi dan penyerahan bantuan secara simbolis dan pemasangan filter air di SP2

Melalui “Air Bersih untuk Senggi”, ITB dengan program pengabdian masyarakatnya bersama Universitas mitra dan masyarakat setempat berupaya menindaklanjuti temuan Ekspedisi Patriot menjadi aksi nyata. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan akses terhadap air yang lebih bersih sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola fasilitas air bersih secara berkelanjutan.


Gambar 5. Proses uji tabung utama filter air dan foto bersama tim dengan warga setelah serah terima

Editor: OF



Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE