logo-website
Selasa, 11 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Polda Maluku Gelar Upacara Pembukaan Pendidikan dan Pembentukan Bintara Polri Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menggelar upacara pembukaan Pendidikan dan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri gelombang kedua tahun 2024. Sebanyak 148 siswa mulai menjalani Diktuba Polri di SPN Polda Maluku, Senin (22/7/2024).Bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Maluku, Kombes Pol. Marthen Luther Hutagaol, SIK., MM. Turut hadir Kepala SPN Polda Maluku, Wakapolresta Ambon & Pp Lease, dan Kepala Secaba Rindam XV Pattimura.Irwasda Maluku dalam sambutannya membacakan amanat Kalemdiklat Polri. Ia pertama-tama menyampaikan selamat datang kepada para siswa di lembaga pendidikan dan pelatihan Polri, tempat para peserta didik akan menimba ilmu, dididik, ditempa dan dilatih selama 5 bulan ke depan untuk menjadi insan Bhayangkara yang profesional, bermoral serta memiliki mental dan integritas yang baik."Keberhasilan yang telah saudara raih saat ini, merupakan berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, serta hasil dari perjuangan panjang melalui ketekunan, keuletan, dan kesungguhan, yang juga tentunya tidak lepas dari doa serta dukungan orang tua dan keluarga," katanya.Para peserta didik diminta dapat manfaatkan kesempatan yang berharga dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu pengetahuan, keterampilan serta menambah wawasan tentang kepolisian secara sungguh- sungguh dan bertanggung jawab.Sebagai calon anggota Polri, selama menjalani pendidikan tentunya akan dihadapkan dengan berbagai hal baru, yang tersusun dalam rangkaian kegiatan pendidikan dan latihan yang membutuhkan ketahanan fisik dan mental. "Saya meyakini, dengan tekad yang kuat kalian dapat mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pendidikan ini dengan baik," ujarnya.Selama menjalani proses pendidikan, peserta didik akan dibentuk mental dan kepribadian yang berkarakter kebhayangkaraan, memahami doktrin Tribrata dan Catur Prasetya. Tentunya hal ini akan merubah sikap dan perilaku dari masyarakat umum menjadi personel polri yang berkarakter bhayangkara yang selalu menjunjung tinggi pancasila dan uud 1945.Para peserta didik juga akan diberikan berbagai pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknis dan taktis profesi kepolisian dasar, serta pelatihan jasmani agar nantinya memiliki kualitas fisik yang prima. Oleh karenanya ikuti seluruh aturan dan petunjuk serta arahan para gadik, instruktur dan pengasuh yang akan mendampingi kalian selama pendidikan."Kita pahami bersama, bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa," jelasnya. Transformasi negara-negara berkembang menjadi negara maju, tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karenanya pendekatan pendidikan di lingkungan kepolisian memiliki peran yang sangat penting, dalam mempersiapkan para calon anggota Polri untuk menghadapi tugas dan tanggung jawab yang kompleks. "Di sini, kita tidak hanya membentuk sikap profesionalisme, tetapi juga mengasah sikap kepemimpinan, etika, dan keterampilan interpersonal yang diperlukan untuk melayani masyarakat dengan baik," sebutnya.Tidak dapat dipungkiri dan merupakan keniscayaan, bahwa kemajuan teknologi saat ini telah merubah lanskap kehidupan masyarakat menjadi lebih terbuka, tanpa batas dan serba cepat. "Pelayanan yang kita berikan harus didukung kemampuan dan pemanfaatan penggunaan teknologi. oleh karena itu kita dituntut harus dapat beradaptasi dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan informasi," ujarnya.Pendidikan pembentukan menjadi aspek penting guna mewujudkan institusi Polri yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan (presisi). Untuk mencapai hal tersebut, maka seluruh komponen pendidikan, mulai dari siswa, tenaga pendidik maupun komponen pendidikan lainnya, harus dapat bekerjasama dan membangun sinergitas secara menyeluruh, utuh serta berkesinambungan dalam rangkaian proses belajar mengajar. Agar dapat berjalan efektif dan efisien sesuai yang diharapkan.Pendidikan ini bukanlah sekedar proses belajar mengajar, tetapi sebuah perjalanan yang akan membentuk karakter sebagai seorang polisi yang memiliki jiwa pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Proses pendidikan yang relatif singkat harus dirancang secara baik dan benar, dengan prinsip mengutamakan kualitas dan memberikan porsi yang lebih besar kepada kegiatan praktek kerja lapangan, agar hasil didiknya sesuai dengan yang diharapkan. Hanya melalui disiplin, dedikasi, semangat, dan komitmen yang kuat, anda dapat menjalani pendidikan ini dengan sukses."Keberhasilan dan integritas saudara sebagai seorang anggota polri sangat terkait dengan individu saudara yang memiliki integritas, nilai-nilai moral yang kuat, dan ketaatan terhadap hukum. Sehingga akan turut menentukan wajah dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada polri," pintanya.Pada kesempatan tersebut, Kalemdiklat menyampaikan beberapa penekanan kepada para siswa untuk dipedomani dan dilaksanakan:1. Senantiasa tingkatkan terus keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa, sebagai landasan bertindak dalam pelaksanaan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari2. Persiapkan fisik dan mental saudara selama mengikuti pendidikan, patuhi seluruh peraturan yang berlaku, serta hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat merugikan kehormatan pribadi, keluarga dan institusi.3. Tunjukan sikap disiplin, penuh semangat dan tekad yang kuat serta motivasi yang tinggi bahwa tujuan kalian selama berada di lembaga pendidikan adalah untuk belajar, berlatih dan menempa diri;4. Bangun komunikasi yang interaktif dan konstruktif antar sesama peserta didik, dengan pendidik, pelatih, pengasuh dan seluruh unsur pelaksana pendidikan, sehingga akan terjalin hubungan yang solid dan harmonis;5. Tanamkan sikap responsif dan ikhlas dalam setiap proses belajar mengajar, sehingga ilmu yang diberikan oleh gadik maupun instruktur benar- benar dapat diserap oleh para siswa sekalian. (PNO-12) 23 Jul 2024, 20:47 WIT
Tingkatkan Pelayanan Publik, DivPropam Polri Gelar Sertifikasi Kompetensi Bintara Akreditor Papuanewsonline.com, Jakarta - Sebanyak 50 anggota Propam dari Polda jajaran mengikuti Sertifikasi Kompetensi Bintara Akreditor Propam Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2024 pada Senin 22 Juli hingga Kamis 25 Juli 2024 di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kemampuan personil anggota Propam Polri dalam rangka audit investigasi, gelar perkara, pemeriksaan, persangkaan, penuntutan dan sidang komisi kode etik.Kepala Biro Pertanggungjawaban Profesi (Karowabprof) DivPropam Polri Brigjen Pol Agus Wijayanto mengatakan, sertifikasi kompetensi ini sejalan dengan salah satu program Presisi Kapolri untuk membentuk SDM Polri yang unggul. Untuk itu, Divisi Propam Polri menindaklanjuti program tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM akreditor sesuai dengan sesuai amanat Perpol Nomor 7 Tahun 0222 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Pasal 23 ayat (4) yang menyebutkan bahwa akreditor yang ditunjuk harus memiliki sertifikasi kompetensi, yaitu dapat menunjukkan kemampuan dalam rangka audit investigasi, gelar perkara, pemeriksaan, persangkaan, penuntutan dan sidang komisi kode etik."Sertifikasi tidak hanya menjadi komitmen Polri dalam menjaga kualitas akreditor, tetapi juga menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas layanan publik yang Polri berikan kepada masyarakat. Untuk mendapatkan sertifikasi, akreditor harus mengikuti uji kompetensi terhadap kemampuan untuk melakukan penanganan perkara, apakah sudah memenuhi syarat sebagai akreditor atau belum," kata Brigjen Agus dalam sambutannya.Selain itu, Karowabprof juga menegaskan bahwa sertifikasi ini tidak hanya menjadi komitmen Polri dalam menjaga kualitas akreditor, tetapi juga menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas layanan publik yang Polri berikan kepada masyarakat. Untuk mendapatkan sertifikasi, akreditor harus mengikuti uji kompetensi terhadap kemampuan untuk melakukan penanganan perkara, apakah sudah memenuhi syarat sebagai akreditor atau belum.Sementara, Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri, Kombes Pol. Dhani Kristianto dalam sambutannya mengungkapkan, sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada SKKNI, Standar Internasional (SI), dan/atau SK3. Sertifikasi kompetensi memiliki tujuan sebagai berikut;1. Mengukur kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan harus didokumentasikan dalam bentuk sertifikat kompetensi.2. Memberikan jaminan kepada personil dalam melaksanakan tugasnya sehingga layak memiliki dokumen yang menunjukkan kemampuan bekerja secara profesional dalam menjalankan tugas sesuai kompetensinya pada fungsi akreditor Propam Polri dalam rangka menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang dan universal."Sertifikasi Polri ini mendukung penuh pelaksanaan Program Prioritas Presisi yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yaitu peningkatan kinerja penegakan hukum, pada kegiatan proses penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat, dengan aksi meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akreditor Propam Polri melalui sertifikasi kompetensi," ucapnya.Perlu diketahui, hasil dari giat sertifikasi kompetensi ini adalah membentuk kapasitas dan karakter SDM Akreditor Propam Polri yang kompeten, profesional, proporsional, transparan dan akuntabel dalam melaksanakan penilaian standar profesi Polri, dan proses penegakan kode etik profesi Polri serta mendukung dalam pelaksanaan sidang KKEP. Dengan demikian, akreditor yang kompeten dan professional tersebut akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya dalam mengawal penegakan Kode Etik Profesi Polri. (PNO-12) 23 Jul 2024, 18:08 WIT
Bripka Safrijal Ajak SD Al Hilaal Namae dan SD Negeri Pasir Putih Mengolah Sampah Plastik Papuanewsonline.com, Manipa - Guna mengurangi sampah plastik di lingkungan masyarakat, Bhabinkamtibmas desa Luhutuban, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Bripka Safrijal kembali mengajak, para pelajar di SD Al Hilal, Dusun Namae, dan SD Negeri Dusun Pasir Putih, Desa Luhutuban, Kecamatan Manipa, untuk bagaimana cara mengolah sampah plastik menjadi bantal ramah lingkungan (ecopilow).Anggota Polsek Manipa itu mengedukasi anak-anak agar mewujudkan lingkungan yang bersih dan pantai bebas dari sampah plastik. Bripka Safrijal mengatakan, bantal ramah lingkungan, atau ecopillow adalah salah satu cara untuk dapat mengurangi sampah plastik sachet, multilayer yang semakin banyak berserakah di sekitar kita. Itu dikarenakan sampah plastik jenis sachet butuh waktu 80 sampai 100 tahun untuk dapat terurai bahkan bisa sampai 200 tahun. "Untuk itu kita bisa memberikan kontribusi kita untuk ikut mengurangi sampah plastik jenis ini. Kita bisa membuat ecopilow dirumah kita sendiri,"jelas Safrijal Senin (22/7/2024)."Cuci bersih dan keringkan semua jenis sampah plastik sachet. Setelah sampah dikeringkan, maka sampah plastik akan digunting kecil-kecil. Siapkan plastik bening sebagai pembungkus dari semua plastik yang telah digunting. Jahit plastik bening dengan menggunakan ukuran bantal sofa. Dan sisakan satu sisi kosong untuk mengisi semua plastik yg telah digunting. Satu sisi kosong bisa di tambahkan resleting agar mudah dibuka dan ditutup. Dipastikan dalam satu bantal ecopillow di isi agak padat, biar nyaman dan empuk kita digunakan,"beber Rijal sapaan akrabnya.Menurut Bhabin, cara ini merupakan satu contoh dari sekian banyak cara untuk menekan atau mengolah sampah dengan baik sehingga kelestarian lingkungan terutama di daerah pesisir bisa ditekan sehingga lingkungan terjaga dalam jangka panjang Apalagi kita yang hidup di pesisir pantai wilayah hukum Polsek Manipa."Kalau bukan Kita masyarakat Manipa lalu siapa lagi yang bisa buat Manipa indah Manipa bersih. Untuk itu harus tetap patuh terhadap guru di Sekolah dan org tua di rumah.Tidak menyebarkan berita atau mengakses video yang negatif,rajin belajar dan tidak membolos,"pesan Polisi itu kepada pelajar dan anak-anak. (PNO-12) 23 Jul 2024, 17:46 WIT
Polres SBB Gelar Cooling System Bersama Warga Papuanewsonline.com, SBB - Untuk menciptakan situasi dan kondisi keamanan serta membangun silaturahmi dengan masyarakat, dalam rangka Pemilukada November 2024 mendatang, membuat Polres Seram Bagian Barat (SBB), menggelar kegiatan cooling system berupa nyanyi dan ngopi bareng di Mako Polres SBB, Piru, Sabtu (20/7/2024) malam.Kegiatan cooling system berupa nyanyi dan ngopi bareng, turut di hadiri Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK, Dandim 1513/SBB, Letkol Inf. Rudolf Glend Paulus Manuputty, Sekda SBB, Alvin Tuasuun, Wakapolres, Kompol La Udin Taher, perwakilan Forkopimda, para Kabag, Kasat, Perwira Polres SBB beserta OPD Pemkab SBB, tokoh masyarakat, tamu undangan.Kegiatan ini juga di meriahkan oleh persembahan lagu, Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, dari Dandim 1513/SBB, Letkol Inf. Rudolf Glend Paulus Manuputty, maupun persembahan lagu dari Cleny Nikujukuw, beserta masyarakat yang ingin mempersembahkan lagu untuk dinyanyikan.Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK mengatakan, Mapolres SBB merupakan rumah bersama bagi masyarakat SBB untuk menjaga situasi dan kondisi keamanan serta kehidupan orang basudara. "Mari kita sama-sama jalin keakraban dalam acara malam ini. Kemudian saya (Kapolres) minta kepada seluruh masyarakat agar mau datang ke Polres itu, jangan hanya urus SIM atau masalah maupun administrasi lain, tapi anggap saja Polres ini rumah bersama untuk menjaga situasi keamanan, rumah bersama dalam membangun silaturahmi dan rumah bersama orang basudara apalagi di malam minggu seperti ini,"kata Kapolres saat membuka kegiatan Cooling System dalam rangka menuju Pemilukada Damai Tahun 2024, di Mapolres SBB. Sekaligus membawakan sebuah lagu untuk menghibur masyarakat yang hadir.Menurut Kapolres, momen tersebut laksanakan kembali agar masyarakat Kabupaten SBB dapat menikmati serta meramaikan kegiatan ini dengan sukacita, dan menikmati camilan yang telah disediakan oleh pihak Polres."Kegiatan Cooling System ini akan kita adakan setiap minggu untuk masyarakat SBB, dan juga dapat menyalurkan bakat bernyanyi serta menjalin silaturahmi dengan masyarakat dan Personel Polres SBB,"ujar Kapolres.AKBP Dennie mengatakan, memasuki Pemilukada SBB ini, dirinya mengajak, seluruh masyarakat untuk sama-sama mengamankan dan menyukseskan hajatan politik tersebut."Kita semua untuk mengamankan dan mensukseskan Pilkada Kabupaten SBB Tahun 2024 sehingga berjalan hingga selesai Pilkada dengan keadaan aman dan damai,"imbuh KapolresOrang nomor satu di Mapolres SBB inj menegaskan, situasi aman dan kondusif di Pilpres kemarin, perlu kita jaga bersama hingga selesainya Pilkada Kabupaten SBB. "Semoga Kabulaten SBB mendapatkan pemimpin yang amanah yang diinginkan masyarakat,"tandas Kapolres.Sebelum kegiatan tersebut berakhir, Kapolres juga mempersembahkan lagu Slank dengan judul Ku Tak Bisa Jauh Darimu. (PNO-12) 23 Jul 2024, 16:55 WIT
Wakapolda Papua Pimpin Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II T.A. 2024 Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., didampingi Irwil II Itwasum Polri, Brigjen Pol. Drs. Sjamsul Sidiq, M.H., memimpin kegiatan Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II T.A. 2024, yang berfokus pada Aspek Pelaksanaan dan Pengendalian di Polda Papua. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Rastra Samara SPN Polda Papua, Senin (22/7).Kegiatan tersebut dihadiri oleh Irbidjemen Opsnal II Itwil II Itwasum Polri, Kombes Pol. Adi Wibowo, S.H., M.H., selaku Ketua Tim bersama rombongan, serta Para Pejabat Utama Polda Papua, Para Kapolres/ta, dan Kasubbagrenmin Jajaran Polda Papua. Tujuan dari audit ini adalah untuk mengevaluasi dan memastikan pelaksanaan tugas serta fungsi kepolisian di Polda Papua sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, audit ini juga bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja Polda Papua dalam melaksanakan tugas pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum.Dalam sambutannya, Wakapolda Papua menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Taklimat Awal Audit Kinerja Tahap II Itwasum Polri Aspek Pelaksanaan dan Pengendalian di Polda Papua T.A. 2024. "Puji syukur kita bisa menyelenggarakan taklimat awal ini. Meskipun di tengah kesibukan, kita harus mendengarkan arahan dari Ketua Tim karena arahan tersebut penting untuk kemajuan organisasi kita, khususnya di jajaran Polda Papua," ujarnya.Sementara itu, Irwil II Itwasum Polri, Brigjen Pol. Drs. Sjamsul Sidiq, M.H., menambahkan bahwa kegiatan audit ini akan dilaksanakan mulai tanggal 22 hingga 31 Juli 2024 oleh Inspektorat Wilayah II Itwasum Polri. Audit kinerja ini merupakan proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi yang dilakukan secara independen, objektif, dan profesional berdasarkan standar pemeriksaan. Tujuannya adalah untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, dan akuntabilitas informasi mengenai pengelolaan dan pertanggungjawaban Kasatker/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) terhadap pelaksanaan program Polri dan keuangan negara, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih (clean government)."Hasil audit kinerja tahun 2023 telah memberikan gambaran umum tentang pelaksanaan program kegiatan dan anggaran. Obyek audit kinerja pada umumnya telah berupaya secara optimal menyelenggarakan proses manajemen di satuan kerjanya agar pelaksanaan program dan anggaran yang telah disusun dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi," kata Brigjen Pol. Sjamsul Sidiq.Namun demikian, masih diperlukan pengawasan internal secara terus-menerus untuk memastikan bahwa program dan kegiatan yang diselenggarakan tidak melanggar ketentuan administratif dan peraturan perundang-undangan. Pada tahun 2023, terdapat 491 temuan hasil audit tahap II di Polda Papua.Brigjen Pol. Sjamsul Sidiq menekankan bahwa sasaran pelaksanaan program kegiatan Itwasum Polri Tahun 2024 adalah audit kinerja sesuai bidang penugasan dengan memperhatikan arah kebijakan dan strategi Polri serta penekanan-penekanan Kapolri. Pada aspek bidang perencanaan dan pengorganisasian, tujuannya adalah untuk mengawasi serta memeriksa rencana program dan anggaran sejak dari penyusunan dokumen perencanaan serta bagaimana satker mengorganisasi personel, materiil, dan anggaran untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan pada tahap II aspek pelaksanaan dan pengendalian bertujuan untuk mengawasi secara efektif atas pelaksanaan program dan anggaran agar tupoksi Satker dapat terlaksana secara efektif, efisien, dan ekonomis serta pengelolaan anggaran dan pertanggungjawaban keuangannya terselenggara secara transparan dan akuntabel."Kita patut bersyukur dalam kurun waktu 10 tahun, dari tahun 2013 hingga 2022, Polri telah berhasil mempertahankan penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh satker dan Satwil di lingkungan Polri yang telah melaksanakan semua program dan kegiatan sesuai tugas pokok masing-masing serta penggunaan anggaran secara efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan akuntabel," ungkap Brigjen Pol. Sjamsul Sidiq.Selaku penanggung jawab audit kinerja, Brigjen Pol. Sjamsul Sidiq mengingatkan tim audit Itwil II untuk meminimalisir berbagai kerawanan dan menemukan potensi penyimpangan satker sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Tim audit juga diharapkan mampu memberikan konsultasi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi di lapangan dan memberikan petunjuk terhadap temuan-temuan yang harus ditindaklanjuti sehingga bisa diselesaikan dan tidak menjadi tunggakan temuan."Dengan adanya komunikasi pemeriksaan yang baik antara pemeriksa BPK RI dan jajaran Polri, diharapkan rekomendasi yang diberikan dapat bermanfaat dan dapat ditindaklanjuti oleh Polri. Kita harus memperbaiki dan menyelesaikan temuan pemeriksaan BPK RI agar opini penilaian wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan Polri khususnya tahun 2023 dapat dipertahankan," tutupnya. (PNO-12) 23 Jul 2024, 10:36 WIT
Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tugas Umum Gelombang II T.A. 2024 Polda Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H, memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tugas Umum Gelombang II Tahun Anggaran 2024 di Lapangan Rastra Samara SPN Polda Papua pada Senin (22/07).Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakapolda Papua Brigjen Pol. Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Eva Mathius D. Fakhiri, dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, serta beberapa pejabat utama Polda Papua dan pengurus Bhayangkari Daerah Papua.Dalam upacara tersebut, sebanyak 650 orang siswa asal pengiriman Polda Papua akan menjalani pendidikan di SPN Jayapura selama lima bulan. Amanat dari Kalemdiklat Polri, Komjen. Pol. Drs. Purwadi Arianto, M.Si., yang dibacakan oleh Kapolda Papua, mengucapkan selamat kepada para peserta didik atas keberhasilan mereka lolos seleksi dan terpilih menjadi peserta dalam program pendidikan ini."Selamat datang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Para peserta didik akan menimba ilmu, dididik, ditempa, dan dilatih selama lima bulan ke depan untuk menjadi insan bhayangkara yang profesional, bermoral, serta memiliki mental dan integritas yang baik," ujar Irjen Pol Mathius D. Fakhiri.Selama proses pendidikan, para peserta didik akan dibentuk menjadi individu yang memahami doktrin Tribrata dan Catur Prasetya, serta memiliki karakter bhayangkara yang selalu menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945. Mereka juga akan diberikan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan pelatihan jasmani untuk memastikan kualitas fisik yang prima."Pendidikan ini bukanlah sekedar proses belajar mengajar, tetapi sebuah perjalanan yang akan membentuk karakter sebagai seorang polisi yang memiliki jiwa pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," tambah Irjen Pol Mathius D. Fakhiri.Kapolda Papua juga menekankan pentingnya sikap disiplin, semangat, dan motivasi tinggi selama menjalani pendidikan. Para peserta didik diharapkan dapat mengikuti seluruh aturan dan petunjuk serta arahan dari para gadik, instruktur, dan pengasuh dengan baik."Bangun komunikasi yang interaktif dan konstruktif antar sesama peserta didik, dengan pendidik, pelatih, pengasuh, dan seluruh unsur pelaksana pendidikan. Tanamkan sikap responsif dan ikhlas dalam setiap proses belajar mengajar," kata Kapolda Papua.Di akhir amanatnya, Kapolda Papua mengucapkan selamat menempuh pendidikan kepada seluruh peserta didik dan berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan ini dengan selamat, baik, dan lancar. Upacara pembukaan ini menjadi langkah awal bagi para calon anggota Polri untuk menjalani proses pendidikan yang akan membentuk mereka menjadi insan bhayangkara yang siap melayani dan melindungi masyarakat. (PNO-12) 23 Jul 2024, 10:26 WIT
Kisah Catar Akpol Jovanka Alfaudi Santri Yang Mahir Berbahasa Arab Dan Spanyol Papuanewsonline.com, Jawa Barat  Salah satu Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2024, Jovanka Alfaudi alias Jovan (19) berangkat dari kalangan santri. Jovan mahir berbahasa Arab hingga Spanyol hasil dari bahasa sehari-hari yang dipakai saat 4 tahun mondok di Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami, Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat.Jovan yang berasal dari pengiriman Polda Metro Jaya, bukan dari keluarga kaya. Ayahnya, Wahludi asli Pemalang, Jateng adalah pensiunan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), sementara ibunya Dina Sumartini asli Magelang, Jateng, adalah ibu rumah tangga. Jovan asli Jakarta Utara, lahir 16 Oktober 2004. Semangatnya menjadi taruna, selain dorongan dari orangtua hingga para kyai dan ustaz di pesantrennya, juga berangkat dari kakak pertamanya yakni Dimas ALS, jebolan Akademi Militer (Akmil) tahun 2016 yang kini berdinas di Sat-81/Gultor (Penanggulangan Teror) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, Jakarta Timur. “Motivasi saya jadi seorang polisi, pertama abang saya dan keluarga. Kami dari keluarga biasa, abang saya mendaftar jadi Taruna Akmil pada tahun 2012, tidak ada keluarga tentara atau polisi, cuma miliki keyakinan dan semangat yang luar biasa. Abang saya selalu mengajarkan saya, bahwa keluarga kecil juga bisa meraih mimpi yaitu jadi seorang taruna,” cerita Jovan. Jovan tahu betul proses kakaknya yang transparan saat seleksi. Itu pula yang juga jadi semangatnya mendaftar di Polri. Dia juga yakin transparansi seleksi di Akpol itu. Ketika itu, dia seleksi dari administrasi, kesehatan, psikologi hingga jasmani. “Ketika jasmani walaupun di asrama TNI, abang saya tidak bisa melihat karena ketatnya penjagaan dari polisi. Itu sebagai bentuk transparansi tes polisi,” kisahnya. Jovan bercerita, pada tahun 2023 usai lulus mondok dari Ummul Quro Bogor, dia sempat mendaftar Bintara Polri. Namun gagal. Termasuk mendaftar Bintara TNI, juga gagal. Dia bercerita, gagalnya di persoalan kesehatan. Menjalani serangkaian operasi dan menjaga betul kesehatannya, termasuk mengikuti bimbingan belajar, Jovan tak patah arang hingga berhasil lolos Catar Akpol tingkat Polda Metro Jaya. Dia juga ditempa begitu keras oleh kakaknya yang Kopassus itu. “Mungkin bukan rezeki saya di Bintara Polri ataupun TNI. Abang saya melatih keras-keras untuk saya, karena kakak sayang pada adiknya, bukan karena adik kandung sendiri jadi santai-santai, malah keras luar biasa abang saya (melatih saya),” sambung alumni SD Cokroaminoto dan SMP Barunawati 2 Tanjung Priok itu.  Dia bercerita, ketika hidup mondok di Ummul Quro Bogor, sempat tak betah di tahun pertama karena tak pernah mondok saat sekolah sebelumnya. Namun, rasa tak betah itu dia lawan, beradaptasi dengan lingkungan. Tahun ketiga dia jadi pengurus pondok, dan bertugas jadi bagian keamanan di sana.Saat di pondok Ummul Quro itu, cerita Jovan, Bahasa Arab dan Bahasa Spanyol jadi bahasa sehari-hari yang digunakan. Di sana juga tentunya diajarkan adab, ilmu dan hafalan.  “Ustaz dan kyai saya berpesan, adab di atas ilmu, kami diajarkan sopan santun kepada guru, orang lain tentu orangtua. Sehingga kami tahu harus menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Alhamdulillah berkat doa restu orangtua, ustaz, kyai, guru-guru saya di SD, SMP, orang-orang yang saya temui, saya bisa berdiri di sini di seleksi tingkat pusat Akpol. Saya berdiri di sini karena doa-doa mereka. Semoga rezeki saya di Taruna Akpol 2024,” tandasnya. PNO-11 23 Jul 2024, 10:16 WIT
Pimpin Apel Pagi, Kaops Beri Apresiasi Kepada Personel Ops Damai Cartenz Papuanewsonline.com, Jayapura - Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., memimpin pelaksanaan apel pagi di posko Operasi Damai Cartenz Jayapura pada Senin (22/7/2024).Apel pagi yang dihadiri oleh seluruh personel Ops Damai Cartenz tersebut menjadi kesempatan untuk Kaops mengecek sekaligus memberikan arahan kepada personel.Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Faizal menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel atas dedikasi dan kontribusi dalam pelaksanaan tugas operasi, serta memberikan arahan terkait tugas-tugas mendatang.“Terima kasih kepada rekan-rekan di seluruh Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2024 atas kontribusi yang telah diberikan. Keberhasilan saya sampai di titik ini juga berkat bantuan dari rekan-rekan sekalian,” ujar Brigjen Pol. Faizal.Dalam konteks menghadapi kunjungan Presiden RI Jokowi ke Papua, Brigjen Pol. Faizal juga mengingatkan personel untuk terus memantau perkembangan terkait kunjungan tersebut.“Beberapa pejabat negara sudah tiba dan kita diharapkan tetap siaga dan memantau setiap agenda yang akan dilakukan dalam kunjungan kerja Presiden RI di Papua,” tambahnya.Disisi lain, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, menegaskan bahwa apel pagi rutin seperti ini di sembilan wilayah yang menjadi fokus operasi menunjukkan komitmen seluruh personel Ops Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua.“Hal ini menjadi bukti komitmen seluruh personel Ops Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua yang dimulai dengan kegiatan apel atau pengumpulan personel,” ucap Kombes Pol Bayu. (PNO-12) 23 Jul 2024, 10:18 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT