Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Polri Luncurkan Buku Meritokrasi Jabatan Fungsional guna Mewujudkan SDM Unggul
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol Dedi Prasetyo meluncurkan Buku Meritokrasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Polri guna Mewujudkan SDM Unggul sebagai panduan komprehensif yang mengulas konsep, implementasi, serta tantangan meritokrasi dalam jabatan fungsional di lingkungan Polri. Pada acara Bedah Buku yang diadakan oleh SDM Polri di Ballroom Sheraton Hotel Jakarta, Selasa (28/5/2024), dalam penulisannya, Irjen Pol Dedi Prasetyo menguraikan dengan jelas bagaimana meritokrasi dapat diterapkan secara efektif guna meningkatkan kualitas dan kinerja SDM Polri. “Buku ini juga dapat menjadi panduan dan referensi dalam upaya kita bersama untuk terus memperkuat dan memperbaiki sistem Manajemen Sumber Daya Manusia khususnya di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan umumnya untuk organisasi pemerintah lainnya, organisasi swasta, dan seluruh Stakeholder. Bahkan, buku ini juga menjadi wujud nyata dari komitmen Polri untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri dalam rangka mewujudkan organisasi yang profesional, akuntabel, dan terpercaya,” kata Dedi Prasetyo saat diskusi Bedah Buku Mi. Meritokrasi adalah sebuah prinsip yang menekankan bahwa penilaian dan penghargaan terhadap individu harus didasarkan pada kemampuan, kinerja, dan prestasi. Dalam konteks Polri, penerapan meritokrasi adalah langkah penting untuk memastikan bahwa setiap anggota memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan meraih posisi sesuai dengan kompetensi mereka. Buku ini memberikan panduan yang komprehensif tentang bagaimana prinsip-prinsip meritokrasi dapat diterapkan secara efektif di lingkungan Polri.Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si. memberikan apresiasi kepada AS SDM Polri yang telah menciptakan buku yang penting berjudul “Meritokrasi Jabatan Fungsional di lingkungan Polri Guna Mewujudkan SDM Unggul”. “Seperti yang kita ketahui bahwa Personel Polri Republik Indonesia ini sangatlah banyak dan menjadi Problem pada saat mencari jabatan yang sesuai dengan pangkatnya. Meritokrasi adalah kesempatan kepada personel untuk dapat memimpin dan mendapatkan jabatan sesuai berdasarkan kemampuan dan prestasi. Buku ini menjadi motivasi dan inspirasi kepada Personel bahwa jabatan ditentukan dari kemampuan dan prestrasi Personel tersebut. Meritokrasi ini juga bertujuan untuk menghilangkan bottleneck dalam Jabatan Kepolisian,” ungkap Albertus Wahyurudhanto. “Buku ini menjadi motivasi dan inspirasi bahwa jabatan dapat didapatkan melalui kemampuan seseorang. Meritokrasi memiliki kelemahan antara lain ketidaksetaraan awal yang dimaksud adalah saat menjadi Polisi dapat melalui pendidikan yang berbeda-beda ada Pendidikan Akpol, Bintara, dan Tamtama ini perlu adanya kajian supaya semua lulusan ini dapat merasakan keadilan dan kesetaraan dalam jabatan. Lalu yang kedua yaitu ketidaksetaraan kemudian yang ke tiga adalah kecenderuangan mengaktifkan aspek kemanusiaan,” lanjutnya. Menurut Prof Dr. Wibowo, S.E., M.Phil. Guru Besar SDM Univ Prof. Dr. Moestopo melihat dalam buku ini intinya harus adanya kesetaran dalam keberagaman dengan kesadaran penuh dengan adanya keberagaman jenis anggota (ras, suku dan agama).“Kita perlu lakukan peninjauan terkait hambatan-hambatan apa saja yang akan kita temui saat penerapan dan pemberian reward ini terutama masalah adanya sebagian orang dari internal dan external yang tidak mendukung adanya perubahan perlu dicarikan solusi yang tepat. Kita harus juga carikan penyelesaian terhadap setiap masalah yang kita hadapi dan kita harus segera menyesuaikan terkait masalah-masalah Politik yang ada saat ini, kedepan akan ada perubahan dinamika pimpinan politik, apakah nanti para pimpinan yang baru ini mau meneruskan apa-apa yang sudah dilaksanakan oleh pemimpin yang lama atau malah memiliki program-program yang baru namun bagaimanapun itu tetap anggota Polri harus dapat menyesuaikan dengan sistem yang ada,” jelasnya. “Perlu kita pikirkan dan bicarakan yaitu penerapan masalah jabatan fungsional dan struktural yang mana kita harus pikirkan bersama supaya kedua jabatan ini dapat berjalan dengan baik, dan tidak ada masalah dalam penempatan anggota dalam sebuah jabatan tersebut,” sambungnya. Irjen. Pol. (Purn) Dr. E Winarto Hadiwasito, seorang profesional di bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), menilai, buku berjudul "Meritokrasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Polri guna Mewujudkan SDM Unggul" karya Irjen. Pol. Dedi Prasetyo ini menjadi forum penting di mana berbagai pihak, termasuk tenaga profesional seperti Hadiwasito, memberikan analisis mendalam terhadap pemikiran yang diusung dalam buku tersebut.“Saya melihat bahwa dampak dari karya tersebut dapat menjadi katalisator untuk perubahan dalam masyarakat. Keberadaan ilmu pengetahuan dalam kehidupan masyarakat merupakan fondasi penting bagi kemajuan dan transformasi yang signifikan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dalam menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan dianggap sebagai upaya penting dalam mewujudkan SDM unggul,” kata Winarto Hadiwasito. “Buku ini juga terletak pada pendekatan meritokrasi yang diusung oleh Dedi Prasetyo. Meritokrasi, yaitu memberikan kesempatan kepada individu untuk memimpin dan menduduki jabatan fungsional berdasarkan prestasi, dinilai sebagai langkah penting dalam menata kembali paradigma kelembagaan di Polri. Hal ini menggambarkan pergeseran dari penilaian berdasarkan pangkat atau kelas sosial, menuju penilaian yang lebih berorientasi pada kinerja dan kompetensi,” lanjutnya. Dalam Bedah Buku Meritokrasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Polri guna Mewujudkan SDM Unggul ini, penulis Irjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si, M.M., menjawab seluruh pertanyaan para peserta yang hadir dengan antusias dan seobjektif mungkin serta memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Terakhir, buku ini juga menyoroti pembangunan Pusat SDM Unggul Polri sebagai langkah strategis dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilan anggota Polri. Pusat ini diharapkan dapat menjadi tempat pelatihan dan pengembangan yang menyediakan program-program berkualitas tinggi, sehingga setiap anggota Polri dapat menghadapi tantangan di lapangan dengan lebih baik. Harapannya, kehadiran buku ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam mewujudkan visi bersama yakni Polri yang lebih unggul, profesional, dan terpercaya. PNO-11
29 Mei 2024, 13:29 WIT
TNI-POLRI Respon Cepat Teror KKB di Kabupaten Paniai
Papuanewsonline.com, Jayapura - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menebar teror di Kabupaten Paniai, Papua. Insiden terbaru terjadi pada Jumat malam 24 Mei 2024, ketika sekelompok KKB melakukan pengancaman terhadap tenaga medis, guru, anak murid dan pembakaran rumah warga yang mengakibatkan situasi mencekam bagi warga setempat.Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun beberapa warga mengalami luka ringan dan trauma psikologis. Aksi ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan oleh KKB di wilayah Papua, menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan masyarakat.Ka Ops Damai Cartenz 2024 Kombes Pol. DR. Faizal Ramadhani, S.Sos., SIK., MH., melalui Kasatgas Humas AKBP Bayu Suseno, SH., SIK, MM., MH., mengutuk keras tindakan brutal tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan upaya maksimal. "Kami tidak akan tinggal diam, Tim gabungan dari Polri dan TNI sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok ini. Kami akan memastikan keamanan dan ketenangan di Kabupaten Paniai kembali normal," ujarnya.Lebih lanjut AKBP Bayu menyampaikan, pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat pada saat melaksanakan aktivitas."Kami akan meningkatkan jumlah aparat keamanan di daerah-daerah rawan dan patroli rutin untuk mencegah aksi teror lebih lanjut karena keselamatan warga adalah prioritas kami," ungkapnya. (PNO-12)
29 Mei 2024, 13:07 WIT
Polres Dogiyai Tangani Kecelakaan Dump Truck Rem Blong di Trans Nabire-Enaro
Papuanewsonline.com, Dogiyai - Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Trans Nabire-Enaro KM 197, Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, pada Senin (27/05/2024) siang. Kecelakaan ini melibatkan sebuah dump truck Fuso yang mengalami rem blong saat menuju Moanemani dengan muatan batu ciping untuk aspal. Insiden tersebut terjadi sekitar 3 KM dari Polres Dogiyai.Akibat rem blong, penumpang yang berada di dalam dump truck tersebut terpaksa melompat untuk menyelamatkan diri. Dugaan sementara menyebutkan ada korban meninggal dunia dari penumpang dump truck tersebut.Kapolres Dogiyai, Kompol Sarraju, S.H., menyatakan bahwa selain dump truck, sebuah mobil Hilux yang sedang memuat barang juga mengalami kecelakaan di lokasi yang sama. Mobil Hilux tersebut terbalik saat mencoba menghindari dump truck yang tidak terkendali."Iya, ada laka lantas di Dogiyai, sementara lagi ditangani," kata Kapolres Kompol Sarraju. Pihak kepolisian setempat segera turun tangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan situasi tetap terkendali.Saat ini, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Dogiyai sedang berusaha mengevakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Proses evakuasi ini dilakukan untuk memastikan jalan tetap bisa dilalui oleh pengguna jalan lainnya.Polisi juga mengimbau kepada semua pengguna jalan untuk berhati-hati dan selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, guna menghindari kejadian serupa di masa depan. "Kami mengingatkan kepada seluruh pengendara untuk memastikan kendaraan mereka dalam kondisi baik sebelum berangkat. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk menghindari kecelakaan," tambah Kompol Sarraju.Investigasi lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan jumlah korban secara rinci. Kepolisian berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut setelah penyelidikan selesai. Sementara itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.Dengan adanya insiden ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat di kalangan masyarakat. Kecelakaan yang terjadi menunjukkan betapa pentingnya perawatan kendaraan dan kewaspadaan saat berkendara di jalan raya. PNO-11
29 Mei 2024, 13:13 WIT
Polda Maluku Ungkap 98 kasus Narkoba Dari Januari Hingga Mei 2024
Papuanewsonline.com, Ambon - Sejak Januari hingga Mei 2024, Ditresnarkoba Polda Maluku dan Satresnarkoba Polres jajaran telah berhasil mengungkap sebanyak 98 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 119 orang.Puluhan kasus narkoba yang terungkap di wilayah hukum Polda Maluku ini meliputi peredaran gelap sabu-sabu, ganja dan tembakau sintesis, baik skala kecil maupun besar."Pengungkapan narkoba sebanyak 98 kasus, dengan rincian kasus sabu sebanyak 60, kasus ganja sebanyak 25 dan kasus tembakau sintetis sebanyak 13. Sementara jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 119 orang," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Heri Budiarto, Senin (27/5/2024).Dari pengungkapan ini, barang bukti yang telah disita oleh Ditresnakoba dan Satresnarkoba Polres jajaran diantaranya sabu-sabu 143.1325 gram, ganja 853.55 gram, dan tembakau sintetis 56.6327 gram."Jika barang bukti tersebut dinominalkan dengan harga di pasaran gelap Maluku maka diperkirakan sebesar Rp. 600.000.000 (enam ratus juta rupiah)," katanya.Menurutnya, sebanyak 119 orang tersangka narkoba yang telah di proses hukum sampai ke dalam penjara berperan sebagai pemakai, pengedar hingga bandar narkoba."Menyikapi tudingan dari seseorang di media yang mengatakan bahwa penangkapan hanya dilakukan terhadap paket kecil, lebih baik datang ke kita dan akan diberikan penjelasan serta data yang akurat, jadi tidak hanya berasumsi dan beropini saja bahkan membuat statemen yang mendeskreditkan lokasi2 tertentu tanpa data yang jelas, tegas Kombes Heri.Menurutnya, tiap kasus yang ditangani memiliki kesulitan yang berbeda namun tidak ada kata kompromi atau takut bagi Polri atau BNN dan membedakan apakah ini kecil atau besar ,semua akan ditindak dan proses hukum berdasarkan alat bukti yang ada. Dari data yang ada, sebanyak 6 kasus besar dan menonjol terungkap dengan melibatkan bandar atau pemasok narkoba baik melibatkan orang sipil biasa bahkan ada yang juga melibatkan anggota Polri dan semuanya diproses bahkan bagi anggota yang terlibat diproses baik pidana maupun internal sampai dengan pemecatan dari dinas Polri."Kami Ditresnarkoba beserta jajaran akan terus melaksanakan penegakkan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba, tentu ini juga memerlukan peran serta masyarakat untuk menolak narkoba di lingkungannya, ujarnya. Tak hanya itu, Ditresnarkoba Polda Maluku dan Polres jajaran juga akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk lebih memaksimalkan pengungkapan."Kami juga menghimbau kepada siapapun jika ada informasi tentang penyalahgunaan narkoba agar disampaikan kepada kami, sehingga kami bisa tindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku," pungkasnya. PNO-11
29 Mei 2024, 13:07 WIT
Kapolda Maluku Berikan Pembekalan Kepada Dansat Kodam XV Pattimura
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum memberikan pembekalan kepada seluruh Komandan Satuan (Dansat) di jajaran Kodam XV/Pattimura, Selasa (28/5/2024).Pembekalan yang diberikan dalam rangkaian kegiatan Sinergitas dan Renpam Pilkada 2024 serentak Wilayah Maluku ini dilaksanakan di shelter helly, Markas Rindam XV/Pattimura, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/5/2024).Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Syafrial, Kasdam XV/Pattimura, Danrem 151/Bianaiya, Danrem 152/Babula, PJU Kodam XV Patimura dan para peserta Danyon, Dandim serta Danramil di jajaran Kodam XV/Pattimura.Kapolda saat mengawali pembekalan menyampaikan terima kasih kepada Pangdam XV Pattimura karena diberikan waktu dan kesempatan sebagai nara sumber dalam giat tersebut serta memberikan apresiasi kepada seluruh peserta para Dansat TNI karena sinergitas dan soliditas TNI dan Polri dalam pelaksanaan Pemilu 2024 kemaren berjalan aman, damai dan suskes di Maluku. Selanjutnya Kapolda menyampaikan bahwa Para Dansat ini merupakan calon penerus pimpinan strategis di lingkungan TNI nantinya."Saya sudah sampaikan ke Panglima bahwa Dansat TNI dan para Kapolres di kewilayahan harus solid dan bersinergi dalam melaksanakan tugas negara," tegas Kapolda kepada seluruh Dansat di jajaran Kodam Pattimura.Kapolda mengaku, Pemilihan Presiden dan Legislatif telah berakhir. Namun Masih ada proses sengketa hukum legislatif di Mahkamah Konstitusi yang perlu masih diantisipasi bersama dampak keputusannya."Selanjutnya kita mempersiapkan diri untuk pelaksanaan Pilkada 2024 serentak di Maluku. Polri melaksanakan kegiatan rutin, kegiatan rutin yang ditingkatkan dan operasi kepolisian yaitu Operasi mantap praja 2024.Untuk mencapai keberhasilan dan terwujudnya Pilkada yang aman dan damai tentu tidak bisa dilaksanakan oleh Polri saja ini butuh keterpaduan antara Polri, TNI, penyelenggara Pemilu dan pemda serta seluruh konponen masyarakat dalam melaksanakan seluruh rangkaian tahapan dan pengamanannya," katanya.Operasi pemeliharaan kamtibmas yang dilaksanakan Polri, tambah Kapolda mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif dengan didukung kegiatan penegakan hukum."Perbantuan TNI kepada Polri diatur dalam nota kesapahaman Panglima TNI dan Kapolri juga ada dan ditindak lanjuti kerja sama Kapolda dan Pangdam XV Pattimura," ungkapnya.Pada kesempatan itu, terdapat beberapa poin harap Kapolda yang disampaikan kepada seluruh Dansat di jajaran Kodam XV Pattimura.Ia mengungkapkan, TNI - Polri merupakan Pilar Utama dalam menjaga NKRI. TNI dan Polri harus memiliki Sense of Crisis dalam pelaksanaan tugas bersama (IPolseksosbudhankam); Viralisasi kinerja TNI Polri di lapangan dan cegah Hoax; TNI Polri adalah keluarga besar dalam NKRI. "Kita sudah terbukti teruji dalam melindungi segenap bangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI Bhineka Tunggal Ika).Sinergitas dan soliditas TNI Polri akan mendukung suksesnya program program pemerintah, mencegah terjadinya konflik sosial, pengelolaan invenstasi di Maluku, menjaga stabilitas politik dan keamanan, meningkatkan persatuan dan kesatuan, serta cegah dan redam konflik antar satuan.Kapolda juga berharap netralitas TNI Polri dalam Pemilu 2024 harus terus dijaga. "Menghadapi gejolak lingstra pemilu 2024 kita harus bergerak dari pusat hingga daerah dengan dukungan dari seluruh elemen bangsa, Cooling system terhadap siapapun yang terpilih sesuai aturan, demi persatuan dan kesatuan persaudaraan harus terjaga, Bhabinkamtibmas dan babinsa sinergi untuk deteksi dini, cegah dini, tindak cepat dan tuntas setiap persoalan yang ada," harapnya.TNI dan Polri, lanjut Kapolda, juga harus bersinergi dengan KPU, Bawaslu dan Kejaksaan. "Sinergitas TNI Polri dapat memberikan rasa aman dan damai dalam mewujudkan Pilkada serentak yang menghasilkan kepala daerah dan wakilnya yang memberikan kemajuan dan kesejahteraan di wilayah Maluku," pungkasnya.Untuk diketahui, pada akhir kegiatan Pangdam XV/Pattimura memberikan plakat Kodam XV kepada Kapolda sebagai tanda sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri.Sebelum meninggalkan Markas Rindam XV Pattimura, Pangdam dan Kapolda Maluku menaiki kendaraan Ranpur PJD milik Batalyon 733 Masariku, keluar meninggalkan tempat kegiatan. (PNO-12)
28 Mei 2024, 20:09 WIT
Polda Papua Ajak Masyarakat Cegah Peredaran Narkoba di Papua dan 3 DOB
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Papua dan tiga Daerah Otonomi Baru (DOB). Ajakan ini disampaikan pada Senin (27/04), menyusul terungkapnya kasus peredaran narkoba jenis ganja di beberapa kabupaten dan kota di Papua."Terungkapnya peredaran narkoba jenis ganja di beberapa kabupaten/kota di Papua menunjukkan bahwa pencegahan terhadap peredaran narkoba harus digencarkan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat," kata Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo.Langkah represif terhadap para pengedar dan bandar narkoba di wilayah hukum Polda Papua terus dimaksimalkan. Polda Papua melakukan penegakan hukum yang ketat terhadap para pelaku sesuai dengan undang-undang yang berlaku. "Hal ini dilakukan agar pelaku kejahatan narkoba di Papua dan 3 DOB mendapatkan efek jera dengan hukuman yang tinggi sesuai dengan perbuatannya. Polda Papua tidak akan memberi ampun sedikit pun atas perbuatan mereka yang bisa merusak generasi muda, khususnya di wilayah hukum Polda Papua," tegasnya.Kombes Pol Ignatius Benny juga menjelaskan bahwa selain menindak tegas para pelaku, Polda Papua juga akan menyelamatkan para pecandu dengan langkah preemtif, preventif, dan rehabilitasi. "Para pelaku wajib ditindak tegas dan para pecandu akan kita selamatkan dengan cara dan langkah preemtif, preventif hingga rehabilitasi," jelasnya.Selain itu, peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi dan menjaga keluarga serta anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika yang dapat mengancam masa depan generasi bangsa. "Peran para orang tua sangat penting agar selalu mengawasi dan menjaga keluarga serta anak-anaknya, agar tidak terlibat penyalahgunaan narkotika yang dapat mengancam masa depan generasi bangsa," tambahnya.Kombes Pol Ignatius Benny mengingatkan bahwa Papua berbatasan langsung dengan negara PNG, di mana barang haram jenis ganja sering masuk ke wilayah Indonesia baik melalui darat maupun laut. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk turut aktif memerangi masalah ini. "Maka dari itu, masyarakat disarankan juga berperan aktif untuk memerangi persoalan ini, agar generasi bangsa kita tidak terjerumus dengan yang namanya narkoba," tegasnya.Peredaran narkoba jenis ganja di Papua terjadi karena luasnya jangkauan dan kondisi geografis yang menantang. Namun, Polda Papua berkomitmen untuk melakukan langkah nyata dalam menangani masalah ini, salah satunya dengan menggencarkan penyuluhan dan edukasi terkait bahaya narkoba. Penyuluhan ini akan dilakukan di sekolah, kampus, dan lingkungan masyarakat melalui Direktorat Narkoba bersama satuan di wilayah yang bekerja sama dengan instansi terkait.Dengan upaya kolaboratif dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan masalah peredaran narkoba di Papua dapat ditekan, dan generasi muda Papua dapat terlindungi dari bahaya narkoba. (PNO-12)
28 Mei 2024, 19:59 WIT
Satlantas Jayapura Tindak 2 Remaja Atas Aksi Berbahaya di Jalan Raya
Papuanewsonline.com, Jayapura – Sat Lantas Polresta Jayapura Kota mengambil langkah tegas menanggapi aduan masyarakat terkait perilaku berbahaya yang dilakukan oleh dua remaja di Jembatan Merah, berinisial VR dan JM. Kedua remaja tersebut terlihat mengangkat ban sepeda motor sambil melawan arus lalu lintas. Aksi mereka sempat terekam dalam beberapa video yang kemudian viral di media sosial, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh remaja-remaja tersebut sangat membahayakan, tidak hanya bagi mereka sendiri tetapi juga bagi pengendara lain. “Tindakan ini sangat membahayakan baik bagi diri mereka sendiri maupun pengendara lain,” ujar Kompol Dian dalam wawancara pada Senin (27/5) siang.Setelah menerima keluhan dari masyarakat dan melihat video yang beredar di media sosial, Satlantas bertindak cepat dengan menjemput remaja-remaja tersebut. Dalam video terlihat bahwa mereka mengemudi dalam kondisi yang tidak sehat, dan beberapa dari mereka diduga berada di bawah pengaruh minuman keras (miras).“Kami melakukan tilang maksimal kepada mereka karena pelanggaran yang mereka lakukan sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kecelakaan yang serius,” jelas Kompol Dian.Selain memberikan tilang, remaja-remaja tersebut juga diminta untuk membuat surat pernyataan permohonan maaf. Sebagai bentuk pembelajaran dan pencegahan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut, mereka akan diangkat menjadi Duta Kamtibmas. “Kami berharap sanksi sosial ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi mereka dan juga menjadi contoh bagi remaja lainnya untuk tidak melakukan pelanggaran serupa,” tambah Kompol Dian.Sebagai bagian dari sanksi sosial, para remaja tersebut diwajibkan melakukan kegiatan angkat ban sepeda motor tanpa menyalakan mesin di Lapangan Apel Mapolresta, di hadapan orang tua mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat menyadarkan mereka dan memberi efek jera.“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat bisa lebih sadar dan peduli terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tegas Kompol Dian.Dengan tindakan tegas dan sanksi yang diberikan, diharapkan seluruh masyarakat dapat lebih disiplin dan mematuhi peraturan lalu lintas. Kasat Lantas mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib, demi keselamatan dan kenyamanan bersama di jalan raya. (PNO-12)
28 Mei 2024, 19:50 WIT
Kapolri Resmikan Komite Olahraga Polri Sebagai Wadah Para Polisi Atlet
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Komite Olahraga Polri (KOP) di sela Rapat Kerja Teknis (Rakernis) SSDM Polri Tahun Anggaran 2024 di Hotel Sheraton, Jakarta Selatan. KOP adalah wadah bagi para polisi yang memiliki bakat dan prestasi di bidang olahraga.“Pembentukan Komite Olahraga Polri (KOP) sebagai wadah dan sistem guna memastikan pembinaan dan penjaminan hak-hak atlet Polri yang berprestasi,” kata Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Senin (27/5/2024). Irjen Dedi berharap akan ada peningkatan signifikan dalam pengembangan bakat dan prestasi personel Polri terkait bidang olahraga, setelah peresmian KOP. Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini juga berharap pembentukan KOP ini akan menciptakan lingkungan kondusif bagi polisi atlet dalam mengasah kemampuan secara optimal.“Dengan adanya KOP, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam pengembangan bakat olahraga di kalangan anggota Polri, serta terciptanya lingkungan yang kondusif bagi para atlet untuk meraih prestasi secara maksimal,” ujar Irjen Dedi.Irjen Dedi menyampaikan harapan partisipasi Polri di bidang olahraga Tanah Air maupun mancanegara dapat meningkatkan dukungan masyarakat pada Korps Bhayangkara. Dukungan masyarakat, kata Dedi, merupakan modal pelaksanaan tugas pokok Polri.“Partisipasi Polri dalam kegiatan olahraga di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan penerimaan dan dukungan masyarakat terhadap Polri. Yang pada akhirnya akan berdampak pada public trust sebagai modal pelaksanaan tugas pokok Polri,” ucap Irjen Dedi.Seperti diketahui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul agar siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Salah satunya dengan membina dan memfasilitasi para anggota Polri yang berprestasi di bidang olahraga untuk terus mengasah bakatnya, lewat KOP.Para polisi atlet akan diterjunkan pada kompetisi-kompetisi olahraga dalam negeri maupun tingkat dunia. Diketahui ada kompetisi antarkepolisian negara yakni Olimpiade Kepolisian Internasional yang melombakan 28 cabang olahraga.“Di dunia internasional telah dilaksanakan Olimpiade Kepolisian Internasional yang terdiri dari 28 cabang olahraga, termasuk bola voli. Dengan adanya Komite Olahraga Polri, diharapkan Polri bisa ikut berlaga dan mengharumkan nama Bangsa Indonesia,” tutur Irjen Dedi dalam keterangan tertulis pada Selasa, 23 April 2024.Tim atlet Polri sendiri sudah mencetak sejumlah prestasi di tingkat internasional, seperti pada di ajang ‘1st FAI Asian Indoor Skydiving Championships’ dan kejuaraan dunia ‘5th FAI World Cup Indoor Skydiving Championships’ di GoAirborne, Macau, China. Tim Polri menyabet juara 3, 2 dan 4 di tingkat Asia, dan menduduki posisi 5, 12 dan 21 di tingkat dunia dari 29 negara yang mengirimkan kontingennya.Dan pada Thailand Open Karate Championship 2023 yang diikuti 18 negara dan 754 peserta, Tim Karate Bhayangkara Presisi menyabet dua medali emas, 13 medali perak dan empat medali perunggu. (PNO-12)
28 Mei 2024, 18:51 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru