logo-website
Jumat, 03 Apr 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Bapenda Mimika Gencar Sosialisasi Pajak: Dorong Kesadaran Masyarakat, Kuatkan Pembangunan Daerah Papuanewsonline.com, Timika – Pajak bukan sekadar kewajiban, tapi kunci utama pembangunan. Hal ini menjadi sorotan dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kebijakan pajak dan retribusi daerah yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika pada Kamis (31/7/2025) di Timika. Kegiatan ini menghadirkan para wajib pajak, perwakilan OPD, dan pemangku kepentingan dalam rangka membangun pemahaman bersama tentang pentingnya membayar pajak demi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mewakili Bupati Mimika, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si, menyampaikan bahwa kesadaran pajak masyarakat perlu terus dibangun dan diperkuat. “Pajak adalah tulang punggung pembangunan daerah. Dengan pajak, kita bisa bangun jalan, sekolah, puskesmas, dan fasilitas lainnya. Maka, kesadaran membayar pajak harus jadi budaya masyarakat,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa Perda Mimika Nomor 4 Tahun 2023 menjadi landasan hukum penting dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapenda Mimika, Drs. Dwi Cholifah, M.Si, memaparkan strategi Bapenda dalam menggenjot penerimaan daerah melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis teknologi. “Kami lakukan pelatihan, sosialisasi, pembangunan sistem informasi, dan peningkatan koordinasi lintas instansi. Semua demi pelayanan pajak yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Dwi. Ia juga menyampaikan kebijakan terbaru yang berpihak kepada masyarakat, antara lain: Pembebasan BPHTB bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai Perda No. 4/2025 Pembebasan retribusi persetujuan bangunan gedung (PBG) melalui Perda No. 5/2025 Kebijakan ini mendukung program nasional 3 juta rumah untuk rakyat. Penyuluhan ini juga menghadirkan narasumber dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, serta Direktorat Pajak Daerah Papua Tengah dan BPPKD, yang menjelaskan mekanisme pemungutan pajak berdasarkan UU dan Perda No. 24 & 25 Tahun 2024. Dengan semangat inklusif dan partisipatif, Bapenda berharap kegiatan ini mendorong masyarakat makin sadar pajak, taat regulasi, dan bangga menjadi bagian dari pembangunan Mimika. “Semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin besar PAD, semakin cepat pula pembangunan daerah kita,” tutup Dwi Cholifah. (Jidan)   31 Jul 2025, 23:54 WIT
Rakorda Dukcapil se-Tanah Papua Digelar di Mimika: Genjot Digitalisasi dan Pendataan OAP Akurat Papuanewsonline.com, Timika – Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi pusat perhatian Tanah Papua pada Kamis (31/7/2025) sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) se-Tanah Papua. Dengan tema strategis “Percepatan Pendataan dan Penginputan Database Orang Asli Papua (OAP) serta Digitalisasi Layanan Adminduk untuk Peningkatan Kualitas Layanan Publik”, Rakorda ini menjadi momentum penting memperkuat layanan publik yang inklusif dan berbasis data. Acara dibuka langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob, didampingi Dirjen Dukcapil Kemendagri Dr. Teguh Setyabudi dan Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley. Dalam sambutannya, Bupati Rettob menegaskan pentingnya data kependudukan yang akurat untuk menjamin keadilan distribusi program pemerintah, khususnya bagi masyarakat Orang Asli Papua. “Database OAP sangat menentukan arah kebijakan afirmatif di Papua. Maka dari itu, Dukcapil memegang peran kunci sebagai ujung tombak pendataan yang tepat dan terpercaya,” tegas Rettob. Ia juga menyoroti kondisi Mimika sebagai miniatur Indonesia dengan populasi yang sangat beragam, sehingga akurasi data bukan hanya penting, tapi wajib. Sementara itu, Dirjen Dukcapil Dr. Teguh Setyabudi menyampaikan bahwa dokumen kependudukan adalah fondasi seluruh layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga demokrasi. “Transformasi digital layanan Adminduk bukan sekadar inovasi, tapi kebutuhan mendesak di era modern. Karena itu, sinergi pusat dan daerah harus diperkuat untuk memastikan semua warga, khususnya OAP, terdata dan terlayani,” ujar Teguh. Ia pun mengapresiasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Mimika sebagai salah satu yang terbaik secara nasional dalam menghadirkan layanan publik yang cepat, terintegrasi, dan ramah masyarakat. Rakorda ini juga memaparkan data sementara integrasi OAP hingga 28 Juli 2025, yaitu: Papua Tengah: 526.410 jiwa Papua Barat: 294.436 jiwa dan akan diperluas ke provinsi lainnya. Rakorda menghasilkan sejumlah strategi percepatan, seperti digitalisasi layanan Adminduk berbasis biometrik, pendataan OAP door-to-door di wilayah terpencil, dan penguatan kapasitas SDM Dukcapil. Dengan semangat kolaborasi lintas provinsi, Rakorda ini diharapkan mendorong percepatan pendataan OAP secara menyeluruh dan mewujudkan layanan kependudukan yang modern, merata, dan adil di seluruh Tanah Papua. “Data yang benar adalah dasar kebijakan yang adil,” tutup Bupati Rettob. (Jidan)   31 Jul 2025, 23:42 WIT
Wapres Gibran Tinjau Sekolah Rakyat di Padang: Akses Pendidikan Merata Bukan Sekadar Janji Papuanewsonline.com, Padang – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Padang yang berlokasi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/7/2025). Kunjungan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). "Program Sekolah Rakyat adalah bukti nyata bahwa pendidikan inklusif dan merata bukan hanya wacana, tapi prioritas utama," ujar Wapres Gibran saat meninjau langsung fasilitas sekolah. Sejak diluncurkan pada 14 Juli 2025, program Sekolah Rakyat telah hadir di 63 titik di seluruh Indonesia dan akan terus diperluas ke 37 titik tambahan dalam waktu dekat, serta 59 titik lainnya pada bulan September. SRMP 4 Padang menjadi salah satu dari sekolah percontohan yang dipantau langsung oleh Wapres untuk memastikan seluruh aspek berjalan optimal. Dari sisi kurikulum, tenaga pengajar, hingga fasilitas seperti ruang kelas, asrama, dan dapur umum, seluruhnya ditata untuk mendukung sistem pendidikan berbasis komunitas dan kesejahteraan sosial. Yang membedakan Sekolah Rakyat adalah pendekatan holistik dalam pembelajaran. Selain memberikan pendidikan formal secara gratis, sekolah ini juga menyediakan asrama, makan harian, pembinaan karakter, serta dukungan sosial lainnya, menjadikan peserta didik tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh secara mental dan moral. Wapres Gibran menegaskan, pendekatan seperti ini adalah cara terbaik untuk mengangkat anak-anak dari latar belakang sulit menjadi generasi unggul yang siap bersaing secara nasional dan global. “Pendidikan bukan hanya soal angka dan ijazah. Ini tentang menciptakan manusia Indonesia yang seutuhnya. Dan Sekolah Rakyat menjadi awal perubahan itu,” tegasnya. Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi model pendidikan nasional masa depan, terutama untuk wilayah-wilayah yang selama ini minim akses pendidikan layak. (Ning)   31 Jul 2025, 23:10 WIT
Tingkatkan Moral dan Spiritualitas, Polda Maluku Gelar Binrohtal Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan kegiatan pembinaan rohani dan mental (binrohtal) kepada anggota dan pegawai negeri sipil pada Polri, Kamis (31/7/2025).Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan moral dan spritual personel ini dilaksanakan secara terpisah baik kepada anggota beragama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu.Untuk personel beragama Islam, kegiatan binrohtal dihelat di Mushollah Ar-Rahman Polda Maluku. Sementara bagi personel beragama Kristen Katolik dilaksanakan di Gereja Santo Michael Aspol Tantui. Untuk personel beragama Kristen Protestan dilakukan di Gereja Oikumene Uriah Polda Maluku. Sedangkan bagi agama Hindu digelar di Ruang Sidang BP4R Biro SDM Polda Maluku.Kegiatan binrohtal bagi agama Islam dihadiri langsung oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.IK., M.Si, dan seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku hadir pada masing-masing kegiatan.Bagi agama Islam kegiatan diawali dengan Sholat Dhuha, dilanjutkan dengan pengajian Surah Yasin dan tausiyah yang disampaikan langsung oleh Wakapolda Maluku.Sementara untuk agama Kristen Katolik, kegiatan diawali dengan Ibadah Sabda, kemudian pembacaan Injil, dan renungan oleh Ipda M.Herlina Weridity, S.A.P. Selanjutnya ditutup dengan doa dan berkat.Terhadap personel beragama Kristen Protestan, kegiatan diawali dengan Pujian dan Penyembahan oleh Pdt. Hesty Parihala, S.Si. Kemudian Pemberita Firman Tuhan, selanjutnya Pemberian persembahan syukur/kolekte serta Doa Safa’at dan Berkat.Sedangkan bagi personel beragama Hindu, pembinaan rohani dan mental diawali dengan Persembahyangan dengan Tema Mendidik Anak sehingga menjadi Suputra. Selanjutnya penyampaian materi oleh Sukardi Rianto, S.Ag. MH, Pembimas Hindu Kemenag Prov. Maluku. Selanjutnya Parama Santi oleh IPDA I Ketut Suhermantaka.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK, mengungkapkan,  dalam membentuk pribadi personel yang religius, disiplin, dan berintegritas. "Kegiatan binrohtal ini dilakukan agar personel mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan landasan nilai-nilai moral dan keagamaan," ungkapnya.Kegiatan tersebut diharapkan mampu menguatkan personel Polda Maluku secara spiritual, bermoral tinggi, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas. "Kegiatan Binrohtal ini juga menjadi salah satu bentuk pembinaan internal yang berkesinambungan dalam menciptakan sosok polisi yang presisi, humanis, dan religius," pungkasnya. PNO-12 31 Jul 2025, 20:00 WIT
Rumah Subsidi Akan Dibangun Secara Masif di Indonesia Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia akan meluncurkan program pembangunan rumah subsidi secara besar-besaran di seluruh wilayah tanah air, mulai September 2025. Langkah strategis ini disampaikan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rabu (30/7/2025). “Kami akan menggelar launching rumah subsidi secara masif pada bulan September di berbagai kota. Target awal kami minimal 25 ribu unit,” ujar Maruarar, Kamis (31/7/2025). Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula peningkatan kuota rumah subsidi dari 200 ribu menjadi 350 ribu unit pada tahun ini. Kenaikan ini dianggap sebagai langkah besar untuk menjawab kebutuhan hunian rakyat, terutama kalangan berpenghasilan rendah. “Biasanya kuotanya hanya sekitar 200 ribuan, tapi tahun ini naik menjadi 350 ribu unit. Ini sebuah terobosan besar," tegasnya. Maruarar juga menyebut rumah subsidi akan dialokasikan secara adil dan terarah untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Di antaranya, petani, nelayan, buruh, guru, pengemudi, dan pekerja media. “Petani kita alokasikan 20 ribu unit, nelayan 20 ribu, buruh 20 ribu, guru 20 ribu, teman-teman media 3 ribu unit, dan sopir 8 ribu unit. Ini langkah nyata pemerintah menyentuh lapisan masyarakat bawah,” jelasnya. Tak hanya rumah subsidi, pemerintah juga tengah menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, yang untuk pertama kalinya akan diterapkan di Indonesia. Skema ini akan memberikan dukungan keuangan bagi pengembang dan kontraktor lokal. “Dengan dukungan dari Danantara, BUMN, dan koordinasi Menko Perekonomian Pak Airlangga serta Ibu Sri Mulyani, KUR perumahan ini akan mendorong pengembangan kawasan, termasuk sektor pariwisata melalui pembangunan homestay,” ujar Maruarar. Program ini diharapkan tak hanya menyelesaikan backlog perumahan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi daerah secara inklusif. (Ning)   31 Jul 2025, 16:04 WIT
Kemenko Polkam Dorong Percepatan Pembangunan 4 DOB Papua Papuanewsonline.com, Jakarta – Setelah dua tahun disahkan, empat Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pembangunan dan operasional pemerintahan. Menanggapi hal itu, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mendorong percepatan pembangunan di Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. “Aspek infrastruktur pemerintahan yang belum optimal, layanan dasar yang masih terbatas, serta regulasi kelembagaan yang belum tuntas merupakan pekerjaan rumah bersama yang harus segera diselesaikan,” ujar Asisten Deputi Koordinasi Otonomi Khusus Kemenko Polkam, Ruly Chandrayadi, dalam pernyataan tertulis, Kamis (31/7/2025). Ruly mengakui, sejumlah kendala seperti sulitnya pembukaan lahan hingga keterbatasan pendanaan menjadi penyebab utama lambannya progres di lapangan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa ada komitmen kuat dari lintas kementerian—yakni Kemendagri, Kemenkeu, Bappenas, dan Kementerian PUPR—untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur pusat pemerintahan paling lambat tahun 2028. Beberapa skema yang disiapkan termasuk mekanisme cost-sharing antara APBN dan APBD, serta mendorong kawasan pemerintahan DOB masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). “Kami akan terus lakukan asistensi, monitoring, dan evaluasi berkala untuk memastikan pembangunan tidak mandek dan progresnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Ruly. Dalam rapat koordinasi bersama perwakilan dari empat DOB, beberapa permasalahan mengemuka. Mulai dari keterlambatan pembentukan perangkat daerah dan manajemen ASN, hingga belum selesainya pengesahan lembaga seperti Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPRP. Selain itu, pembangunan gedung-gedung pemerintahan strategis seperti kantor gubernur, DPRP, dan MRP masih terkendala anggaran. Ruly menekankan, penyelesaian persoalan ini membutuhkan pendekatan komprehensif dan sinergi nyata dari pusat hingga daerah. “Kemenko Polkam akan terus menjalankan peran sebagai penghubung dan penyelaras kebijakan lintas sektor. Kami ingin kehadiran DOB ini benar-benar berdampak positif bagi masyarakat Papua,” pungkasnya. (Ning)   31 Jul 2025, 15:59 WIT
Wakapolda Maluku Ajak Personel Muslim Sukseskan Kegiatan Binrohtal Papuanewsonline.com, Ambon – Dalam upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan personel kepolisian, Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H., mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bersama personel Polda Maluku yang beragama Islam. Kegiatan tersebut digelar di Mushola Ar-Rahman Polda Maluku pada pukul 08.30 WIT.Kegiatan Binrohtal rutin ini dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polda Maluku, di antaranya Kabid Humas Polda Maluku, Kasetum Polda Maluku, Kabagwatpers Biro SDM Polda Maluku, serta puluhan personel Muslim lainnya. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan sejak awal hingga akhir acara.Binrohtal diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama-sama, dipimpin oleh perwakilan dari personel Polda. Usai pembacaan Yasin, Wakapolda Maluku menyampaikan tausiah keagamaan yang menekankan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kepolisian.Dalam tausiahnya, Brigjen Pol Imam Thobroni mengajak seluruh personel untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, apapun kondisi yang sedang dijalani. Ia juga mendorong personel Muslim untuk memakmurkan mesjid dengan cara melaksanakan sholat berjamaah di masjid, karena pahala yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan dengan sholat sendiri. Lebih lanjut, Wakapolda juga berbagi pengalaman spiritual pribadi yang berkesan, yang menurutnya mampu menjadi pelajaran dan motivasi dalam menjalani tugas dengan lebih ikhlas dan profesional.Salah satu poin penting yang disampaikan Wakapolda adalah kutipan dari Surat Al-Isra ayat 7, yang berbunyi:“Jika kamu berbuat baik, maka (sebenarnya) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian dari kejahatan itu) kembali kepada dirimu sendiri."Ayat ini dijadikan sebagai pengingat moral bagi seluruh anggota, agar senantiasa berbuat baik, baik di lingkungan kerja maupun di kehidupan bermasyarakat, karena setiap perbuatan akan kembali kepada pelakunya sendiri.Melalui kegiatan ini, diharapkan personel Polda Maluku semakin kuat secara spiritual, bermoral tinggi, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Kegiatan Binrohtal ini juga menjadi salah satu bentuk pembinaan internal yang berkesinambungan dalam menciptakan sosok polisi yang presisi, humanis, dan religius. PNO-12 31 Jul 2025, 15:27 WIT
Semarak HUT ke-80 RI di Mimika: Bupati Ajak Warga Kibarkan Semangat Merah Putih Papuanewsonline.com, Timika – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Mimika Johannes Rettob, S.Sos., M.M. mengajak seluruh masyarakat untuk menyemarakkan perayaan dengan penuh semangat nasionalisme dan kebersamaan. Ajakan ini dituangkan melalui Surat Edaran Nomor: 400.14/4.3/0859/2025 tertanggal 28 Juli 2025. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh unsur Forkopimda, instansi vertikal, OPD, BUMN, kepala distrik, lurah, kepala kampung, tokoh agama, adat, perempuan, pemuda, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan di Mimika. “Momentum ini adalah ajakan moral untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan dengan cara yang kreatif, meriah, namun tetap tertib,” ujar Bupati Rettob dalam surat edarannya. Dalam rangka menyemarakkan bulan kemerdekaan, masyarakat diminta untuk mengibarkan Bendera Merah Putih serentak dari 1 hingga 31 Agustus 2025, serta menghias lingkungan sekitar dengan atribut merah putih. Logo dan tema resmi HUT ke-80 RI dapat diakses dan digunakan sesuai pedoman Kementerian Sekretariat Negara. Bupati juga mendorong penyelenggaraan beragam kegiatan positif seperti lomba olahraga, seni budaya, hingga diskusi kebangsaan, baik secara luring maupun daring. Yang tak kalah penting, masyarakat diimbau untuk melakukan hening cipta serentak selama tiga menit pada pukul 10.17 WIT, 17 Agustus 2025, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa. “Kita isi kemerdekaan ini dengan kegiatan bermakna, sambil tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan di lingkungan masing-masing,” tambah Rettob. Dengan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap HUT ke-80 RI tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi momen pemersatu bangsa dan pembakar semangat gotong royong untuk Indonesia Maju. (Jidan)   31 Jul 2025, 00:00 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT