logo-website
Jumat, 06 Mar 2026,  WIT

TNI-Polri Sita Ratusan Butir Amunisi dari Kelompok OPM Pimpinan Daniel Aibon Kogoya

Penindakan di kawasan Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, mengungkap ratusan amunisi, perangkat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, hingga barang bukti yang diduga terkait aksi kekerasan sebelumnya.

Papuanewsonline.com - 05 Mar 2026, 08:22 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Ratusan butir amunisi berbagai kaliber yang disita dalam operasi gabungan TNI-Polri dari Satgas Rajawali 4 dan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) di kawasan Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026).

Papuanewsonline.com, Nabire – Tim gabungan TNI-Polri dari Satgas Rajawali 4 dan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) melaksanakan operasi penindakan tegas terhadap kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di area Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, Papua Tengah, Minggu (1/3/2026).


Operasi tersebut dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai dugaan keberadaan kelompok bersenjata di kawasan tersebut. Wilayah Kepala Air yang berada di area perbukitan dan hutan lebat diduga menjadi lokasi persembunyian sekaligus basis logistik kelompok tersebut.

"Tim gabungan melakukan infiltrasi ke lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata tersebut. Sekitar pukul 11.00 WIT, pergerakan tim terendus oleh anggota OPM yang kemudian melepaskan tembakan pertama ke arah petugas," kata sumber.

Menanggapi situasi itu, tim gabungan segera melakukan serangan balasan secara terukur dan terkoordinasi. Tekanan tersebut membuat kelompok OPM melarikan diri ke dalam hutan dan meninggalkan sejumlah barang di lokasi yang diduga sebagai markas sementara.

Dalam operasi itu, aparat berhasil mengamankan sekitar 500 butir peluru berbagai kaliber, 10 buah magasen, lima unit HT Baofeng, serta 12 unit handphone berbagai merek. Selain itu, ditemukan pula uang tunai sebesar Rp79.700.000, dua bendera bintang kejora, tas punggung, serta perlengkapan pribadi lainnya.

Salah satu temuan yang dinilai krusial adalah sebuah iPhone 12 milik Aksay Sandika Moho, korban penyerangan pos palang Kristalin yang terjadi sebelumnya. Barang bukti tersebut disebut memperkuat dugaan keterlibatan kelompok Daniel Aibon Kogoya dalam rangkaian aksi kekerasan di wilayah Nabire dan sekitarnya.

Seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat. Operasi ini disebut sebagai bagian dari langkah penegakan hukum untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Aparat TNI-Polri menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya penindakan terhadap kelompok bersenjata yang mengganggu keamanan masyarakat, sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

 


Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE