logo-website
Selasa, 11 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Kapolda: Tingkatkan Cinta Tanah Air dan Sejahterakan Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan kegiatan Bakti Polri Presisi selama lima hari sejak tanggal 23 - 27 April 2024.Kegiatan yang digelar di kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara masyarakat Maluku sebagai bagian penting dalam membangun bangsa dan negara Republik Indonesia."Kegiatan tersebut juga dilaksanakan serentak di Polres jajaran yang nantinya juga dilaksanakan secara rutin khususnya di daerah yang masih ada rawan gangguan kamtibmas atau yang terbatas sarana dan prasarananya," kata Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum, Selasa (29/4/2024)."Dalam kegiatan bakti Polri presisi ini Polri dibantu dengan TNI dan Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat juga melaksanakan kegiatan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, penyuluhan kamtibmas, patroli kamtibmas, bakti sosial seperti bersih-bersih lingkungan, bakti kesehatan seperti pengobatan gratis, dan pemberian bantuan dan lainnya," ungkapnya.Berbagai kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan dilaksanakan di sejumlah daerah seperti di negeri yang masih rawan gangguan kamtibmas atau yang sarana dan prasarananya masih terbatas di wilayah Maluku.Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya kegiatan beberapa oknum masyarakat atau kelompok yang biasanya pada bulan April mengangkat lagi isu negatif untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa.Hal ini terlihat dari beberapa upaya oknum masyarakat yang masih menebarkan paham atau memasang atribut atribut dan lambang negara dan menjelek jelekan bangsa Indonesia."Namun berbagai upaya tersebut semakin tidak dianggap dan dipedulikan masyarakat, bahkan masyarakat sangat menolak bahkan mencopot atribut atau lambang lain yang merusak persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia yang beberapa masih dicoba dipasang di lapangan," jelasnya.Kapolda mengaku, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku, khususnya di kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat serta daerah lainnya terpantau aman, dan damai."Kesadaran masyarakat cinta tanah air, persatuan dan kesatuan sudah sangat baik dan agar terus dipertahankan bahkan ditingkatkan," pintanya.Orang nomor 1 Polda Maluku ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah membantu aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman kondusif di wilayah masing-masing."Banyak tugas dan pekerjaan bersama kita yang harus kita tingkatkan untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Maluku," tegasnya."Semoga situasi ini dapat terus kita jaga secara bersama sama sehingga Maluku tetap aman, damai dan sejahtera," harapnya. (PNO-12) 30 Apr 2024, 17:18 WIT
Kapolda Papua Hadiri Halal Bi Halal Paguyuban Pasundan Papua Tahun 2024 Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K., menghadiri Halal Bi Halal Panguyuban Pasundan Papua Tahun 1445 H/2024 M bertempat di Padepokan Pasundan Simpay Wargi, Jl. Cempedak I Koya Tirmur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Minggu (28/04/2024).Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Panguyuban Pasundan Papua, Bapak M. Iriyanto Pawika, Amki., S.E., PJU Polda Papua, Anggota DPR Papua, Benyamin Arisoy, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait, Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes, Pj. Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, M.Si.Dalam kesempatannya, Ketua Umum Panguyuban Pasundan Papua menyampaikan bahwa sebagai warga Sunda agar selalu rendah hati dimanapun berada, supaya masyarakat Papua bisa menerima masyarakat Sunda.“Saya juga ingin meneruskan pesan dari Gubernur Jawa Barat bahwa kita orang Sunda yang ada di Papua ini sudah menjadi orang Papua, jadi kita harus cintai Papua seperti tempat lahir kita,” ucap Iriyanto.Sementara itu, Kapolda Papua mengatakan momentum Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk membangun kebersamaan, membangun akhlak, iman menjadi lebih baik, alhamdulilah di Paguyuban Pasundan telah terbangun kebiasaan meskipun berbeda-beda tetap satu, membangun solidaritas agar bisa berkontribusi di negara ini.“Saya tentunya patut berbangga, warga sunda yang tersebar di seluruh Indonesia seperti halnya yang ada di papua ini dapat hidup rukun berdampingan dengan masyarakat pribumi serta suku lainnya,” ungkapnya.Lebih lanjut, Kapolda mengatakan Paguyuban Pasundan sendiri merupakan sebuah organisasi yang sangat luar biasa, para sesepuh, cendekiawan yang dari tatar sunda berkumpul dan bersatu, tentunya sangat hormat, sangat mengapresiasi kegiatan ini.“Melalui halal bi halal ini, saya berharap dapat terus memperkuat tali silaturahmi, karena momentum pasca hari raya idul fitri merupakan upaya untuk kembali fitrah untuk saling memaafkan sehingga terbina rasa persaudaraan dan ikatan persaudaraan yang lebih baik,” tutur Irjen Fakhiri.Dalam kegiatan tersebut Kapolda Papua dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Pasundan Papua juga selaku Pembina Panguyuban Pasundan Papua. (PNO-12) 29 Apr 2024, 19:00 WIT
Gelar Diskusi, HMI Mimika Berikan 9 Rekomendasi Penyelesaian Konflik di Papua Papuanewsonline.com, Mimika – Dilatarbelakangi oleh Konflik di Tanah Papua yang berkepanjangan serta akar permasalahan yang belum terselesaikan dengan baik, sehingga HMI Cabang Persiapan Mimika menggelar Diskusi secara online (Zoom Meeting) pada Sabtu 27/04/2024 kemarin dengan menghadirkan beberapa Nara Sumber yaitu Latifah Anum Siregar (Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua), Theo Hesegem (Dir Eksekutif Yayasan Keadilan & Keutuhan Manusia Papua), dan Rifyandi Ridwan Saleh (Ketua PB HMI bidang Hukum, Pertahanan & Keamanan). Sedangkan Dandim 1710 Mimika yang direncanakan juga sebagai Narasumber namun berhalangan hadir. Adanya proses internasionalisasi konflik di Tanah Papua membuat atensi global menjadi lebih besar dan mengakibatkan proses pengentasan konflik di Tanah Papua semakin rumit bagai benang kusut . Tidak dipungkiri akhirnya konflik di Tanah Papua menjadi wacana global dalam pelbagai perspektif; HAM, Lingkungan, Ekonomi, Politik, SDM, SDA.  Kesemua aspek masalah ini bermuara pada satu tujuan yaitu pelepasan Papua dari Indonesia sebagai sebuah negara yang berdaulat (dalam perspektif Organisasi Papua Merdeka). Hal ini juga terungkap pada pemaparan dari Direktur AlDP, Latifah Anum Siregar, bahwa Konflik di Tanah Papua adalah konflik bersenjata terpanjang di Indonesia dengan isu Sipil Politik dan Ekonomi Sosial Budaya dengan Aktor yang berlapis-lapis menyangkut Perebutan sumber daya dan identitas dengan level vertical dan horizontal, Papar Anum memulai materinya. “Ada 4 akar masalah di Papua dalam Papua Rooad Map-LIPI tahun 2008 yaitu : perbedaan penafsiran mengenai sejarah integrasi Papua (Dialog), Pelanggaran HAM/Pengadilan HAM, Kegagalan Pembangunan/Perbaikan Pelayanan Publik dan Marginalisasi dan Diskriminasi (Rekognisi dan Afirmasi). Namun sebaliknya jika dipresentasikan dalam angka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Demokrasi Indonesia di Papua serta Laju pertumbuhan penduduknya justru sangat rendah,” kata Anum. Di lain pihak, Indonesia telah melakukan beberapa kebijakan yang difungsikan untuk mengatasi permasalahan di Tanah Papua, antara lain Otonomi Khusus, Pemekaran, Pendekatan Keamanan, kenaikan Investasi dan Pembangunan Infrastruktur juga Penegakan Hukum di Papua. Semua ini bermuara pada mengembalikan kepercayaan orang Papua terhadap Indonesia. Implementasi OTSUS perlu direposisi jika mereview implikasi kebijakan otonomi khusus ini. Dampak terhadap orang Papua dari sisi ekonomi, pendidikan dan kesehatan masih terbilang minim. Papua masih tercatat sebagai daerah yang memiliki penduduk miskin, akses kesehatan sulit dan tingkat pendidikan rendah. Oleh karena itu, OTSUS hingga saat ini tidak menjadi jalan tengah konflik di Tanah Papua. Hal ini juga dibenarkan oleh Direktur Eksekutif YKKMP, The Hesegem kepada peserta zoom meeting yang begitu antusias. “Bahwa OTSUS seharusnya menjadi solusi yang baik bagi masyarakat Papua tapi ternyata dalam perjalanannya, realisasi OTSUS semakin tidak jelas dan mengambang. Banyak kekecewaan yang dialami oleh masyarakat karena penyalahgunaan Dana OTSUS tersebut,” jelasnya. Metode ini dijadikan jembatan untuk mendengar keinginan ”orang Papua” akan konflik yang terjadi selama ini dan menyetujui upaya penyelesaian secara bersama-sama. Kebutuhan mediator internasional menjadi opsional karena isu Papua haruslah dipandang sebagai masalah internal sebuah Negara; pemerintah dan rakyat selama prosesnya dilakukan secara terbuka dan jujur. Dengan melihat peluang baik itu, maka proses penyelesaian permasalahan isu konflik di Tanah Papua perlu dilakukan secara konsisten dan serius. Jika tidak, maka generasi berikutnya akan merasakan hal yang sama atau bahkan lebih terrible dari yang dibayangkan. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai sebuah organisasi ideologis yang berpihak pada nilai kebenaran atau hanif ingin menjadi inisiator gagasan yang dimaksud bukan untuk memperkeruh dan mengompori konflik yang memanas akhir-akhir ini. Tapi langkah yang coba diambil HMI adalah cara paling moderat lewat diskusi bersama mencari jalan tengah paling baik dari dialog yang telah dilaksanakan. Tentunya Ke-Papua-an bagi HMI adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia dan sebaliknya. Masalah Papua adalah masalah Indonesia dan Masalah Indonesia adalah masalah HMI. Seperti halnya penyempaian Rifyandi Ridwan Saleh dari PB HMI bahwa kedepannya HMI pun akan berupaya keras untuk mendukung dan membantu Pemerintah melalui program kerja yang akan dijalankan nantinya sehingga membutuhkan partisipasi dan dukungan semua stakeholder yang ada termasuk para Narasumber yang notabene paham dengan situasi yang saat ini dibahas. Bagi HMI terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi (Tuhan) Allah SWT adalah tujuan utama. Tidak ada yang lebih utama dari itu. Maka HMI Cabang Persiapan Mimika setelah mendengarkan, mengikuti dan menyikapi konflik di Tanah Papua dengan ini memberikan 9 rekomendasi sebagai berikut: 1. Mendorong adanya dialog komprehensif terhadap penyelesaian konflik di Tanah Papua dilakukan secara akuntabel, jujur, dan serius.   2. Mendorong penyelesaian konflik di Tanah Papua secara kolaboratif dan bersinergi melalui konsolidasi masyarakat sipil; pemerintah lokal dan tokoh masyarakat 3. Pemerintah harus melakukan pendekatan humanisme dalam penyelesaian konflik secara serius 4. Mendorong pembentukan Tim Independen Investigasi Khusus Penanganan Konflik Papua 5. Mendorong penegakan hukum yang profesional kepada seluruh pelaku kekerasan HAM di Tanah Papua 6. Review Kebijakan tiga sektor yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi dari segi infrastruktur fisik dan infrastruktur sosial 7. Review Kebijakan Kemananan di Tanah Papua; Penghentian peningkatan Militeristik di Tanah Papua, dan Penghentian transaksi penjualan senjata serta Penangkapan Pemilik senjata ilegal di Tanah Papua 8. Review Kebijakan Otonomi Khusus oleh DPR RI dan juga Presiden sebelum dilanjutkan kembali 9. Memperbanyak dialog wawasan Ke-Papua-an secara komprehensif dari identitas, budaya, dan kearifan lokal sebagai ruang edukatif kepada public agar tidak terjadi marginalisasi dan diskriminasi terhadap orang Papua. (MA) 29 Apr 2024, 00:06 WIT
Tingkatkan Keamanan, Personel Polres Jayapura Laksanakan Patroli Malam Papuanewsonline.com, Jayapura – Dalam upaya untuk meningkatkan keamanan di Wilayahnya, personel Polres Jayapura kembali melaksanakan patroli malam yang intensif, Jumat (26/04).Patroli ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah tindakan kriminal yang mungkin terjadi di malam hari dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.Dalam patroli tersebut, para personel Polres Jayapura menyisir berbagai tempat, termasuk area perkotaan dan pinggiran kota. Mereka melakukan pemantauan secara aktif terhadap aktivitas yang mencurigakan serta memberikan respon cepat terhadap laporan atau situasi darurat yang muncul.Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.I.K.,M.H, menyatakan bahwa patroli malam ini merupakan bagian dari strategi pencegahan kriminalitas yang terus-menerus dilakukan oleh pihak kepolisian. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.“Masyarakat menyambut baik langkah yang diambil oleh Polres dalam menjaga keamanan di wilayah mereka. Mereka merasa lebih tenang dan percaya diri beraktivitas di malam hari dengan adanya kehadiran polisi yang aktif melakukan patroli,” ucap Kapolres.Dengan adanya patroli malam yang rutin dilakukan oleh personel Polres Jayapura, diharapkan tingkat keamanan di wilayah tersebut dapat terus meningkat, dan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari. (PNO-12) 28 Apr 2024, 14:30 WIT
Peringati HUT Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Papua Gelar Donor Darah Papuanewsonline.com, Jayapura – Dalam rangka peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Bhayangkara yang ke -20 Tahun, Polda Papua menggelar kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Jumat (26/04/2024).Turut hadir dalam kegiatan Ka Rumkit Bhayangkara TK.1 Polda Papua, Kompol Dr. Adhika Nur Syamsul Arifin. Sp.Ot.Fics, Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru, para anggota PMI, serta personel Polda Papua dan Personel Rumah Sakit Bhayangkara.Dalam kesempatannya, Kompol Dr. Adhika menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini dilaksanakan dalam rangka hari ulang tahun rumah sakit bhayangkara yang ke 20 tahun.“Tentunya ini berjalan dengan lancar dan di dukung oleh beberapa Satker Polda Papua dan dari Rumah Sakit Bhayangkara tersendiri, hingga saat ini pelaksanaan pendonor sudah mencapai 110 orang dan tentunya akan bertambah terus, Program ini juga mendukung Biotrans Presisi dari Bapak Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri,” ucap Kompol Dr. Adhika.Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kegiatan ini juga di dukung oleh PMI Kota Jayapura sebagai mitra pemerintah dan berharap dengan adanya kegiatan donor darah ini, dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di masyarakat dan memberikan manfaat yang besar bagi sesama.“Rumah Sakit Bhayangkara selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan turut serta dalam kegiatan sosial seperti ini,” tuturnya.“Dengan menyelenggarakan giat donor darah ini, kita tidak hanya merayakan HUT RS Bhayangkara ke-20, tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui penyediaan pasokan darah yang sangat penting. Sumbangan darah dari kita semua dapat menyelamatkan nyawa dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” imbuhnya. (PNO-12) 28 Apr 2024, 14:10 WIT
Polres Keerom Umumkan 270 Calon Siswa Polisi Yang Lolos Tahap Awal Seleksi Papuanewsonline.com, Keerom – Sebanyak 270 calon siswa Polisi telah berhasil melangkah ke tahap selanjutnya dalam seleksi calon anggota Polri tahun ajaran 2024. Pengumuman hasil Rikmin awal (pemeriksaan administrasi) ini disampaikan oleh Kabag SDM Polres Keerom, AKP I Ketut Arnaya, pada Jumat (26/04) di lapangan apel Polres Keerom.Dari total 425 pendaftar pada Pabanrim Polres Keerom, terdiri dari calon Bintara PTU, Bintara Bakomsus, dan Tamtama, hanya 270 peserta yang berhasil lolos tahap awal. Salah satu kendala yang dihadapi oleh sebagian besar peserta yang tidak lolos adalah tinggi badan yang tidak memenuhi standar minimal yang telah ditetapkan.Kabag SDM Polres Keerom mengingatkan para peserta dan orang tua mereka untuk waspada terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Dia menegaskan bahwa proses seleksi Polri dilakukan secara transparan dan ketat, tanpa campur tangan pihak eksternal."Dalam tahapan tes selanjutnya, adik-adik harus mempersiapkan diri dengan baik. Belajar, berlatih, dan berdoa adalah kunci. Jangan mudah tergiur oleh janji palsu yang meminta imbalan materi. Percayalah pada kemampuan diri sendiri," ungkap Kabag SDM.Dengan demikian, keberhasilan para calon siswa Polisi ini menjadi momentum penting dalam perjalanan mereka menuju menjadi bagian dari kepolisian yang profesional dan bertanggung jawab. Semoga seleksi selanjutnya dapat dilalui dengan baik demi mewujudkan cita-cita mereka untuk bergabung dengan Polri. (PNO-12) 28 Apr 2024, 13:55 WIT
Polda Papua Gelar Dialog Interaktif 60 Menit Bahas Penanganan Narkoba di Wilayah Papua Papuanewsonline.com, Jayapura - Bertempat di Stasiun LPP TVRI Papua telah dilaksanakan Dialog Interaktif Papua 60 Menit dengan tema “Intens Dalam Penanganan Narkoba di Wilayah Papua”, Jumat (26/04/2024) malam.Acara ini bertujuan untuk menggali solusi dan informasi terkait penanganan Narkoba di wilayah Papua secara intens.Dialog Interaktif tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki wewenang dan pengalaman dalam penanganan Narkoba di Papua, yakni Kabid Pemberantasan dan Intelejen BNNP Papua, AKBP Eddy Mulsupriyanto, S.E., M.A.P., Kanit 1 Subdit 3 Dit Narkoba Polda Papua, AKP Agus Kuswanto, S.H., dan Toko Pemuda Papua, Doni Gobay.Dalam kesempatannya, AKP Agus mengatakan pihaknya dari Direktorat Resserse Narkoba Polda Papua pada tahun 2023 menangani sebanyak 220 kasus penyalahgunaan narkoba, dengan total sebanyak 180 pelaku yang dipros secara hukum. Pada Tahun 2024 periode mulai bulan Januari hingga Maret ada 79 kasus dengan 93 pelaku yang diproses secara hukum.“Untuk mencegah penyebaran dan penyalahgunaan narkoba, kami melakukan sosialisasi secara intens ke masyarakat hingga ke sekolah-sekolah,” ucap AKP Agus.AKP Agus mengungkapkan bahwa pencegahan penyalahgunaan Narkoba intens dilakukan agar masyarakat tidak terjerumus dan bergantung kepada narkoba sehingga dalam kehidupan sehari-hari serta bisa melakukan banyak hal yang positif.Sementara itu, AKBP Edi mengatakan perlu disepakati bersama, Narkoba adalah musuh semua sehingga bukan hanya tanggung jawab aparat namun merupakan tanggung jawab bersama sehingga bisa memutus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.“Ada 4 pendekatan yang dilakukan oleh BNN dalam menamgani penyebaran dan penyalahgunaan narkoba yaitu Soft Power Approach, Hard Power Approach, Smart Power Approach dan Coopration Aprroach,” ungkapnya.Dikesempatan yang sama, Doni Gobay mengatakan ia melihat bahwa Narkoba menjadi musuh bersama yang menjadi ancaman terbesar bagi generasi muda, penyebarannya masih masif terjadi.“Oleh karena itu, semua pihak harus bersinergi untuk memerangi Narkoba. Hal ini harus dimulai dari lingkungan keluarga, sosialisasi bisa diberikan sejak dini pada semua lini agar generasi muda kita terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan Narkoba,” pungkas Doni Gobay. PNO-11 28 Apr 2024, 13:55 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT