logo-website
Kamis, 26 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Polres SBB Gelar Police Go To School di Pondok Pesantren Desa Kamal Papuanewsonline.com, Seram Bagian Barat – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Seram Bagian Barat (SBB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dan membentuk karakter generasi muda. Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres SBB IPTU June Carla Nanariain, S.H., M.H., bersama jajaran personel, kegiatan Police Go To School dilaksanakan di Pondok Pesantren Desa Kamal dengan penuh semangat dan antusiasme dari para santri. Dalam kunjungan tersebut, personel Satlantas tidak hanya memberikan edukasi seputar keselamatan berlalu lintas, tetapi juga pesan penting tentang perlindungan diri sejak dini. Para santri diajak memahami bahwa tubuh memiliki bagian-bagian yang harus dijaga dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Materi ini disampaikan dengan cara kreatif melalui lagu dan gerakan sederhana sehingga mudah dipahami serta diingat oleh anak-anak. Selain materi perlindungan diri, santri juga diperkenalkan dengan berbagai rambu-rambu lalu lintas serta pentingnya tertib di jalan raya. Agar lebih interaktif, kegiatan dilengkapi sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para santri. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman tentang keselamatan di jalan. “Kami ingin menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini agar para santri kelak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan taat aturan. Dengan begitu, mereka bisa menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” ujar IPTU June Carla Nanariain. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Satlantas Polres SBB juga menyerahkan bantuan berupa beras, telur, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya kepada pihak pondok pesantren. Bantuan ini disambut hangat dan penuh rasa syukur oleh para ustadz, pengasuh, dan santri. Kasat Lantas menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas edukasi, melainkan juga jembatan silaturahmi antara Polri dan masyarakat, khususnya kalangan pendidikan. “Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini dapat bermanfaat, sekaligus memperkuat hubungan baik antara Polri dengan masyarakat, terutama generasi muda yang kelak menjadi penerus bangsa,” ungkapnya. Program Police Go To School di Pondok Pesantren Desa Kamal menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir dengan wajah humanis—bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun generasi yang sadar hukum, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain. (GF)   05 Sep 2025, 23:54 WIT
Kapolda NTT Tebar Semangat Pendidikan di Sekolah Rakyat 19 Naibonat Papuanewsonline.com, Kupang – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, melakukan kunjungan kerja yang sarat makna ke Sekolah Rakyat Menengah 19 Naibonat, Kabupaten Kupang, Kamis (4/9/2025). Kehadiran rombongan disambut penuh hangat oleh para guru, pengurus sekolah, serta siswa-siswi yang antusias menanti kedatangan Kapolda dan jajaran. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda NTT didampingi Wakapolda Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., bersama Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vina Baskoro. Kehadiran pejabat utama Polda NTT, jajaran Bhayangkari, serta Kapolres Kupang semakin menambah suasana kebersamaan dan rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah. Kunjungan Kapolda NTT tidak hanya sebatas seremoni, melainkan bentuk nyata dukungan Polri terhadap dunia pendidikan, khususnya di daerah pinggiran. Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan komitmennya dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan pendidikan merata dan berkualitas di seluruh Indonesia. Beliau menyerahkan bantuan sosial dan tali asih kepada pihak sekolah sebagai wujud perhatian terhadap para guru dan siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan semangat sekaligus motivasi bagi komunitas sekolah untuk terus berprestasi. “Tujuan utama kedatangan kami adalah bersilaturahmi, melihat langsung proses belajar mengajar, sekaligus menyampaikan tali asih sebagai bentuk kepedulian kami. Semoga bantuan ini memberi manfaat dan memotivasi seluruh warga sekolah untuk terus berjuang demi masa depan yang lebih baik,” ungkap Kapolda NTT dalam sambutannya. Tak hanya menebar inspirasi, kunjungan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, Bhayangkari, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Kapolda NTT berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh nyata bagi jajaran kepolisian lainnya untuk aktif hadir di tengah masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan. Ia juga menekankan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Kapolda, Bhayangkari, guru, dan siswa. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen bersama untuk menghadirkan perubahan positif di dunia pendidikan NTT. Langkah yang dilakukan Kapolda NTT ini mencerminkan wajah Polri yang semakin humanis, dekat dengan masyarakat, serta mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mencetak generasi emas menuju Indonesia Maju 2045. (GF)  05 Sep 2025, 04:25 WIT
Akademisi UMSU: Tindakan Tegas Polri Menghadapi Massa Anarkis Sesuai Prinsip Negara Hukum Papuanewsonline.com, Medan – Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Alpi Sahari, SH., M.Hum., menegaskan bahwa langkah Polri dalam membubarkan massa anarkis bukan merupakan bentuk brutalitas, melainkan upaya menjaga keamanan dan melindungi kepentingan masyarakat secara luas.Menurutnya, perlu ada pemisahan yang jelas antara aksi unjuk rasa yang sah dan tindakan anarkis. Dalam konteks penyampaian aspirasi, Polri berkewajiban memberikan pelayanan dan pengawalan agar peserta aksi merasa aman. Namun, ketika unjuk rasa berubah menjadi tindakan perusakan dan mengganggu ketertiban umum, Polri memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur."Dalam negara hukum, Polri bertugas memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan aman. Tetapi ketika situasi berubah menjadi anarkis, Polri wajib bertindak untuk melindungi keselamatan publik dan mencegah kerusakan fasilitas umum," ujar Alpi di Medan, Senin (1/9).Terkait insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban saat terjadi kericuhan, Alpi menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan duka bersama yang tidak diinginkan siapa pun. Menurutnya, insiden itu tidak serta-merta bisa dimaknai sebagai kesengajaan dari aparat kepolisian."Affan adalah seorang pekerja yang meninggal dalam situasi yang tidak kita harapkan. Namun, menilai peristiwa ini harus berdasarkan analisis hukum pidana yang objektif, bukan asumsi atau emosi," tegas Alpi, yang juga pernah menjadi saksi ahli dalam kasus tragedi Kanjuruhan Malang.Dalam perspektif hukum pidana, Alpi menjelaskan pentingnya memahami teori kausalitas untuk menilai akibat dari suatu peristiwa. Ada beberapa pendekatan yang relevan, seperti meist wirksame bedingung (mencari penyebab utama), ubergewichtstheorie (faktor dominan yang paling berpengaruh), dan art der werdens theorie (sebab yang secara kodrati memunculkan akibat).Ia menegaskan, insiden tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran bagi amarah massa untuk menyerang aparat atau merusak fasilitas kepolisian."Polisi lahir dari masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan bertugas menjaga ketertiban yang menjadi kebutuhan bersama. Karena itu, penyerangan terhadap institusi Polri tidak bisa dibenarkan," ujarnya.Lebih jauh, Alpi menilai tindakan tegas Polri sejalan dengan konsep hukum pidana tentang keadaan darurat, di mana tindakan tertentu yang pada awalnya tidak diperbolehkan, menjadi sah ketika diperlukan demi kepentingan umum.Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh politik, agama, adat, akademisi, hingga orang tua, untuk berperan aktif memberikan pemahaman kepada publik agar tidak mudah terprovokasi."Stabilitas keamanan adalah syarat utama menuju tercapainya kesejahteraan bangsa. Karena itu, mari saling mengingatkan untuk menjaga ketertiban dan persatuan, sebagaimana ajaran watawa saubil haq watawa saubil sabr," pungkasnya. PNO-12 04 Sep 2025, 14:05 WIT
Ketua YPMAK: Pendidikan Jadi Jalan Utama Bangun SDM Mimika yang Tangguh Papuanewsonline.com, Mimika – Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Dr. Leonardus Tumuka, menyerukan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) Mimika secara berkesinambungan. Pesan tersebut ia sampaikan saat membawakan kuliah umum di Universitas Timika bertajuk “Membangun SDM Mimika yang Berkelanjutan dan Bersinergi” di Timika, Senin (1/9/2025). Dalam paparannya, Dr. Tumuka menekankan bahwa kualitas SDM merupakan persoalan mendasar di Papua. Lemahnya kapasitas dan ketidakberlanjutan program pembangunan kerap menjadi penghambat kemajuan. Ia menilai bahwa sering kali setiap pergantian kepemimpinan justru diiringi dengan perubahan kebijakan, sehingga kesinambungan pembangunan terputus dan masyarakat menjadi korban dari kebijakan yang tidak sinkron. “Pembangunan harus dipahami sebagai kesepakatan bersama. Siapa pun pemimpinnya, wajib melanjutkan apa yang sudah ada, bukan memulai lagi dengan cara baru,” tegas Dr. Tumuka disambut tepuk tangan peserta. Ia menambahkan, keberlanjutan pembangunan hanya akan tercapai apabila ada sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, partai politik, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat sipil. Tanpa koordinasi yang terarah, kata dia, kebijakan hanya akan berhenti pada retorika tanpa realisasi nyata. Lebih jauh, Dr. Tumuka menekankan bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Menurutnya, kualitas SDM menentukan daya tahan sebuah bangsa. “Kalau SDM tidak kuat, bangsa mudah dihancurkan. Pendidikan adalah fondasi utama, bahkan lebih penting daripada ekonomi,” ujarnya menekankan. Ia juga mengingatkan bahwa arah pembangunan harus jelas sejak awal agar bisa dijalankan lintas generasi. Dengan begitu, siapa pun pemimpin yang menjabat tetap dapat melanjutkan visi bersama tanpa harus memulai dari nol. “Kalau semua paham arah yang dituju, maka pembangunan akan berkesinambungan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ucapnya. Kuliah umum tersebut ditutup dengan ajakan Dr. Tumuka kepada seluruh civitas akademika Universitas Timika  untuk bersatu membangun SDM yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, kebersamaan dan komitmen akan menjadi kunci dalam mewujudkan mimpi besar Indonesia Emas 2045. Penulis: Bim Editor: GF 01 Sep 2025, 21:44 WIT
Pelajar Mimika Dibekali 4 Konsensus Kebangsaan, Perkuat Jiwa Nasionalisme di Era Digital Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana serius namun penuh semangat tampak di salah satu aula kegiatan di Mimika pada Kamis (28/8/2025). Ratusan pelajar tingkat SMA dan SMK sederajat duduk rapi, menyimak paparan demi paparan yang disampaikan dalam acara sosialisasi nilai-nilai dasar 4 konsensus kebangsaan. Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika ini menghadirkan sekitar 250 pelajar. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental Tahun Anggaran 2025, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat karakter bangsa, khususnya di kalangan generasi muda. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pemahaman Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhineka Tunggal Ika, tetapi juga mencakup wawasan kebangsaan, bela negara, pembauran kebangsaan, hingga sejarah perjuangan bangsa. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, yang turut hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa Mimika dengan keberagaman suku dan budaya merupakan cerminan nyata miniatur Indonesia. “Kita di Mimika hidup dalam keberagaman. Perbedaan budaya, adat istiadat, agama, bahkan tingkat ekonomi bisa saja memicu gesekan, termasuk di kalangan pelajar. Karena itu, penting sekali bagi anak-anak kita untuk dibekali dengan pemahaman kebangsaan yang kuat,” ujarnya. Lebih lanjut, Frans juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, yakni derasnya arus informasi di era digital. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana komunikasi dan edukasi sering kali disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. “Nilai-nilai Pancasila bisa terkikis jika pelajar tidak bijak menggunakan teknologi. Kami ingin mereka memahami bahwa menjaga persatuan bangsa juga berarti menjaga etika dan sikap saat bermedia sosial,” tambahnya. Para pelajar yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Banyak di antara mereka merasa bahwa sosialisasi seperti ini membuka wawasan baru tentang arti penting persatuan, toleransi, dan cinta tanah air. Dengan materi yang disampaikan secara interaktif, suasana kegiatan tidak hanya formal, tetapi juga mampu mengajak peserta untuk berpikir kritis tentang peran mereka sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga mampu mendorong lahirnya aksi nyata dari para pelajar. Dengan bekal nilai-nilai kebangsaan, mereka diharapkan bisa menjadi agen perubahan positif di sekolah, lingkungan masyarakat, hingga dunia maya. Penulis: Jidan Editor: GF 29 Agu 2025, 00:56 WIT
Dari Pojok Baca ke Kesadaran Sampah: Mahasiswa PKM Ubah Wajah Kampung Ayuka Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana berbeda tampak di Rumah Pintar Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh, Rabu (27/8/2025). Puluhan anak-anak hingga orang dewasa berkumpul dengan wajah antusias mengikuti rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar mahasiswa STIE Jambatan Bulan, kelompok 2. Mengusung tema "Kampung Ayuka Cerdas Literasi, Peduli Sampah, Peduli Lingkungan", program ini menghadirkan pendekatan yang menyentuh dua hal mendasar dalam kehidupan sehari-hari: membangun budaya literasi dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Program ini diikuti oleh sekitar 60 peserta, terdiri atas anak-anak, remaja, hingga masyarakat dewasa. Beberapa kegiatan unggulan yang dilakukan antara lain Optimalisasi Pojok Baca melalui donasi buku bacaan baru dan dekorasi kreatif di Rumah Pintar, menjadikannya lebih menarik dan ramah bagi anak-anak, Sosialisasi pengelolaan sampah sejak usia dini dengan metode sederhana dan menyenangkan, Media papan edukasi "Umur Sampah Terurai" untuk mengajarkan secara visual berapa lama sampah tertentu bisa hancur di alam dan Penyediaan alat pembakaran minim asap, sebagai solusi inovatif untuk mengurangi volume sampah tanpa mencemari udara. Ketua Kelompok 2, Beni Erens Bilmaskosu, menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap rendahnya budaya membaca serta masalah pengelolaan sampah di kampung. “Kami ingin anak-anak Ayuka punya minat baca yang tinggi, tapi juga peka terhadap lingkungannya. Buku dan sampah mungkin terlihat berbeda, tapi keduanya sangat berhubungan dengan kualitas hidup. Dengan literasi, pikiran mereka akan lebih terbuka. Dengan lingkungan bersih, hidup mereka lebih sehat,” ujarnya. Kegiatan PKM ini mendapat dukungan dari Kepala Sekolah SD Negeri Ayuka, perwakilan Kepala Kampung Ayuka, hingga pengelola Rumah Pintar PT Freeport Indonesia (PTFI). Rumah Pintar sendiri merupakan program pendidikan non-formal yang telah berdiri sejak 2018, hasil kerja sama PTFI dengan mitra lokal. Kehadirannya menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak kampung, dan kini mendapat tambahan energi baru dari mahasiswa melalui PKM. Seorang guru SD Negeri Ayuka yang turut hadir menuturkan bahwa kegiatan mahasiswa ini memberi warna baru di kampung. “Anak-anak jadi semangat membaca dan mulai bertanya banyak hal tentang sampah. Ini efek positif yang jarang sekali mereka dapatkan dari kegiatan biasa,” ungkapnya. Program PKM ini bukan hanya sekadar kegiatan sehari, melainkan diharapkan menjadi awal dari perubahan jangka panjang. Mahasiswa STIE Jambatan Bulan berharap masyarakat Ayuka bisa terus merawat pojok baca yang telah dihiasi, menggunakan media edukasi sampah secara konsisten, serta melanjutkan budaya literasi dan peduli lingkungan yang sudah ditanamkan. “Kami sadar perubahan besar tidak bisa dilakukan sekali jalan. Tapi dengan langkah kecil, yaitu membaca buku dan peduli sampah, kami percaya Ayuka bisa jadi contoh kampung cerdas dan hijau di Mimika Timur Jauh,” tutup Beni Erens Bilmaskosu.   Penulis: Abim Editor: GF 27 Agu 2025, 22:46 WIT
Bagi Alkitab Berbahasa Damal, Jemi Patabang Dukung Pelestarian Budaya dan Pendidikan Iman di Ilaga Papuanewsonline.com. Ilaga, Puncak, Papua Tengah – Dalam sebuah langkah yang menunjukkan komitmen kuatnya terhadap pelestarian budaya dan penguatan pendidikan iman, Jemi Patabang, S.Pd., M.Si., anggota DPR Provinsi Papua Tengah, membagikan Alkitab berbahasa daerah suku Damal. Giat yang berlangsung pada Jumat (22/08/2025) di Sekolah Teologia Gibons Ilaga Kab. Puncak ini juga dihadiri oleh Kepala Sekolah dan perwakilan Siswa. Anggota DPR Papua Tengah dari Partai Solidaritas Indonesia tersebut menyampaikan kegiatan ini dipandang sebagai inisiatif strategis untuk dua tujuan utama: pertama, melestarikan bahasa suku Damal sebagai bagian integral dari warisan budaya suku Damal di Papua Tengah. Kedua, mempermudah pemahaman ajaran Kristen bagi generasi muda melalui bahasa ibu mereka sendiri. Dalam Penyampaiannya, Jemi Patabang menekankan pentingnya akses terhadap Alkitab dalam bahasa daerah. "Alkitab dalam bahasa suku Damal bukan sekadar buku, tetapi jembatan yang menghubungkan hati kita langsung dengan Tuhan. Dengan membaca firman dalam bahasa ibu sendiri, pemahaman akan menjadi lebih mendalam, dan iman akan semakin kuat," ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa langkah ini adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat untuk mendukung pertumbuhan spiritual dan pendidikan di wilayahnya. Kepala Sekolah Theologi Gibons, Pdt. Menater Labene, menyambut baik dan menyampaikan rasa terima kasihnya. "Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Pemberian Alkitab berbahasa suku Damal ini akan sangat membantu para siswa kami, tidak hanya dalam studi teologi, tetapi juga dalam pelayanan mereka di tengah masyarakat. Ini adalah investasi yang sangat berharga untuk masa depan gereja dan masyarakat suku Damal," katanya. Pembagian Alkitab ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk melakukan hal serupa, mendukung pendidikan, dan melestarikan kekayaan bahasa daerah di seluruh Papua Tengah. (Red) 26 Agu 2025, 10:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT