Papuanewsonline.com
BERITA TAG Hukum
Homepage
Tekan Kriminalitas, Polres Jayawijaya Laksanakan Razia di Wamena
Papuanewsonline.com, Jayapura – Dalam upaya menekan angka kriminalitas, Polres Jayawijaya mengadakan razia di pertigaan Jalan Trikora-Pattimura Wamena pada Senin (10/06) sore. Razia ini merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dilakukan oleh Polres Jayawijaya untuk menargetkan senjata tajam, minuman keras, serta barang-barang berbahaya lainnya dengan tujuan mencegah tindak kejahatan di Kota Wamena.Dalam operasi tersebut, Polres Jayawijaya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang terdiri dari 8 bilah pisau, 4 bilah parang, dan 1 kartafel. Kapolres Jayawijaya melalui Plt. Kasi Humas, Ipda M. Suryanto, menyampaikan bahwa kegiatan razia ini sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Wamena."Kegiatan razia ini dilaksanakan dalam rangka menjaga stabilitas Kamtibmas di Kota Wamena. Selain itu, dengan adanya razia ini diharapkan dapat mencegah niat dan kesempatan bagi para pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya," ujar Ipda M. Suryanto.Lebih lanjut, Ipda M. Suryanto menambahkan bahwa sesuai perintah Kapolres, kegiatan razia ini akan rutin dilaksanakan setiap hari dengan lokasi yang berbeda-beda."Hal ini dilakukan demi terpeliharanya Kamtibmas yang kondusif di Kota Wamena," jelasnya.Pihak Polres Jayawijaya berharap dengan adanya razia rutin ini, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, diharapkan pula masyarakat turut serta dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar dengan melaporkan segala bentuk kegiatan mencurigakan kepada pihak kepolisian.Kegiatan razia ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga, Agus, mengungkapkan bahwa kehadiran polisi di lapangan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. "Dengan adanya razia ini, kami merasa lebih terlindungi dari ancaman kejahatan," kata Agus.Dengan langkah-langkah proaktif yang diambil oleh Polres Jayawijaya, diharapkan angka kriminalitas di Kota Wamena dapat terus menurun dan stabilitas keamanan dapat terjaga dengan baik. Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk terus bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. (PNO-12)
11 Jun 2024, 17:18 WIT
Gelar Operasi Peti Salawaku, Kapolres Buru Tinjau langsung lokasi Tambang Emas Gunung Botak
Papuanewsonline.com, Buru - Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang S.H.S.I.K.M.M meninjau Langsung areal pertambangan emas ilegal dan melakukan Pengecekan Pos Pengamanan serta Personil Di Lokasi Tambang Gunung Botak Dalam Rangka Operasi Peti Salawaku 2024.Setelah tiba di Dusun Wamsait Desa Dava kecamatan Waelata Kabupaten Buru Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang S.H.S.I.K.M.M.di dampingi Para PJU Polres meninjau langsung Areal pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) Gunung Botak.Pada saat dilakukan peninjauan oleh Kapolres, didapati tidak ada aktifitas pada lokasi pertambangan tersebut.Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang S.H.S.I.K.M.M melihat langsung di Areal pertambangan, seperti lokasi Kolam janda, Gunung batu, Tanah Merah, dan sekitarnya terlihat tidak ada aktifitas pertambangan yang ada hanyalah tenda-tenda kosong bekas di tempati oleh para penambang ilegal, saat itu juga langsung di bongkar oleh petugas gabungan yang terlibat dalam operasi Peti Salawaku, namun ada juga para penambang yang dengan sadar membongkar tenda mereka.Untuk diketahui bersama bahwa kegiatan operasi Peti Salawaku ini digelar selama tujuh Hari, terhitung mulai dari tanggal 3 s/d tinggal 9 Juni 2024 yang melibatkan 94 personil gabungan TNI, POLRI dan Sat Pol PP.Selama 7 hari pelaksanaan operasi Peti Salawaku ini personil gabungan berhasil menurunkan kurang Lebih 2000 penambang ilegal, menghancurkan ratusan bak Rendaman, mesin Dompeng, dan tenda-tenda milik para penambang ilegal.Operasi Peti Salawaku 2024 ini dilaksanakan dengan berpedoman pada cara bertindak dilapangan yaitu dengan melakukan pola pendekatan preemtif dan preventif kepada masyarakat penambang yang ada di Gunung Botak dan sekitarnya, Mulai hari ini tanggal 3 s/d 5 Juni melakukan pola pendekatan secara preemtif, tanggal 6 s/d 7 Juni melakukan pola pendekatan preventif dan nantinya di tanggal 8 dan 9 Juni 2024 adalah pola pendekatan Represif atau penindakan hukum jika masyarakat penambang tidak menghiraukan himbauan yang sudah di sampaikan oleh petugas.Namun demikian sesuai petunjuk dan arahan Kapolres agar dalam pelaksanaan Operasi Peti Salawaku ini diupayakan agar jangan ada gesekan dengan masyarakat, tidak boleh ada kekerasan terhadap masyarakat dan tetap upayakan Lakukan langkah-langkah humanis. (PNO-12)
10 Jun 2024, 08:00 WIT
Satgas Damai Cartenz Tangkap Sarius Indey, Tersangka Baru Kasus Senjata Api di Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura - Satgas Ops Damai Cartenz-2024 kembali berhasil mengungkap tersangka baru dalam kasus jual beli senjata api ilegal yang sedang ditangani, Setelah berhasil menangkap tersangka Petrus Oyaitouw pada 4 Juni 2024, kini Tim Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2024 berhasil mengamankan tersangka baru dalam pengembangan kasus tersebut.Kepala operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol . Dr. Faizal Ramadhani, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa, tersangka baru yang berhasil ditangkap adalah Sarius Indey, seorang pegawai negeri sipil berusia 58 tahun, yang berdomisili di Hamadi Gunung, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Sementara itu, Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, dalam keterangannya juga menyampaikan bahwa, Sarius Indey ditangkap pada Jumat, 7 Juni 2024 sekitar pukul 18.16 WIT di Hamadi Kampung Nelayan, Distrik Jayapura Selatan oleh tim Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2024. Setelah penangkapan, Sarius Indey kemudian dibawa ke Ruangan Investigasi Polda Papua untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas AKBP Dr. Bayu Suseno.Lanjutnya, saat penangkapan, tim Satgas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan identitas milik Sarius Indey.“Penangkapan Sarius Indey merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan terhadap Petrus Oyaitouw yang sebelumnya telah ditangkap dan diduga kuat terlibat dalam jaringan pemasok senjata api kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Tabi,” lanjutnya.Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Petrus Oyaitouw, Sarius Indey diketahui memiliki dan memberikan senjata jenis Suar kepadanya.Menurut pengakuan Sarius Indey dalam pemeriksaan awal, dirinya mendapatkan senjata tersebut dari anak-anak yang menemukan senjata berkarat di bekas kantor Dinas Perhubungan pada tahun 2021. “Sarius kemudian menyerahkan senjata tersebut kepada Petrus Oyaitouw yang bermaksud memperbaikinya untuk digunakan berburu. Selain itu, Sarius juga memberikan uang sebesar 10 juta rupiah kepada Petrus untuk pembelian senjata lainnya,” tambah Kasatgas Humas.AKBP Dr. Bayu Suseno menambahkan, tim Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2024 terus mendalami kasus ini dan menelusuri jaringan jual beli senjata api ilegal yang melibatkan Sarius Indey dan Petrus Oyaitouw."Saat ini, Sarius Indey tengah menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut di Polda Papua. Satgas Ops Damai Cartenz-2024 terus berkomitmen untuk memberantas jaringan peredaran senjata api ilegal di Papua demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” tandas AKBP Dr. Bayu Suseno. (PNO-12)
08 Jun 2024, 19:34 WIT
Diduga Pengedar Ganja Kelas Kakap Lintas Negara, Polisi Bekuk 3 Terduga Pelaku
Papuanewsonline.com, Jayapura - Tiga pria diduga pengedar narkotika golongan I jenis ganja ditangkap oleh tim opsnal narkoba Polresta Jayapura Kota di Taman Mesran Jayapura pada Rabu (5/6) sore. Dua dari tiga pelaku merupakan warga negara asing asal Papua Nugini (PNG), masing-masing berinisial NN (22) dan CN (20). Sementara itu, satu pelaku lainnya adalah warga negara Indonesia yang berdomisili di Dok IX Kali Distrik Jayapura Utara, berinisial GB (32).Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, melalui Kasat Resnarkoba AKP Irene Aronggear, S.H, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Dalam pernyataannya di ruang kerja, mengatakan bahwa ketiga pelaku ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis ganja yang dikemas dalam 21 paket plastik bening berukuran besar."Ya, benar. Kemarin sekitar jam 5 sore, tim opsnal narkoba Polresta berhasil mengamankan tiga pria yang diduga merupakan pengedar ganja bersama barang buktinya," ujar AKP Irene.Menurutnya, penangkapan ini bermula dari informasi yang diperoleh tim opsnal mengenai rencana pengiriman ganja melalui pelabuhan dalam jumlah besar. Merespons informasi tersebut, tim segera melakukan penyelidikan di lapangan dan berhasil mengidentifikasi keberadaan ketiga pelaku di sekitar Taman Mesran Jayapura."Ketiga terduga pelaku langsung diamankan saat hendak menuju ke Pelabuhan Laut Jayapura dengan membawa barang haram tersebut yang dikemas dalam barang bawaan mereka," jelas AKP Irene.Kasat Resnarkoba juga menambahkan bahwa ketiganya masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan oleh penyidik terkait kepemilikan barang bukti yang ditemukan. "Sementara ini ketiganya sudah diamankan bersama barang buktinya di satuan narkoba Polresta Jayapura Kota untuk dikembangkan melalui pemeriksaan. Diduga kuat mereka sudah sering memasukkan ganja dari PNG dalam jumlah besar. Hal ini masih kami dalami," pungkasnya.Penangkapan ini menunjukkan komitmen Polresta Jayapura Kota dalam memerangi peredaran narkotika di wilayahnya. "Kami akan terus berupaya maksimal dalam memberantas peredaran narkotika di Jayapura. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait narkotika," tambah AKP Irene.Dengan adanya razia dan penangkapan seperti ini, diharapkan peredaran narkotika di Jayapura dapat ditekan, dan keamanan serta ketertiban masyarakat dapat terjaga. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kota ini dari ancaman narkotika yang merusak generasi muda," tutup Kasat Resnarkoba. PNO-11
08 Jun 2024, 14:00 WIT
KKB Kembali Berulah Dengan Menembak Mati 1 Warga Sipil Di Borme Pegunungan Bintang
Papuanewsonline.com, Pegunungan Bintang - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Wilayah Pegunungan Bintang Kembali melakukan Aksi Kejinya dengan melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil Asli Papua asal Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada hari Kamis tanggal 06 Juni 2024, pukul 07.00, Wit.Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani, saat di konfirmasi membernarkan adanya peristiwa tersebut.Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani, dalam keterangannya menyampaikan bahwa, benar pada hari Kamis tanggal 06 Juni 2024, pukul 07.00, Wit, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh KKB Wilayah Pegunungan Bintang terhadap seorang warga masyarakat Asli Distrik Borme atas nama Senus Lepitalen. Penembakan itu terjadi di Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang.Selain itu, Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, Ketika dikofirmasi mengatakan, bahwa, kronologis singkat dari peristiwa penembakan tersebut yaitu, pada pukul 06.00, Wit, korban menghangatkan badanya di tungku api tepatnya di rumah korban.“Disaat korban sedang menghangtakan badan korban, korban medengar suara ketukan pintu rumah, kemudian korban berjalan menuju pintu rumahnya dan membukan pintu. Disaat korban membukan pintu rumahnya, korban kemudian berhadapan dengan sejumlah anggota KKB dan seketika itu pula, korban langsung ditembak dengan menggunakan senjata api laras pendek pada dada korban tembus ke belakang.” Pungkas AKBP Dr. Bayu Suseno.AKBP Dr. Bayu Suseno Kembali menjelasakan, untuk jenazah korban saat ini sedang disemayamkan di rumah korban tepatnya, di kampung Calap, Distrik Borme. Lokasi rumah korban berada berdekatan dengan lapangan terbang Distrik Borme.“Dapat kami menyapaikan Kembali bahwa, Almarhum saudara Senus Lepitalen, merupakan salah satu korban penganiayaan dan penyanderaan karyawan PT. IBS yang dilakukan oleh KKB pada tanggal 12 Mei 2023 lalu, di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang”, tutur Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno.AKBP Dr. Bayu Suseno menambahkan bahwa Satgas Ops Damai Cartenz 2024 akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang aktif melakukan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua. PNO-11
08 Jun 2024, 13:41 WIT
Cegah Kriminalitas dan Jaga Kamtibmas, Polres Jayawijaya Lakukan Razia
Papuanewsonline.com, Wamena – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Wamena, Polres Jayawijaya menggelar razia di perempatan Jalan Irian-Sudirman pada Kamis (6/6) sore. Razia tersebut dipimpin langsung oleh KBO Sat Intelkam, IpdaI Gede Cipta Adi Permana, dengan sasaran masyarakat yang membawa senjata tajam, minuman keras, narkoba, dan benda berbahaya lainnya.Kapolres Jayawijaya, melalui Plt. Kasi Humas Ipda M. Suryanto, menyatakan bahwa dalam razia yang berlangsung selama satu jam tersebut, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua bilah parang, tujuh bilah pisau, satu gunting, dan satu buah kartafel. "Razia ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi Kepolisian demi mencegah terjadinya tindak pidana di Kota Wamena. Hal ini dikarenakan kebiasaan masyarakat yang masih membawa alat tajam di dalam kota dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," ungkap Ipda Suryanto.Lebih lanjut, Kasi Humas mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Jayawijaya untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas di Kota Wamena agar tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya tidak membawa alat tajam saat memasuki kota serta menghindari konsumsi minuman keras. "Kita ketahui bersama bahwa senjata tajam dan minuman keras selalu menjadi akar permasalahan di Jayawijaya. Untuk itu, peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan demi terwujudnya keamanan di Kota Wamena," tambahnya.Selain itu, Ipda Suryanto juga menyoroti pentingnya kerjasama antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan. "Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga. Dengan tidak membawa senjata tajam dan menghindari minuman keras, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua," ujarnya.Razia ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Jayawijaya untuk mengurangi tingkat kriminalitas di wilayah tersebut. "Kami akan terus melakukan razia secara berkala untuk memastikan Kota Wamena tetap aman dan tertib. Kami juga menghargai dukungan masyarakat dalam setiap operasi yang kami lakukan," kata Ipda Gede Cipta Adi Permana.Dengan dilaksanakannya razia ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga Kamtibmas semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dan jauh dari tindakan kriminal. "Mari kita jaga kota kita bersama-sama. Keamanan dan ketertiban adalah kunci kesejahteraan masyarakat," tutup Ipda Suryanto.Polres Jayawijaya berkomitmen untuk terus bekerja keras demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, dengan harapan setiap warga dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut atau khawatir. (PNO-12)
08 Jun 2024, 06:57 WIT
Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Lakukan Pendampingan Penyaluran BPNT
Papuanewsonline.com, Jatim - Polri melalui Satgassus Pencegahan Korupsi melakukan pendampingan kepada Kementerian Sosial dalam penyaluran Bantuan Sembako/BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lamongan. Hal itu juga sebagai bentuk pengawasan.Budi Agung Nugraha selaku Ketua Tim menjelaskan, hasil temuan di lapangan menunjukkan terjadi upaya penggiringan KPM untuk mengambil sembako/BPNT yang telah dipaketkan di penyedia. Padahal paket itu telah ditentukan. Tidak hanya itu, penggiringan juga menunjukkan ketidaksesuaian dengan Permensos No. 4 Tahun 2023 yang berakibat pada penidaklayakan terhadap KPM yang tidak mau mengambil paket sembako/BPNT.“Satgasus merekomendasikan agar Kemensos RI meningkatkan intensitas sosialisasi, edukasi KPM agar tidak mudah ditipu oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/6/24).Menurutnya, Satgassus juga merekomendasikan evaluasi SDM yang menjadi pendamping sosial di daerah agar memastikan KPM menerima haknya. Caranya dengan mengatur regulasi dan mekanisme pengusulan Bansos Sembako/BPNT dan PKH lebih akuntabel, transparan, wajar, kebijakan dan pengendalian kebijakannya di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. “Hal ini untuk meminimalisir peluang dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menghilangkan haknya KPM.Satgassus akan terus mendampingi Kemensos RI untuk memastikan bahwa penerima Bansos adalah orang yang berhak dan layak menerima,” ujarnya.Ditambahkan Yudi Purnomo Harahap selaku anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Polri, tim juga melakukan kegiatan monitoring pencairan dan penyaluran Bansos Sembako/BPNT dan PKH. Selain itu, sosialisasi dan edukasi KPM di Kabupaten Lamongan untuk mencegah terjadinya penipuan yang dilakukan oleh oknum dengan cara memanfaatkan program bansos.“Adapun Kabupaten Lamongan dipilih karena ditemukannya ribuan data Keluarga Penerima Manfaat yang ditidaklayakan dalam kurun waktu Juni 2023 sampai dengan Februari 2024, diduga penidaklayakan ini tanpa melalui mekanisme sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya. (PNO-12)
07 Jun 2024, 21:21 WIT
Wakapolda Papua Beri Arahan Kepada Jajaran Polresta Jayapura Kota
Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., memberikan arahan khusus kepada Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas di jajaran Polresta Jayapura Kota, Kamis (6/6).Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 3, Mako Polda Papua Baru, dan dihadiri oleh Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, S.I.K., serta Dirintelkam Polda Papua, Kombes Pol Wawan Setiyawan, S.I.K.Arahan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meminimalisir potensi konflik dan memastikan koordinasi yang baik antara petugas kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jayapura. Dalam arahannya, Wakapolda Renwarin menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai satuan kerja yang setia mendampingi masyarakat.“Pertemuan kita ini memiliki makna penting. Kita hadir untuk memberikan arahan khusus terkait ancaman potensi pada saat Pilkada nanti. Dirintelkam akan menyampaikan beberapa poin dari kejadian beberapa waktu lalu. Di kota ini kita menggunakan sistem 'one man one foot', namun di dua daerah masih menggunakan sistem noken,” ujar Brigjen Pol. Renwarin.Wakapolda menekankan bahwa sistem noken tidak boleh terjadi lagi di Jayapura Kota. Menurutnya, banyak yang menyampaikan bahwa Pilpres atau Pileg sukses dan aman, namun pelaksanaan pemilihan Walikota dan Gubernur berbeda. “Kita ketahui bersama bahwa sudah ada pemecahan provinsi. Dengan adanya provinsi baru, dinamika politik lokal bisa menjadi lebih kompleks,” tambahnya.Brigjen Pol. Patrige juga menyoroti bahwa setiap suku atau wilayah adat memiliki kepentingan dan aspirasi berbeda terkait pemilihan kepemimpinan daerah. Hal ini bisa menciptakan ketegangan atau persaingan antar-suku yang mempengaruhi jalannya Pilkada. “Penting bagi pemerintah daerah, kepolisian, tokoh masyarakat, dan pemimpin suku-suku adat untuk melakukan upaya-upaya dialog, rekonsiliasi, serta mempromosikan pemahaman yang lebih baik antara berbagai kelompok masyarakat,” kata Renwarin.Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, S.I.K., dan Dirintelkam Polda Papua, Kombes Pol Wawan Setiyawan, S.I.K., turut memberikan dukungan terhadap upaya ini. Mereka menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi yang solid untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada berlangsung.Dengan upaya ini, diharapkan potensi konflik terkait pemecahan provinsi dan pelaksanaan Pilkada dapat diminimalkan. Proses demokrasi lokal diharapkan berlangsung dengan aman, damai, dan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan dan persatuan yang kuat di Papua. (PNO-12)
07 Jun 2024, 21:08 WIT
Ijin Demo IMM dan PERMAHI Ilegal, Ini Sikap Polisi
Papuanewsonline.com, Ambon - Surat ijin permintaan aksi yang diajukan sekelompok orang mengatasnamakan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum (PERMAHI) Ambon dan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ambon diduga ilegal.Aparat kepolisian dalam hal ini Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Rabu (5/6/2024) langsung bersikap dan melakukan pertemuan dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)dan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Kota Ambon. Pertemuan berlangsung di ruang Kerja Kasat Intelkam Polresta P. Ambon & P. P. Lease siang kemarin pukul 14.00 WIT.Dalam pertemuan itu, dijelaskan soal adanya rencana aksi mengatasnamakan IMM dan PERMAHI yang dilaksanakan Jumat besok (7/6/2024). Hadir dalam pertemuan tersebut, Kabag Ops Polresta P. Ambon & P. P. Lease Kompol Johanis Titus, Kasat Intelkam Polresta P. Ambon & P. P. Lease AKP Marthin Wenno, Wakasat Intelkam Polresta P. Ambon & P. P. Lease Iptu Aris, Kanit 2 Sat Intelkam Polresta P. Ambon & P. P. Lease Iptu Fehrizal, KBO Sat Intelkam Polresta P. Ambon & P. P. Lease IPDA Thomas J. muskitta, Kasihumas Polresta P. Ambon & P. P. Lease IPDA Janet Luhukay.Sementara pihak IMM dihadiri langsung Arjun Booy (Ketua PC IMM), Rizky Gunawan (Ketua PERMAHI), Dandi A. Hakim (IMM), Syahrul Renhoat, Ali Usemahu, Liprent Odepila.Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease IPDA Janete S Luhukay menjelaskan, dari pertemuan itu, dihasilkan apabila Permahi versi Yunasril La Galeb akan melakukan aksi maka Ketua Permahi Rizki Gunawan dan Ketua IMM Kota Ambon Arjun Booy akan menempuh jalur hukum."Dari hasil penggalangan Ketua IMM dan Ketua Permahi akan nengkonsolidasi semua Anggota IMM untuk tidak melakukan Aksi pada hari Jumat tanggal 7 Juni 2024," jelas Kasi Humas.Selain itu pada Jumat 7 Juni 2024 besok Ketua IMM dan Ketua Permahi akan mengundang media massa untu membuat konferensi perss dalam rangkaian menangkal Isu-isu provokatif mengatasnamakan OKP/Etnis tertentu yang dapat menganggu situasi kamtibmas di Kota Ambon dan sekitarnya."Ketua Permahi dan Ketua IMM akan melakukan pendekatan kepada pihak Permahi yang ilegal untuk tidak melakukan Aksi dan mendukung pihak Kepolisian untuk sama-sama menjaga sitkamtibmas di Kota Ambon," ungkap kasi humas.Sementara itu, satuan Intelkam Polresta P.Ambon & P. P. Lease akan melakukan penggalangan dengan Yunasril La Galeb karena tidak jelas keberadaan di Permahi.Bahkan untuk memastikan perbuatannya yang mengatasnamakan IMM dan PERMAHI itu ilegal, Ketua PERMAHI dan Ketua IMM telah membuat Testimoni dalam bentuk Video singkat mendukung pihak Kepolisian untuk sama-sama menjaga situasi Kamtibmas. PNO-11
07 Jun 2024, 18:21 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru