Peringkat ke-4 Dunia dengan Cadangan Emas 3.600 Ton, MIND ID: Belum Sepenuhnya Dikelola BUMN Sendiri
Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya mineral di Indonesia yang sangat besar belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara langsung oleh Badan Usaha Milik Negara.
Papuanewsonline.com - 12 Agu 2026, 21:16 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Direktur Utama Holding Industri Pertambangan MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya mineral di Indonesia yang sangat besar belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara langsung oleh Badan Usaha Milik Negara. Hal ini ia sampaikan dalam acara Mindialogue 2026 bertema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
“Saat pertama kali menerima mandat memimpin MIND ID, saya melihat banyaknya kekayaan alam kita yang belum bisa dikelola langsung oleh BUMN sendiri. Justru yang lebih banyak memanfaatkannya adalah pihak lain, termasuk badan usaha milik negara lain yang memiliki teknologi lebih maju,” ungkap Maroef.
Kondisi ini menjadi refleksi bahwa penguasaan teknologi pengolahan di dalam negeri masih perlu diperkuat agar nilai tambah kekayaan mineral benar-benar kembali ke negara.
Berdasarkan data U.S. Geological Survey (USGS), cadangan emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 3.600 ton, menempatkan Indonesia di peringkat keempat dunia.
Di atas kita adalah Australia dengan 13.000 ton, Rusia 12.000 ton, dan Afrika Selatan 5.000 ton. Total cadangan emas dunia diperkirakan sekitar 66.000 ton.
Potensi yang luar biasa ini seharusnya mampu menjadi pilar penting bagi cadangan devisa dan kedaulatan ekonomi negara.
Namun kekayaan yang tersebar dari Aceh hingga Papua ini belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal karena keterbatasan kemampuan pengolahan di dalam negeri.
Maroef menegaskan perlunya langkah menyeluruh lintas institusi, mulai dari tata kelola di hulu hingga pemanfaatan di hilir, agar kekayaan alam dapat dijaga dan dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Penulis: Jid
Editor: OF