logo-website
Minggu, 03 Mei 2026,  WIT

Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Bermutu, Digitalisasi Sekolah, hingga Pembelajaran Mendalam demi Mewujudkan Generasi Indonesia yang Berkarakter dan Berdaya Saing

Papuanewsonline.com - 03 Mei 2026, 14:24 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memimpin upacara pengibaran bendera pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026).

Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026).


Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.

“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses pembelajaran berlangsung.

Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun karakter peserta didik secara menyeluruh.

Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar dan kreativitas siswa.


Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar. Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE