logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Video Viral Catut Nama KAPP, Ketua Yupinus Beanal Tegaskan Hanya Satu Organisasi Resmi di Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Sebuah video viral yang beredar di tengah masyarakat dan mengatasnamakan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) memicu perhatian publik di Kabupaten Mimika. Menanggapi hal tersebut, Ketua KAPP Mimika, Yupinus Beanal, memberikan klarifikasi tegas bahwa video tersebut tidak benar dan tidak memiliki legitimasi dari organisasi resmi.Dalam keterangannya kepada media di Timika, Selasa (1/4/2026), Yupinus menegaskan bahwa hanya ada satu organisasi KAPP yang sah di wilayah Kabupaten Mimika. Ia meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang membawa nama organisasi tanpa dasar hukum yang jelas."KAPP tidak ada dua di Kabupaten Mimika. Saya Yupinus Beanal, Ketua KAPP, tidak ada KAPP dua di Kabupaten Mimika yang datang membawa, mengatasnamakan KAPP itu adalah ilegal," kata Yupinus Beanal dengan nada tegas.Ia menjelaskan, Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) merupakan lembaga resmi yang memiliki struktur organisasi yang jelas serta berdiri berdasarkan landasan hukum yang kuat, khususnya dalam semangat Otonomi Khusus Papua untuk memperjuangkan pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua.Menurutnya, keberadaan KAPP selama ini bertujuan untuk menjadi wadah perjuangan ekonomi masyarakat adat Papua, khususnya dalam membuka akses usaha, pemberdayaan pelaku ekonomi lokal, serta memperjuangkan hak-hak ekonomi masyarakat asli di daerah."KAPP lahir dari dasar undang-undang otonomi khusus, untuk bicara tentang ekonomi orang asli Papua," katanya.Yupinus juga mengimbau masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait, agar lebih berhati-hati terhadap individu atau kelompok yang datang dengan mengatasnamakan KAPP tanpa memiliki kewenangan resmi dari organisasi.Ia secara khusus meminta agar setiap pihak yang membawa nama KAPP untuk kepentingan administrasi, koordinasi dengan pemerintah, maupun pengajuan program, harus terlebih dahulu diverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari."Siapapun yang datang untuk mengatakan namakan KAPP ke pemerintahan atau ke Bupati sendiri tidak boleh terima langsung," katanya.Lebih lanjut, Yupinus mengingatkan pentingnya menghormati masyarakat adat asli Mimika sebagai pemilik hak ulayat di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa suku Amungme dan Kamoro merupakan tuan di tanah Mimika yang harus selalu dihargai dalam setiap aktivitas sosial maupun ekonomi.Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan organisasi agar masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terutama yang beredar luas melalui video viral di media sosial maupun aplikasi pesan instan.Penulis: HendrikEditor: GF 02 Apr 2026, 11:15 WIT
Pimpin Pakta Integritas, Wakapolda Maluku: 1.213 Peserta Ikuti Seleksi Anggota Polri TA. 2026 Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 1.213 peserta mengikuti penandatanganan Pakta Integritas seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Maluku, sebagai wujud komitmen rekrutmen bersih dan transparan berbasis prinsip “BETAH”.Polda Maluku resmi memulai tahapan seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dengan menegaskan komitmen integritas melalui prinsip “BETAH” (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).Komitmen tersebut ditandai dengan pengambilan sumpah dan penandatanganan Pakta Integritas yang dipimpin Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni di Gedung Plaza Presisi Tantui, Ambon, Selasa (31/3/2026).Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.213 peserta seleksi, yang terdiri dari:* 71 peserta Akpol (62 pria dan 9 wanita),* 1.068 peserta Bintara/Brigadir (895 pria dan 173 wanita),* 74 peserta Tamtama (pria).Selain peserta, kegiatan juga dihadiri panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali peserta.Dalam amanat Kapolda Maluku yang dibacakannya, Wakapolda menegaskan bahwa Pakta Integritas bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung jujur, objektif, dan berkeadilan.“Seleksi ini harus dijalankan secara transparan dan bebas dari praktik KKN dalam bentuk apa pun. Kami ingin memastikan yang lulus adalah mereka yang benar-benar memenuhi syarat dan berkompeten,” tegasnya.Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama keberhasilan Polri, sehingga proses rekrutmen harus mampu melahirkan anggota yang profesional dan berintegritas.Wakapolda juga mengingatkan peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya terhadap oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.“Jangan percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan. Seleksi ini murni berdasarkan kemampuan peserta,” ujarnya.Untuk menjamin akuntabilitas, Polda Maluku menerapkan sistem pengawasan berlapis. Pengawasan internal dilakukan oleh Itwasda dan Bidpropam, sementara pengawasan eksternal melibatkan Ombudsman, Mafindo, unsur media, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon.Sejumlah pejabat utama Polda Maluku turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Karo SDM dan para kepala bidang terkait.Melalui penandatanganan Pakta Integritas ini, Polda Maluku berharap seluruh tahapan seleksi berjalan objektif dan menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, sejalan dengan semangat PRESISI. PNO-12 01 Apr 2026, 22:12 WIT
Polres Tanimbar Kawal Aksi Nelayan Lermatang Mediasi Bersama PT INPEX Papuanewsonline.com, Tanimbar - Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar berhasil mengawal aksi unjuk rasa nelayan Desa Lermatang di area Shelter PT INPEX Masela hingga berujung pada kesepakatan pembayaran kompensasi, Selasa (31/3/2026).Aksi yang digelar di Kecamatan Tanimbar Selatan itu menuntut realisasi kompensasi bagi nelayan tangkap terdampak aktivitas proyek. Pengamanan dipimpin Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus B. Minanlarat, dengan melibatkan personel gabungan Polres dan Polsek setempat.Selain memastikan situasi tetap kondusif, aparat juga memfasilitasi proses mediasi antara perwakilan warga, pemerintah daerah, dan manajemen PT INPEX Masela.Dialog yang berlangsung konstruktif menghasilkan kesepakatan bahwa pihak perusahaan bersedia memenuhi tuntutan kompensasi yang diajukan nelayan.Wakapolres Kompol Wilhelmus B. Minanlarat menyampaikan apresiasi atas sikap masyarakat yang tetap menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi.“Kami bersyukur seluruh rangkaian aksi hingga mediasi berjalan aman dan damai. Ini menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.Ia menegaskan, peran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi fasilitator komunikasi guna mendorong solusi yang adil.“Polri hadir sebagai jembatan komunikasi yang netral agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog,” tegasnya.Meski sempat terjadi insiden saling dorong, situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu jalannya aksi secara keseluruhan.Setelah mediasi selesai, massa membubarkan diri secara tertib. Hingga berita ini diturunkan, kondisi keamanan di kawasan Shelter PT INPEX Masela dan sekitarnya dilaporkan tetap kondusif.Keberhasilan pengamanan aksi ini tidak hanya mencerminkan kesiapan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menunjukkan pentingnya pendekatan dialogis dalam menyelesaikan konflik sosial di wilayah proyek strategis.Dengan tercapainya kesepakatan antara nelayan Desa Lermatang dan PT INPEX Masela, diharapkan implementasi hasil mediasi dapat berjalan konsisten dan transparan, sehingga mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta mencegah potensi konflik lanjutan di kemudian hari. PNO-12 01 Apr 2026, 09:37 WIT
Polres Maluku Tenggara Amankan 2 Tersangka Pembunuhan Pasca Konflik di Danar Papuanewsonline.com, Langgur - Kepolisian Resor Maluku Tenggara menangkap dua tersangka kasus pembunuhan berinisial E.N dan O.H. yang terlibat dalam aksi kekerasan hingga menewaskan seorang warga di Desa/Ohoi Danar, Kecamatan Kei Kecil.Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi di Langgur, Selasa, mengatakan kedua tersangka diamankan pada 30 Maret 2026 setelah melalui penyelidikan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal.Peristiwa tersebut bermula dari bentrokan antarwarga pada Jumat (27/3) yang sempat mereda setelah aparat kepolisian turun ke lokasi. Namun, situasi kembali memanas pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIT.Dalam kondisi tersebut, kedua tersangka diduga menyerang korban berinisial F.A.R. menggunakan senjata tajam jenis parang. Korban ditemukan warga dalam keadaan terluka parah dan kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Karel Satsuitubun Langgur.“Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat hingga berhasil mengidentifikasi dan mengamankan para pelaku. Saat ini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Kapolres.Ia menegaskan, kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.Kedua tersangka dijerat pasal tindak pidana terhadap nyawa dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 tahun penjara.Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi serta bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Maluku Tenggara.Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa konflik sosial yang tidak terkendali dapat dengan cepat berubah menjadi tragedi kemanusiaan. Tawuran yang awalnya bersifat spontan sering kali dipicu oleh emosi sesaat, namun berujung pada konsekuensi hukum dan kehilangan nyawa yang tidak tergantikan.Langkah cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini patut diapresiasi sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin rasa aman masyarakat. Namun, penegakan hukum saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik secara damai.Ke depan, diperlukan peran aktif seluruh elemen tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga generasi muda untuk memperkuat budaya dialog dan mencegah kekerasan sebagai jalan keluar. Stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga cerminan kedewasaan sosial sebuah komunitas. PNO-12 01 Apr 2026, 09:27 WIT
Rakernis Gabungan Divisi Polri: Integritas dan Kepercayaan Publik Jadi Prioritas Papuanewsonline.com, Ambon – Penguatan integritas dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi pesan utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) gabungan divisi Polri yang digelar Mabes Polri, Selasa (31/3/2026).Arahan tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo saat membuka Rakernis yang diikuti secara virtual melalui zoom meeting oleh seluruh jajaran Polri di tingkat polda sampai dengan Polres, termasuk Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Iman Tobroni dari Polda Maluku.Rakernis ini melibatkan Divisi Humas, Divisi Hukum, Divisi Hubungan Internasional (Hubinter), serta Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri sebagai bagian dari penguatan fungsi strategis institusi.Di Polda Maluku, kegiatan tersebut dihadiri Kabid Humas Kombes Pol. Rositah Umasugi, Kabidkum, Dir Samapta, Dir Reskrimum, Dir Resnarkoba, Auditor Itwasda, Staf Ahli Kapolda, serta para perwira perwakilan satuan kerja.Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa seluruh fungsi di tubuh Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu memperkuat kepercayaan publik.“Setiap fungsi, baik kehumasan, hukum, hubungan internasional, maupun teknologi informasi, harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik dan transparansi kinerja Polri,” tegasnya.Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai fondasi utama institusi.“Integritas adalah kunci. Tidak boleh ada ruang bagi pelanggaran yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat. Setiap anggota harus bekerja profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya.Rakernis ini menjadi forum konsolidasi nasional untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat sinergi antar fungsi dalam mendukung transformasi Polri yang presisi. PNO-12 01 Apr 2026, 09:23 WIT
Kunjungi Malra, Wakapolda Maluku Besuk Anggota Yang Terluka Dalam Pertikaian di Wilayah Danar Papuanewsonline.com, Langgur - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., mengunjungi RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur, Senin (30/3/2026) pagi, untuk membesuk personel Polres Maluku Tenggara yang terluka saat penanganan konflik di Kecamatan Kei Kecil Timur.Kunjungan berlangsung pukul 06.30 WIT di RSUD Karel Sadsuitubun, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Agenda ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan moril pimpinan Polri kepada anggota yang terluka dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi. Mereka membesuk dua personel yang menjadi korban, yakni Wakapolres Maluku Tenggara Kompol Jufri Jawa dan Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy, yang mengalami luka akibat terkena panah saat penanganan konflik di wilayah Danar.Brigjen Pol. Imam Thobroni menegaskan bahwa kehadiran pimpinan di tengah anggota yang terluka merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan personel.“Polri tidak akan membiarkan anggotanya berjuang sendiri. Kami memastikan setiap personel yang terluka dalam tugas mendapatkan perawatan terbaik serta dukungan moril dari pimpinan,” ujarnya.Ia juga menekankan bahwa Polri tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Maluku Tenggara secara profesional dan humanis, meskipun menghadapi dinamika konflik di lapangan.“Penanganan konflik tetap kami lakukan secara terukur, mengedepankan pendekatan persuasif, namun tegas demi melindungi masyarakat,” tambahnya.Kegiatan kunjungan berakhir pukul 06.50 WIT dalam situasi aman dan terkendali.Kunjungan ini menegaskan peran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai institusi yang menjunjung tinggi solidaritas dan perlindungan terhadap anggotanya dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. PNO-12 01 Apr 2026, 09:07 WIT
Pimpin Apel Gabungan Polda Maluku, Dir Intelkam: Tingkatkan Monitoring Lapangan Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku memperkuat peran deteksi dini keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui apel pagi gabungan yang dipimpin Direktur Intelijen Keamanan (Dir Intelkam), Senin (30/3/2026), di Ambon.Apel pagi gabungan personel dan aparatur sipil negara (ASN) Polda Maluku digelar di Lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Tantui, Kota Ambon. Kegiatan tersebut diikuti para pejabat utama serta perwira menengah sebagai bagian dari konsolidasi internal pasca pelaksanaan tugas pengamanan wilayah.Dalam arahannya, Dir Intelkam Polda Maluku menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh personel yang merayakan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran Polda Maluku dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dan ASN yang telah melaksanakan tugas dengan baik, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Maluku tetap kondusif,” ujarnya.Lebih lanjut, Dir Intelkam menegaskan pentingnya penguatan fungsi intelijen melalui peningkatan monitoring situasi di lapangan. Seluruh personel diminta aktif melakukan pemantauan perkembangan kamtibmas di wilayah tugas masing-masing.Ia juga menekankan agar setiap informasi yang diperoleh segera dilaporkan secara berjenjang sebagai bagian dari sistem deteksi dini dan peringatan cepat kepada pimpinan, sesuai dengan Instruksi Kapolri Nomor 1 Tahun 1997.“Monitoring situasi kamtibmas harus dilakukan secara intensif dan dilaporkan secara berjenjang. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan kebijakan pimpinan,” tegasnya.Apel pagi ini menjadi wujud komitmen Polri, khususnya Polda Maluku, dalam memperkuat fungsi intelijen sebagai garda terdepan menjaga stabilitas keamanan. Langkah ini sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap terkendali melalui sistem pelaporan yang cepat, akurat, dan terintegrasi. PNO-12 30 Mar 2026, 14:48 WIT
Polisi Kerahkan 637 Personel Gabungan Amankan Tradisi Pukul Sapu Papuanewsonline.com, Leihitu – Sebanyak 637 personel gabungan dari Polda Maluku dan Polresta Ambon dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan tradisi adat Pukul Sapu di Desa Mamala dan Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026).Pengamanan dilakukan melalui razia kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang menuju lokasi kegiatan. Aparat menyasar minuman keras, senjata tajam, serta barang berbahaya lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Ambon, Kompol Androyuan Elim, S.I.K., bersama jajaran, serta melibatkan personel Polsek Leihitu.Selain razia, ratusan personel juga disiagakan di lokasi acara dan sejumlah titik rawan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, mengingat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti tradisi tahunan tersebut.Tradisi Pukul Sapu sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Mamala dan Morella yang sarat nilai historis dan filosofis. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, tradisi ini juga dimaknai sebagai simbol keberanian, solidaritas, serta sarana mempererat tali persaudaraan antar warga.Kabidhumas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.“Polda Maluku bersama jajaran berkomitmen memberikan pengamanan terbaik pada setiap kegiatan masyarakat, termasuk tradisi adat seperti Pukul Sapu. Upaya preventif melalui razia dan pengawasan dilakukan untuk mencegah potensi gangguan sejak dini, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dalam pelaksanaan tradisi tersebut.Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan razia berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. PNO-12 30 Mar 2026, 14:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT