logo-website
Kamis, 25 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Wakapolri Sentuh Hati Biarawati dan Lansia di Bakti Sosial Akpol 90 Papuanewsonline.com, Semarang – Kehangatan dan rasa haru mewarnai rangkaian bakti sosial Alumni Akpol Angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata yang digelar di Mapolsek Genuk, Kota Semarang, Sabtu (23/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. memberikan perhatian khusus kepada para biarawati serta lansia dari Panti Wreda Griya Tyas Dalem. Dengan penuh kelembutan, Wakapolri menyambut kedatangan para lansia yang didampingi para suster pengelola panti. Beliau menyerahkan bantuan sembako dan dana operasional secara langsung, sekaligus memberikan pesan moral agar para lansia tetap semangat menjalani hari-hari mereka. “Dedikasi para suster dalam merawat lansia adalah teladan nyata kasih kemanusiaan. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi dan melayani masyarakat dalam setiap aspek kehidupan,” ujar Komjen Dedi. Sebanyak 220 paket sembako dibagikan kepada enam lembaga sosial di Semarang, termasuk Panti Wreda Griya Tyas Dalem. Selain itu, lebih dari 200 warga termasuk para lansia juga mendapat layanan kesehatan gratis yang disiapkan oleh tim medis Polri. Wakapolri pun turun langsung mendampingi beberapa lansia yang sedang memeriksakan kesehatannya. Sikap humanis ini membuat suasana bakti sosial penuh keakraban, seakan menghapus sekat antara aparat dan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan Polri berlaku untuk semua, tanpa memandang latar belakang. Lansia dan para suster ini adalah bagian berharga dari bangsa kita,” tambah Wakapolri. Perhatian tersebut disambut penuh rasa syukur oleh Suster Sebastiana HK, pengelola senior Panti Wreda Griya Tyas Dalem. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan. “Ini adalah berkat yang tidak terduga. Bantuan sembako dan dana operasional sangat berarti bagi kami dalam merawat para lansia, yang sebagian besar merupakan kaum dhuafa. Semoga Tuhan senantiasa memberkati Bapak Wakapolri dan seluruh jajaran Polri,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan doa khusus agar Alumni Akpol 1990 senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengabdi kepada bangsa, seraya mengucapkan selamat Dirgahayu ke-35 pengabdian Akpol 90 serta HUT RI ke-80. Wakapolri menegaskan bahwa kepedulian Polri tidak berhenti pada acara seremonial. Ia berjanji akan terus memantau perkembangan dan kebutuhan Panti Wreda Griya Tyas Dalem sebagai bagian dari komitmen Polri terhadap kelompok rentan. “Kami tidak ingin perhatian ini hanya berhenti hari ini. Polri akan terus hadir mendampingi para lansia dan biarawati, karena merekalah pilar moral yang ikut menjaga harmoni sosial di masyarakat,” tegas Komjen Dedi. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para biarawati, mendoakan keselamatan bangsa, keutuhan NKRI, serta kelancaran tugas TNI–Polri. Momen ini menghadirkan harmoni indah antara aparat keamanan dan masyarakat dalam semangat kemanusiaan.   Penulis: GF Editor: GF 24 Agu 2025, 22:53 WIT
Polres Tanimbar & Bhayangkari Hadir untuk Korban Kebakaran: Bantuan dan Semangat di Tengah Duka Papuanewsonline.com, Tanimbar – Kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali dibuktikan oleh Polres Kepulauan Tanimbar bersama Bhayangkari Cabang Kepulauan Tanimbar. Tidak sekadar hadir untuk menjaga keamanan, kali ini mereka turun langsung ke lokasi bencana, menyapa, dan menguatkan masyarakat yang baru saja kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran besar di Pasar Ngrimase, Saumlaki. Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang, Ny. Alfa Ayani, serta didukung jajaran pejabat utama Polres dan pengurus Bhayangkari lainnya. Musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu dini hari (23/8/2025) itu meninggalkan duka mendalam. Sedikitnya 50 kios dan lapak pedagang hangus terbakar, meninggalkan puing-puing serta kesedihan para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar tersebut. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi yang ditanggung masyarakat cukup besar. Bagi sebagian korban, kebakaran ini seakan memutus harapan mereka untuk menyambung kehidupan sehari-hari. Di tengah suasana duka, Polres Kepulauan Tanimbar bersama Bhayangkari datang membawa bantuan sosial berupa beras, telur, dan mie instan. Bantuan itu langsung disalurkan di Pasar Kenangan Tanimbar Raya, Saumlaki, sebagai upaya meringankan beban korban sekaligus memberikan harapan baru. “Pemberian bantuan ini merupakan wujud kepedulian Polri yang selalu berusaha hadir di tengah masyarakat, terutama saat kondisi sulit seperti ini. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat, walau tidak besar nilainya,” ungkap Kapolres AKBP Ayani. Tak hanya itu, Kapolres menegaskan bahwa kehadirannya bersama Bhayangkari juga untuk memberikan dukungan moral dan semangat. “Kami ingin para korban tetap kuat, tidak putus asa, dan terus melangkah ke depan,” tambahnya. Kegiatan kemanusiaan ini disambut haru oleh para korban. Beberapa pedagang bahkan menitikkan air mata saat menerima bantuan, sambil mengucapkan syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Terima kasih banyak kepada Polres Tanimbar dan Bhayangkari yang sudah peduli kepada kami. Kehadiran Bapak Kapolres dan Ibu Bhayangkari membuat kami merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ungkap salah satu korban dengan penuh rasa haru. Kapolres Ayani juga mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dan menjaga solidaritas di tengah ujian ini. “Musibah bisa datang kapan saja, tapi dengan kebersamaan dan kepedulian, kita bisa melewati semua ini. Mari kita bangun kembali semangat dan kehidupan yang lebih baik,” pesannya. Melalui aksi ini, Polres Kepulauan Tanimbar bersama Bhayangkari sekali lagi menunjukkan bahwa Polri bukan hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam setiap denyut kehidupan masyarakat, terutama saat duka dan kesulitan melanda.   Penulis: GF Editor: GF 24 Agu 2025, 22:46 WIT
30 Tahun Mengabdi, Akabri 95 Tebar Bakti Lewat Ratusan Bansos dan Ambulans untuk Rakyat Papuanewsonline.com, Jakarta – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu pagi. Ratusan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1995 menggelar Reuni Akbar 30 Tahun Pengabdian yang dikemas dalam bentuk bakti sosial (baksos) dan peresmian organisasi baru. Acara yang mengusung tema “Bima Cakti 95, Tiga Dekade Setia Mengabdi untuk Negeri” ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Letjen TNI Djon Afriandi, Irjen Pol. Sandi Nugroho, serta keluarga besar Akabri 95 bersama istri. Kegiatan dimulai dengan olahraga bersama dan jalan sehat yang diikuti dengan antusias oleh para alumni. Namun, momen yang paling menyentuh terjadi saat penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada 30 pekerja harian lepas (PHL) di lingkungan Mabes TNI dan Mabes Polri. Tak berhenti di situ, Akabri 95 kemudian menyalurkan 595 paket sembako untuk masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi wujud kepedulian nyata setelah tiga dekade para alumni mengabdi di berbagai matra TNI dan Polri. Selain paket sembako, Akabri 95 juga memberikan satu unit mobil ambulans medis, yang akan digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Momen bersejarah lainnya adalah peresmian organisasi Bima Cakti 95, wadah resmi alumni lintas matra TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri. Organisasi ini dibentuk untuk memperkuat sinergisitas, kolaborasi, serta soliditas antaranggota yang kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia. “Pembentukan Bima Cakti 95 bukan sekadar simbol, tetapi komitmen nyata bahwa di manapun kami berdinas, persaudaraan dan sinergi TNI-Polri tetap terjaga demi kepentingan bangsa dan rakyat,” ujar salah satu perwakilan tertua angkatan. Dalam sambutannya, Kadivhumas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan bahwa reuni ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar temu kangen. “Reuni 30 tahun ini adalah momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang sejak masa pendidikan hingga pengabdian tiga dekade. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol bakti TNI dan Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya. Irjen Sandi juga mengajak seluruh alumni agar menjadikan momentum ini sebagai pelecut semangat agar terus konsisten hadir untuk rakyat. “Kami sepakat kegiatan seperti ini harus sering dilakukan, baik dalam lingkup matra masing-masing maupun lintas angkatan. Dengan begitu, silaturahmi tetap terjaga, soliditas tetap kuat, dan pengabdian tetap tulus,” tegasnya. Reuni Akbar ini menjadi pengingat bahwa waktu boleh berjalan, jabatan boleh berganti, namun ikatan persaudaraan Akabri 95 dan semangat pengabdian tetap abadi. Melalui baksos, ambulans medis, hingga lahirnya organisasi Bima Cakti 95, para alumni ingin menunjukkan bahwa setelah 30 tahun, dedikasi mereka bagi bangsa dan negara tidak pernah pudar. “Akabri 95 akan selalu ada untuk rakyat, kapan pun dan di manapun kami mengabdi,” pungkas Irjen Pol. Sandi Nugroho.   Penulis: GF Editor: GF   24 Agu 2025, 16:14 WIT
Pasar Murah Polri di Semarang: Alumni Akpol 90 Hadirkan Harga Terjangkau untuk Rakyat Papuanewsonline.com, Semarang – Kepedulian Polri terhadap masyarakat bukan sekadar jargon. Melalui Gerakan Pangan Murah Polri, jajaran kepolisian di seluruh Indonesia terus menunjukkan bakti nyata dalam menjaga kestabilan harga dan membantu rakyat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Di Kota Semarang, Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata turun langsung menggelar Pasar Murah di Kecamatan Pedurungan pada Sabtu (23/8/2025). Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dukungan Perum Bulog sebagai mitra strategis dalam menyediakan bahan pangan berkualitas. Acara di Pedurungan ini tidak hanya menjadi ajang distribusi pangan murah, tetapi juga momentum silaturahmi Polri dengan masyarakat. Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., hadir secara langsung dan disambut hangat oleh Karo SDM Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Noviana Tursanurohmad, serta sejumlah Pejabat Utama Polda Jateng. Kehadiran Wakapolri menambah semangat masyarakat yang sejak pagi telah memadati lokasi. Senyum, sapaan, hingga interaksi hangat tercipta di tengah suasana pasar murah yang penuh antusiasme. Tidak heran bila lokasi pasar murah dipadati ratusan warga. Pasalnya, harga bahan pokok yang dijual benar-benar di bawah pasaran. Adapun bahan pangan yang disalurkan antara lain: 600 kilogram telur dengan harga Rp 23.000/kg, 500 kilogram gula pasir dengan harga Rp 15.000/kg, 300 kilogram tepung dengan harga Rp 10.000/kg, 2.000 liter minyak goreng dengan harga Rp 15.000/liter dan 8 ton beras SPHP dengan harga Rp 55.000 per karung (5 kg). Warga menyambut dengan sukacita. Salah satunya, Ibu Anis dari Kelurahan Palebon, yang tampak bahagia setelah membawa belanjaannya. “Tadi saya beli beras 2 kantong, minyak 2 liter, telur 1 kg. Harganya jauh lebih murah, Pak, dibanding pasar. Makanya begitu tahu ada pasar murah, saya langsung datang,” ujarnya penuh senyum. Pasar murah ini bukan hanya soal harga terjangkau. Lebih jauh, kegiatan ini menghadirkan kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat. Suasana hangat terlihat ketika anggota Polri membantu warga memilih bahan pangan dan menenteng belanjaan mereka. Selain itu, program ini juga memberi rasa aman dan kepercayaan bahwa negara, melalui Polri dan Bulog, hadir di tengah rakyat saat mereka membutuhkan. Kegiatan yang digelar oleh Alumni Akpol 90 di Semarang hanyalah salah satu titik dari ribuan kegiatan serupa di Indonesia. Tercatat, Polri telah menjalankan hampir 20.000 titik pasar murah dan menyalurkan puluhan ribu ton beras ke berbagai pelosok negeri. “Gerakan ini akan terus berlanjut. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat langsung dari hadirnya Polri di tengah kehidupan sehari-hari,” demikian pesan Wakapolri.   Penulis: GF Editor: GF   24 Agu 2025, 15:17 WIT
DPRK Mimika Sidak Telkomsel: Transparansi & Solusi Konkret Jadi Tuntutan Papuanewsonline.com, Mimika – Keluhan masyarakat Mimika terkait buruknya layanan internet akhirnya direspons serius oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika. Pada Jumat (22/8/2025), Komisi II DPRK Mimika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor PT Telkomsel Timika guna meminta klarifikasi langsung atas gangguan jaringan yang dirasakan warga sejak beberapa waktu terakhir. Rombongan Komisi II yang dipimpin Wakil Ketua II, Mariunus Tandiseno, bersama Sekretaris Komisi Adrian Andhika Thie dan sejumlah anggota lainnya, menegaskan bahwa pihak operator tidak boleh membiarkan masyarakat terus berada dalam ketidakpastian. Dalam pertemuan itu, Mariunus Tandiseno menyampaikan bahwa transparansi menjadi kunci agar masyarakat tidak merasa dibohongi atau dibiarkan menebak-nebak penyebab gangguan. "Kami minta Telkom dan Telkomsel terbuka kepada masyarakat. Dewan juga perlu informasi yang jelas agar bisa meneruskan kepada konstituen kami. Jangan sampai masyarakat merasa dirugikan karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi," tegas Mariunus. Senada dengan itu, Sekretaris Komisi II Adrian Andhika Thie juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jujur dan tepat waktu. "Masyarakat perlu tahu kapan jaringan bisa pulih kembali. Jangan hanya janji-janji. Selain itu, kompensasi harus dipikirkan, karena layanan sudah dibayar penuh oleh pelanggan," ujar Adrian. Ia bahkan mengusulkan agar Telkomsel menyediakan perangkat alternatif seperti Starlink sebagai solusi sementara, terutama untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintahan yang sangat bergantung pada internet. Menanggapi desakan DPRK, Kepala Telkom Timika, Jangkir Simbiak, menjelaskan bahwa gangguan disebabkan oleh perbaikan kabel bawah laut yang rusak. Menurutnya, pengerjaan teknis tengah dilakukan secara intensif dan diperkirakan rampung pada awal hingga akhir September. Sementara itu, Manager Telkomsel Timika Bagian Network, Efra, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Mimika. "Kami memahami betul keresahan masyarakat. Perbaikan sedang berjalan, dan kami berharap jaringan segera normal kembali agar pelanggan dapat menikmati layanan tanpa hambatan," katanya. Sidak ini diikuti oleh jajaran Komisi II DPRK Mimika: Wakil Ketua II Marianus Tandiseno, Sekretaris Adrian Andhika Thie, serta anggota Dessy Putrika Ross Rante, Luther Beanal, dan Merry Pongutan. Langkah DPRK Mimika ini menjadi bukti keseriusan wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Warga berharap pengawasan ketat dari DPRK dapat memastikan Telkomsel tidak sekadar memberikan janji, tetapi benar-benar menghadirkan solusi yang bisa dirasakan langsung oleh pelanggan.   Penulis: Jidan Editor: GF 24 Agu 2025, 14:37 WIT
Sidak Harga Beras, Pj Gubernur Papua Ambil Langkah Jaga Stabilitas Pangan Papuanewsonline.com, Jayapura – Isu kenaikan harga beras di sejumlah daerah di Indonesia juga ikut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua. Untuk memastikan kondisi di lapangan, Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi dan gudang beras di Kota Jayapura, Jumat (22/8/2025). Langkah ini dilakukan untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok, khususnya beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat Papua. Dalam sidaknya, Fatoni menemukan fakta menarik. Sejumlah retail modern masih menjual beras dengan harga lama karena stok lama masih tersedia. Namun, di beberapa titik penjualan, terutama di pasar tradisional, harga beras mengalami kenaikan antara Rp2.000–Rp3.000 per kilogram. Menyikapi hal tersebut, Fatoni menekankan bahwa kunci pengendalian harga ada pada kelancaran distribusi. “Yang terpenting adalah stok tetap mengalir dari gudang ke pasar. Kalau stok lancar, harga bisa kita jaga agar tetap stabil,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Fatoni juga mengungkapkan kondisi ketersediaan pangan di Papua. Ia menyebutkan bahwa stok beras di Gudang Bulog Papua mencapai 10.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan. Tak hanya itu, masih ada tambahan pasokan berupa 75 ton beras dari gudang swasta serta 300 ton yang saat ini berada di Pelabuhan Jayapura dan siap didistribusikan. “Dengan stok yang ada, masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah menjamin kebutuhan pangan, khususnya beras, tetap tersedia,” ujar Fatoni. Lebih lanjut, Fatoni menegaskan bahwa Pemprov Papua akan memperketat pengawasan distribusi beras dengan melibatkan Bulog, OPD terkait, hingga pihak swasta. Tujuannya, agar tidak ada hambatan dalam pendistribusian dari gudang ke pasar serta untuk menekan potensi permainan harga oleh pihak-pihak tertentu. Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan skema intervensi pasar jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar. Di akhir sidaknya, Fatoni mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi isu-isu kelangkaan pangan dan tidak melakukan aksi borong yang justru bisa memperburuk keadaan. “Pemerintah akan terus mengawal dan memastikan harga pangan terkendali. Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, karena stok beras kita aman,” pungkasnya. Dengan langkah antisipatif ini, pemerintah daerah berharap stabilitas pangan di Papua tetap terjaga, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat di tengah situasi fluktuasi harga pangan nasional.   Penulis : Jidan Editor : GF  23 Agu 2025, 19:10 WIT
Mimika ‘Go Digital’! Ratusan Pelaku Usaha Antusias Ikuti Sosialisasi OSS Berbasis Risiko Papuanewsonline.com, Mimika – Kabupaten Mimika semakin serius mendorong transformasi digital dalam dunia usaha. Sebanyak 200 pelaku usaha dari berbagai sektor ekonomi hadir dan mengikuti Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengawasan Perizinan yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mimika. Acara ini berlangsung meriah di Hotel Grand Tembaga, Kamis (21/8/2025), dan dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu. Suasana pembukaan terasa semakin semangat ketika ditandai dengan bunyi tifa yang dipukul bersama-sama, simbol semangat gotong royong menuju era baru kemudahan berusaha di Mimika. Dalam sambutannya, Frans Kambu menegaskan bahwa penerapan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) adalah amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021. Sistem ini hadir untuk memberikan kepastian hukum, menyederhanakan birokrasi, dan mempercepat proses perizinan, sehingga para pelaku usaha tidak lagi terbebani prosedur rumit. “Pelaku usaha perlu memahami bahwa dalam OSS RBA terdapat tingkat risiko rendah, menengah, dan tinggi. Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dilakukan berdasarkan tingkat risiko tersebut. Dengan begitu, proses perizinan menjadi lebih jelas, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Frans Kambu. OSS RBA juga memungkinkan seluruh perizinan usaha diintegrasikan ke dalam satu sistem resmi pemerintah. Hal ini tidak hanya memberi legalitas sah bagi pelaku usaha, tetapi juga memperkuat posisi mereka di mata hukum, sehingga potensi konflik izin maupun sengketa lokasi bisa diminimalisir. Sosialisasi ini diikuti dengan penuh antusias oleh ratusan pelaku usaha lokal, mulai dari sektor UMKM, perdagangan, perikanan, konstruksi, hingga jasa. Banyak peserta yang sebelumnya mengaku masih bingung dengan prosedur OSS merasa lebih tercerahkan setelah mendapat penjelasan detail dari narasumber. Frans Kambu menekankan bahwa sistem OSS RBA bukan hanya memudahkan pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor. “Dengan sistem ini, investor akan lebih yakin menanamkan modalnya karena prosedur perizinan lebih sederhana, terukur, dan memiliki kepastian hukum,” jelasnya. Selain itu, pemerintah juga dapat melakukan pengawasan lebih efektif, memastikan para pelaku usaha mematuhi aturan yang berlaku sesuai tingkat risikonya. Pemerintah Kabupaten Mimika berharap implementasi OSS RBA menjadi titik awal terbentuknya iklim investasi yang lebih kondusif. Dengan sistem ini, setiap pelaku usaha—baik skala kecil maupun besar dapat mengembangkan bisnisnya tanpa terhambat urusan administrasi. DPMPTSP Mimika juga berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha, memberikan bimbingan teknis, serta membuka akses informasi agar sistem OSS RBA bisa diimplementasikan secara maksimal di daerah. Sosialisasi ini bukan hanya sekadar forum penjelasan, melainkan juga momentum penting untuk meneguhkan komitmen Mimika dalam mendukung dunia usaha lokal menuju era digital yang lebih modern, transparan, dan kompetitif.   Penulis : Jidan Editor : GF 23 Agu 2025, 18:33 WIT
Jaringan Hilang Total di Mimika, Warga Serbu Kafe Demi Starlink Papuanewsonline.com, Mimika – Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendadak lumpuh dari aktivitas digital setelah jaringan telekomunikasi hilang total sejak Kamis (21/8/2025) dini hari. Sejak pukul 05.00 WIT, sinyal ponsel dan layanan internet tidak dapat digunakan sama sekali. Padahal, sejak 16 Agustus 2025, jaringan internet memang sudah mengalami gangguan serius, meski masyarakat masih bisa “memaksa” untuk mengakses layanan dasar. Namun kali ini, kondisi berbeda. Hilangnya jaringan benar-benar memutus konektivitas masyarakat, baik untuk urusan bisnis, pekerjaan, maupun komunikasi sehari-hari. Tak ayal, fenomena ini mendorong warga berbondong-bondong menyerbu kafe-kafe di Kota Timika yang diketahui menggunakan jaringan Starlink sebagai alternatif. Beberapa kafe yang langsung diserbu pengunjung antara lain Linear Cafe, TKP Timika, Cafe Mulo, Kini East, hingga sejumlah kafe lain yang memang sudah lebih dulu menyediakan fasilitas internet berbasis satelit. Suasana kafe yang biasanya dipadati pelanggan pada sore atau malam hari, kini berubah sejak pagi. Kursi-kursi penuh, colokan listrik diperebutkan, dan suasana menjadi riuh oleh warga yang sibuk membuka laptop atau ponsel masing-masing. Bagi masyarakat Mimika, internet bukan sekadar hiburan. Banyak warga menggantungkan pekerjaan, usaha, hingga pendidikan anak pada jaringan daring. Hilangnya sinyal membuat mereka terpaksa mencari “jalur darurat” agar tetap bisa bekerja dan berkomunikasi. Seorang warga bernama Afrian, yang ditemui di TKP Cafe, mengaku tak punya pilihan lain selain datang ke kafe. “Baru hari ini ke kafe karena jaringan sudah hilang total dari jam 5 subuh tadi. Sebelumnya masih bisa pakai jaringan data, meskipun lambat, tapi sekarang sudah tidak bisa sama sekali,” ungkapnya. Ia menambahkan, kondisi ini menyulitkan dirinya yang sehari-hari harus mengirim laporan kerja secara daring. Bahkan, beberapa warga lain mengaku sampai rela berpindah dari satu kafe ke kafe lain karena tempat yang didatangi sudah terlalu penuh. Fenomena ini sekaligus menggambarkan tingginya ketergantungan masyarakat Mimika terhadap akses internet. Dari sektor usaha kecil hingga bisnis besar, semuanya terpukul oleh hilangnya layanan telekomunikasi. Sebelumnya, PT Telkom Indonesia menyebut gangguan disebabkan kerusakan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS) ruas Sorong–Merauke. Proses perbaikan membutuhkan waktu karena harus menunggu kapal khusus yang menangani kabel optik bawah laut. Namun, bagi masyarakat Mimika, gangguan ini bukan lagi sekadar persoalan teknis. Hilangnya jaringan berarti hilangnya kesempatan berusaha, menurunnya produktivitas, hingga terhambatnya akses pendidikan daring. Bahkan layanan pemerintahan yang berbasis internet pun ikut terganggu. Di tengah kondisi ini, masyarakat berharap agar perbaikan jaringan segera diselesaikan. Beberapa warga juga mendesak agar operator seluler memberikan kompensasi yang layak, mengingat kerugian yang mereka tanggung tidak kecil. Jika situasi seperti ini terus berulang, banyak pihak menilai perlu ada diversifikasi infrastruktur telekomunikasi di Papua. Starlink yang kini jadi “penyelamat” dadakan di Mimika, bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat jaringan di wilayah-wilayah rawan gangguan.   Penulis : Abim Editor : GF 22 Agu 2025, 14:52 WIT
APBD-P Mimika 2025: DPRK Kompak Beri Apresiasi dan 'PR' ke Pemerintah Papuanewsonline.com, Mimika – Rapat Paripurna II Masa Sidang III DPRK Mimika pada Kamis (21/8/2025) berlangsung penuh warna. Agenda utama rapat adalah pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2025. Dalam forum terhormat itu, delapan fraksi DPRK Mimika tampil kompak: memberi apresiasi kepada pemerintah daerah, sekaligus menitipkan catatan kritis sebagai “PR” yang harus ditindaklanjuti. Sikap ini menunjukkan bahwa wakil rakyat di Mimika tidak hanya sekadar mengiyakan, tetapi benar-benar menjalankan fungsi kontrol terhadap arah pembangunan daerah. Dalam pandangan umum fraksi, apresiasi pertama ditujukan kepada Bupati Mimika atas penunjukan Abraham Kateyau sebagai Plt Sekda Mimika. Keputusan ini dianggap tepat untuk memperkuat roda birokrasi. Selain itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga mendapat apresiasi karena dinilai berhasil menyusun KUA-PPAS Perubahan 2025 dengan baik. Namun, di balik apresiasi itu, fraksi-fraksi juga melontarkan catatan kritis. Fraksi PKB, melalui juru bicaranya Benyamin Sarira, menekankan agar pelaksanaan APBD-P benar-benar selaras dengan program prioritas daerah dan sesuai kemampuan keuangan daerah. “Fraksi PKB berharap target pendapatan daerah dioptimalkan melalui potensi sumber-sumber pendapatan baru yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya. Fraksi Demokrat, lewat Dessy Putrika Rosa Rante, tegas menolak alokasi anggaran untuk kegiatan seremonial yang dianggap tak menyentuh kepentingan rakyat. “Fraksi Demokrat menolak anggaran seremonial. APBD Perubahan 2025 harus benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Mimika,” tandasnya. Fraksi Gerindra memberi perhatian khusus pada pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dalam proyek-proyek daerah. Mereka juga mendesak percepatan pembangunan fisik dan penyediaan rumah layak huni bagi OAP.Fraksi Eme Neme Yauware menyoroti pentingnya meningkatkan PAD dari sektor perikanan, sektor potensial yang dinilai belum digarap maksimal.Fraksi Rakyat Bersatu memberikan apresiasi kepada pemerintah atas keseriusannya di bidang pendidikan, salah satu sektor yang dianggap vital bagi pembangunan SDM Mimika.Fraksi Kelompok Khusus mengingatkan soal pentingnya harmoni eksekutif dan legislatif. Menurut mereka, tanpa sinergi kedua lembaga, kesejahteraan masyarakat sulit diwujudkan. Sikap fraksi-fraksi ini memberi pesan jelas: DPRK Mimika ingin anggaran daerah benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat, bukan sekadar angka-angka di atas kertas. Kekompakan memberi apresiasi dan catatan kritis adalah wujud kontrol politik yang sehat. Artinya, DPRK tidak hanya memuji, tapi juga memastikan pemerintah punya kewajiban untuk memperbaiki hal-hal yang belum maksimal. APBD-P 2025 akan menjadi instrumen penting dalam menjawab tantangan pembangunan Mimika. Tantangan besar seperti pemberdayaan ekonomi lokal, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah bersama. Diharapkan, melalui sinergi eksekutif dan legislatif, Mimika bisa melahirkan kebijakan anggaran yang pro rakyat, berpihak pada Orang Asli Papua, serta berorientasi pada kemajuan daerah, bukan sekadar proyek jangka pendek.   Penulis : Jidan Editor : GF 22 Agu 2025, 13:22 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT