Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pemerintahan
Homepage
Abadikan Perjuangan Polisi Istimewa : Kapolri Resmikan Patung M. Jasin
Papuanewsonline.com, Surabaya –
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Patung Pahlawan
Nasional Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. M. Jasin atau yang lebih dikenal
sebagai Komandan Polisi Istimewa, di kawasan Monumen Polisi Istimewa,
Jalan Raya Darmo, Surabaya, Kamis (21/8/2025). Peresmian ini menjadi puncak
rangkaian Hari Juang Polri 2025, sekaligus penghormatan atas kiprah sang
legenda dalam sejarah lahirnya kepolisian republik. Patung tersebut dibangun dengan
ukuran megah: tinggi keseluruhan 7 meter, panjang 5,6 meter, dan lebar 5 meter.
Sosok M. Jasin digambarkan gagah menunggang kuda dengan pandangan tegas, simbol
keberanian dan jiwa kepemimpinan beliau ketika memimpin Polisi Istimewa melawan
pasukan sekutu dalam pertempuran Surabaya tahun 1945. Di bawahnya, pada bagian prasasti
dan relief, terpahat kisah perjuangan heroik M. Jasin dan pasukannya—kisah yang
menjadi tonggak sejarah lahirnya Hari Juang Polri. Sejarah mencatat, 21 Agustus 1945,
hanya beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, Inspektur Polisi Kelas I M.
Jasin memimpin Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) dan membacakan Proklamasi
Polisi di Surabaya. Isi proklamasi itu tegas: Polisi
Istimewa resmi menjadi Polisi Republik Indonesia yang bersatu dengan rakyat,
berjuang mempertahankan kemerdekaan. Tidak berhenti di situ, Jasin
memimpin aksi pelucutan senjata tentara Jepang, membagikan senjata kepada para
pejuang rakyat, hingga menyebarkan pamflet proklamasi untuk membakar semangat
melawan penjajahan. Peran Jasin dan Polisi Istimewa
inilah yang kemudian meneguhkan polisi sebagai bagian dari rakyat dan bangsa,
bukan alat kekuasaan kolonial. Dalam peresmian tersebut, Kapolri
menegaskan bahwa patung M. Jasin bukan hanya simbol fisik, tetapi juga penyambung
semangat juang yang wajib diwariskan ke generasi kepolisian berikutnya. “Patung ini bukan hanya monumen,
melainkan pengingat bahwa sejak awal berdirinya, Polri lahir dari rahim
perjuangan rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat. Nilai patriotisme,
keberanian, dan pengabdian M. Jasin akan terus hidup dalam setiap langkah anggota
Polri hari ini dan masa depan,” ujar Jenderal Sigit. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes
Pol Jules Abraham Abast, menambahkan bahwa keberadaan patung M. Jasin memiliki
makna ganda: pengingat sejarah sekaligus pengikat emosional antara Polri dan
masyarakat. “Dengan adanya patung M. Jasin di
Monumen Polisi Istimewa, kita tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga
mengajak generasi penerus Polri dan anak bangsa untuk belajar nilai
patriotisme, nasionalisme, dan keberanian dari beliau,” jelas Jules. Peresmian patung ini bertepatan
dengan peringatan Hari Juang Polri 2025, yang digelar khidmat dengan dihadiri
jajaran pejabat utama Mabes Polri, pejabat utama Polda Jatim, Forkopimda Jawa
Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para veteran pejuang Surabaya. Doa bersama dan tabur bunga di
Monumen Polisi Istimewa menjadi penutup acara, menegaskan bahwa semangat juang
M. Jasin akan terus menjadi inspirasi Polri dalam menjaga keutuhan NKRI serta
merawat kedekatan dengan rakyat. Penulis : GFEditor : GF
21 Agu 2025, 23:20 WIT
Kapolri Resmikan SPPG di Sidoarjo yang akan memberikan manfaat kepada 3.405 orang
Papuanewsonline.com, Sidoarjo —
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Groundbreaking 13
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah hukum Polda Jawa Timur
sekaligus meresmikan operasional SPPG Polresta Sidoarjo, Rabu (20/8/2025). Agenda ini menjadi momentum
penting bagi Polri dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi masyarakat,
sekaligus memberikan manfaat langsung bagi ribuan orang di Jawa Timur. Dalam sambutannya, Kapolri
menyampaikan bahwa keberadaan SPPG bukan hanya membantu pemenuhan kebutuhan
gizi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan
pekerjaan baru. “Pada hari ini kita telah
meresmikan SPPG Polresta Sidoarjo yang akan memberikan manfaat kepada 3.405
orang dan menyerap tenaga kerja sebanyak 50 orang,” ujar Jenderal Sigit. Ia menambahkan, kehadiran dapur Makan
Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo akan menjadi model pelayanan gizi yang bisa
direplikasi di daerah lain. Lebih jauh, Kapolri memaparkan
perkembangan pembangunan SPPG di seluruh Indonesia. Hingga kini, Polri telah
memiliki 458 SPPG dengan estimasi penerima manfaat mencapai 1,59 juta orang
serta menyerap tenaga kerja sekitar 22.850 orang. “Dari jumlah itu, 49 SPPG telah
beroperasional, 20 masih dalam tahap persiapan, 366 sedang dalam pembangunan,
13 baru saja kita lakukan groundbreaking, dan 10 lagi segera dilakukan
groundbreaking di Kalimantan Selatan,” jelas Sigit. Menurutnya, angka tersebut
menunjukkan keseriusan Polri dalam menghadirkan program yang berorientasi
langsung pada kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan gizi dan
kemandirian pangan. Tak hanya meresmikan SPPG,
Kapolri juga meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Polresta Sidoarjo.
Program ini menjadi wujud dukungan Polri terhadap Perum Bulog dalam
menyukseskan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sejak 6–19 Agustus 2025, Polri
telah melaksanakan GPM di 15.419 titik di 36 Polda jajaran serta 1 Satker Mabes
Polri, dengan total penyaluran mencapai 21.391 ton beras SPHP. Khusus di wilayah Jawa Timur, GPM
telah digelar di 2.994 titik dengan total penyaluran sebanyak 3.438 ton beras
SPHP. “Ini menjadi salah satu bentuk
nyata kehadiran Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga
stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegas Kapolri. Kapolri menekankan, pembangunan
SPPG dan pelaksanaan GPM merupakan bukti bahwa Polri tidak hanya fokus pada
penegakan hukum, tetapi juga aktif mendukung agenda nasional terkait
kesejahteraan rakyat. “Polri hadir bukan hanya menjaga
keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap
kebutuhan dasar seperti pangan bergizi dan harga bahan pokok yang stabil,”
tutup Sigit. Kegiatan groundbreaking di
Sidoarjo diakhiri dengan doa bersama dan peninjauan dapur MBG, disaksikan
jajaran Forkopimda Jatim, pejabat utama Polda Jatim, serta masyarakat penerima
manfaat program. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 23:15 WIT
Kapolri Kunjungi Dua Ponpes di Jawa Timur
Papuanewsonline.com, Jombang —
Dalam suasana penuh kehangatan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan
kunjungan silaturahmi ke dua pondok pesantren (ponpes) ternama di Jawa Timur,
yakni Ponpes Langitan di Tuban dan Ponpes Majma’al Bahroin Hubbul Wathon Minal
Iman Shiddiqiyyah di Ploso, Jombang, Rabu (20/8). Kunjungan tersebut bukan sekadar
agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis Polri untuk
mempererat hubungan ulama dan umara (pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan),
serta memperkuat fondasi kerukunan dalam menjaga keamanan dan ketertiban
masyarakat (kamtibmas) di tanah air. Dalam kesempatan itu, Kapolri
menegaskan pentingnya merawat hubungan erat antara Polri dengan para tokoh
agama, ulama, dan masyarakat luas. “Yang pertama tentunya ini bagian
dari kegiatan kami untuk terus membangun silaturahmi, membangun sinergitas,
membangun hubungan antara umara dan seluruh ulama,” ujar Sigit di hadapan para
pengasuh dan santri ponpes. Menurutnya, Polri sadar bahwa
kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh aparat keamanan, tetapi juga oleh
kontribusi tokoh agama yang selama ini menjadi teladan moral dan penyejuk umat. Jenderal Sigit menegaskan bahwa
agenda silaturahmi ini juga merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Joko
Widodo agar seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan kerukunan. “Sebagaimana perintah Bapak
Presiden, kita diminta untuk terus menjaga kerukunan. Polri berkomitmen hadir,
mendengarkan, dan bekerja sama dengan para ulama serta masyarakat agar
persaudaraan kebangsaan tetap terjaga,” tegas Kapolri. Ia menambahkan, kerukunan bukan
hanya soal meredam konflik, tetapi juga membangun optimisme bersama dalam
menghadapi tantangan global, termasuk pangan, teknologi, dan pembangunan sumber
daya manusia. Dalam dialognya, Kapolri
menyinggung tentang visi besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan
bahwa pondok pesantren memiliki peran sentral dalam mencetak generasi muda
berkarakter, berilmu, sekaligus berakhlak mulia. “Baik dalam hal ketahanan pangan,
swasembada, maupun mempersiapkan SDM unggul, kita harus bersama-sama mengelola
potensi bangsa agar bisa membawa Indonesia masuk ke era generasi emas sesuai
dengan cita-cita kita semua,” ucapnya. Menurut Sigit, pesantren bukan
hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang
mampu melahirkan kader bangsa yang siap menghadapi tantangan zaman. Tidak hanya menyampaikan pesan,
Kapolri juga dengan rendah hati meminta masukan langsung dari para tokoh agama
terkait peran Polri dalam melayani masyarakat. “Kami mohon wejangan, mohon
masukan, sehingga kami bisa bekerja lebih baik, mendengar lebih baik, dan
memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan masyarakat,” tutup Sigit. Kunjungan Kapolri ke dua
pesantren besar di Jawa Timur ini disambut hangat oleh para pengasuh ponpes,
tokoh agama, serta para santri. Silaturahmi ini diharapkan mampu memperkuat
ikatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjaga harmoni kebangsaan
di tengah tantangan dinamika sosial. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 23:10 WIT
Tokoh Adat Papua Dukung Satgas Damai Cartenz
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Suara dukungan untuk Polri, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz, kembali
mengalir dari masyarakat adat Papua. Kali ini, Ondofolo Sentani Yanto Eluay,
salah satu tokoh adat yang disegani di Tanah Papua, menyatakan komitmennya
untuk mendukung penuh langkah kepolisian dalam menindak tegas Kelompok Kriminal
Bersenjata (KKB) yang kerap menimbulkan gangguan keamanan di wilayah pegunungan
maupun daerah rawan konflik lainnya. “Kami seluruh masyarakat Papua,
khususnya para tokoh adat, memiliki tanggung jawab menjaga tanah Papua agar
tetap aman dan damai. Apa pun yang negara lakukan melalui Satgas Ops Damai
Cartenz adalah untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai,” ujar Yanto Eluay di
Jayapura. Dalam keterangannya, Yanto
menegaskan bahwa berbagai tindakan penegakan hukum yang dilakukan Satgas Damai
Cartenz patut diapresiasi, terutama karena menyasar pihak-pihak yang masih
melakukan aksi kekerasan, penembakan, hingga gangguan terhadap aktivitas masyarakat. “Harapan kami, semua tindakan
yang mengganggu situasi kamtibmas segera dihentikan. Kami memberikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada Polri yang sudah berupaya menjaga keamanan di tanah
ini,” tambahnya. Menurut Yanto, keberadaan Satgas
Damai Cartenz telah memberikan dampak positif, khususnya dalam menekan ruang
gerak kelompok bersenjata yang selama ini menghambat ketenteraman warga dan
jalannya pembangunan di Papua. Lebih jauh, Yanto mengajak
seluruh masyarakat Papua, baik di perkotaan maupun pedalaman, untuk tidak
tinggal diam. Ia menekankan pentingnya kebersamaan semua elemen masyarakat
dalam mendukung langkah Polri. “Mari kita jaga selalu Papua yang
aman dan damai sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa
merasakan kesejahteraan bersama,” tegasnya. Menurutnya, kondisi aman dan
damai adalah kunci bagi Papua untuk terus maju. Tanpa stabilitas, pembangunan
infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan akan sulit dirasakan secara merata
oleh masyarakat. Dukungan yang disampaikan
Ondofolo Sentani ini bukan sekadar bentuk solidaritas, tetapi juga simbol
legitimasi budaya. Sebagai tokoh adat, Yanto Eluay menegaskan bahwa masyarakat
adat memiliki peran penting dalam mengawal keamanan di Papua. Suara tokoh adat,
menurutnya, bisa menjadi penguat moral bagi aparat dan juga pengingat bagi
masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. “Kami tokoh adat siap berada di
garis depan untuk mendukung langkah penegakan hukum. Keamanan adalah milik
bersama, bukan hanya urusan aparat,” ujarnya. Yanto juga menitipkan pesan
khusus kepada generasi muda Papua agar menjauhi segala bentuk kekerasan dan
tidak terjebak dalam provokasi kelompok bersenjata. Ia mengingatkan bahwa masa
depan Papua ada di tangan anak-anak mudanya. “Generasi muda harus berperan
aktif membangun tanahnya sendiri. Jangan biarkan energi muda habis untuk
hal-hal yang merusak. Mari fokus pada pendidikan, ekonomi, dan kegiatan positif
yang bermanfaat untuk masa depan,” pungkasnya. Dengan dukungan para tokoh adat,
langkah Polri melalui Satgas Damai Cartenz dalam menegakkan hukum terhadap KKB
kian mendapat legitimasi sosial. Hal ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi
terciptanya Papua yang benar-benar aman, damai, dan sejahtera. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 22:45 WIT
Kapolri Pimpin Sertijab Pejabat Tinggi Polri
Papuanewsonline.com, Jakarta —
Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan perombakan besar di
jajaran pejabat tinggi. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin
langsung prosesi serah terima jabatan (sertijab) dan pelantikan sejumlah
perwira tinggi Polri di Rupattama Mabes Polri. Agenda penting ini menjadi
penanda penyegaran organisasi sekaligus strategi Polri untuk meningkatkan
kinerja menghadapi dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks, baik di
bidang penegakan hukum, keamanan, maupun pelayanan publik. Dalam upacara tersebut, Komjen
Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil. resmi dilantik menjadi Inspektur Pengawasan Umum
(Irwasum) Polri. Jabatan strategis ini menuntut figur pengawasan internal yang
kuat, demi memastikan seluruh lini organisasi berjalan transparan, akuntabel,
dan sesuai dengan prinsip good governance. Posisi Kabareskrim Polri kini
diisi oleh Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., menggantikan Wahyu Widada.
Jabatan ini memegang peran vital dalam penegakan hukum, pemberantasan
kejahatan, hingga penguatan digitalisasi sistem penyidikan. Pergantian berlanjut pada Kabaintelkam
Polri, yang kini dipercayakan kepada Komjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K.,
M.Si., M.M.. Sementara jabatan Astamaops Kapolri diisi oleh Komjen Pol Dr.
Mohammad Fadil Imran, M.Si., sebelumnya Kabaharkam Polri. Untuk posisi
Kabaharkam sendiri kini dijabat oleh Irjen Pol Karyoto, S.I.K., yang sebelumnya
memimpin Polda Metro Jaya. Jabatan Kapolda Metro Jaya, salah
satu kursi panas di lingkungan Polri karena memimpin wilayah dengan
kompleksitas tinggi, kini dipercayakan kepada Irjen Pol Asep Edi Suheri,
S.I.K., M.Si. Tak hanya di level Mabes,
sejumlah Kapolda di berbagai provinsi juga mengalami peralihan, antara lain: Kapolda
Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto digantikan oleh Brigjen Pol Djati Wiyoto
Abadhy, S.I.K, Kapolda Gorontalo, Irjen Pol R. Eko Wahyu Prasetyo digantikan
oleh Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., Kapolda Maluku, Irjen Pol Eddy Sumitro
Tambunan digantikan oleh Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K.,
M.Si., Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto digantikan oleh Brigjen Pol
Hengki, S.I.K., M.H., Kapolda Aceh, Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko digantikan
oleh Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. Selain itu, posisi Kadivhubinter
Polri yang sebelumnya dijabat oleh Irjen Pol Dr. Krishna Murti, S.I.K., M.Si.,
kini dipercayakan kepada Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H. Di bidang sejarah, Kapusjarah
Polri juga mengalami peralihan dari Brigjen Pol Dr. Idodo Simangunsong, S.E.,
S.I.K., M.M. kepada Kombes Pol Bagas Uj Nugroho, S.I.K. Dalam sambutannya, Kapolri
menekankan bahwa mutasi dan rotasi adalah bagian dari kebutuhan organisasi yang
sifatnya rutin sekaligus strategis. “Mutasi adalah langkah penyegaran
organisasi. Setiap pejabat yang mendapat amanah harus mampu menghadirkan energi
baru, melanjutkan capaian pejabat sebelumnya, sekaligus menjawab tantangan
tugas ke depan,” ujar Kapolri. Hal senada juga ditegaskan oleh Karo
Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. yang
menyebut bahwa rotasi ini penting untuk menjaga ritme organisasi. “Mutasi jabatan adalah hal wajar
di Polri. Tujuannya penyegaran, peningkatan kinerja, dan penyesuaian kebutuhan
organisasi menghadapi tantangan yang semakin beragam. Dengan adanya rotasi,
pejabat baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan menghadirkan pelayanan
terbaik untuk masyarakat,” tegas Trunoyudo. Sertijab kali ini tak sekadar
pergantian nama dan jabatan, melainkan regenerasi kepemimpinan yang diharapkan
membawa angin segar bagi tubuh Polri. Dengan para pejabat baru di kursi
strategis, Polri meneguhkan tekad untuk menghadirkan kinerja yang semakin
presisi, modern, dan humanis. Acara diakhiri dengan doa bersama
dan ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik maupun yang mengakhiri
masa tugasnya. Suasana penuh khidmat itu menjadi simbol bahwa estafet
kepemimpinan Polri terus berjalan, dengan semangat pengabdian tanpa henti
kepada bangsa dan negara. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 06:39 WIT
Kapolda Maluku Hadiri Purna Tugas Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri dan Pengantar Tugas Wakapolri
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Sebuah momen penuh makna tersaji di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa
(19/8/2025) ketika Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Tradisi Purna
Tugas Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Dofiri, M.Si serta Pengantar Tugas Wakapolri
Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.M. Acara berlangsung dengan khidmat
dan penuh penghormatan, dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs.
Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Hadir dalam kesempatan itu jajaran pejabat tinggi
Polri, di antaranya Wakapolri, Wakil Menteri Perhubungan RI, Ketua Umum
Bhayangkari, Ketua Harian Kompolnas, Ketua PP Polri, 36 Kapolda se-Indonesia
termasuk Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, serta tamu
undangan lainnya. Tradisi purna tugas dimulai
dengan penyambutan hangat, foto bersama, dan prosesi penghormatan bagi Komjen
Pol (Purn) Ahmad Dofiri yang resmi menutup pengabdian panjangnya di Kepolisian
RI. Dalam sambutannya, Kapolri Listyo
Sigit menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Ahmad Dofiri yang
disebutnya sebagai teladan bagi generasi penerus Bhayangkara. “Selamat memasuki masa purna
bakti, Kakak Asuh. Dalam nadi beliau mengalir jiwa Bhayangkara yang akan terus
terpatri. Nilai-nilai yang ditanamkan akan menjadi warisan dan inspirasi bagi
generasi penerus Polri. Walaupun telah purna tugas, seorang Bhayangkara akan
tetap menjadi penjaga marwah institusi,” ujar Kapolri dengan penuh
penghormatan. Rangkaian acara juga menayangkan selayang
pandang perjalanan karier Ahmad Dofiri, mengingatkan kembali kiprah panjangnya
yang selalu konsisten membela kepentingan bangsa, menjaga stabilitas keamanan,
hingga membina sinergi lintas elemen masyarakat. Dalam kesempatan yang sama,
Kapolri juga memberikan sambutan khusus bagi Wakapolri yang baru, Komjen Pol.
Prof. Dr. Dedi Prasetyo. Kapolri menegaskan bahwa tantangan
Polri ke depan semakin kompleks, mulai dari penguatan digitalisasi pelayanan
publik, menjaga stabilitas keamanan menjelang Pemilu, hingga mengawal program
pembangunan nasional. “Selamat bertugas kepada
Wakapolri yang baru. Tantangan tugas semakin konkret. Visi Polri ke depan
adalah mengawal penuh program prioritas pemerintah sekaligus menghadirkan
pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan,”
tegas Jenderal Sigit. Kapolda Maluku, Irjen Dadang
Hartanto, yang turut hadir dalam prosesi ini, menyampaikan penghargaan mendalam
kepada Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri. “Kami di Polda Maluku
menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Bapak Ahmad Dofiri yang
telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi. Beliau adalah sosok teladan yang
mengajarkan arti pengabdian sejati,” tutur Dadang. Lebih lanjut, ia juga menegaskan
dukungannya terhadap kepemimpinan Wakapolri yang baru. “Kepada Wakapolri yang baru, kami
siap mendukung setiap kebijakan dan arahan. Polda Maluku akan terus memperkuat
sinergi, menjaga keamanan, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Bersama-sama, kita wujudkan Polri yang semakin presisi, humanis, dan
terpercaya,” ujarnya. Prosesi dilanjutkan dengan
tradisi khas Polri yang sarat makna, mulai dari kadga pora, penyerahan atribut
purna bakti, hingga pelepasan melalui payung pora dan gerbang pora. Momen ini
berlangsung penuh keharuan, menandai berakhirnya satu babak pengabdian dan
dimulainya babak baru estafet kepemimpinan di tubuh Polri. Acara ditutup dengan ramah tamah
yang mempererat kekeluargaan antara keluarga besar Polri. Lebih dari sekadar
seremoni, tradisi ini menegaskan bahwa Polri adalah institusi dengan roh
kebersamaan, semangat pengabdian, dan penghormatan terhadap nilai-nilai
Bhayangkara yang abadi. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 06:31 WIT
Irjen Pol Dadang Hartanto Resmi Jabat Kapolda Maluku
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Kepolisian Daerah Maluku resmi memiliki pemimpin baru. Inspektur Jenderal (Irjen)
Polisi Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH., S.IK, M.Si, kini mengemban amanah
sebagai Kapolda Maluku, menggantikan Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan,
M.Si yang memasuki masa purna tugas. Pergantian pucuk pimpinan ini
ditandai dengan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung
oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si di Rupattama
Lantai I Mabes Polri, Selasa (19/8/2025). Sertijab Kapolda Maluku
dirangkaikan dengan pelantikan Irwasum Polri, Sertijab Pejabat Utama Mabes
Polri, serta sejumlah Kapolda lainnya di Indonesia. Prosesi Sertijab berlangsung
khidmat melalui pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara serah
terima, hingga penandatanganan pakta integritas. Dalam arahannya, Kapolri
menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan langkah strategis untuk
memperkuat soliditas, memperbaharui energi organisasi, serta meningkatkan
kualitas pelayanan Polri terhadap masyarakat. “Mutasi adalah bagian dari
penyegaran organisasi. Setiap pejabat yang mendapat amanah harus mampu membawa
energi baru, menghadirkan terobosan, serta memperkuat sinergi dengan seluruh
elemen bangsa,” ujar Jenderal Sigit. Kepada pejabat yang baru, Kapolri
juga menitipkan harapan agar mereka mampu meneruskan capaian pendahulunya
sekaligus menjawab tantangan-tantangan kompleks di masa mendatang, khususnya
dalam menjaga kamtibmas, penegakan hukum, serta pelayanan publik. Mengakhiri masa baktinya, Irjen Eddy
Sumitro Tambunan menyampaikan rasa haru dan apresiasi kepada seluruh jajaran
kepolisian, Forkopimda, serta masyarakat Maluku yang selama ini mendukung penuh
tugasnya. “Maluku adalah rumah kedua bagi
saya. Dukungan penuh dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh
masyarakat menjadi kekuatan besar dalam menjaga Maluku tetap kondusif. Saya
percaya dengan kepemimpinan baru, Maluku akan semakin maju dan damai. Saya
titipkan Maluku kepada Kapolda baru dengan penuh optimisme,” ungkap Eddy. Di masa kepemimpinannya, Irjen
Eddy dikenal aktif dalam pemberantasan narkoba, memperkuat deteksi dini konflik
sosial, serta membangun komunikasi erat dengan tokoh masyarakat hingga ke
pelosok daerah. Kapolda Maluku yang baru, Irjen
Dadang Hartanto, menegaskan tekadnya untuk tidak hanya melanjutkan program yang
sudah berjalan, tetapi juga menghadirkan inovasi dalam menjawab tantangan baru. “Kami akan melanjutkan capaian
yang sudah dibangun pejabat sebelumnya. Polda Maluku siap hadir sebagai
pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Bersama Forkopimda dan seluruh
elemen, kami akan bekerja menjaga keamanan, memperkuat harmonisasi sosial, serta
mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Dadang. Dengan latar belakang pengalaman
yang panjang di bidang kepolisian, Dadang diyakini mampu membawa Polda Maluku
semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Upacara Sertijab ditutup dengan
doa bersama serta pemberian ucapan selamat dari Kapolri, Wakapolri, pejabat
utama Mabes Polri, hingga tamu undangan. Suasana penuh kekeluargaan tersebut
mencerminkan semangat soliditas dan kebersamaan yang kuat di tubuh Polri. Pergantian kepemimpinan ini
diharapkan menjadi awal baru bagi Polda Maluku untuk semakin dekat dengan
masyarakat, sekaligus mempertegas komitmen Polri sebagai institusi yang presisi,
humanis, dan profesional. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 06:29 WIT
Bareskrim Polri Sosialisasikan Pedoman Diversi untuk Anak di Bawah 12 Tahun
Papuanewsonline.com, Jakarta —
Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan
Perdagangan Orang (Dittipid PPA PPO) Bareskrim Polri terus memperkuat komitmen
perlindungan anak melalui kegiatan Sosialisasi Pedoman Pelaksanaan Diversi dan
Penanganan Anak yang Belum Berumur 12 Tahun. Acara ini digelar di Ruang RPK
Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri, Lantai 1, dengan melibatkan peserta dari
internal Polri maupun lintas instansi terkait, baik secara langsung maupun
melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri langsung
oleh Dir PPA PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, didampingi
Wadir, para Kasubdit, dan jajaran personel. Sementara secara daring hadir
perwakilan Kementerian Sosial RI, Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Direktorat
Pelayanan Tahanan dan Anak, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, pekerja sosial
profesional, Kasubdit Renakta Polda jajaran, Kanit PPA Satreskrim Polres
jajaran, hingga penyidik PPA dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Brigjen Pol.
Nurul Azizah menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari
amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
(SPPA) serta penyesuaian dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru,
UU Nomor 1 Tahun 2023. “Anak adalah generasi penerus
bangsa yang wajib kita lindungi. Dalam penegakan hukum, anak tidak boleh
diperlakukan semata-mata sebagai pelaku tindak pidana, melainkan juga sebagai
individu yang berhak mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan pendidikan,” ujar
Brigjen Pol. Nurul. Brigjen Pol. Nurul menekankan
pentingnya pedoman teknis ini sebagai acuan seragam dan aplikatif bagi seluruh
penyidik anak di Indonesia. Dengan adanya pedoman ini, Polri berharap tidak ada
lagi perbedaan penafsiran di lapangan yang dapat menghambat penanganan perkara
anak. “Melalui pendekatan keadilan
restoratif, kita ingin mengembalikan anak pada keadaan semula, bukan menghukum
atau memberi stigma. Diversi, pendampingan menyeluruh, serta reintegrasi sosial
harus diutamakan agar anak bisa kembali ke keluarga dan masyarakat,” tegasnya. Sosialisasi ini juga menjadi
forum penyamaan persepsi antar aparat penegak hukum — mulai dari Polri,
kejaksaan, pemasyarakatan, hingga pekerja sosial — agar penanganan anak di
bawah 12 tahun yang berhadapan dengan hukum (ABH) dapat berjalan konsisten di
seluruh wilayah Indonesia. Kolaborasi lintas sektor ini
diharapkan mampu menghadirkan solusi menyeluruh, mulai dari musyawarah diversi,
rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial anak. Dengan begitu, proses peradilan
pidana anak benar-benar berpihak pada prinsip perlindungan anak dan keadilan
restoratif. Kegiatan ini sekaligus menjadi
bukti nyata bahwa Polri berkomitmen tidak hanya dalam aspek penegakan hukum,
tetapi juga dalam perlindungan hak-hak anak sebagai kelompok rentan. Pendekatan
yang humanis ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa penegakan
hukum di Indonesia semakin berorientasi pada nilai keadilan dan kemanusiaan. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 06:21 WIT
Polda Maluku Dorong Modernisasi Kehumasan Lewat PoliceTube
Papuanewsonline.com, Ambon— Polri
terus melakukan transformasi digital dalam rangka meningkatkan kualitas
pelayanan informasi publik. Sebagai bagian dari langkah besar tersebut, Polda
Maluku melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) menggelar sosialisasi
penggunaan PoliceTube kepada operator Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi (PPID) dari seluruh satuan kerja (Satker) di jajaran Polda Maluku. Kegiatan ini berlangsung di Rupattama
Polda Maluku, dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol
Rositah Umasugi, S.I.K., dan dihadiri oleh seluruh operator PPID Satker serta
para perwira Bidhumas. PoliceTube merupakan platform
berbagi video yang digagas oleh Divhumas Polri bekerja sama dengan PT Digital
Unggul Gemilang, perusahaan karya anak bangsa. Kehadiran platform ini
dimaksudkan sebagai sarana publikasi resmi kepolisian dengan pendekatan yang
lebih modern, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat. “PoliceTube hadir bukan sekadar
kanal informasi, tetapi juga sebagai jembatan kepercayaan antara Polri dan
masyarakat. Peran PPID sangat penting dalam menyajikan konten yang positif,
berkualitas, dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujar Kombes Rositah
dalam sambutannya. Kabid Humas juga menekankan
pentingnya menjaga standar kualitas dan etika dalam setiap konten yang
diunggah. Beberapa poin penting yang ditekankan yaitu Konten fokus pada
kegiatan Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti operasi
kemanusiaan, kegiatan humanis, pengungkapan kasus, maupun prestasi anggota, Konten
wajib memenuhi standar komunikasi publik, menyertakan logo resmi Polri,
menghindari personal branding, serta tidak menimbulkan polemic, Konsistensi
unggahan dijaga tanpa mengorbankan mutu. Aktivitas unggahan dari tiap Polda,
Polres, hingga Polsek akan menjadi bagian dari evaluasi nasional. “Ini bukan hanya soal unggah
video, tapi bagaimana kita menampilkan wajah Polri yang profesional, humanis,
dan transparan. PoliceTube adalah etalase kita di ruang digital,” tegas Kombes
Rositah. Sosialisasi ini juga menjadi
bagian dari komitmen Polda Maluku dalam mendukung program Presisi Kapolri
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menekankan pada transformasi digital
Polri. Dengan adanya PoliceTube, Polri diharapkan semakin mampu menyesuaikan
diri dengan kebutuhan masyarakat modern yang haus akan informasi cepat, akurat,
dan transparan. “PoliceTube bukan sekadar
platform digital, tapi wajah Polri di mata masyarakat. Mari kita kelola dengan
profesional dan penuh tanggung jawab,” pungkas Kabid Humas. Kegiatan ini menandai langkah
maju Polri, khususnya Polda Maluku, dalam menjawab tantangan zaman sekaligus
memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat melalui inovasi komunikasi
digital. Penulis : GF Editor : GF
21 Agu 2025, 06:18 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru