TPNPB Klaim Tembak Jatuh Drone Militer dalam Serangan Udara di Puncak Jaya
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyebut serangan menggunakan tiga unit drone di Distrik Sinak Barat menyebabkan sejumlah anggotanya mengalami luka ringan dan memicu pengungsian warga sipil
Papuanewsonline.com - 17 Jun 2026, 13:37 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim satu unit drone militer berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dalam serangan udara yang terjadi di wilayah Distrik Sinak Barat, Kabupaten Puncak Jaya.
Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (16/6/2026),
TPNPB menyatakan telah menerima laporan resmi dari pasukan mereka di Markas
Gilonik terkait serangan yang disebut terjadi pada 6 April 2026. Menurut
laporan tersebut, aparat militer Indonesia diduga melancarkan serangan
menggunakan tiga unit drone ke wilayah markas TPNPB.
TPNPB mengklaim serangan tersebut mengakibatkan sejumlah
pasukan mereka mengalami luka ringan. Selain itu, mereka juga menyebut satu
unit drone militer Indonesia berhasil ditembak jatuh dan hingga kini masih
berada di Markas Gilonik.
Pasukan TPNPB juga melaporkan bahwa tiga unit drone tersebut
diterbangkan dari pos militer Indonesia di Timobut. Dalam pernyataannya, TPNPB
menuding serangan tidak hanya menyasar posisi mereka, tetapi juga mengenai
pemukiman warga sipil di Distrik Sinak Barat sehingga menyebabkan masyarakat
mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Selain itu, TPNPB menduga drone yang diklaim berhasil
ditembak jatuh tersebut merupakan milik negara asing yang dipasok kepada
pemerintah Indonesia untuk mendukung operasi militer dan serangan udara di
Papua.
Dalam siaran persnya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB
juga meminta negara-negara asing untuk menghentikan penjualan maupun pengiriman
logistik militer kepada pemerintah Indonesia.
"Kami juga menegaskan kepada negara-negara asing di
dunia untuk segera hentikan melakukan penjualan dan pendoropan logistik militer
kepada pemerintah Indonesia demi melancarkan serangan terhadap pasukan TPNPB
serta operasi militer di seluruh Tanah Papua yang dapat menjatuhkan korban jiwa
dari warga sipil," demikian pernyataan TPNPB.
TPNPB juga meminta aparat militer Indonesia menghentikan
pemasangan ranjau di wilayah pemukiman warga sipil selama operasi militer
berlangsung. Selain itu, mereka mengimbau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan
Palang Merah Internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga
yang mengungsi akibat konflik bersenjata di Papua.
"Kami juga meminta kepada PBB dan Palang Merah
Internasional untuk dapat memberikan bantuan kemanusiaan terhadap 122.931 warga
sipil yang mengungsi secara internal akibat konflik bersenjata antara Tentara
Pembebasan Nasional Papua Barat dan aparat militer Indonesia," tulis TPNPB
dalam siaran pers tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari TNI terkait klaim TPNPB mengenai serangan drone, dugaan pengungsian warga sipil, maupun informasi mengenai satu unit drone yang disebut berhasil ditembak jatuh. Informasi dalam berita ini masih berdasarkan pernyataan resmi dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan belum dapat diverifikasi secara independen. (GF)