PGGM Mimika Gelar Pembentukan Karakter: Pemimpin Gereja Diajak Menjadi Teladan Hidup
Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pembentukan karakter bertajuk Character Building with G.O.S.P.E.L Principles di Swiss-Belhotel Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (19/8/2026).
Papuanewsonline.com - 19 Agu 2026, 19:34 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Mimika — Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pembentukan karakter bertajuk Character Building with G.O.S.P.E.L Principles di Swiss-Belhotel Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh para pemimpin dan pelayan gereja se-Kabupaten Mimika, dengan tujuan mendorong pertumbuhan karakter, kapasitas, serta integritas dalam setiap pelayanan yang dilakukan.
Ketua Umum PGGM Mimika, Pdt. Pascal Viktor Warint, S.Th., menyampaikan pesan rohani yang mengacu pada surat Rasul Paulus kepada Timotius.
Ia menegaskan bahwa kemampuan semata belumlah cukup; seorang pelayan Tuhan harus menyertakannya dengan kehidupan yang sejalan dengan kebenaran firman Tuhan.
“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaran,” menjadi pesan pokok yang mengingatkan agar setiap pemimpin senantiasa memeriksa dan memperbaiki diri secara terus-menerus.
Pdt. Pascal mengingatkan pula bahwa penghormatan dalam pelayanan tidak lahir dari jabatan, melainkan dari keteladanan hidup. Pemimpin dipanggil menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian.
Kemajuan rohani pun harus tampak nyata dan dapat dirasakan oleh keluarga, rekan pelayanan, maupun jemaat yang dilayani, sehingga pertumbuhan karakter bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan hidup yang meyakinkan.
Selain pembentukan karakter, peningkatan kapasitas pelayanan juga menjadi penekanan.
Pemimpin diharapkan tak pernah berhenti belajar, memperdalam firman, serta mengasah kemampuan memimpin dan menyelesaikan persoalan.
Karakter tanpa kapasitas membuat pelayanan kurang efektif, sebaliknya kemampuan tinggi tanpa karakter yang baik dapat melahirkan persoalan integritas yang merugikan banyak pihak.
Penulis: Jid
Editor: OF