Papuanewsonline.com
Euforia Piala Dunia 2026 dan Cermin Pembangunan Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Euforia Piala Dunia 2026 tidak
hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar dunia, tetapi juga hingga ke
Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pertandingan sepak bola terbesar di dunia itu
menjadi topik perbincangan di berbagai tempat, mulai dari warung kopi, media
sosial, hingga layar-layar televisi yang dipenuhi dukungan kepada tim favorit
masing-masing.Namun di balik gegap gempita tersebut, Aliansi Peduli
Pengusaha Papua mengajak masyarakat untuk melihat persoalan yang lebih dekat
dengan kehidupan sehari-hari, yakni kondisi ekonomi rakyat Mimika yang dinilai
sedang mengalami perlambatan di tengah besarnya kekuatan fiskal daerah.Dalam pernyataan sikapnya, aliansi tersebut menyoroti
besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang
mencapai sekitar Rp5,7 triliun pada tahun 2026. Menurut mereka, besarnya
anggaran itu seharusnya mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan
dampak nyata bagi masyarakat."Namun pertanyaannya sederhana: mengapa rakyat tidak
merasakan denyut perputaran uang yang seharusnya lahir dari anggaran sebesar
itu?" tulis Aliansi Peduli Pengusaha Papua dalam pernyataannya.Aliansi itu juga mengutip pemikiran tokoh revolusioner
Frantz Fanon yang menyebut bahwa penjajahan tidak selalu hadir dalam bentuk
kekerasan fisik, tetapi dapat muncul melalui ketimpangan, ketidakadilan, dan
keterasingan masyarakat dari sumber daya yang sesungguhnya menjadi milik mereka
sendiri.Menurut mereka, kondisi yang dirasakan masyarakat Mimika
saat ini lebih mengarah pada apa yang disebut Fanon sebagai "kekerasan
struktural". Situasi tersebut digambarkan melalui program yang
direncanakan tetapi belum berjalan optimal, pelayanan yang lambat, hingga
anggaran yang dinilai belum sepenuhnya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.Aliansi juga menyoroti adanya kesenjangan antara laporan
pembangunan di atas kertas dan kondisi di lapangan. Mereka menyebut banyak
kontraktor lokal mengeluhkan pekerjaan yang belum berjalan maksimal, pengusaha
kecil kesulitan mempertahankan usahanya, dan mama-mama pasar menghadapi daya
beli masyarakat yang terus menurun."Rakyat tidak hidup dari laporan. Rakyat hidup dari
aktivitas ekonomi yang nyata," tegas mereka.Lebih lanjut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengingatkan
bahaya lahirnya kelompok elite baru yang menikmati fasilitas negara, tetapi
gagal menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Mereka menilai kondisi
tersebut menjadi refleksi penting bagi Kabupaten Mimika."Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka yang
berubah hanya nama pengelolanya, sementara penderitaan rakyat tetap sama,"
tulis mereka.Aliansi menegaskan bahwa APBD bukan sekadar angka dalam
dokumen keuangan, melainkan instrumen untuk menciptakan lapangan kerja,
memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta
menggerakkan perekonomian hingga ke kampung-kampung.Di tengah hiruk pikuk Piala Dunia 2026, mereka mengingatkan
agar perhatian terhadap persoalan mendasar masyarakat tidak teralihkan. Sebab,
menurut mereka, kesejahteraan rakyat tidak dibangun melalui euforia
pertandingan sepak bola, melainkan melalui pekerjaan, pelayanan publik yang
baik, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat."Karena itu, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan
di Mimika memastikan bahwa setiap rupiah APBD kembali kepada rakyat dalam
bentuk manfaat nyata."Aliansi menutup refleksinya dengan mengingatkan pesan Frantz
Fanon bahwa bentuk penjajahan yang paling berbahaya sering kali bukan datang
dari luar, melainkan dari mereka yang berada di dalam sistem namun melupakan
rakyat yang mereka wakili. (GF)
16 Jun 2026, 17:05 WIT
Mini Soccer Kapolda Cup III Digelar, Asah Bakat Dan Karakter Generasi Muda Papua
Papuanewsonline.com, Timika – Komitmen mendukung pembinaan
generasi muda melalui olahraga kembali diwujudkan Polda Papua Tengah. Setelah
sukses menggelar kompetisi untuk pelajar SMP dan SMA/SMK, kini ajang bergengsi
Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup III kategori usia 10 hingga 12 tahun resmi
dimulai pada Minggu (14/6/2026) di Goldstone Arena, Timika. Kegiatan ini
menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk bakat, kedisiplinan, dan
karakter anak-anak sejak dini.Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Setelah
melalui proses penyaringan ketat selama tiga hari yang meliputi pengecekan
administrasi dan usia, panitia menetapkan 17 tim yang berhak bertanding.
Peserta tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan, melainkan juga dua tim dari
daerah pesisir, yaitu Pulau Karaka dan Kokonao. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan olahraga menjangkau
seluruh wilayah tanpa batasan jarak.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini,
menegaskan bahwa atlet berkualitas tidak lahir secara instan, melainkan harus
dibina sejak usia muda. “Kami memberikan ruang agar anak-anak membangun kepercayaan
diri lewat persaingan yang sehat. Melalui olahraga, mereka belajar kerja sama,
tanggung jawab, dan sportivitas, bukan hanya mengejar kemenangan semata,”
ujarnya.Ketua Panitia, Irfan Irianto, memastikan seluruh persiapan
berjalan lancar dan adil. Penyaringan dilakukan secara cermat, dengan ketentuan
peserta adalah kelahiran tahun 2014–2016 dan setiap tim beranggotakan maksimal
15 orang. Sebelum pertandingan dimulai, panitia juga mengadakan
pertemuan teknis untuk menyamakan pemahaman peraturan dan sistem pertandingan
bagi seluruh peserta. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:22 WIT
Koramil Timika Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi Dan Kemanunggalan
Papuanewsonline.com, Timika – Koramil 1710-02/Timika
menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola Piala Dunia
2026 pada Minggu (14/6/2026). Acara berlangsung meriah di Aula Makoramil yang
beralamat di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika. Laga yang disaksikan bersama
mempertemukan tim nasional Brasil melawan Maroko, dan berhasil menarik
perhatian serta kehadiran banyak warga sekitar.Suasana terlihat sangat semarak sejak awal kegiatan. Aula
Makoramil dipadati oleh seluruh anggota Koramil dan masyarakat yang datang
dengan antusiasme tinggi. Masing-masing penonton tampak bersemangat menyemangati tim
kesayangannya, menciptakan suasana akrab dan penuh keakraban tanpa sekat antara
aparat dan warga.Pelaksana Tugas Danramil 1710-02/Timika, Kapten Kav Devie
Dolfie Goni, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk
mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat. “Melalui kebersamaan menikmati ajang olahraga dunia, kita
bangun kedekatan yang lebih erat dengan warga binaan,” ujarnya. Lebih dari sekadar hiburan, momen ini juga bertujuan
menumbuhkan semangat persatuan dan kekompakan bersama.Sepanjang jalannya pertandingan, suasana terus hangat dengan
sorakan dukungan yang mengalun setiap kali terjadi peluang mencetak gol. Interaksi yang akrab dan santai terjalin dengan baik,
mencerminkan kuatnya ikatan kemitraan yang telah terbangun selama ini. Setelah pertandingan berakhir, acara dilanjutkan dengan
makan bersama yang disediakan pihak Koramil, menambah kehangatan suasana
silaturahmi. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 06:03 WIT
Bentrok Pecah di Luar Stadion Azteca Saat Pembukaan Piala Dunia 2026
Papuanewsonline.com, Mexico City – Ketegangan memuncak di
luar Stadion Azteca, Mexico City, Kamis (11/6/2026) waktu setempat, ketika
bentrokan terjadi antara demonstran dan pasukan kepolisian. Kericuhan meletus
bersamaan dengan berlangsungnya upacara pembukaan dan pertandingan perdana Piala
Dunia 2026, setelah sejumlah massa berusaha mendekati pintu masuk stadion.Saat laga pembuka Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan
baru dimulai, sejumlah demonstran melemparkan batu dan bom molotov ke arah
petugas. Pasukan anti huru-hara pun bertindak mendesak mundur
kerumunan menggunakan perisai, sementara pagar dan tempat sampah terlihat
berantakan di sekitar lokasi. Polisi melaporkan puluhan orang ditangkap dari ribuan massa
yang terlibat aksi di berbagai titik sekitar stadion.Aksi unjuk rasa ini digelar oleh lima kelompok berbeda,
termasuk keluarga korban dari sekitar 130.000 orang yang dinyatakan hilang
serta para guru yang mengeluhkan kondisi kerja. Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya
kekerasan geng, tingginya angka kemiskinan, dan mempertanyakan penggunaan
miliaran dolar untuk penyelenggaraan turnamen yang dinilai seharusnya
dialokasikan bagi kesejahteraan rakyat.Meskipun sebelumnya pihak berwenang telah menutup akses
jalan dan mengerahkan 10.000 personel demi menjaga keamanan, insiden tetap tak
terelakkan. Namun, menjelang berakhirnya pertandingan yang dimenangkan
Meksiko 2-0, otoritas keamanan menyatakan situasi di sekitar stadion telah
berhasil dikendalikan dan mulai mereda. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 13:54 WIT
Pembukaan Spektakuler Piala Dunia 2026 di Meksiko, Perpaduan Budaya dan Bintang Dunia
Papuanewsonline.com, Meksiko – Perhatian dunia tertuju pada
Meksiko, Kamis (11/6/2026), saat Piala Dunia FIFA 2026 resmi dimulai. Sebagai
tuan rumah pertama dari tiga negara penyelenggara, upacara pembukaan yang
digelar di Stadion Azteca menghadirkan pertunjukan megah yang memadukan seni,
tradisi, dan musik modern dengan konsep utama interpretasi trofi melalui
kearifan lokal.Diproduksi secara kreatif, acara ini menonjolkan elemen khas
budaya Meksiko, yakni seni papel picado yang melambangkan kreativitas, warisan
leluhur, dan semangat kebersamaan. Penampilan memukau dipadukan dengan pertunjukan tari
tradisional dan folklor modern, yang menjadi simbol persatuan antarnegara
melalui seni dan olahraga.Rangkaian hiburan semakin meriah dengan penampilan sejumlah
musisi papan atas dunia, antara lain Shakira, Burna Boy, J Balvin, dan
Alejandro Fernández. Mereka membawakan lagu-lagu yang tergabung dalam album
resmi turnamen. Sebagai kejutan istimewa, karakter populer LABUBU juga
tampil menghibur ribuan penonton di stadion dan jutaan pemirsa yang menyaksikan
secara daring.Selain hiburan, acara juga dimeriahkan dengan parade bendera
48 negara peserta, menandai dimulainya turnamen terbesar sepanjang sejarah. Puncaknya, pertunjukan kembang api yang gemilang menghiasi
langit Mexico City, menandai secara resmi dibukanya ajang akbar empat tahunan
tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 13:52 WIT
14 Anak Kokonao Siap Berlaga di Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup
Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 14 anak berusia 10
hingga 12 tahun asal Kokonao, Distrik Mimika Barat, siap mengikuti turnamen
Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup. Ajang ini digelar dalam rangka
memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun, yang dijadwalkan berlangsung
mulai 14 Juni 2026 mendatang.Kapolsek Mimika Barat, Ipda Muhamad Yani, menjelaskan tim
ini disiapkan melalui kerja sama dengan pelatih dan pemerintah distrik.Keempat belas siswa dari SD YPPK Kokonao tersebut telah
melalui proses seleksi selama satu minggu di daerah asalnya, sebelum akhirnya
ditetapkan sebagai wakil yang akan bertanding.“Mereka telah tiba di Timika hari ini untuk mengikuti
rangkaian pertandingan,” ujar Ipda Yani, Kamis (11/6/2026). Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan orang
tua dan masyarakat guna memastikan keamanan serta kenyamanan anak-anak selama
mengikuti kegiatan. Keberangkatan tim ini juga mendapatkan dukungan penuh dari
anggota DPRD Mimika, Dessy Putrika.Kehadiran mereka dalam turnamen ini membawa harapan besar
dari berbagai pihak. Diharapkan ajang tersebut menjadi sarana bagi generasi muda
untuk menampilkan bakat dan kemampuan, sekaligus menjadi langkah awal
pengembangan potensi diri di bidang olahraga. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 13:09 WIT
Forzan Assan Kogoya, Pemain Muda Asal Papua Perkuat Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Papuanewsonline.com, Timika – Pesepak bola muda Timnas
Jerman Forzan Assan Ouedraogo Kogoya atau yang akrab disapa Assan kini menjadi
sorotan dunia sepak bola. Pemain muda kelahiran 2006 berdarah Papua ini resmi
masuk dalam skuad Timnas Jerman yang akan bertanding di ajang Piala Dunia 2026.
Ia berasal dari Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, dan menjadi kebanggaan
tersendiri bagi masyarakat di tanah kelahirannya.Bertubuh tinggi 1,91 meter, Assan bermain sebagai gelandang
yang memiliki keunggulan dalam teknik permainan, visi membaca situasi, serta
pergerakan yang lincah di lini tengah. Tugas utamanya sangat vital, mulai dari mengatur irama
permainan, merangkai serangan, hingga membantu memperkuat pertahanan tim.
Kualitasnya yang menonjol inilah yang membuatnya dipercaya membela salah satu
tim nasional terkuat di dunia.Di usianya yang masih sangat muda, ia mampu bersaing dengan
pemain-pemain kelas dunia dan membuktikan bahwa talenta dari Papua tidak kalah
berkualitas. Keberhasilannya menembus tim nasional sepak bola Jerman
menjadi bukti nyata bahwa putra-putri daerah dapat bersinar di kancah
internasional asalkan memiliki kemauan dan bakat yang diasah dengan baik.Kiprah Assan di panggung dunia diharapkan menjadi sumber
inspirasi besar bagi generasi muda Papua. Ia menunjukkan bahwa mimpi setinggi apa pun dapat dicapai
melalui kerja keras, kedisiplinan, dan dedikasi yang tinggi. Prestasinya diharapkan memicu semangat anak-anak muda
lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang olahraga maupun bidang
lainnya. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 13:06 WIT
Belanda vs Jepang Makin Dekat, Fans Oranje di Mimika Yakin Belanda Siap Tempur di Piala Dunia 2026
Papuanewsonline.com, Mimika - Hitung mundur menuju
pertandingan perdana Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang terus
berjalan. Antusiasme para pendukung Oranje pun mulai terasa hingga ke Papua
Tengah, termasuk di Kabupaten Mimika yang memiliki komunitas pecinta sepak bola
internasional.Salah satu pendukung Timnas Belanda di Mimika, HR,
menyatakan keyakinannya bahwa skuad Oranje telah mencapai tingkat kesiapan yang
sangat baik menjelang pertandingan yang akan berlangsung pada Minggu, 14 Juni
2026 di Dallas Stadium, Arlington.Menurut HR, tim asuhan Ronald Koeman saat ini berada dalam
kondisi fisik yang prima setelah menjalani rangkaian persiapan dan latihan
intensif di Amerika Serikat. Ia menilai para pemain inti sudah mulai menemukan
chemistry yang dibutuhkan untuk menghadapi ketatnya persaingan di fase grup.“Latihan terakhir di Dallas intensitasnya tinggi. Frenkie de
Jong, Koopmeiners, Reijnders udah nyetel. Fisik pemain aman, nggak ada yang
cedera serius,” kata HR memantau kabar dari media Belanda, Jumat (5/6/2026).Meski optimistis, HR mengingatkan bahwa Jepang bukan lawan
yang bisa dianggap remeh. Ia menilai tim Samurai Biru memiliki kecepatan,
disiplin, dan kemampuan melakukan transisi serangan yang sangat berbahaya jika
tidak diantisipasi dengan baik.“Mereka cepat, pressing ketat, transisi 3-4 detik bisa bikin
gol. Makanya Van Dijk dan Ake harus disiplin jaga line. Dumfries sama Timber
juga nggak boleh telat turun,” ujarnya.Ia meyakini lini belakang Belanda telah dipersiapkan secara
khusus untuk mengantisipasi ancaman dari pemain-pemain cepat Jepang seperti
Kaoru Mitoma dan Takefusa Kubo yang selama ini menjadi motor serangan tim Asia
tersebut.Selain pertahanan, HR menilai duel di lini tengah akan
menjadi faktor penentu hasil pertandingan. Baginya, kemampuan Belanda dalam
menguasai bola dan memenangkan duel di sektor tengah dapat meredam agresivitas
permainan Jepang.“Kalau Frenkie megang bola, Jepang bingung. Dia, Reijnders,
Gravenberch harus menang duel. Jepang suka bikin chaos di tengah, tapi kita
punya teknik di atas mereka,” tegasnya.Pendukung Oranje itu juga menyoroti keunggulan Belanda dalam
situasi bola mati. Postur dan kemampuan duel udara para pemain bertahan maupun
penyerang dinilai bisa menjadi senjata penting untuk membongkar pertahanan
Jepang.“Van Dijk, Ake, Weghorst itu monster duel udara. Jepang
posturnya lebih pendek. Corner dan free-kick harus jadi gol,” katanya.Menurut HR, kehadiran Wout Weghorst juga memberikan opsi
tambahan bagi Ronald Koeman apabila tim membutuhkan gol cepat. Penyerang
bertubuh jangkung tersebut dinilai mampu menjadi solusi melalui skema umpan
silang maupun duel udara di kotak penalti.Di sektor depan, HR melihat kondisi Memphis Depay dan Cody
Gakpo tengah berada dalam performa terbaik. Keduanya disebut memiliki
kepercayaan diri tinggi setelah tampil produktif bersama klub maupun tim
nasional.“Depay di kualifikasi cetak gol terus. Gakpo di Liverpool
juga gacor. Mereka berdua kalau konek, bek Jepang nggak bakal tidur nyenyak,”
katanya.Dengan berbagai modal yang dimiliki Belanda, HR pun berani
memprediksi kemenangan bagi tim kesayangannya pada laga pembuka Grup F
tersebut.“Belanda 2-0. Satu dari open play Gakpo, satu dari set-piece
Van Dijk. Yang penting clean sheet dulu biar pede lawan Swedia,” ucapnya.Menutup pernyataannya, HR menyampaikan dukungan dari Mimika
untuk skuad Oranje yang akan berlaga di Amerika Serikat. Ia berharap Timnas
Belanda mampu mengawali turnamen dengan hasil maksimal demi membuka jalan
menuju fase berikutnya.“Main jam 9 pagi WIT kami di Mimika udah rame di depan
layar. Anak-anak Papua Tengah titip salam: kasih yang terbaik di Dallas. Dari
Timika untuk Belanda, 3 poin harga mati!” tutupnya. (GF)
06 Jun 2026, 07:34 WIT
Tim Bulutangkis Polri Sabet 4 Medali Emas dan 2 Perak di SEA Police Badminton Championship 2026
Papuanewsonline.com, Jakarta - Tim Bulutangkis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan prestasi di bidang olah raga.Kali ini Tim Bulutangkis Polri sukses meraih 4 medali emas dan 2 perak pada kompetisi Southeast Asia (SEA) Police Badminton Championship 2026 yang digelar di Phnom Penh Kamboja.Kejuaraan yang mempertemukan tim-tim kepolisian tangguh di kawasan Asia Tenggara ini berlangsung sejak 26 hingga 31 Mei 2026.Di sektor beregu, Tim Bulutangkis Polri meraih juara 1 setelah mengalahkan tuan rumah Kamboja di babak final, Kamis (28/5/26).Di Sektor Perorangan Tunggal Putra (Single) Tim Bulutangkis Polri sempat mempertemukan 2 atlet dibabak final yaitu Bripda Gilang Ramadhan (INA) vs Bripda Muh Asqar Harianto (INA).Hingga akhirnya medali emas dan perak sama-sama diraih oleh Tim Bulutangkis Polri yakni Gilang Ramadhan (medali emas) dan Muh Asqar Harianto (medali perak).Begitu pula pada sektor Perorangan Ganda Putra (Double), tim Bulutangkis Polri sempat bertemu di babak final setelah menyisihkan tim Bulutangkis dari Kepolisian 4 negara lain.Babak final pada sektor ini atlet Polri Bripda Robby berpasangan denga Bripda Asqar (INA) vs Bripda Gilang berpasangan dengan Bripda Kleopas (INA).Dengan demikian Tim Polri kembali meraih medali emas dan perak yakni pasangan Robby - Asqar (medali emas) dan pasangan Gilang - Kleopas (medali perak).Pada babak final di sektor Perorangan Ganda Campuran (Mix double), Tim Bulutangkis Polri juga meraih medali emas.Di sektor ini atlet Polri Desima berpasangan dengan Kleopas mampu mengalahkan Tim Kepolisian Vietnam, Le Min Thai berpasangan dengan Bui Bich Van.Dalam ajang kompetisi bergengsi yang diikuti oleh para anggota Polisi se Asia Tenggara tersebut, Polri mengirimkan 10 personel dengan rincian 7 orang atlet dan 3 pendamping yakni :1.AKBP Dewa Putu Prima (Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jatim) 2.AKBP Yanto Mulyanto ( Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim),3.AKP Dr. Fauzy Pratama ( Panit 1 Subdit 3 Ditreskrinsus Polda Jatim),4.AKP Afandy Dwi Takdir ( Kanit 1 Sitatib Subditgakkum Ditlantas Polda Jatim)5.AKP Bernadus Bagas Simarmata ( Kasat Lantas Polres Jember Polda Jatim)6.Bripda Robby Maulana (BA Ditlantas Polda Jabar)7.Bripda Muh Asqar Hariyanto (BA Unit Regident Satlantas Polres Maros Polda Sulsel)8.Bripda Kleopas Binar Putra Prakoso (BA Ditsamapta Polda Jatim)9.Bripda Desima Aqmar Syarafina (BA Ditlantas Polda Jatim) 10.Bripda Gilang Ramadhani (BA Ditsamapta Polda Jatim).AKBP Yanto Mulyanto mengungkapkan rasa syukur atas dedikasi luar biasa oleh seluruh tim baik dari pemain hingga official.“Alhamdulillah, tim bulutangkis Polri berhasil meraih juara pertama. Ini hasil kerja keras seluruh pemain, official, dan dukungan semua pihak. Kami bangga bisa mengharumkan nama Indonesia dan Polri di ajang kepolisian Asia Tenggara,” ungkapnya. PNO-12
01 Jun 2026, 15:15 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru