Pasca Konflik 2 Kelompok Di Nabire, TNI-Polri Bersama Pemda Adakan Pertemuan Dengan Warga
Pada kesempatannya Bupati Nabire menyampaikan tujuan Pemda Nabire beserta Kapolres Nabire dan Dandim 1705 Nabire hadir disini untuk memastikan keamanan di Nabire serta membantu memediasi penyelesaian masalah yang telah terjadi.
Papuanewsonline.com - 09 Jun 2023, 20:00 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com,
Jayapura -
Pemerintah Daerah Nabire bersama TNI-Polri mengadakan pe
rtemuan di Kantor Distrik Uwapa dalam rangka mencari solusi serta mendengar keluh kesah pasca konflik 2 kelompok warga yang mengakibatkan 2 warga meninggal dunia.
Kabid
Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom.
saat dikonfirmasi membenarkan pertemuan Pemda Nabire dan Aparat Keamanan serta
warga guna mencari solusi penyelesaian konflik yang terjadi di Kabupaten
Nabire, Kamis (08/06).

Adapun
yang menghadiri kegiatan tersebut Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si.,
Bupati Paniai Meky Nawipa, Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya, SH, S I.K,
Dandim 1705 Nabire Letkol Inf. Donni Firmansyah M. Han, Sekda Pemda Kabupaten
Nabire Pieter Erari, S.E., M.Si, Tokoh Masyarakat Suku Mee Mapia Oskar Makai,
S.H.
Pada
kesempatannya Bupati Nabire menyampaikan tujuan Pemda Nabire beserta Kapolres
Nabire dan Dandim 1705 Nabire hadir disini untuk memastikan keamanan di Nabire
serta membantu memediasi penyelesaian masalah yang telah terjadi.
“Kami
Pimpinan Pemerintah Daerah Nabire ingin menyampaikan turut berduka cita atas
meninggalnya dua korban dari masyarakat Suku Mee dan tujuannya kami mengadakan
pertemuan ini untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di Nabire,” ucapnya.
Lebih
lanjut, dirinya tidak ingin kembali ada korban maupun hal-hal yang tidak
diinginkan bersama seperti pembakaran rumah warga ataupun lainnya. Konflik yang
terjadi harus segera diselesaikan sehingga warga dapat kembali beraktifitas
tanpa adanya rasa takut yang berkepanjangan.
Selain
itu, Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya melaporkan bahwa pada Rabu (07/06)
sekitar pukul 22.45 wit telah terjadi pembakaran rumah warga dan dari data
sementara personel di lapangan bahwa di KM 80 sebanyak 6 rumah dan KM 64
sebanyak 1 rumah yang merupakan rangkaian pasca konflik 2 kelompok warga.
“Sampai
saat ini kami juga masih melakukan penyelidikan terhadap para korban yang
mengalami luka-luka pasca konflik yang terjadi di Kabupaten Nabire karena belum
adanya korban luka-luka baik luka ringan maupun luka berat yang dibawa ke
Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat,” ucap Kapolres Nabire.
“Kami
aparat gabungan TNI/Polri bersama Pemerintah Daerah akan melakukan upaya agar
konflik dapat berakhir tanpa adanya jatuh korban maupun kerugian material,”
imbuhnya.
Kapolres
Nabire juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hadir pada saat ini agar
dalam penyelesaian masalah harus diselesaikan dengan baik dan aman. Semua juga
wajib menjaga situasi Kamtibmas kabupaten Nabire tetap kondusif.
“Kami
juga meminta kepada para tokoh maupun yang diberikan tanggung jawab di
masing-masing kelompok untuk bisa membantu kami dalam mengendalikan warganya
sehingga tidak kedamaian yang kita harapkan bersama dapat kita ciptakan di
Kabupaten Nabire serta aktifitas dapat berjalan kembali seperti pusat
perbelanjaan, perkantoran dan sekolah-sekolah,” pungkasnya.
Usai
mendengarkan penyampaian Bupati dan Kapolres Nabire dilanjutkan dengan
penyerahan santunan dari Bupati Nabire sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta
Rupiah) dan Bupati Paniai sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah)
kepada pihak keluarga korban. (PNO-12)