logo-website
Kamis, 18 Jun 2026,  WIT

TPNPB Klaim Tembak Jatuh Drone Militer dalam Serangan Udara di Puncak Jaya

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyebut serangan menggunakan tiga unit drone di Distrik Sinak Barat menyebabkan sejumlah anggotanya mengalami luka ringan dan memicu pengungsian warga sipil

Papuanewsonline.com - 17 Jun 2026, 13:37 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Satu unit drone yang diklaim berhasil ditembak jatuh oleh pasukan TPNPB di wilayah Markas Gilonik, Distrik Sinak Barat, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.

Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim satu unit drone militer berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dalam serangan udara yang terjadi di wilayah Distrik Sinak Barat, Kabupaten Puncak Jaya.


Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (16/6/2026), TPNPB menyatakan telah menerima laporan resmi dari pasukan mereka di Markas Gilonik terkait serangan yang disebut terjadi pada 6 April 2026. Menurut laporan tersebut, aparat militer Indonesia diduga melancarkan serangan menggunakan tiga unit drone ke wilayah markas TPNPB.

TPNPB mengklaim serangan tersebut mengakibatkan sejumlah pasukan mereka mengalami luka ringan. Selain itu, mereka juga menyebut satu unit drone militer Indonesia berhasil ditembak jatuh dan hingga kini masih berada di Markas Gilonik.

Pasukan TPNPB juga melaporkan bahwa tiga unit drone tersebut diterbangkan dari pos militer Indonesia di Timobut. Dalam pernyataannya, TPNPB menuding serangan tidak hanya menyasar posisi mereka, tetapi juga mengenai pemukiman warga sipil di Distrik Sinak Barat sehingga menyebabkan masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, TPNPB menduga drone yang diklaim berhasil ditembak jatuh tersebut merupakan milik negara asing yang dipasok kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung operasi militer dan serangan udara di Papua.

Dalam siaran persnya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga meminta negara-negara asing untuk menghentikan penjualan maupun pengiriman logistik militer kepada pemerintah Indonesia.

"Kami juga menegaskan kepada negara-negara asing di dunia untuk segera hentikan melakukan penjualan dan pendoropan logistik militer kepada pemerintah Indonesia demi melancarkan serangan terhadap pasukan TPNPB serta operasi militer di seluruh Tanah Papua yang dapat menjatuhkan korban jiwa dari warga sipil," demikian pernyataan TPNPB.

TPNPB juga meminta aparat militer Indonesia menghentikan pemasangan ranjau di wilayah pemukiman warga sipil selama operasi militer berlangsung. Selain itu, mereka mengimbau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah Internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata di Papua.

"Kami juga meminta kepada PBB dan Palang Merah Internasional untuk dapat memberikan bantuan kemanusiaan terhadap 122.931 warga sipil yang mengungsi secara internal akibat konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan aparat militer Indonesia," tulis TPNPB dalam siaran pers tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari TNI terkait klaim TPNPB mengenai serangan drone, dugaan pengungsian warga sipil, maupun informasi mengenai satu unit drone yang disebut berhasil ditembak jatuh. Informasi dalam berita ini masih berdasarkan pernyataan resmi dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan belum dapat diverifikasi secara independen. (GF)

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE