Papuanewsonline.com
14 Lomba Meriahkan HUT RI di SMA Negeri 6 Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana SMA Negeri 6 Mimika berubah semarak saat
perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh
halaman sekolah dipenuhi tawa, sorak-sorai, dan semangat juang para siswa yang
berpartisipasi dalam 14 jenis lomba yang dirancang khusus untuk memupuk rasa
kebangsaan, solidaritas, dan kolaborasi. Tak kurang dari 1.122 siswa
terlibat dalam ajang ini, membuat perayaan tahun ini menjadi salah satu yang
terbesar dalam sejarah sekolah tersebut. Bertha Lenayati, S.Si.Teol.M.A.Gr,
selaku Kaur Kesiswaan SMA Negeri 6, menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar
hiburan, melainkan sarana membentuk karakter dan membangun kekompakan lintas
elemen sekolah. “Tema yang kami ambil memang
mengikuti arahan pusat, namun kami ingin mengemasnya sesuai dengan lingkungan
sekolah, menanamkan sikap solidaritas dan kolaborasi antar siswa, guru, bahkan
petugas keamanan,” ungkap Bertha.
Dari lapangan hingga ruang kelas, setiap sudut SMA Negeri 6 menjadi arena
kompetisi. Kegiatan dibuka dengan lomba futsal putra yang langsung menyedot
perhatian seluruh siswa. Setelah itu, berbagai lomba unik digelar, mulai dari
menghias nasi goreng, gigit sendok estafet, tiup gelas plastik estafet, hingga
goyang balon yang mengundang gelak tawa penonton. Tak kalah menarik, lomba
baris-berbaris (PBB) dengan mata tertutup menantang koordinasi dan konsentrasi
peserta. Sementara itu, senam “Anak Indonesia Hebat” mengajak siswa bergerak
sehat, dan dance mix TikTok menjadi ajang penyaluran bakat di era digital. Ada pula lomba puisi kebangsaan,
poster online, kebersihan kelas, hingga kelengkapan administrasi kelas yang
melatih disiplin dan tanggung jawab. Semua lomba dirancang agar setiap siswa
dapat menemukan wadah ekspresinya. “Kami masukkan dance mix TikTok
karena anak-anak sedang gandrung dengan tren ini, dan kami ingin mereka
menyalurkan minatnya dalam wadah yang positif,” ujar Bertha sambil tersenyum.
Di balik suksesnya acara, ada kolaborasi apik antara bagian kesiswaan dan
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Panitia juga menunjuk dewan juri dari
kalangan guru yang tidak menjadi wali kelas, demi menjaga objektivitas
penilaian. “Kami ingin semua guru berperan,
tapi tetap menjaga penilaian yang adil,” jelas Bertha.
Antusiasme luar biasa terlihat sejak hari pertama. Seluruh siswa
berbondong-bondong memberikan dukungan untuk teman-temannya. Para guru pun tak
ketinggalan, ikut menyemangati dan menikmati momen kebersamaan. “Saat futsal pembuka digelar,
semua langsung datang memberi dukungan. Itu pemandangan yang luar biasa,”
kenang Bertha.
Di balik keseruan, ada nilai yang ingin ditanamkan: sportivitas, pengendalian
emosi, dan rasa persatuan. Siswa diajak untuk memahami bahwa menang atau kalah
adalah hal biasa, yang penting adalah menghargai lawan dan menjaga kebersamaan. “Semangat kemerdekaan bukan lagi
angkat senjata, tapi membangun persatuan dan sportifitas. Itu yang ingin kami
tanamkan,” tegasnya.
SMA Negeri 6 Mimika berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai
tradisi, tidak hanya di momen 17 Agustus, tetapi juga pada peringatan penting
lain seperti Hari Pendidikan Nasional, Sumpah Pemuda, hingga Hari Kesaktian
Pancasila. Dengan kegiatan yang meriah dan
penuh makna ini, SMA Negeri 6 Mimika membuktikan bahwa merayakan kemerdekaan
tidak hanya soal mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan semangatnya di
hati generasi muda. Penulis : Cori Editor : GF
12 Agu 2025, 17:28 WIT
Pelestarian Cerita Rakyat Papua Melalui Storytelling Competition: Upaya Mandiri Tanpa Dukungan Pemda
Papuanewsonline.com, Timika – Di
tengah gencarnya arus globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal,
sekelompok pendidik di Timika berjuang sendirian melestarikan cerita rakyat
Papua. English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika
menjadi bukti nyata upaya mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Deasy Natalia Lessu, S.Pd.,
M.Hum, Ketua Panitia dari Brother Leon English Club (BLEC) yang berkolaborasi
dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika,
mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pembelajaran bercerita di
sekolah-sekolah. "Sering kali pembelajaran di
sekolah untuk soal bercerita itu memakai cerita-cerita dari luar Papua maupun
bahkan luar negeri. Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau
melestarikan," Ujar Deasy di Timika, Kamis (7/8/2025). Kompetisi yang mengangkat cerita
rakyat dari tiga suku besar di Papua - Kamoro, Amungme, dan Asmat - ini menjadi
langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi
muda. Namun, upaya mulia ini harus dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah
daerah. "Dukungan untuk kami dari
pemerintah memang belum besar. Kami sudah melakukan pendekatan beberapa kali,
tapi dukungan dari pemerintah daerah tidak ada bagi kegiatan kami," ungkap
Deasy dengan nada kecewa. Meski menghadapi keterbatasan,
panitia tidak menyerah. Mereka memilih Diana Mall sebagai venue dengan
pertimbangan strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas. "Alasan kami lakukan di sini
adalah biar menjadi perhatian bahwa ini sudah publik, bukan hanya dalam lingkup
secara eksklusif tapi setiap pengunjung bisa datang untuk melihat. Jadi, bagian
dari strategi promosi secara tidak langsung," jelas Deasy. Diana Mall, sebagai sponsor
utama, menjadi penyelamat kegiatan ini. "Diana Mall merupakan salah satu
sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," ungkap Deasy
dengan penuh apresiasi. Kompetisi yang diikuti 18 peserta
dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika ini dinilai oleh tim juri
berkualitas: Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal,
S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memiliki dampak
ganda yang sangat positif. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris
siswa, juga menjadi media pelestarian budaya Papua yang terancam terlupakan. "Tujuan utamanya memberikan
wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan
kepercayaan diri untuk tampil di publik, kemudian yang kedua melestarikan
cerita rakyat Papua," tegas Deasy. Panitia berharap kegiatan ini
dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih
besar di masa mendatang. "Kami berkontribusi dalam peningkatan literasi
berbahasa Inggris anak-anak di Papua dengan mengusung tema melestarikan cerita
rakyat suku-suku di Papua melalui bahasa Inggris," ujar Deasy. Dengan berhasilnya kompetisi
kedua ini setelah sukses tahun lalu di gedung MPCC YPMAK, panitia optimis dapat
melanjutkan kegiatan serupa setiap tahun. "Harapan kami jangka panjang
adalah kegiatan ini bisa terjadi setiap tahun," tambah Deasy.
Storytelling Competition 2025
bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan gerakan pelestarian budaya yang
dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para pendidik. Tanpa dukungan pemerintah,
mereka tetap berjuang memastikan cerita rakyat Papua tidak hilang ditelan
zaman. (Cori)
08 Agu 2025, 13:25 WIT
Parade Budaya Karyawan Freeport: Kekayaan Indonesia Terpancar dari Papua
Papuanewsonline.com, Timika –
Ribuan karyawan dan komunitas PT Freeport Indonesia (PTFI) di Ridge Camp,
Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar "Parade Budaya
Indonesia" pada Sabtu (2/8/2025) untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan
Republik Indonesia. Acara yang mengusung tema "Miniatur Indonesia"
ini menjadi ajang untuk menampilkan ragam seni dan tradisi dari seluruh penjuru
tanah air, mengilustrasikan keberagaman budaya yang menjadi kekuatan pemersatu
bangsa. Para karyawan mengenakan pakaian
adat yang memukau, lengkap dengan atribut tradisional dari berbagai daerah,
sambil menampilkan seni kriya khas dari masing-masing wilayah. Parade budaya
ini disertai dengan berbagai atraksi yang menghibur, seperti iringan musik
gamelan Bali, reog Ponorogo, alunan sape khas Kalimantan, serta musik
tradisional lainnya. Ketua Panitia HUT ke-80 RI di
PTFI, Rode Ajomi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan
keberagaman sebagai simbol persatuan Indonesia di lingkungan PTFI. “Melalui
acara ini, kami ingin memperkuat persatuan dalam keberagaman di Distrik
Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Semoga kegiatan ini
menginspirasi semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan,” ujar Rode. Divisi-divisi di PTFI pun
berkolaborasi untuk menampilkan atraksi budaya. Divisi Mining Safety bekerja
sama dengan Perkumpulan Keluarga Batak Tembagapura (PKBT) untuk menampilkan
tarian "Owlie Ulos," sementara Divisi Grasberg Earthworks bersama
Paguyuban Papua menampilkan kearifan lokal dengan pakaian adat dan noken. "Saya sangat terkesan
melihat karyawan saling menghormati dan mengagumi perbedaan suku, budaya, dan
bahasa yang ada di area operasi PTFI. Ini menggambarkan kedaulatan Indonesia
yang kuat di tanah Papua," ungkap Ida Nekwek, karyawan Divisi Grasberg
Earthworks.
PTFI juga menggelar serangkaian
kegiatan lainnya, seperti lomba, pentas budaya, aksi sosial, dan kegiatan
lainnya yang menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan antar karyawan
serta masyarakat sekitar. Semua ini menjadi bukti nyata komitmen PTFI dalam
membangun Papua dan Indonesia. (jidan)
05 Agu 2025, 15:02 WIT
Mimika Semarakkan HUT RI ke-80: Fun Run, Layanan Adminduk, dan Hiburan
Papuanewsonline.com, Timika – Suasana penuh semangat dan kebanggaan nasional menyelimuti Kabupaten Mimika saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia resmi dimulai pada Sabtu (2/8/2025). Pembukaan rangkaian acara dilakukan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam gelaran bertajuk ART and RUN Festival 2025 yang digagas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mimika.Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah kolaborasi antara budaya, pelayanan publik, dan olahraga untuk menyatukan masyarakat dari berbagai lapisan. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, pimpinan BUMN, serta ribuan warga Mimika yang memadati lokasi sejak pagi hari.Berbagai kegiatan spektakuler digelar sepanjang festival, mulai dari Fun Run 10K yang melibatkan pelari lokal hingga nasional, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) seperti pembuatan KTP digital, serta pembukaan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan jam layanan yang diperpanjang termasuk di hari Sabtu. Tidak hanya itu, masyarakat juga dimanjakan dengan:Papua Culture Week Parade (Tifa Creative) yang menampilkan kekayaan seni budaya lokal Pertunjukan tari kreasi Papua yang memikat hatiNikah massal sebagai simbol kebersamaan dan keberagamanDonor darah sebagai bentuk kepedulian sosialPanggung hiburan musik dari artis lokal dan nasional yang menambah semarak perayaanAcara ini menjadi ruang interaktif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus momentum untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara menyenangkan dan edukatif.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menyampaikan bahwa HUT RI ke-80 bukan sekadar ajang seremoni, namun momen refleksi untuk memperkuat identitas dan rasa cinta tanah air.“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dan menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap Republik Indonesia. Kami juga berharap masyarakat turut mengambil bagian serta memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah,” ujar Rettob penuh semangat.Ia juga menegaskan pentingnya pelayanan publik yang responsif, inklusif, dan hadir dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, Mimika telah melakukan terobosan pelayanan melalui pembukaan Mal Pelayanan Publik yang kini beroperasi setiap hari, termasuk pada akhir pekan, demi menjangkau lebih banyak warga.Di akhir sambutannya, Johannes Rettob mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menjadikan momen HUT RI ini sebagai titik awal perubahan pola pikir dan kebiasaan yang lebih positif.“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Kami juga berharap seluruh warga memiliki rasa memiliki terhadap Mimika, menjaga fasilitas, serta merawat kebersihan tidak hanya saat perayaan 17 Agustus, tetapi seterusnya. Dan itu kita mulai hari ini,” pungkasnya.Festival ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga simbol kolaborasi antara rakyat dan pemerintah dalam membangun Mimika yang maju, inklusif, dan berdaya saing.(jidan)
02 Agu 2025, 20:09 WIT
Wakapolda Maluku Nobar Film "Believe"
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H, menghadiri kegiatan Nonton Bareng film nasional berjudul “Believe: Takdir, Mimpi, dan Keberanian”. Nonton bareng atau nobar dilakukan bersama Forkopimda Maluku. Kegiatan ini berlangsung di Bioskop XXI Ambon City Center, Sabtu (26/7/2024). Selain Wakapolda Maluku, nobar film belive juga dihadiri Pangdam XV/Pattimura, Kabinda Maluku, Sekda Maluku dan perwakilan unsur Forkopimda Maluku.Film Believe mengangkat latar militer sebagai panggung utama cerita. Tidak hanya menyuguhkan adegan aksi yang intens, film ini juga menggali sisi emosional dalam hubungan keluarga, konflik batin, dan pengabdian tanpa batas. Sejak tayang serentak di bioskop tanah air pada 24 Juli 2025, film ini telah menuai banyak pujian karena keberhasilannya menggabungkan narasi perjuangan dengan kedalaman nilai moral.Usai nobar, Wakapolda Maluku Brigjen Imam Thobroni berharap film ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Ambon, dan Maluku secara umum."Saya memberikan apresiasi atas produksi film ini. Film ini sangat bagus dan sangat menginspirasi, khususnya bagi anak muda zaman sekarang. Mengisahkan perjuangan seorang tentara yang dihadapkan pada dilema antara tugas dan keluarga. Jiwa semangat yang tergambar dalam cerita itu harus kita teladani, terutama dalam konteks pengabdian kepada negara,” katanya. PNO-12
28 Jul 2025, 08:59 WIT
Gelar Pelatihan Fotografi Div Humas Polri, Polda Maluku Raih Peringkat I Peserta Terbaik
Papuanewsonline.com, Jakarta - Personel Bidang Humas Polda Maluku kembali meraih predikat terbaik dalam pelatihan fotografi yang dilaksanakan Divisi Humas Polri Tahun 2025.Peserta terbaik dalam pelatihan fotografi yang diikuti Bidang Humas Polda se Indonesia di ruang dirgantara Ambhara Hotel ini diumumkan pada Jumat (25/7/2025). Pengumuman peserta terbaik dirangkai dengan penutupan pelatihan fotografi yang mengusung tema "Melalui pelatihan fotografi kita tingkatkan profesionalisme sumber daya manusia Humas Polri yang berkarakter terampil, patuh hukum, dan terpuji".Penata Kehumasan Utama TK.II Divisi Humas Polri Brigjen Pol Drs. S. Erlangga Waskitoroso secara resmi menutup kegiatan yang dihadiri Para Kepala Biro, Kabag, Penata Kehumasan di lingkungan Divisi Humas Polri.Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan dari Harian Kompas, Dorothea Devita selaku General Manager Iklan dan Patricius Cahanar selaku Education & Publishing Harian Kompas.Kadiv Humas Polri dalam sambutannya yang dibacakan Brigjen Pol S. Erlangga Waskitoroso, menyampaikan, pelatihan yang fotografi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan personel Humas. Ini dilakukan untuk menjawab tantangan komunikasi publik di era digital yang semakin kompleks.Lebih jauh, pelatihan ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan institusional dan peraturan Kapolri, khususnya dalam pembentukan SDM Polri yang profesional, adaptif, serta mampu mengelola informasi secara cepat dan akurat.Di penghujung acara, dilaksanakan penyerahan sertifikat kepada peserta terbaik, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi selama pelatihan. Adapun nama-nama peserta terbaik yang menerima penghargaan adalah:1. Briptu Kristianto Pesireron – Pengiriman Polda Maluku2. Bripda Fajar Dwi Akbari – Pengiriman Polda Kalimantan Barat3. Bripda Lalu Syah Alang Ray Nugraha – Pengiriman Polda Nusa Tenggara BaratKegiatan ini diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung tugas-tugas kehumasan secara maksimal, serta terus menjadi garda terdepan dalam membangun citra positif Polri di mata masyarakat. PNO-12
25 Jul 2025, 19:26 WIT
Kolaborasi Pemkab, Komunitas Singgah Baca & Dibalik Perempuan Peringati Hari Anak Nasional
Papuanewsonline.com, Timika –
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Dinas Perpustakaan dan Arsip
Nasional kolaborasi bersama Komunitas “Singgah Baca” dan “Dibalik Perempuan”
menggelar acara edukatif bertema "Anak Mimika, Aman, Cerdas & Cinta
Budaya di kantor Perpustakaan pada Kamis
(17/07/2025). Puluhan anak usia dini yang didampingi
orang tua mereka turut serta dalam kegiatan yang menampilkan beragam aktivitas
edukatif dan menghibur, meliputi sesi membaca nyaring (read aloud), permainan
edukatif (bookish play), talkshow parenting, kampanye peduli anak, dan pentas
seni. Mewakili Dinas Perpustakaan dan
Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Raudhah menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah, kita semua
diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bersama-sama merayakan Hari Anak
Nasional. Semoga kegiatan ini memberikan
manfaat positif bagi anak-anak dan menumbuhkan kecintaan mereka pada membaca
dan seni,” ujarnya. Raudhah juga menekankan
pentingnya peran orang tua dalam mendukung perkembangan anak secara
komprehensif. Anak usia 2-4 tahun mengikuti
sesi membaca cerita dan kegiatan prakarya sederhana, sementara anak usia 5-9
tahun berpartisipasi dalam lomba melukis botol.
Delain itu ada juga Talk Show Parenting
melibatkan orang tua secara aktif, berbagi pengetahuan dan pengalaman mengasuh
anak.
Suksesnya acara ini menunjukkan
komitmen pemerintah daerah dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak di
Mimika. (Jidan)
17 Jul 2025, 20:33 WIT
Mimika Raih Juara Umum STQH I Papua Tengah 2025
Siap Wakili Papua Tengah di Tingkat Nasional dengan
Perolehan 81 Poin Tertinggi Papuanewsonline.com, Mimika
– Kabupaten Mimika kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah keagamaan
dengan berhasil meraih Juara Umum pada Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits
(STQH) I Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2025. Dengan perolehan total 81
poin, Mimika unggul atas enam kabupaten lainnya di provinsi baru hasil
pemekaran tersebut. Keberhasilan ini disambut dengan
penuh rasa syukur dan kebanggaan oleh seluruh pihak, khususnya oleh Koordinator
Kafilah kabupaten Mimika, Drs. H. Muhammad Darwis, M.I.Kom. “Alhamdulillah, kami sangat
bersyukur. Biasanya, dalam ajang-ajang besar seperti ini, tuan rumah yang
selalu keluar sebagai juara umum. Namun kali ini, Mimika berhasil memecahkan
tren itu,” ungkap H.Darwis dalam wawancara eksklusif bersama Papuanewsonline.com Menurut Darwis, keberhasilan
Mimika tidak terlepas dari sistem pembinaan yang kuat dan merata di berbagai
lapisan masyarakat. Banyaknya lembaga keagamaan dan pendidikan Al-Quran menjadi
pondasi kuat yang mendukung prestasi tersebut. Faktor pendukung keberhasilan
antara lain: Pesantren yang tersebar luas, Rumah-rumah Quran dan tilawah, Taman
Pendidikan Al-Quran (TPQ) aktif, dan program pembinaan qori dan qori’ah secara
berjenjang. Lebih lanjut ditegaskan bahwa
pembinaan yang konsisten, disertai kedisiplinan peserta saat berlaga di Nabire,
menjadi faktor utama yang membawa Mimika menjadi yang terbaik di Papua Tengah. Kabupaten Mimika mengirimkan 15
peserta yang berlaga dalam berbagai cabang lomba, antara lain: Cabang Tilawah ada Tilawah Dewasa
Putra dan Putri, Tilawah Anak Putra dan Putri. Cabang Hifzil Quran, yaitu Hifzil
1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 Juz Putra dan Putri Cabang Hadits, yaitu KTIQ Hadits
(1 peserta putri). Selain peserta, Mimika juga
mengirimkan 21 orang official yang terdiri dari pelatih, pendamping, tim humas,
pengurus LPTQ, dan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Mimika. Mimika dijadwalkan akan mewakili
Papua Tengah di ajang STQH Nasional yang akan diselenggarakan di Kendari,
Sulawesi Tenggara. Sebagai bagian dari persiapan, LPTQ Mimika akan mengadakan
Training Center intensif selama dua bulan, guna mematangkan kemampuan dan
mental peserta. Darwis menambahkan bahwa kegiatan
Training Center ini sebenarnya telah rutin dilaksanakan bahkan sebelum
keberangkatan ke STQH Papua Tengah. Pemerintah Kabupaten Mimika turut
memberikan apresiasi atas capaian ini. Bupati dan Wakil Bupati Mimika secara
langsung menyampaikan ucapan selamat sesaat setelah pengumuman kemenangan
Mimika sebagai juara umum. “Dukungan dari Pemerintah Daerah
sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi tambahan bagi kami semua,” ujar Darwis. Ke depan, LPTQ Mimika bersama
Kementerian Agama Kabupaten Mimika akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap
seluruh TPQ di wilayah Mimika, dan mengintensifkan kerja sama dengan forum
muballigh, imam masjid, dan guru ngaji untuk mencetak generasi Qurani yang
berkelanjutan. Menutup pernyataannya, Darwis
menyampaikan pesan penuh makna kepada masyarakat Mimika, “Meraih itu mudah,
mempertahankan jauh lebih sulit. Maka jangan cepat puas. Kita harus terus
berbenah dan memperkuat komitmen untuk masa depan.” Ujarnya.
Meski belum menargetkan juara
internasional, LPTQ Mimika tetap membuka diri pada kemungkinan tersebut di masa
mendatang. Fokus utama saat ini adalah tampil optimal di tingkat nasional dan
membawa nama Mimika serta Papua Tengah ke kancah yang lebih tinggi. (Fadli)Siap Wakili Papua Tengah di Tingkat Nasional dengan
Perolehan 81 Poin Tertinggi Papuanewsonline.com, Mimika
– Kabupaten Mimika kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah keagamaan
dengan berhasil meraih Juara Umum pada Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits
(STQH) I Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2025. Dengan perolehan total 81
poin, Mimika unggul atas enam kabupaten lainnya di provinsi baru hasil
pemekaran tersebut. Keberhasilan ini disambut dengan
penuh rasa syukur dan kebanggaan oleh seluruh pihak, khususnya oleh Koordinator
Kafilah kabupaten Mimika, Drs. H. Muhammad Darwis, M.I.Kom. “Alhamdulillah, kami sangat
bersyukur. Biasanya, dalam ajang-ajang besar seperti ini, tuan rumah yang
selalu keluar sebagai juara umum. Namun kali ini, Mimika berhasil memecahkan
tren itu,” ungkap H.Darwis dalam wawancara eksklusif bersama Papuanewsonline.com Menurut Darwis, keberhasilan
Mimika tidak terlepas dari sistem pembinaan yang kuat dan merata di berbagai
lapisan masyarakat. Banyaknya lembaga keagamaan dan pendidikan Al-Quran menjadi
pondasi kuat yang mendukung prestasi tersebut. Faktor pendukung keberhasilan
antara lain: Pesantren yang tersebar luas, Rumah-rumah Quran dan tilawah, Taman
Pendidikan Al-Quran (TPQ) aktif, dan program pembinaan qori dan qori’ah secara
berjenjang. Lebih lanjut ditegaskan bahwa
pembinaan yang konsisten, disertai kedisiplinan peserta saat berlaga di Nabire,
menjadi faktor utama yang membawa Mimika menjadi yang terbaik di Papua Tengah. Kabupaten Mimika mengirimkan 15
peserta yang berlaga dalam berbagai cabang lomba, antara lain: Cabang Tilawah ada Tilawah Dewasa
Putra dan Putri, Tilawah Anak Putra dan Putri. Cabang Hifzil Quran, yaitu Hifzil
1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 Juz Putra dan Putri Cabang Hadits, yaitu KTIQ Hadits
(1 peserta putri). Selain peserta, Mimika juga
mengirimkan 21 orang official yang terdiri dari pelatih, pendamping, tim humas,
pengurus LPTQ, dan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Mimika. Mimika dijadwalkan akan mewakili
Papua Tengah di ajang STQH Nasional yang akan diselenggarakan di Kendari,
Sulawesi Tenggara. Sebagai bagian dari persiapan, LPTQ Mimika akan mengadakan
Training Center intensif selama dua bulan, guna mematangkan kemampuan dan
mental peserta. Darwis menambahkan bahwa kegiatan
Training Center ini sebenarnya telah rutin dilaksanakan bahkan sebelum
keberangkatan ke STQH Papua Tengah. Pemerintah Kabupaten Mimika turut
memberikan apresiasi atas capaian ini. Bupati dan Wakil Bupati Mimika secara
langsung menyampaikan ucapan selamat sesaat setelah pengumuman kemenangan
Mimika sebagai juara umum. “Dukungan dari Pemerintah Daerah
sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi tambahan bagi kami semua,” ujar Darwis. Ke depan, LPTQ Mimika bersama
Kementerian Agama Kabupaten Mimika akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap
seluruh TPQ di wilayah Mimika, dan mengintensifkan kerja sama dengan forum
muballigh, imam masjid, dan guru ngaji untuk mencetak generasi Qurani yang
berkelanjutan. Menutup pernyataannya, Darwis
menyampaikan pesan penuh makna kepada masyarakat Mimika, “Meraih itu mudah,
mempertahankan jauh lebih sulit. Maka jangan cepat puas. Kita harus terus
berbenah dan memperkuat komitmen untuk masa depan.” Ujarnya.
Meski belum menargetkan juara
internasional, LPTQ Mimika tetap membuka diri pada kemungkinan tersebut di masa
mendatang. Fokus utama saat ini adalah tampil optimal di tingkat nasional dan
membawa nama Mimika serta Papua Tengah ke kancah yang lebih tinggi. (Fadli)
16 Jul 2025, 22:45 WIT
Pemkab Mimika Resmi Buka Workshop Pop Singer Bagi Pemuda dan Pelajar di Mimika
Papuanewsonline.com, Timika-, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Mimika resmi menyelenggarakan workshop “Pop Singer” bagi pemuda dan pelajar di Timika.Kegiatan ini secara resmi dibuka di Ball rom Hotel Horison Ultima, Timika, Sabtu ( 5/7/2025).Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Evert Lucas Hindom, mewakili Bupati Mimika Johanes Rettob. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten III menyebutkan bahwa pelaksanaan Workshop akan digelar selama dua hari dari tanggal 4-5 Juli." Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang musik pop, khususnya di kalangan generasi muda Kabupaten Mimika. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mencegah penyimpangan perilaku pemuda dan mewujudkan Kabupaten Mimika sebagai daerah sehat di tahun 2025," Ucap Evert. Evert mengaku workshop tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan SDM, khususnya di kalangan generasi muda. "Pemuda adalah aset masa depan daerah dan bangsa. Potensi mereka harus terus diasah, diarahkan, dan diberdayakan secara tepat dan terukur," Tegasnya.Evert menekankan bahwa workshop ini bukan hanya sekadar pelatihan menyanyi, melainkan juga wadah untuk pengembangan karakter dan ekspresi diri bagi para pemuda berbakat di bidang musik pop. "Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat meningkatkan kualitas vokal, memperkuat rasa percaya diri, serta memahami pentingnya profesionalisme, kerja keras, dan etika bermusik," Imbuhnya.Kata Dia, pelaksanaan Workshop menjadi bagian pelatihan secara intensif dan akan fokus pada teknik dan dasar-dasar olah vokal. " Para peserta mendapatkan bimbingan dari instruktur profesional untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi mereka. Pelatihan ini dirancang untuk membangun keterampilan teknis, mengembangkan rasa percaya diri, dan menanamkan nilai profesionalisme," tandas Evert.Evert berharap agar para peserta dapat memahami bahwa kesuksesan dalam bermusik membutuhkan dedikasi, kesabaran, latihan yang konsisten, dan mental yang kuat untuk menghadapi tantangan di dunia hiburan. " Para peserta harus dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal, karena Workshop ini diharapkan dapat menghasilkan bibit-bibit unggul di bidang musik pop dan memperkaya khazanah seni budaya di Kabupaten Mimika," Tutupnya. ( Jidan )
08 Jul 2025, 07:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru