logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Eksploitasi Tambang Emas Blok Wabu di Intan Jaya Menimbulkan Kekhawatiran Rakyat Papua Papuanewsonline.com, Jakarta – Rencana besar pemerintah Indonesia untuk melakukan eksploitasi tambang emas Blok Wabu di Intan Jaya, Papua, kini semakin jelas arahnya. Berdasarkan hasil rapat gabungan antara Kementerian ESDM, Komite II DPD RI, dan Komisi XII DPR RI pada 15 November 2024, diputuskan bahwa operasi tambang akan dimulai pada Maret 2026. Lima perusahaan besar dipersiapkan untuk menjalankan proyek ambisius ini, termasuk PT ANTAM dan PT Freeport Indonesia. Blok Wabu sendiri dikenal memiliki cadangan emas bernilai ratusan triliun rupiah, menjadikannya salah satu potensi tambang terbesar di Indonesia bahkan dunia. Untuk mendukung kelancaran proyek, pemerintah telah melakukan pengerahan militer dalam skala besar. Saat ini terdapat 31 pos TNI aktif di Intan Jaya, sebuah jumlah yang mencerminkan konsentrasi kekuatan negara di wilayah tersebut. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk menjaga keamanan, baik dari potensi gangguan kelompok bersenjata maupun dinamika sosial-politik di lapangan. Namun, pengerahan militer juga menimbulkan pertanyaan serius: apakah pengamanan ini benar-benar demi rakyat Intan Jaya atau justru lebih banyak untuk kepentingan eksploitasi tambang emas? “Tanah kami kini dijaga ketat bukan untuk kepentingan rakyat Papua, melainkan untuk kepentingan kolonial Indonesia dan dunia internasional,” kata Marten Hagisimijau, Aktivis Mahasiswa Papua, dalam keterangannya. Masyarakat Intan Jaya, yang sebagian besar menggantungkan hidup dari pertanian tradisional, kini dihadapkan pada ancaman hilangnya ruang hidup dan ketidakpastian masa depan. Kehadiran tambang emas berskala besar berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius, mulai dari kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga memicu gelombang pengungsian akibat konflik bersenjata. Di sisi lain, pemerintah pusat berargumen bahwa proyek ini akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua. Namun, pengalaman dari proyek-proyek tambang sebelumnya membuat sebagian warga skeptis, lantaran manfaat ekonomi sering kali tidak sebanding dengan kerugian sosial dan lingkungan yang ditanggung masyarakat lokal. Rencana eksploitasi Blok Wabu mencerminkan persimpangan besar bagi Papua. Di satu sisi, ada harapan akan peningkatan ekonomi nasional dan regional. Namun di sisi lain, ada ancaman terhadap keberlangsungan hidup masyarakat adat dan kelestarian lingkungan. Dengan segala dinamika ini, keputusan pemerintah untuk melanjutkan eksploitasi Blok Wabu pada 2026 dipastikan akan terus menjadi perdebatan hangat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.     Penulis: Hendrik Editor: GF  30 Sep 2025, 20:37 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pemeriksaan Ribuan Kepiting Hidup Senilai Rp74 Juta Papuanewsonline.com, Mimika – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) kembali menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung ekspor komoditas perikanan dari Papua. Sebanyak 2.580 ekor kepiting hidup dengan nilai ekonomi mencapai Rp74 juta menjalani pemeriksaan ketat sebelum diterbangkan ke Singapura melalui Pos Pelayanan Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Jumat (26/09/2025). Pemeriksaan ribuan kepiting ini dilakukan secara detail, mencakup kondisi fisik, kesehatan, serta kemungkinan adanya luka, parasit, maupun penyakit yang bisa mengancam kualitas produk. Tak hanya itu, petugas juga memeriksa standar kebersihan dan kelayakan wadah pengangkut, termasuk suhu dan kadar oksigen, agar kepiting dapat bertahan hidup selama perjalanan ekspor yang memakan waktu berjam-jam. “Proses ini penting untuk memastikan setiap kepiting dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak konsumsi. Hal ini menjadi jaminan kualitas bagi mitra dagang kita di luar negeri,” jelas Anton Panji Mahendra, Kepala Karantina Papua Tengah. Anton menegaskan bahwa pemeriksaan karantina bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk Indonesia. Menurutnya, kualitas ekspor yang baik akan berdampak langsung pada keberlanjutan perdagangan serta peningkatan ekonomi daerah. “Setiap komoditas yang diekspor harus dipastikan sehat, bebas hama penyakit, serta sesuai standar negara tujuan. Kita tidak hanya melindungi sumber daya hayati dalam negeri, tapi juga menjaga nama baik dan reputasi Indonesia di mata dunia,” tegasnya. Selain itu, Karantina Papua Tengah terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari nelayan, eksportir, hingga pemerintah daerah dan pusat, demi meningkatkan volume dan kualitas ekspor dari Papua Tengah. Komoditas seperti kepiting hidup, udang, ikan, maupun hasil tumbuhan menjadi andalan daerah dalam mendukung perekonomian lokal sekaligus devisa negara. “Papua Tengah punya potensi besar di sektor perikanan dan kelautan. Jika dijaga dengan baik, ekspor kita bisa terus meningkat, memberi manfaat bagi masyarakat lokal dan mengangkat nama Papua di pasar global,” tambah Anton. Program pemeriksaan dan pengawasan ketat ini juga membawa harapan besar bagi para nelayan Mimika. Dengan kualitas produk yang terjamin, akses ke pasar internasional semakin terbuka luas, sehingga hasil tangkapan mereka dapat bernilai lebih tinggi. Pemerintah pun berharap agar peningkatan ekspor ini berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pelaku usaha lokal yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.     Penulis: Jid Editor: GF  29 Sep 2025, 23:34 WIT
YPMAK Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Wania Lewat Pengembangan Kebun Pisang Papuanewsonline.com, Mimika – Upaya pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Mimika kembali mendapat perhatian melalui program yang digagas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Melalui Divisi Perencanaan Program Ekonomi, YPMAK secara resmi membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Ekonomi di Kelurahan Wania, Distrik Mimika Timur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga asli suku Amungme dan Kamoro, dengan mengembangkan sektor perkebunan berbasis potensi lokal. YPMAK mengalokasikan dana sebesar Rp250 juta untuk program ini, dengan perincian Rp200 juta ditujukan bagi kegiatan masyarakat dan Rp50 juta untuk biaya operasional tim Pokja. Pokja yang dibentuk beranggotakan lima perwakilan masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari tokoh adat, agama, perempuan, pemuda, hingga perwakilan tokoh masyarakat. Kelima pengurus terpilih adalah Fidelis F. Ukupako, Hendrikus Mauri, Ludiwina Weayo, Emanuel Ukapoka, dan Stevy Imbiri. Menurut Yulius Cenawatme, Staf Divisi Sosial Ekonomi YPMAK, Pokja akan bekerja selama delapan bulan dengan pendampingan penuh dari YPMAK. Ia menegaskan, program awal yang disepakati masyarakat adalah pengembangan kebun pisang sebagai komoditas utama. “Lahan sudah tersedia dan bahkan beberapa tanaman sudah ada. Tinggal menunggu pencairan dana, masyarakat bisa langsung melanjutkan pekerjaan berkebun,” jelas Yulius. Ketua Pokja terpilih, Fidelis F. Ukupako, mengapresiasi kunjungan YPMAK dan menegaskan bahwa program ekonomi ini menjadi tonggak penting bagi Kelurahan Wania. “Kami sudah menyiapkan lahan sekitar satu hektar. Ada tanaman pisang yang sudah tumbuh, tinggal kami perluas lagi dan tambah jumlahnya. Harapannya hasil kebun ini bisa menopang ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat,” ujarnya dengan penuh optimisme. Program kebun pisang ini diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Selain sebagai sumber pangan, hasil panen juga dapat dipasarkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. YPMAK menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan dana semata, tetapi juga melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar program benar-benar berjalan sesuai tujuan. Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Wania, program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara lembaga dan masyarakat lokal dapat menghadirkan kemandirian ekonomi berbasis potensi wilayah.     Penulis: Abim Editor: GF  29 Sep 2025, 23:26 WIT
Bapenda Mimika Hadirkan Layanan Pajak Keliling di Kamoro Jaya, Masyarakat Antusias Bayar PBB Papuanewsonline.com, Mimika — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika terus menggencarkan inovasi pelayanan publik di bidang perpajakan. Kamis (25/09/2025), Bapenda melalui bidang PBB-P2 & BPHTB menghadirkan mobil pelayanan pajak keliling di Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania. Kehadiran layanan jemput bola ini langsung disambut antusias oleh masyarakat setempat, khususnya warga SP 1. Dalam program ini, warga dapat melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pendaftaran data PBB-P2, hingga konsultasi terkait berbagai kewajiban pajak daerah. Langkah ini dinilai efektif karena menghadirkan pelayanan langsung ke tengah masyarakat tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor Bapenda. “Kegiatan ini sangat mempermudah bagi kami warga. Tidak perlu lagi ke kantor Bapenda, cukup di kelurahan kami bisa langsung bayar pajak,” ungkap Rahman, warga Kamoro Jaya yang memanfaatkan layanan tersebut. Bapenda Mimika mengapresiasi tingkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dalam membayar pajak. Pembayaran PBB-P2 tepat waktu bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap pembangunan di Kabupaten Mimika. “Pajak yang dibayarkan warga akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami berterima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah taat,” kata salah satu pejabat Bapenda yang mendampingi kegiatan tersebut. Selain mempermudah layanan, program pajak keliling ini juga sekaligus menjadi ajang sosialisasi mengenai penghapusan denda PBB-P2 berdasarkan Peraturan Bupati Mimika Nomor 49 Tahun 2025. Program keringanan ini berlaku mulai 27 Agustus hingga 30 November 2025, dan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melunasi kewajiban pajak tanpa terbebani biaya tambahan. “Dengan adanya kebijakan ini, kami mendorong warga agar memanfaatkan waktu yang ada untuk segera melunasi kewajibannya. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat,” tambahnya. Antusiasme masyarakat Kamoro Jaya yang berbondong-bondong datang ke kantor kelurahan menunjukkan bahwa pendekatan layanan jemput bola ini berhasil membangun motivasi. Tidak hanya mempermudah, program ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa “pajak dibayar, pembangunan lancar” bukan sekadar slogan, melainkan kunci keberlanjutan pembangunan daerah. Dengan keberhasilan pelaksanaan program di Kamoro Jaya, Bapenda Mimika berkomitmen untuk memperluas layanan pajak keliling ke wilayah-wilayah lain di Kabupaten Mimika.   Penulis: Jid Editor: GF   26 Sep 2025, 05:06 WIT
Masyarakat Antusias Sambut Pasar Murah Yang Diselenggarakan Polda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) dan Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) bekerjasama dengan Bulog Maluku serta Dinas Perindag Maluku menggelar kegiatan Pasar Murah.Pasar murah yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat ini berlangsung di kawasan Mangga Dua belakang Kampus PGSD, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Kamis (25/9/2025).Dalam kegiatan itu, Direktur Binmas Polda Maluku, Kombes Pol. Hujra Soumena S.I.K., M.H turut hadir melakukan pemantauan. Turut hadir personel Polsek Nusaniwe, sejumlah ketua RT dan tokoh masyarakat setempat.Kegiatan pasar murah menyediakan kebutuhan pokok masyarakat. Seperti beras SPHP sebanyak 10 ton, telur ayam 50 ikat (300 rak), minyak goreng minyak kita 16 karton (240 liter), gula pasir legine 3 karung (72 kg), bawang putih 50 kg, bawang merah 50 kg dan air mineral cleo botol kecil 10 karton.Pasar murah mendapat antusiasme masyarakat. Warga di kawasan tersebut berbondong-bondong datang membeli kebutuhan pokok rumah tangga.Ketua Rt. 003/01 Kelurahan Mangga Dua, Erwin H. Telussa Sp, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Maluku dan instansi terkait yang telah menyelenggarakan kegiatan pasar murah."Kami memberikan apresiasi atas kegiatan Pasar murah yang dilakukan Polda Maluku di kawasan kami," kata Erwin.Ia menilai kegiatan pasar murah yang dilaksanakan sangat membantu masyarakat. "Ini sangat bermanfaat sekali bagi warga, apalagi nanti dilaksanakan menjelang Natal," harapnya.Kegiatan ini, lanjut Erwin diharapkan bisa rutin diselenggarakan, sehingga dapat membantu masyarakat, khususnya di kawasan Mangga Dua. "Kami harapkan kedepannya bisa kembali digelar Pasar murah seperti ini di sini," pintanya.Senada, Ketua Rt. 001/02 Air Mata Cina, Asri Rahim, yang ikut hadir dan berbelanja kebutuhan pokok, juga memberikan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan program pasar murah."Kami juga berharap pasar murah bisa terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang ada di kawasan sini dan semoga dengan kegiatan ini Polda Maluku semakin jaya," ucapnya. PNO-12 25 Sep 2025, 19:28 WIT
PIA Ardhya Garini Lanud YKU Timika Panen Tomat dan Cabai Bersama Warga Papuanewsonline.com, Mimika — Senyum dan semangat warga Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Mimika Baru, terpancar pada Rabu (24/09/25) saat PIA Ardhya Garini Cabang 4/D.III Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika bersama masyarakat setempat melakukan panen tomat dan cabai. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen PIA AG Lanud YKU dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian. Panen perdana ini berlangsung di lahan milik Kelompok Tani Angkasa Mandiri Sejahtera, kelompok binaan yang selama ini mendapat pendampingan dari PIA AG dan jajaran Lanud YKU. Ketua PIA AG Cab. 4/D.III Lanud YKU, Ny. Rika A.E. Rangkuti, yang turun langsung ke kebun bersama pengurus, mengungkapkan kebanggaannya atas hasil kerja keras para petani binaan. “Kami berharap panen ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan pertanian sebagai penopang kemandirian dan kesejahteraan bersama,” ungkap Ny. Rika. Ia menambahkan, pertanian lokal harus terus didorong agar tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga Mimika. Rangkuti menyampaikan apresiasi kepada para petani yang dengan tekun merawat lahan dan memanfaatkan potensi alam setempat. Menurutnya, keberhasilan panen tomat dan cabai ini merupakan bukti bahwa masyarakat mampu mandiri jika diberi kesempatan, bimbingan, dan dukungan berkelanjutan. Turut hadir dalam kegiatan panen, Letda Tek Nasrul Al Huda (Ps. Kasikomsosdirga Lanud YKU), Serka Kasimirus Anitu (Babinpotdirga Lanud YKU), serta Staf PPL Dinas Pertanian Lapangan Mimika, Bapak Yutius. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat berjalan efektif untuk membangun kampung yang produktif. “Panen ini adalah hasil nyata dari kerja bersama. Kami ingin membuktikan bahwa TNI AU melalui PIA AG bukan hanya hadir di udara, tetapi juga menyatu dengan masyarakat di darat,” ujar Letda Tek Nasrul. Bagi masyarakat Wonosari Jaya, hasil panen ini tidak hanya sebatas tomat dan cabai yang bisa dibawa pulang, melainkan juga simbol keberhasilan pembinaan yang dijalankan dengan konsistensi. Lebih dari itu, kegiatan ini mempererat hubungan kebersamaan antara PIA AG, Lanud YKU Timika, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sektor pertanian pun diharapkan terus menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian pangan lokal, sekaligus jalan menuju kesejahteraan masyarakat Mimika. Penulis: Jidan Editor: GF   25 Sep 2025, 17:15 WIT
YPMAK Gandeng Warga Pesisir Mimika Bentuk Pokja Ekonomi Baru Papuanewsonline.com, Mimika — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat lokal. Sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), YPMAK resmi membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Ekonomi di wilayah pesisir Jalan SP 1, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, pada Rabu (24/9/25). Pembentukan Pokja ini merupakan bagian dari program kampung YPMAK Divisi Ekonomi yang difokuskan untuk mendukung masyarakat pesisir dalam meningkatkan kualitas hidup melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas. Bertempat di Sekretariat Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), masyarakat secara demokratis memilih struktur pengurus Pokja, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, hingga anggota. “Hari ini kami pemilihan pengurus Pokja baru dan bentuk tim. Salah satu rencana program mereka adalah pembersihan lingkungan di wilayah SP 1,” ujar Kepala Divisi Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup dalam keterangannya. Oktovianus menjelaskan, pada tahun 2025 Pokja ekonomi kampung mendapat alokasi anggaran sebesar Rp250 juta, dengan rincian Rp200 juta untuk pelaksanaan program dan Rp50 juta untuk operasional pengurus. “YPMAK tetap melakukan pengawasan dan pemantauan agar program yang dijalankan sesuai sasaran, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Lurah Kamoro Jaya, Musdalifah, yang menyampaikan apresiasinya atas inisiatif YPMAK membentuk Pokja di wilayah pesisir. “Kami ucapkan terima kasih kepada YPMAK yang sudah memfasilitasi pembentukan Pokja ini. Program pembersihan lingkungan yang menjadi prioritas tentu akan sangat membantu kami di pemerintahan. Harapannya semua pihak bisa terlibat dan berkolaborasi,” ungkap Musdalifah. Pembentukan Pokja ini diharapkan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, bukan hanya di bidang kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan kesadaran kolektif, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan YPMAK. Kegiatan ini pun menjadi momentum bagi masyarakat pesisir Mimika untuk lebih aktif mengambil peran dalam pembangunan daerah, sekaligus menjaga lingkungan sebagai aset penting bagi generasi mendatang. Penulis: Abim Editor: GF   25 Sep 2025, 16:04 WIT
Komisi II DPRK Mimika Tinjau Langsung Sejumlah Lokasi, Dorong Optimalisasi UPT Pembibitan Babi Papuanewsonline.com, Mimika — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendorong sektor ekonomi kerakyatan. Pada Rabu (24/9/25), Komisi II melaksanakan kunjungan lapangan (Turlap) ke empat titik berbeda, sebagai tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau Hearing Tahap II yang sebelumnya digelar di Kantor DPRK Mimika. Lokasi yang menjadi fokus peninjauan meliputi Kampung Mwari (Distrik Mimika Timur), Pasar Tradisional Kampung Muare, Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan Ternak Babi di Kampung Naena Muktipura (SP6), Distrik Iwaka. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, didampingi Sekretaris Komisi Adrian Andhika Thie, serta sejumlah anggota komisi lainnya. Kunjungan dimulai dari Kampung Muare, di mana Komisi II ikut serta dalam kegiatan panen bersama. Para petani memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi seputar pengadaan pupuk, bibit, serta kesulitan teknis lain yang kerap mereka hadapi. “Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Karena itu, Komisi II akan terus mendorong agar kebutuhan dasar seperti pupuk dan bibit tersedia dengan baik,” ujar Dolfin Beanal di sela diskusi. Di lokasi Pasar Tradisional Kampung Muare, rombongan mendapati bangunan pasar yang baru selesai dibangun ternyata belum bisa difungsikan akibat status tanah yang masih bermasalah. “Persoalan status tanah ini jangan dibiarkan berlarut. Kalau memang perlu ada ganti rugi, maka segera diusulkan. Komisi II akan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkrit,” tegas Dolfin. Perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako. Di lokasi ini, Komisi II meninjau langsung aktivitas nelayan serta fasilitas Cold Storage yang menjadi pusat penyimpanan hasil tangkapan ikan. Dolfin menilai, fasilitas cold storage harus dimanfaatkan maksimal untuk mendukung produktivitas nelayan lokal. “Potensi perikanan kita sangat besar. Jangan sampai fasilitas yang sudah ada terbengkalai, padahal bisa menopang perekonomian daerah,” tambahnya. Kunjungan terakhir dilakukan di UPT Pembibitan Ternak Babi Kampung Naena Muktipura (SP6). Di lokasi ini, Dolfin menaruh perhatian khusus. Menurutnya, UPT tersebut memiliki peluang besar menjadi sektor andalan baru dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). “UPT ini jangan hanya sekadar berdiri, tetapi harus dikembangkan dengan program yang berkelanjutan. Dinas Peternakan perlu mengusulkan program-program strategis agar hasil bibit babi benar-benar memberi manfaat nyata, baik bagi peternak lokal maupun daerah,” jelas Dolfin. Melalui rangkaian kunjungan ini, Komisi II DPRK Mimika ingin memastikan bahwa seluruh sektor pembangunan—mulai dari pertanian, pasar, perikanan, hingga peternakan—dapat berjalan optimal. Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen DPRK Mimika untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis masyarakat. “Semua temuan di lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut di tingkat pemerintah daerah. Komisi II berkomitmen memperjuangkan agar masyarakat Mimika mendapatkan manfaat langsung dari program pembangunan,” tutup Dolfin.   Penulis: Jidan   Editor: GF   25 Sep 2025, 14:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT