logo-website
Sabtu, 07 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
619 Calon Siswa Polri Polda Papua Ikuti Tes Kesamaptaan Jasmani Papuanewsonline.com, Jayapura – Sebanyak 619 Calon Siswa (Casis) Bintara Polri Polda Papua mengikuti hari pertama Tes Kesamaptaan Jasmani dalam rangka Penerimaan Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2024, Senin (10/05). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan disiplin tinggi.Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, menyampaikan bahwa total ada 619 Casis yang mengikuti kegiatan tahap Uji Kesamaptaan Jasmani pada hari pertama. "Para casis berasal dari berbagai Polres dan Ta Jajaran Polda Papua yang telah melampaui tahap Rikkes ke II sebelumnya," ujarnya.Uji Kesamaptaan Jasmani ini terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Uji Kesamaptaan Jasmani A dan B, Uji Kesamaptaan Jasmani C, dan Uji Kesamaptaan Jasmani D. Wakil Ketua Tim Kesamaptaan Jasmani, AKBP Ady Tri Widiyanto, S.I.K., S.H., menjelaskan lebih rinci mengenai kategori tersebut."Uji Kesamaptaan Jasmani A dan B mencakup Lari 12 Menit, Pull Up, Sit Up, Push Up, dan Shuttle Run. Sementara, Uji Kesamaptaan Jasmani C meliputi Renang, dan Uji Kesamaptaan Jasmani D melibatkan Anthropometrik," kata AKBP Ady Tri Widiyanto.Pelaksanaan tes ini diadakan di beberapa lokasi berbeda. Uji Kesamaptaan Jasmani A dan B berlangsung di lapangan Rastra Samara SPN Polda Papua, sedangkan Uji Kesamaptaan Jasmani C dilaksanakan di Kolam Renang Tirta Mandala Jayapura. Untuk Uji Kesamaptaan Jasmani D, lokasi pelaksanaannya adalah Gedung Dojo SPN Polda Papua.AKBP Ady Tri Widiyanto menekankan bahwa semua tahapan tes dalam rekrutmen Bintara Polri tahun 2024 Polda Papua menerapkan sistem Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH)."Sistem penilaian kami transparan. Hasil tes langsung diumumkan setelah pelaksanaan sehingga peserta dapat melihat nilai mereka secara langsung. Jika ada keluhan, kami memberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan mereka," jelasnya.Menariknya, seluruh peserta tes tahun ini adalah Orang Asli Papua (OAP). Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo berharap para calon siswa ini bisa menjadi generasi penerus yang melaksanakan tugas di Polri. "Kami berharap adik-adik yang mengikuti tes ini bisa melaksanakan dengan maksimal sehingga hasilnya juga maksimal dan bisa bergabung dengan kami di Kepolisian Republik Indonesia," harapnya.Kombes Pol Ignatius Benny juga memberikan dorongan kepada calon siswa yang belum berhasil dalam tes tahun ini. "Bagi yang belum berhasil, masih ada kesempatan di tahun berikutnya. Segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik. Kami yakin adik-adik bisa bergabung dengan kami menjadi anggota Polri. Terima kasih," tutupnya.Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polda Papua dalam merekrut dan melatih calon anggota Polri yang berkompeten dan siap melayani masyarakat dengan penuh dedikasi. (PNO-12) 11 Jun 2024, 17:27 WIT
Fatia Casis Disabilitas Lulus Menuju Rikkes II Bintara Polri Papuanewsonline.com, Bangka Belitung - Nur Fatia Azzahra tersenyum saat namanya masuk dalam daftar calon siswa Bintara Polri Tahun 2024, yang dinyatakan lulus dalam sidang menuju pemeriksaan kesehatan (rikkes) tahap II. Dengan bersemangat, Fatia optimis dia dapat mengikuti seluruh rangkaian tes tahap II dan lolos seleksi akhir.“Berterima kasih kepada pimpinan Polri yang telah memberikan saya kesempatan bisa mendaftar dalam seleksi Polri ini. Dan besar harapan saya bisa diterima dan masuk menjadi anggota di kepolisian ini,” kata Fatia, dikutip dari situs Divisi Humas Polri, Minggu (9/6/2024).Penyandang disabilitas tunadaksa ini merupakan sarjana psikologi. Dia mendaftar Bintara Polri lewat Polda Kepulauan Bangka Belitung.Pengumuman sidang yang menyatakan Nur Fatia lulus ke tahap rikkes II digelar pada Rabu, (5/6) malam. Saat pengumuman, panitia rekrutmen juga mengumumkan 28 casis wanita lainnya lulus dalam sidang pertama.“Alhamdulillah pada malam ini saya dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan seleksi tahapan rikkes kedua. Dengan harapan saya sampai tahapan akhir saya bisa lulus terpilih tes seleksi Polri,” ungkap Fatia.Dia mengaku motivasi terbesar menjadi polisi wanita (polwan) adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri. Dia juga hendak membuktikan keterbatasan fisik tak menjadi penghalang untuk mewujudkan impian. “Tetaplah berpikir positif dengan perjuangan hidup, Percaya diri adalah kunci kehidupan,” pungkas Fatia saat ditanya soal motto hidupnya. (PNO-12) 11 Jun 2024, 09:56 WIT
150 Casis Bintara Polri Panda Maluku Uji Kesamaptaan Jasmani Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 150 orang calon siswa Bintara Polri gelombang kedua tahun 2024 mengikuti uji kesamaptaan jasmani di lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Kota Ambon, Senin (10/6/2024).Tes kesamaptaan jasmani dihadiri Ketua Tim, Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Dostan M. Siregar, S.I.K., M.M.Dalam arahannya, Kombes Dostan menekankan kepada panitia seleksi terkait pentingnya integritas dan ketelitian, terutama pada bagian lari 12 menit. "Panitia lari 12 menit harus benar-benar fokus dan tidak bermain-main atau berbicara dengan rekan lainnya. Jangan sampai peserta yang sudah berusaha keras dirugikan karena kelalaian kita," kata Kombes Dostan mengingatkan.Untuk diketahui, sebanyak 150 peserta seleksi Bintara Polri mengikuti uji kesamptaan jasmani. Ratusan peserta laki-laki ini dibagi menjadi enam kelompok. Tes yang dilakukan meliputi lari 12 menit, pull up, sit up, push up, shuttle run, renang, dan antropometri. "Setiap peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan fisik terbaik mereka dalam setiap tahapan tes yang ada," harap Plt. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Aries Aminnullah.Uji kesamptaan jasmani bertujuan untuk menjaring calon bintara yang memiliki kondisi fisik prima, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan pengawasan ketat dari internal dan eksternal serta pelaksanaan yang tertib, diharapkan proses seleksi mampu menghasilkan calon bintara yang siap mengemban tugas dengan baik di Kepolisian Republik Indonesia."Proses seleksi yang berlangsung ketat dan transparan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk peserta dan orang tua yang hadir untuk memberikan dukungan. Mereka berharap agar semua tahapan seleksi dapat berjalan dengan adil dan menghasilkan bintara yang berkualitas," katanya.Ia menambahkan, Panda Polda Maluku dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, telah berkomitmen untuk melahirkan generasi baru Bintara Polri yang tangguh dan berintegritas, siap mengabdi untuk bangsa dan negara. (PNO-12) 11 Jun 2024, 09:43 WIT
Polri Dan PMPI Gelar Dialog Kebangsaan, Hadirkan Habib Luthfi Sebagai Narasumber Papuanewsonline.com, Jakarta – Divisi Humas Polri bersama Persatuan Mahasiswa Pecinta Tanah Air Indonesia (PMPI) menggelar dialog kebangsaan 'Internalisasi Wawasan Dalam Rangka Transformasi Polri Presisi Menyongsong Indonesia Emas 2045' ini di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Senin (10/6/2024).Dialog ini menghadirkan dua narasumber, yakni ulama sekaligus Wantimpres RI Habib Lutfi bin Yahya dan Deputi Pengkajian dan Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bapak Surahno."Dialog kebangsaan ini tentunya diinisiasi dari para tokoh-tokoh pemuda dalam keorganisasian yang terutama secara khusus dari PMPI yaitu Persatuan Mahasiswa Pecinta Tanah Air Indonesia," ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin.Karopenmas menjelaskan maksud dan tujuan dialog ini, yakni sebagai sarana menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah perbedaan dan keberagaman baik suku, budaya, hingga agama. Menurutnya, kedua hal itu menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia yang terus tumbuh dan bersatu dari Sabang tentunya hingga Merauke."Semangat persatuan yang diinisiasi oleh PMPI tadi kami Sebutkan serta pentingnya wawasan kebangsaan dalam kehidupan sosial inilah yang mendorong Polri untuk mendukung kegiatan seperti ini," tuturnya.Karopenmas mengucapkan rasa terima kasihnya kepada PMPI atas kepedulianmya terhadap bangsa. Ia berharap elemen bangaa semakin banyak yang mencintai tanah air.Lebih lanjut, Karopenmas menilai persatuan dan upaya merekatkan kebhinnekaan merupakan hal yang penting untuk percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini diperlukan guna menyongsong menuju Indonesia emas pada tahun 2045 "Kami mengucapkan terima kasih karena telah begitu peduli dengan pentingnya mensosialisasikan wawasan kebangsaan sehingga akan tentunya ke depan semakin banyak elemen bangsa yang mencintai tanah air yang akan bersatu untuk bersama-sama merekatkan kebhinekaan dalam bingkai persatuan dan kesatuan NKRI guna mendukung percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan tentunya berkelanjutan menyongsong menuju Indonesia emas pada tahun 2045," pungkasnya.Dalam acara ini dihadiri sebanyak 156 peserta yang hadir, termasuk Wakapolri dan Pejabat Utama Mabes Polri. Kemudian turut hadir juga Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.Perwakilan dari 32 organisasi kepemudaan dan mahasiswa juga turut hadir, dan dari elemen kepemudaan seperti GP Ansor, GAMKI, Pemuda Muhammadiyah, dan Pemuda Katholik hadir dalam acara ini.Adapun dari elemen mahasiswa yang hadir ada GMNI, HMI, PMII, IMM, LNMD, Hikmahbudhi, PMKR, Bem Nusantara, BEM SI, dan BEM Pesantren. (PNO-12) 10 Jun 2024, 19:03 WIT
Polri Targetkan Zero Accident Dalam Rekrutmen Pendidikan dan Latihan Papuanewsonline.com, Jakarta - Dalam pelaksanaan rekrutmen hingga pendidikan serta pelatihan anggota kepolisian, Polri menargetkan nol kecelakaan atau zero accident. SSDM Polri mengajak fungsi pendidikan, pelatihan serta kesehatan Polri mewujudkan target ini.“Sesuai arahan Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo), bahwa kami (Polri) harus mengambil peran sebagai bagian integral untuk mencapai visi Indonesia Emas 2024. Maka kami memiliki target yakni zero accident mulai dari proses rekrutmen, pendidikan pembentukan, pendidikan pengembangan dan juga pelatihan,” kata Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Minggu (9/6/2024).Dijelaskan Dedi Prasetyo, bahwa maksud dari zero Accident adalah nihil kejadian menonjol semisal meninggal dunia dalam masa pendidikan pembentukan. Dikatakannya, untuk mencapai target ini diperlukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi.“Kalau sesuai tugas dan fungsi di SDM, dalam proses rekrutmen ada namanya prinsip ‘betah’, yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Ini sudah diterapkan beberapa tahun lalu dan menjadi acuan pelaksanaan rekrutmen,” tegas Irjen Pol Dedi.“Dalam proses rekrutmen itu kan ada pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan jasmani, juga tes psikologi. Ini untuk mengukur sejauh mana kesiapan calon siswa menempuh pendidikan nanti,” terangnya. Disampaikan Dedi Prasetyo, tujuan dari serangkaian tes dalam rekrutmen dilakukan dengan ketat. Salah satunya, tambah dia, untuk kebaikan calon siswa itu sendiri.“Jangan sampai saat pendidikan ternyata ada sakit yang membahayakan nyawa si siswa itu sendiri, atau kemampuan fisiknya tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan akhirnya mengalami kecelakaan atau sakit,” ungkapnya. “Atau jangan sampai misalnya ada yang psikologinya bermasalah, tidak mampu menerima tekanan-tekanan selama pendidikan, sehingga melakukan hal-hal tak diinginkan atau merugikan dirinya sendiri,” ucap mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini.Ia menambahkan, hal ini telah dia sampaikan saat hari kedua Rakernis SDM Polri pada Senin, 27 Mei lalu. Rakernis yang dibuka Jenderal Sigit ini tak hanya diikuti personel SSDM Polri, tapi juga perwakilan Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat) Polri seperti Akpol, SPN, Sepolwan dan lembaga pendidikan pengembangan Polri lainnya.“Polri memerlukan SDM yang memiliki mentalitas, kapabilitas, dan kualitas serta integritas yang bagus, agar bisa menjalankan tugas pokok dan fungsi Polri secara maksimal. Prinsip ‘betah’ dalam setiap rekrutmen juga prinsip yang telah dikembangkan selama 10 tahun dan harus terus dievaluasi, serta ditingkatkan agar tak cuma jadi slogan,” kata Irjen Pol Dedi.Ia mengatakan, perlu kebersamaan antarsemua fungsi terkait dalam mewujudkan SDM Polri yang Presisi dan unggul. Terakhir, dia menegaskan SD, merupakan investasi jangka Panjang Polri.“SDM merupakan investasi jangka panjang. Oleh karena itu rekrutmen, pendidikan dan pelatihan anggota Polri tidak hanya menjadi tanggungjawab SDM Polri, tapi juga tanggungjawab semua satuan kerja,” pungkas Irjen Pol Dedi Prasetyo. (PNO-12) 10 Jun 2024, 18:46 WIT
Semangat Baru Peserta Didik Gabus Usai Kunjungan Kapolda Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Program Gerakan Baca Tulis (Gabus) kembali diajarkan oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Abang, SH, dan Bripka Arobi Umaryang, bekerja sama dengan salah satu guru SD Negeri Komba, Agustina Felle. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Agustina di Kampung Komba, Sentani, Kabupaten Jayapura.Setelah mendapat kunjungan dari Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K., terlihat perubahan positif pada peserta didik Gabus. Anak-anak tampak lebih rapi dan semangat dalam proses belajar. Meja belajar dan alat tulis baru yang digunakan anak-anak mencerminkan antusiasme mereka.Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kawasan Bandara Sentani Iptu Wajedi, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa Bhabinkamtibmas terus konsisten mengajarkan anak-anak peserta didik. "Kegiatan belajar tersebut diajarkan langsung oleh Bhabinkamtibmas kami bersama ibu guru Agustina Felle. Mereka dibagi menjadi empat kelompok belajar dari usia kelompok bermain, PAUD, SD, dan paket yang berjumlah 25 peserta didik," kata Kapolsek.Kolaborasi ini mendapat dukungan dan apresiasi dari para orang tua peserta didik maupun tokoh masyarakat karena dapat meringankan beban guru dalam proses belajar mengajar. "Selama proses belajar yang sudah berlangsung, ada sebanyak empat peserta didik yang telah siap mengikuti ujian paket. Semoga program ini dapat terus memberikan dampak positif dan peningkatan literasi masyarakat," tutup Kapolsek Kawasan Bandara Sentani.Para orang tua dan tokoh masyarakat mengakui bahwa program ini sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan baca tulis anak-anak. Mereka sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Anak-anak sekarang lebih bersemangat untuk belajar.Kegiatan ini mencerminkan komitmen Bhabinkamtibmas dan guru lokal dalam mendukung pendidikan anak-anak di daerah pedesaan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pihak keamanan dan pendidikan, diharapkan anak-anak di Kampung Komba dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik dan masa depan yang cerah.Program Gerakan Baca Tulis ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan literasi dan pendidikan di wilayah masing-masing. Melalui kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dapat tercapai. (PNO-12) 10 Jun 2024, 18:23 WIT
Sebanyak 667 Casis Bintara dan Tamtama Polri di Maluku Jalani Pemeriksaan Kesehatan Tahap Dua Papuanewsonline.com, Ambon - Seleksi penerimaan anggota Bintara dan Tamtama Polri gelombang kedua tahun 2024 kembali digelar oleh Panitia Daerah (Panda) Maluku di Kota Ambon, Kamis (6/6/2024).Sebanyak 667 Calon Siswa Bintara dan Tamtama Polri menjalani pemeriksaan kesehatan tahap dua. Pemeriksaan dilaksanaan di dua tempat, yakni di Rumah Sakit Bhayangkara, dan Gedung Dojo SPN Polda Maluku.Pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap dua dipimpin Karo SDM yang didampingi Kabid Dokkes Polda Maluku. Turut hadir tim Rikkes Penerimaan Terpadu Anggota Polri tahun 2024, serta pengawas internal dari Bidpropam dan Itwasda, maupun pengawas eksternal.Sebelum pemeriksaan kesehatan dimulai, ratusan casis ini terlebih dahulu mengikuti apel pengecekan peserta. Para peserta kemudian diberikan koding Rikkes sebagai identifikasi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap dua. Plt. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Aries Aminnullah mengungkapkan, di Rumah Sakit Bhayangkara peserta menjalani pemeriksaan rontgen dan EKG. Sementara di Gedung Dojo SPN peserta menjalani pemeriksaan laboratorium dan kesehatan jiwa (keswa)."Di Rumah Sakit Bhayangkara diikuti sebanyak 332 peserta pria, dan semuanya hadir lengkap. Begitupula di Gedung Dojo SPN terdapat 333 peserta yang terdiri dari 306 pria dan 27 wanita," katanya.AKBP Aries mengaku, rikkes dua merupakan salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama Polri. Ini bertujuan untuk memastikan calon anggota Polri memiliki kondisi kesehatan yang prima sebelum melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Menurutnya, pelaksanaan tahapan rikkes dua berjalan tertib dan lancar. "Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung proses seleksi yang transparan dan akuntabel, sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan siap mengabdi kepada masyarakat," harapnya. PNO-11 09 Jun 2024, 21:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT