2.065 ASN Ikuti Pelatihan Dasar Militer Komcad Gelombang II, Pertahanan Negara Butuh Semua Potensi
Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, secara resmi membuka pelatihan dasar militer bagi peserta Komponen Cadangan dari kalangan Aparatur Sipil Negara gelombang kedua tahun 2026.
Papuanewsonline.com - 26 Agu 2026, 14:20 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta — Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, secara resmi membuka pelatihan dasar militer bagi peserta Komponen Cadangan dari kalangan Aparatur Sipil Negara gelombang kedua tahun 2026. Sebanyak 2.065 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti pelatihan yang berlangsung selama satu setengah bulan.
Para peserta dibagi ke dalam lima satuan pendidikan yang tersebar di beberapa pusat pelatihan TNI.
Para peserta kali ini berasal dari 50 kementerian dan lembaga dengan beragam latar belakang profesi dan keahlian. Keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan tersendiri bagi pertahanan negara.
“Pertahanan negara membutuhkan seluruh potensi dan kompetensi yang dimiliki bangsa. Tempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ujar Gabriel saat membuka pelatihan di lapangan Brigif 1 Pasgat, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026).
Perkembangan situasi strategis yang berlangsung cepat dan semakin kompleks menuntut kesiapan kekuatan nasional yang terpadu dan berkelanjutan.
Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, pertahanan negara bukan semata-mata tanggung jawab TNI, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara.
Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar yang mengatur hak dan kewajiban setiap warga negara untuk ikut serta dalam upaya bela negara.
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan terus berupaya memperkuat barisan Komponen Cadangan, khususnya dari unsur ASN.
Tahun ini ditargetkan sebanyak 4.000 ASN dibentuk menjadi kekuatan cadangan yang siap mendukung tugas pokok TNI.
Sebelumnya, pada gelombang pertama telah meluluskan sebanyak 1.764 ASN yang kini telah menjadi bagian dari kekuatan pertahanan negara.
Penulis: Jid
Editor: OF