logo-website
Kamis, 26 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 151 Ribu Benih Lobster di Perairan Bintan Papuanewsonline.com, Riau - Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri bersama Kantor Wilayah Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwilsus DJBC) Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 151.000 benih bening lobster (BBL) di perairan Pulau Numbing, Bintan. Operasi ini merupakan bagian dari langkah tegas dalam memutus jaringan penyelundupan BBL lintas negara yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.Berdasarkan informasi akurat dari Tim Analis Satgas BBL Dit Tipidter Bareskrim Polri, terungkap adanya rencana pengiriman BBL menggunakan kapal cepat atau "kapal hantu." Lobster-lobster tersebut sebelumnya dikemas di Jambi pada Senin, 25 November 2024, dan direncanakan untuk diselundupkan ke luar negeri melalui jalur laut.Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan melakukan patroli laut dari wilayah perairan Karimun hingga Bintan, yang sering digunakan sebagai jalur penyelundupan. Sekitar pukul 19.00 WIB, di perairan Pulau Numbing, tim mendapati sebuah kapal cepat yang membawa 28 boks styrofoam berisi BBL. Saat hendak dihentikan, kapal tersebut mencoba melarikan diri hingga terjadi tabrakan dengan kapal patroli.Empat awak kapal berhasil diamankan meski tiga di antaranya mengalami luka serius akibat benturan dan terkena baling-baling kapal. Ketiga tersangka tersebut langsung dievakuasi ke RSU Tanjung Pinang untuk perawatan medis. Sementara itu, barang bukti dan satu tersangka lainnya dibawa ke Kanwilsus DJBC Kepri.Dalam operasi ini, tim mengamankan barang bukti berupa 151.000 ekor benih lobster dengan nilai estimasi kerugian negara mencapai Rp15,1 miliar. Selain itu, turut diamankan satu unit kapal cepat bermesin 200 PK (4 mesin) dan satu unit telepon genggam.Empat tersangka yang diamankan memiliki peran berbeda:- SL: Operator mesin kapal- DK: Koordinator rute dan penunjuk arah- SY: Kapten kapal- JN: Operator mesin kapalBenih lobster yang disita telah dilepaskan kembali ke habitat aslinya di perairan Pulau Kambing, Karimun.Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa jaringan ini mengumpulkan benih lobster dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Barat. Setelah itu, benih-benih tersebut dikirim ke titik pengumpulan di Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau. Untuk pengiriman ke luar negeri, pelaku menggunakan metode ship-to-ship transfer dari kapal nelayan ke kapal cepat berkecepatan tinggi.Satgas BBL Dit Tipidter Bareskrim Polri akan terus mengembangkan kasus ini dengan fokus pada identifikasi pemilik kapal, pengatur logistik, dan pemilik barang. Koordinasi dengan instansi terkait juga akan diperkuat untuk memaksimalkan penegakan hukum.Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Nunung Syaifuddin, S.I.K., M.M., menegaskan, “Kami tidak akan berhenti menindak para pelaku penyelundupan yang merugikan negara. Operasi ini adalah wujud komitmen kami dalam menjaga sumber daya kelautan Indonesia. Sesuai arahan Presiden dan Kapolri, kami akan terus meningkatkan pengawasan agar sumber daya ini tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.”Para tersangka dijerat Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat (1) dan/atau Pasal 92 juncto Pasal 26 ayat (1) UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diubah melalui UU No. 45 Tahun 2009 dan UU No. 6 Tahun 2023. Ancaman hukuman maksimal adalah 8 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.Dalam sebulan terakhir, Satgas Ilegal Fishing Bareskrim Polri dan DJBC berhasil menggagalkan enam upaya penyelundupan BBL di Kepulauan Riau, Lampung, dan Jambi. Total barang bukti mencapai 715.000 ekor benih lobster dengan potensi kerugian negara lebih dari Rp72 miliar.“Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberantas jaringan penyelundupan ini. Langkah ini bukan hanya menyelamatkan potensi kerugian negara, tetapi juga melindungi keberlanjutan ekosistem laut Indonesia,” tutup Brigjen Pol. Nunung Syaifuddin. PNO-12 03 Des 2024, 19:48 WIT
Polisi Evakuasi Penemuan Mayat Di Keerom Papuanewsonline.com, Keerom – Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Keerom, Lakukan Olah TKP Penemuan Mayat seorang Pria, di Kampung Wulukubun Arso 14, Kab. Keerom. Sabtu (30/11/24).Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Keerom, yang dipimpin Padal AKP Darwis M turun menuju TKP di Kampung Wulukubun setelah siang tadi, setelah mendapatkan laporan dari Masyarakat telah ditemukannya mayat pria dengan kondisi isi perut yang telah terurai keluar.Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L. Sohilait,SH.,MH menjelaskan bahwa, berdasarkan keterangan Saksi-saksi dan hasil identifikasi bahwa mayat yang ditemukan merupakan seorang Pria berinisial AT yang merupakan Warga Kampung Wulukubun, yang bekerja sebagai penjaga Kolam milik seorang Warga di Kampung Wulukubun."Mayat ditemukan didekat kolam tempat dia bekerja, saksi yang berada di TKP pertama kali menemukan, melihat kondisi Mayat sudah dalam Isi perut yang terurai keluar, Tim Ident kami sudah melakukan olah TKP tadi lgsung, meminta keterangan Saksi-saksi, dan bertemu dengan Pihak keluarga dari AT juga," kata Kasat Reskrim.Berdasarkan keterangan dari salah satu saksi mengungkapkan bahwa pada hari Senin (25/11) masih bertemu dan tidur bersama AT di Pondok Kamp Karyawan dekat Kolam ikan tempat AT bekerja bersama, keesokan harinya menemukan AT di Pondok dengan Kondisi sakit Malaria.“Pihak dari Keluarga AT juga telah memberikan ijin dan menyerahkan Kepada Kepolisian untuk melakukan Visum Et Repertmum terkait penyebab kematian dari AT, dan jenasah dibawa ke Rumah Sakit Kwaingga Arso, untuk dilakukan Visum Et Repertmum, sebab Polisi belum dapat memastikan penyebab kematian dari Mayat yang ditemukan” tutupnya. PNO-12 01 Des 2024, 12:07 WIT
Aksi Saling Serang Warnai Hari Pencoblosan di Puncak Jaya, Papua Tengah Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Aksi saling serang warnai hari pencoblosan di Kantor KPU Puncak Jaya, Papua Tengah, Rabu (27/11/2024) sekitar pukul 12.40 WIT. Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, Rabu (27/11) malam. "Iya kejadian itu benar, aksi saling serang antar kedua kubu massa pendukung nomor urut 1 dan 2 dengan menggunakan alat perang berupa panah di perempatan kios Jimmy sampai menuju Kompleks kuburan 7," ucap Kabid Humas. Kabid Humas mengatakan aparat gabungan TNI-Polri langsung merespon cepat kejadian tersebut dan mencoba melerai massa namun massa dari arah bawah juga mencoba menyerang Aparat gabungan. "Aksi saling serang berhasil melerai namun aksi susulan kembali terjadi sehingga terjadi pembakaran rumah milik warga," tuturnya. Kombes Benny mengatakan setelah 2 jam kemudian, situasi berangsur-angsur kondusif dan massa kembali ke posko masing-masing. Untuk kerugian materiil, Benny menjelaskan bahwa ada 40 unit rumah dan 1 Honai juga ikut dibakar massa, sedangkan untuk korban luka panah sebanyak 94 orang. "Jumlah korban sebanyak 94 orang dan rencana akan dirujuk ke RSUD Jayapura sebanyak 14 orang guna dilakukan penanganan lebih lanjut," pungkasnya. Sementara itu, Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, S.H, S.I.K., M.H mengatakan saat ini personil Polres Puncak Jaya sedang mendalami terkait dengan motif dari kejadian tersebut dengan mengumpulkan data dan keterangan saksi di Tempat kejadian perkara (TKP)."Situasi saat ini di Kabupaten Puncak Jaya berangsur kondusif, Polres Puncak Jaya kini siagakan personel gabungan TNI-Polri untuk mencegah aksi susulan," tutup Kapolres Puncak Jaya. PNO-12 28 Nov 2024, 19:34 WIT
Polres Paniai Lakukan Penyelidikan Tewasnya Tukang Ojek Akibat Penganiayaan Otk Papuanewsonline.com, Paniai – Personel Polres Paniai telah melakukan penyelidikan terkait penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya salah satu tukang ojek di Ujung Bandara Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.Peristiwa Penganiayaan ini terjadi pada Rabu (27/11/2024), dan dari peristiwa penganiayaan tersebut, Personel Polres Paniai telah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., saat dikonfirmasi telah membenarkan peristiwa penganiayaan tersebut."Benar, pada hari Rabu tanggal 27 November 2024, sekitar pukul 06.30 WIT, bertempat di Ujung Bandara Enarotali, Kampung Kogekotu, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, telah terjadi Aksi Pembegalan/penikaman oleh OTK Terhadap Tukang Ojek,” ucap Kabid Humas Polda Papua. Dan ditempat terpisah Kapolres Paniai, Kompol Deddy A. Puhiri, A.Md., S.I.K., menjelaskan kronologi yang telah diambil dari beberapa keterangan para saksi, yang menjelaskan bahwa pada saat Akbal Fetli (24) tiba di Gorong-gorong Daroto untuk melakukan konten tiktok, dirinya mendengar Mama-mama Papua berteriak dengan menggunakan bahasa Paniai, kemudian Ia spontan merekam kejadian tersebut dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Paniai Timur."Nurhaidin (40) yang merupakan rekan sejawat korban menjelaskan, bahwa pada saat dirinya berada di sekitar tempat kejadian perkara, dan setelah kejadian itu dirinya lah yang membantu mengamankan kendaraan SPM R2 milik korban ke Polsek Paniai Timur," jelas Kapolres.Lebih lanjut Mustrip (57) yang juga merupakan rekan korban menjelaskan bahwa pada saat itu dirinya sedang mengantar penumpang ke Pelabuhan Ujung Bandara, dan saat itu dirinya mendengar suara motor roboh, kemudian Ia menengok ke sebelah kanan, dan ternyata yang jatuh dari motor adalah rekan ojeknya dalam keadaan tergeletak dan di tebas oleh 2 (dua) OTK dengan menggunakan sebilah parang ke tubuh korban.Adapun beberapa barang bukti yang diamankan, berupa 1 (satu) unit Spm R2 Honda Revo warna hitam dengan No. Pol: PA 4955 KL, 2 (dua) buah jaket warna abu-abu dan biru, baju kaos warna ungu, celana kain panjang warna biru dongker, 1 (satu) buah peci warna biru hitam, 1 (satu) buah sebo warna hitam, 1 (satu) pasang sarung tangan, 1 (satu) pasang sepatu boots, 1 (satu) buah celana pendek warna merah maroon, dan 1 (satu) buah dompet.Kapolres Paniai mengatakan bahwa saat ini Pihak Kepolisian daerah Paniai telah melakukan pencarian terhadap pelaku, serta menghimbau kepada masyarakat setempat jika ada orang yang mencurigakan untuk langsung dapat dilaporkan ke Polres. PNO-12 28 Nov 2024, 18:14 WIT
Jenazah Korban Penembakan KKB Puncak Jaya Diterbangkan Pulang Ke Kampung Halaman Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Jenazah warga sipil korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sinak, Puncak Jaya telah diterbangkan menuju Kabupaten Mimika. Selanjutnya jenazah akan dibawa ke kampung halaman di Kabupaten Makassar pada hari Minggu (24/11/2024). Sulawesi Selatan.Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, korban bernama Asrun Eko Putra (23) dan Imran (23) yang jenazahnya diterbangkan menggunakan pesawat udara Alda Air PK - DLT. Evakuasi ini dimulai dari Kabupaten Puncak Jaya dan berakhir di Kabupaten Mimika lalu menuju Sulsel.“Jenazah kini telah diterbangkan menuju Bandara Udara Timika yang selanjutnya akan diterbangkan ke Desa Bontosunggu dan Desa Tinggimae Kabupaten Makassar Provinsi Sulawesi Selatan,” ujar Benny, Sabtu (23/11/2024).Sementara itu, Kapolres Puncak Jaya AKBP Kuswara mengatakan situasi keamanan di Kota Mulia usai penembakan masih aman terkendali. Polres Puncak Jaya meningkatkan patroli dan kewaspadaan guna mengantisipasi tidak terjadi gangguan keamanan yang sama oleh OTK.“Kepada masyarakat sekitar Kota Mulia agar tetap tenang dan tidak mudah terhasut isu meresahkan yang dapat mengganggu situasi keamanan,” ucapnya.Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat ketika melihat adanya orang-orang yang mencurigakan agar segera menginformasikan ke aparat. Hal ini agar polisi dapat melakukan tindakan segera untuk mencegah terjadinya kekerasan yang dapat menimbulkan jatuhnya korban masyarakat.Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan teror. Dua tukang ojek tewas diduga ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan.Kejadian berlangsung pada Kamis, (21/11) di Weni, Distrik Mageabume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sekitar pukul 13:00 WIT. PNO-12 24 Nov 2024, 20:13 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT