TPNPB Umumkan Duka Nasional, Alfons Sorry Tewas di Maybrat
Klaim resmi TPNPB Kodap IV Sorong Raya menyebutkan satu anggota elit mereka gugur dalam kontak bersenjata di Maybrat, sementara polemik penahanan jenazah dan eskalasi konflik kembali menyorot situasi keamanan di Tanah Papua
Papuanewsonline.com - 26 Mar 2026, 15:21 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Maybrat - Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap IV Sorong Raya mengumumkan duka nasional atas gugurnya salah satu anggota mereka, Peltu Alfons Sorry, dalam insiden kontak bersenjata di wilayah Maybrat, Papua.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Kamis, 26 Maret 2026,
berdasarkan laporan dari jajaran pimpinan di lapangan.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa informasi diterima dari
Panglima Daerah Brigjend Denny Moos bersama Wakil Panglima Kolonel Zakarias
Fatem melalui Komandan Operasi Mayor Manfred Fatem dan Letnan Kolonel Zeth
Fatem.
Almarhum Peltu Alfons Sorry dilaporkan meninggal dunia pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 08.15 WIT setelah terkena tembakan saat terlibat dalam penyerangan di Pos TNI Kampung Sorry, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam siaran pers
tersebut, hingga 26 Maret 2026 jenazah korban disebut belum dikembalikan kepada
pihak keluarga dan masih berada di lokasi kejadian.
Peltu Alfons Sorry diketahui menjabat sebagai Wakil Komandan
Operasi Batalyon Buaya di bawah KODAP IV Sorong Raya. Ia disebut sebagai salah
satu anggota yang aktif terlibat dalam berbagai operasi kelompok tersebut di
wilayah Papua Barat Daya.
Dalam riwayat yang disampaikan, ia bergabung sejak tahun
2021 dan kemudian dipercaya menduduki posisi strategis pada tahun 2023 setelah
melalui proses reorganisasi internal.
"Almarhum Alfons sorry masuk di TPNPB Batalyon Buaya
KODAP IV Sorong Raya pada tahun 2021 sebagai anggota atau pasukan biasa, namun
berjalannya proses reorganisasi dalam revisinya, Alm. Alfons Sorry menjabat
sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Buaya pada tahun 2023."
Selain itu, disebutkan pula bahwa almarhum terlibat dalam
sejumlah aksi bersenjata sebelumnya bersama Komandan Operasi Mayor Manfred
Fatem di berbagai wilayah konflik.
"Alfons sorry masuk dalam medan perang di Moskona Utara
bersama Komandan Operasi KODAP IV Sorong Raya, Mayor Manfred Fatem berhasil
merampas 1 unit senjata DMR SPM 1 sniper pada hari Sabtu, tanggal, 11 Oktober
2025 tepat jam 13,45 WP."
"Alm. Alfons Sorry masuk dalam Medan perang di Pos TNI
di Kampung Sorry distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat Papua bersama Komandan
Operasi KODAP IV Sorong Raya berhasil merampas senjata Caracal buatan Rusia
jenis bazoka, 1 pucuk tambah senjata berat dewoo precision ind magasen samping
tanam kaki dua senjata berat 1 pucuk, dan tambah 2 magasen tambah amunisi 49
butir pada hari Minggu, 22 Maret 2026 tepat pada jam 06:30 pagi WP."
Atas kejadian tersebut, TPNPB secara resmi menyatakan duka
nasional atas kehilangan yang mereka sebut sebagai salah satu prajurit terbaik
di wilayah Sorong Raya.
Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara TPNPB, Sebby
Sambom, yang juga menegaskan posisi organisasi dalam konflik yang terus
berlangsung di Tanah Papua.
Situasi ini kembali menambah panjang daftar insiden kekerasan bersenjata di Papua, khususnya di wilayah Maybrat yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu titik konflik dengan intensitas tinggi.(GF)