logo-website
Selasa, 19 Mei 2026,  WIT

Rakorsus Pendapatan Daerah 2026, Bupati Mimika Dorong OPD Lebih Kreatif Tingkatkan PAD

Pemkab Mimika menggelar Rakorsus Pendapatan Daerah Tahun 2026 dengan tema “Mewujudkan Kemandirian Fiskal Melalui Tata Kelola Profesional”

Papuanewsonline.com - 19 Mei 2026, 15:39 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Suasana Rakorsus Pendapatan Daerah Tahun 2026, Senin (18/5/2026).

Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pendapatan Daerah Tahun 2026 dengan tema “Mewujudkan Kemandirian Fiskal Melalui Tata Kelola Profesional”, Senin (18/5/26).


Dalam Rakorsus tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, Dwi Cholifa membacakan sejumlah kesimpulan hasil rapat yang menekankan pentingnya optimalisasi pelayanan publik tanpa mengabaikan peningkatan pendapatan daerah.

Ia menyampaikan bahwa peningkatan pelayanan kepada masyarakat harus berjalan selaras dengan upaya peningkatan pendapatan daerah secara berkelanjutan. Selain itu, penguatan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai penting guna mengoptimalkan potensi daerah dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara efektif dan terintegrasi.

Rakorsus juga merekomendasikan agar aspek hukum dan regulasi terkait pendapatan daerah dikaji dan disesuaikan secara komprehensif guna mendukung optimalisasi PAD yang adaptif dan berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah daerah akan melaksanakan rapat koordinasi teknis antar OPD bersama Bappeda, BRIDA, Bagian Hukum, serta perangkat daerah lainnya untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, dan memastikan efektivitas pelaksanaan program maupun pencapaian target daerah.

Sementara itu, dalam arahannya saat menutup Rakorsus, Bupati Mimika Johannes Rettob, menyampaikan bahwa selama ini rapat koordinasi terkait pendapatan daerah belum pernah dilaksanakan secara maksimal. Akibatnya, banyak OPD belum terdorong untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru.

Menurut Bupati, selama ini target pendapatan daerah cenderung hanya melanjutkan target lama tanpa adanya pengembangan maupun terobosan baru. Karena itu, melalui Rakorsus tersebut seluruh OPD diajak berdiskusi bersama untuk melahirkan inovasi baru, termasuk menggali potensi retribusi dan sumber pendapatan daerah yang dapat dikembangkan di Kabupaten Mimika.

Bupati juga mengapresiasi seluruh OPD yang telah mempresentasikan program dan potensi masing-masing. Namun ia menegaskan bahwa hasil rapat tidak boleh hanya menjadi catatan atau dokumen semata, melainkan harus benar-benar diimplementasikan hingga ke tingkat bawah.

“Jangan hanya ditulis atau direncanakan saja, tetapi harus benar-benar dilaksanakan. Apa yang sudah direncanakan harus diperintahkan sampai ke tingkat bawah agar bisa berjalan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa terdapat sejumlah sektor pelayanan pemerintah yang tidak secara langsung menghasilkan PAD, seperti kesehatan, pariwisata, dan olahraga. Meski demikian, sektor-sektor tersebut memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui efek berganda atau multiplier effect.

Menurutnya, pelayanan publik yang baik akan menarik lebih banyak orang datang ke Mimika sehingga berdampak pada meningkatnya okupansi hotel, restoran, hiburan, dan sektor jasa lainnya yang pada akhirnya meningkatkan penerimaan pajak daerah.

Karena itu, Bupati meminta seluruh OPD lebih kreatif dalam membangun pelayanan publik agar Mimika berkembang menjadi kota jasa yang maju dan nyaman bagi masyarakat maupun pendatang.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antar OPD dan meminta seluruh perangkat daerah tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia berharap seluruh program dan gagasan yang dibahas dalam rapat benar-benar diwujudkan menjadi kenyataan, bukan sekadar wacana.

“Kita harus kolaborasi dan berjalan bersama supaya semua yang kita bicarakan hari ini benar-benar menjadi nyata, bukan hanya mimpi,” ujarnya.

Kepada Bappeda dan BRIDA, Bupati meminta agar seluruh hasil pembahasan dikaji dan dirumuskan dengan baik untuk kemudian dibagikan kepada seluruh OPD sebagai bahan tindak lanjut pembangunan daerah ke depan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti lambatnya proses perizinan, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ia mengaku terkejut setelah mengetahui masih terdapat sekitar 800 permohonan yang belum diverifikasi sehingga izin PBG belum dapat diterbitkan.

Karena itu, ia meminta OPD terkait segera duduk bersama mencari solusi agar proses pengurusan izin dapat dipercepat dan dipermudah bagi masyarakat.

“Ini yang membuat kita harus duduk sama-sama supaya prosesnya bisa berjalan lebih baik. Kita cari solusi bersama agar waktu pengurusan bisa diperpendek,” katanya.

Bupati kembali menegaskan target utama pembangunan Kabupaten Mimika, yakni menjadikan Mimika sebagai daerah yang sehat, cerdas, aman, dan masyarakatnya sejahtera.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan, termasuk pengadaan alat MRI di rumah sakit daerah agar pembangunan gedung baru didukung fasilitas pelayanan yang memadai.

Selain sektor kesehatan, Bupati turut menyoroti dokumen Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPDA) yang disebut telah disusun namun belum diterima dinas terkait. Ia meminta dokumen tersebut segera diserahkan dan ditindaklanjuti guna mendukung pengembangan sektor pariwisata di Mimika.

Menutup arahannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, seluruh pimpinan OPD, serta peserta rapat yang telah mengikuti kegiatan dari pagi hingga malam hari dengan penuh semangat.

Ia berharap semangat kebersamaan dan kolaborasi tersebut terus dijaga demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik serta pembangunan Kabupaten Mimika yang lebih maju.

 

Penulis: Bim

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE