logo-website
Minggu, 07 Jun 2026,  WIT

Pesawat APBD Mimika Membusuk, Ketua Pemuda Kei Teriak: KPK, Seret Bupati dan Bos Maskapai

Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika, mendesak KPK untuk melakukan pemerikaan kepada Bupati Mimika serta petinggi Asia One Air terkait Armada udara Pemda Mimika yang tak terurus

Papuanewsonline.com - 06 Jun 2026, 07:25 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan.

Papuanewsonline.com, Timika – Bau busuk dugaan korupsi menguat dari hanggar Pemda Mimika. Armada udara yang dibeli pakai uang pajak rakyat kini jadi bangkai besi tak terurus. Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, tak tahan lagi. Ia resmi berteriak ke KPK: panggil dan periksa Bupati Mimika serta petinggi Asia One Air.


Bom Utang Puluhan Miliar 

Ledakan pertama datang dari rilis Edoardus ke Papuanewsonline.com, Jumat (5/6/2026). Ia menuding ada utang-piutang gelap antara Pemda Mimika dengan operator penerbangan Asia One Air. Nilainya tak main-main: ditaksir puluhan miliar rupiah. “Kalau tidak diaudit sekarang, APBD Mimika bocor. Rakyat yang nombok,” tegas Edoardus.

Pesawat Rakyat Jadi Monumen

Di lapangan, pemandangan lebih ngeri. Pesawat dan helikopter milik Pemda Mimika yang seharusnya jadi ambulans udara dan angkutan logistik warga pedalaman kini sekarat. Rusak, tak terawat, hanya terparkir jadi sarang debu. Padahal, kata Edoardus, satu-satunya jalan ke distrik pegunungan dan pesisir Mimika adalah lewat udara.

Warga Terisolasi, Pajak Mubazir

Dampaknya berdarah-darah. Warga distrik Tembagapura, Jila, Agimuga, hingga pesisir Mimika Timur kini terisolasi. Guru tak bisa mengajar, pasien gawat tak bisa dirujuk, sembako tak masuk. “Pesawat dibeli dari keringat rakyat, tapi rakyatnya sendiri nggak bisa terbang. Ini pengkhianatan,” kata Edoardus dengan nada tinggi.

Desakan Keras ke Gedung Merah Putih 

Karena itu, Pemuda Kei melayangkan tantangan terbuka ke KPK. Isinya singkat: seret Bupati Mimika dan direksi Asia One Air ke meja hijau. Periksa semua kontrak, lacak aliran duit, audit total aset. “Jangan tunggu pesawat itu jadi besi tua semua. Jangan tunggu rakyat mati di gunung,” desak Edoardus.

Jejak APBD yang Misterius 

Edoardus mencium aroma tak sedap dari pengelolaan aset udara Pemda. Menurut dia, publik berhak tahu: berapa harga beli pesawat, berapa biaya sewa ke maskapai, berapa utang yang belum dibayar, dan kenapa bisa mangkrak. Tanpa transparansi, kata dia, APBD Mimika cuma jadi ATM pribadi.

Luka Lama Transportasi Papua 

Kasus ini menambah luka panjang transportasi di Papua. Sudah puluhan tahun warga pedalaman menggantungkan nyawa ke pesawat perintis. Ketika armada milik pemda sendiri lumpuh karena dugaan utang, kepercayaan publik rontok. “Ini bukan lagi maladministrasi. Ini pembunuhan pelan-pelan terhadap akses rakyat,” ucap Edoardus.

Bola Panas di Tangan KPK 

Kini bola panas ada di KPK. Akankah lembaga antirasuah itu turun ke Timika membongkar dugaan utang puluhan miliar ini? Hingga berita ini diturunkan Jumat (5/6/2026), Pemda Mimika dan manajemen Asia One Air belum memberi klarifikasi. Papuanewsonline.com masih berupaya mengonfirmasi nilai kontrak, status utang, dan kondisi aset ke BPKAD Mimika serta BPK RI Perwakilan Papua. Asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE