logo-website
Selasa, 11 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Indonesia Police Watch Minta Kapolri Pecat 3 Anggota Polri Yang Aniaya Warga di Timika Papuanewsonline.com, Jakarta- Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar  melakukan pemecatan terhadap 3 anggotanya yang melakukan penganiayaan tidak manusiawi terhadap warga sipil di Kabupaten Mimika." Kapolri harus bersihkan anggota Polri tangan kotor seperti ini, karena akan mencoreng institusi," ungkap ketua IPW Sugeng Tegu Santoso di Jakarta, Jumat (6/9/2024), malam.Sugeng  mengharapakan agar Kapolda Papua yang baru dilantik, turut mengawasi proses hukum kasus tersebut." Pimpinan Polri di Polda Papua harus mengawasi penanganan kasus ini di Polres Mimika, agar proses hukumnya  secara objektif dan transparan," tegasnya.Sugeng menambahkan, perbuatan 3 orang anggota Polri tersebut telah mencoreng institusi sehingga tidak layak dipertahankan sebagai abdi Negara." Tiga Orang  Anggota Polri ini harus dipecat, karena perbuatanya tidak manusiawi, tidak layak dipertahankan, sehingga  selain menjalani pidana umum ketiganya  harus dikenakan sangsi etik pemecatan dari anggota Polri," ucap Sugeng.Lanjut Sugeng apalagi tindakan tersebut dilakukan terhadap warga Papua." IPW akan memantau perkembangan penanganan perkara ini, sehingga memberikan rasah keadilan bagi korban dan masyarakat Papua," pungkasnya.Diberitakan Media ini sebelumnya, Sembilan orang  warga sipil dan pengacara Samuel Takandare serta  3 orang Anggota Polri dalam waktu dekat akan menjadi penghuni hotel predeo, Lapas Timika.Pasalnya 13 Orang ini telah  ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan tindak pidana penculikan, penganiayaan hingga perudungan, terhadap  Warga Masyarakat Mimika berinsial MU (31).Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Regency SP3, Karang Senang, Distrik Kuala Kencana pada 13 Juli 2024 lalu." Benar, 13 orang ditetapakan jadi tersangka, sesuai hasil gelar perkara dari tingkat penyelidikan ke tahap penyidikan, selanjutnya konfirmasi ke Kasat Reskrim," ucap sumber terpercaya di Polres Mimika saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (6/9/2024).Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Fajar Zadiq mengakui, dari hasil gelar perkara ditemukan perbuatan tindak pidana yang dilakukan para terduga sebanyak  13 orang.Fajar menyebutkan gelar perkara kasus tersebut, ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dari 24 orang saksi.Kata dia, tiga  anggota Polri yang diduga terlibat sementara menjalani proses di internal institusi." Kita kerja sesuai SOP, jadi 3 anggota Polri yang diduga terlibat selain ditangani di internal, juga diproses secara pidana umum," terangnya.Diketahui pada beberapa waktu lalu Warga Kabupaten Mimika dihebokan dengan  video penganiayaan terhadap seorang pemuda di wilayah, Kelurahan Karang Senang, SP 3, Distrik Kuala Kencana, yang beredar luas di plafom media sosial.Dalam video yang  berdurasi 0,47 detik itu, tampak terlihat jelas seorang pemuda diikat kedua tanganya  kebelakang tubuh, dengan  telanjang dada dianiaya sejumlah pria berbadan kekar, bahkan pengacara Samuel Takandare menunjukan sebua bendah yang terlihat sebagai senjata api jenis Pistol.Dalam video itu terlihat Pemuda yang dianiaya berlumuran darah, namun para bandit ini secara tidak manusiawi  berulang-ulang memukul  bagian wajah dari pemuda itu, walaupun pemuda itu terus berteriak bahwa dirinya tidak tahu apa-apa.Alhasil korban didampingi keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Mimika, kemudian dari serangkaian proses penyelidikan Polisi ditemukan para  terduga pelaku bukan hanya warga sipil, namun ada anggota Polri dan pengacara Samuel Takandare.(Tim) 07 Sep 2024, 00:01 WIT
Aniaya Warga di Timika, 9 Warga Sipil 1 Pengacara dan 3 Anggota Polri Jadi Tersangka Papuanewsonline.com, Timika-Sembilan orang  warga sipil dan pengacara ST serta  3 orang Anggota Polri dalam waktu dekat akan menjadi penghuni hotel predeo, Lapas Timika.Pasalnya 13 Orang ini telah  ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus dugaan tindak pidana penculikan, penganiayaan hingga perudungan, terhadap  Warga Masyarakat Mimika berinsial MU (31),Peristiwa itu diketahui terjadi di Perumahan Regency SP3, Karang Senang, Distrik Kuala Kencana pada 13 Juli 2024 lalu." Benar, 13 orang ditetapakan jadi tersangka, sesuai hasil gelar perkara dari tingkat penyelidikan ke tahap penyidikan, selanjutnya konfirmasi ke Kasat Reskrim," ucap sumber terpercaya Papuanewsonline.com di Polres Mimika saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (6/9/2024).Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Fajar Zadiq mengakui, dari hasil gelar perkara ditemukan perbuatan tindak pidana yang dilakukan para terduga sebanyak  13 orang.Fajar menyebutkan gelar perkara kasus tersebut, ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dari 24 orang saksi.tiga  anggota Polri yang diduga terlibat sementara menjalani proses di internal institusi." Kita kerja sesuai SOP, jadi 3 anggota Polri yang diduga terlibat selain ditangani di internal, juga diproses secara pidana umum," ujar Fajar saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (6/9/2024).Fajar menyampikan, penerapan Pasal yang digunakan berdasarkan hasil gelar perkara, para calon tersangka disangkakan dengan Pasal 328 terkait penculikan dan Pasal 170 terkait pengeroyokan.Lanjut Fajar, 13 calon tersangka dalam perkara ini, dalam waktu dekat akan dipanggil oleh penyidik, untuk kepentingan penyidikan perkara tersebut.Diketahui pada beberapa waktu lalu Warga Kabupaten Mimika dihebokan dengan  video penganiayaan terhadap seorang pemuda di wilayah, Kelurahan Karang Senang, SP 3, Distrik Kuala Kencana, yang beredar luas di plafom media sosial.Dalam video yang  berdurasi 0,47 detik itu, tampak terlihat jelas seorang pemuda diikat kedua tanganya  kebelakang tubuh, dengan  telanjang dada dianiaya sejumlah pria berbadan kekar, bahkan pengacara Samuel Takandare menunjukan sebua bendah yang terlihat sebagai senjata api jenis Pistol.Dalam video itu terlihat Pemuda yang dianiaya berlumuran darah, namun para bandit ini secara tidak manusiawi  berulang-ulang memukul  bagian wajah dari pemuda itu, walaupun pemuda itu terus berteriak bahwa dirinya tidak tahu apa-apa. Alhasil korban didampingi keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Mimika, kemudian dari serangkaian proses penyelidikan, Polisi menemukan peran para  terduga pelaku bukan hanya warga sipil, namun ada oknum anggota Polri dan pengacara Samuel Takandare.(Tim) 06 Sep 2024, 22:50 WIT
Kapolda Maluku Ajak Semua Pihak untuk Bersama Wujudkan Pilkada Damai Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si, mengajak semua elemen masyarakat dan para pihak terkait agar dapat bersama-sama mewujudkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di wilayah Maluku berjalan lancar, aman, dan damai.Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat menghadiri coffee morning dan diskusi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi di kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Jumat (6/9/2024).Kegiatan yang dihelat sebagai bagian dari kesiapan pengamanan dan penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku pada Pilkada serentak tahun 2024 ini dihadiri Pj Gubernur Sadali Ie, Kapolda Irjen Eddy Sumitro Tambunan, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Syafrial, dan Forkopimda lainnya beserta Komisioner KPU, Bawaslu serta pejabat lainnya.Pj Gubernur Maluku Sadali Ie, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh Forkopimda dan tamu undangan yang telah hadir. "Coffee morning dan diskusi ini bagi kami sangat positif yang bertujuan untuk memperkuat hubungan silaturahmi di antara forkopimda Maluku. Kami berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara bergiliran pada masing-masing Forkopimda Maluku," harap Pj Gubernur.Kegiatan yang dirangkai dengan diskusi ringan ini, kata Pj Gubernur, juga diharapkan dapat menyatukan pemikiran untuk bersama-sama mensukseskan jalannya Pilkada."Semoga seluruh unsur terkait yang ada di Maluku ini dapat bersama-sama kita sukseskan Pilkada serentak di Provinsi Maluku nanti," harapnya.Kapolda Maluku pada kesempatan yang sama juga mengingatkan kepada semua pihak terkait agar dapat segera memberitahukan setiap persoalan yang terjadi di lapangan."Apabila ada permasalahan agar bisa segera disampaikan kepada kami pada kesempatan pertama mungkin bisa lewat whatsapp dan sebagainya agar bisa segera ditindak lanjuti," pintanya.Dikatakan, Forkopimda Maluku maupun pimpinan kementerian/lembaga di wilayah ini sudah sepakat untuk bersama memajukan daerah Para Raja-raja ini."Oleh karenanya kami butuh dukungan dari semua pihak, sehingga Kami berharap Pilkada Maluku nantinya dapat berjalan dengan baik, lancar, aman dan damai," harapnya.Pangdam XV/Pattimura mengharapkan kepada KPU dan seluruh unsur terkait di Maluku dapat menjaga komitmen bersama agar pilkada berjalan dengan baik dan lancar."Kami Kodam XV Pattimura akan siap mensukseskan pemilu yang damai dan kami akan tetap siap mendukung Polda Maluku mana kala dibutuhkan. Saya sangat berharap kita tetap kompak dan solid untuk wujudkan Pilkada Maluku yang aman, damai dan lancar," pintanya.Pada kesempatan tersebut, komisioner KPU dan Bawaslu juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pilkada serentak dengan baik dan lancar.KPU Maluku sendiri juga menyampaikan tahapan pilkada selanjutnya. Seperti lokasi pemasangan alat peraga kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, akan diputuskan pemerintah daerah Provinsi Maluku. Juga mengenai debat para calon gubernur dan wakil gubernur Maluku akan diatur menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.Sementara dari pihak Bawaslu Maluku menyampaikan terkait para pemilih yang ditemukan banyak belum memiliki KTP. Pemerintah diharapkan bisa memfasilitasi agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya. (PNO-12) 06 Sep 2024, 18:58 WIT
Kepulangan Paus Fransiskus Diamankan 1.165 Personel Gabungan Papuanewsonline.com, Jakarta - Sebanyak 1.165 personel gabungan dikerahkan mengawal kepulangan Paus Fransiskus dari Indonesia usai kunjungannya mulai dari tanggal 3 September kemarin. Aparat gabungan ini berasal dari Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta dan stakeholders lainnya.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, ribuan personel gabungan tersebut ditempatkan mulai dari Kedubes Vatikan, tempat Paus Fransiskus menginap hingga di Bandara Soekarno Hatta."Pengamanan VIP room terminal 3 Bandara Soekarno Hatta sebanyak 672 personel dan rute kepulangan mulai dari Kedubes Vatikan sampai Bandara sebanyak 493 personel," kata Ade Ary dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/9/2024).Ade Ary menjelaskan, pengamanan kepulangan Paus Fransiskus dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan tindakan preemtif, preventif dan penegakan hukum."Untuk rekayasa lalu lintas bersifat situasional melihat eskalasi di lapangan," ucapnya.Dalam kesempatan ini, Ade Ary pun memberikan beberapa imbauan dalam proses pengamanan kepulangan Paus Fransiskus. Pertama, kepada masyarakat pengguna jalan untuk menghindari kawasan yang akan dilalui Paus Fransiskus dari Kedubes Vatikan menuju Bandara Soekarno Hatta."Cari alternatif jalan lain guna menghindari kepadatan lalu lintas," katanya.Kedua, kepada semua pihak untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban sehingga kepulangan Paus Fransiskus dapat berjalan aman dan tertib.Ketiga, kepada masyarakat yang akan menyaksikan kepulangan Paus Fransiskus agar selalu berhati-hati dengan menjaga barang bawaan dan perhiasaan agar tak menjadi korban tindak kejahatan."Bagi anggota yang bertugas melakukan pengamanan agar mengedepankan tindakan humanis," katanya. (PNO-12) 06 Sep 2024, 18:48 WIT
GBK Steril Jelang Misa Akbar Paus Fransiskus Papuanewsonline.com, Jakarta – Polri terus memperketat pengamanan jelang Misa Akbar di GBK yang akan dipimpin oleh Pemimpin umat Katolik dunia Paus Fransiskus, pada sore ini.Karo PID Divisi Humas Polri sekaligus Kasatgas Humas Ops Tribrata Jaya 2024 Brigjen Pol Tjahyono Saputro, mengatakan kini GBK telah disterilkan. Terlebih 80 ribu lebih umat katolik akan mengikuti kegiatan ibadah ini."Sebelum pelaksanaan (misa) kita juga melakukan sterilisasi di sekitar lokasi GBK. Jadi diharapkan yang ikut ini adalah para undangan yang sudah tercatat oleh panitia, diperkiraan 80 ribu lebih," ujar Tjahyono, Kamis (5/9/2024).Tjahyono menyebut, peserta Misa Akbar mulai berdatangan sejak tadi pagi. Padahal, ibadah umat Katolik itu baru akan diselenggarakan sore hari ini."Pagi ini sejak pukul 10 tadi, peserta ini sudah memasuki (GBK)," ungkapnya.Tjahyono mengatakan, peserta datang ke GBK dengan sistem drop off dengan menaiki bus. Nantinya bus akan diparkir di kantong parkir yang telah disediakan sebelumnya."Jadi mereka didrop kemudian bis yang membawa ini kemudian ditempatkan di kantong parkir yang telah disediakan panitia," terangnya.Adapun dalam pengamanan kegiatan Paus Fransiskus dan event Indonesia Sustainability Forum (ISF), Polri menggelar Operasi Tribrata Jaya 2024.Sebanyak 9.030 personel TNI-Polri terlibat operasi ini. Rinciannya, 4.730 personel Polri dan 4.300 personel TNI. Sementara itu, peserta yang akan mengikuti misa dilarang membawa kendaraan roda empat. Sebagai gantinya, Polri telah menyiapkan rute drop off. untuk mempermudah para peserta memasuki lokasi Misa Akbar.Setelah melakukan drop off peserta misa, bus lalu diparkir ke kantong parkir yang telah disiapkan Polri.Polri sendiri menyiapkan 9 kantong parkir untuk menampung 1500 unit bus. Kantong parkir itu tersebar di berbagai titik, mulai dari Kemayoran, Kramat, hingga Kampung Rambutan. (PNO-12) 06 Sep 2024, 08:44 WIT
Polda Maluku Amankan Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Narkoba Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku kembali mengamankan oknum anggota Polri yang diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Adalah Bripka HT alias Hendra, oknum anggota Sabhara Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.Penangkapan terhadap Hendra bersama temannya PM alias Tesa, membuktikan bahwa Polda tidak tebang pilih dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah Maluku.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Areis Aminnulla, S.Ik, mengungkapkan, penangkapan Hendra berawal saat tim penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku mengamankan PM alias Tesa, temannya.Tesa diamankan dengan barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu-sabu. Ia diamankan saat melintas di depan Kantor Pegadaian, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (27/8/2024), sekira pukul 18.30 WIT."Saat diamankan petugas menemukan barang bukti berupa satu buah plastik klip bening ukuran kecil diduga berisi satu paket narkotika jenis sabu-sabu," kata Kombes Areis pada Kamis (5/9/2024).Barang bukti narkotika golongan 1 bukan tanaman ini ditemukan tersimpan dalam saku celana depan sebelah kiri. Ketika diinterogasi Tesa mengaku barang tersebut milik temannya Hendra yang adalah oknum anggota polisi."Tim kemudian menghubungi yang bersangkutan (Hendra) agar datang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang melanggar hukum tersebut. Tim selanjutnya membawa saudari Tesa dan Hendra ke kantor Ditresnarkoba untuk dimintai keterangan lebih lanjut," jelasnya.Kombes Areis menjelaskan, berdasarkan keterangan Tesa, sabu-sabu yang diamankan tersebut di beli secara langsung di Desa Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Tesa membelinya dari seseorang bernama Opa."Saudari Tesa membeli sabu-sabu dari laki-laki yang biasa dipanggil dengan nama Opa. Transaksi dilakukan secara langsung dari tangan ke tangan di rumah Opa yang ada di desa Kailolo. Transaksi dilakukan sore hari sekitar pukul 17.00 WIT," katanya.Satu paket sabu-sabu yang dibeli Tesa secara langsung dari tangan Opa seharga Rp1,8 juta (satu juta delapan ratus ribu rupiah). "Saat membelinya, pelaku langsung kembali ke Ambon. Dia naik speedboat. Dan saat di depan kantor pegadaian desa Tulehu, pelaku diamankan bersama sepeda motornya," ujar Kombes Areis.Tesa mengaku sabu-sabu dibeli dengan uang milik Hendra. Kala itu sekira pukul 10.00 WIT bertempat di rumah Tesa di kawasan Gunung Nona, Hendra datang dan memberikan uang sebesar Rp800 ribu. Usai memberikan uang Hendra pergi ke kantor. "Kemudian Tesa dihubungi oleh Hendra melalui telepon seluler. Hendra memintanya pergi ke Kailolo untuk membeli sabu-sabu. Tesa lalu mengiyakan permintaan Hendra," jelasnya.Setelah menyatakan kesiapannya, Hendra kembali mengirimkan uang sebesar Rp500 ribu ke rekening BRI milik Tesa. Ia lalu menariknya di agen BRI Link daerah OSM.Setelah menarik uang, Tesa kembali ke rumah dan sekitar pukul 14.00 WIT Hendra menghubunginya lagi. Hendra mengaku kembali mentransfer uang Rp500 ribu di nomor rekening bank Mandiri."Selanjutnya Tesa pergi ke Tulehu. Dan sesampainya di Passo ia berhenti di Atm Bank Mandiri untuk mengambil uang berjumlah 500.000. Yang mana saudara Hendra mengatakan bahwa barang (sabu-sabu) yang dibeli seharga Rp1.800.000. Tesa langsung pergi ke pangkalan speed Tulehu dan menuju rumah Opa di Kailolo," jelasnya.Saat ini, Tesa dan Hendra telah ditetapkan sebagai Tersangka. Mereka telah ditahan di rumah tahanan Polda Maluku sejak 2 September 2024. Keduanya dikenakan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika."Kedua Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun. Dan kasus ini masih terus dikembangkan oleh tim penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku," kata dia.Kombes Areis menegaskan, Polda Maluku tidak main-main dalam memberantas peredaran gelap narkoba. Siapapun yang terlibat dalam peredaran gelap narkoba akan terus dikejar."Bapak Kapolda secara tegas telah memerintahkan untuk memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Dan apabila ada anggota yang terlibat, tangkap dan proses sesuai hukum yang berlaku baik kode etik maupun pidana," tegasnya. (PNO-12) 06 Sep 2024, 08:35 WIT
Polda Maluku Latih Personel Pengamanan Paslon Gubernur & Wakil Gubernur Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku memberikan pelatihan kepada personel yang akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.Pelatihan yang dilaksanakan di ruang rapat utama Markas Polda Maluku pada Kamis (5/9/2024), dibuka oleh Kepala Biro Operasi Polda Maluku Kombes Pol Juni Duarsah S.Ik. Ia didampingi Direktur Pengamanan Obyek Vital Polda Maluku, Kombes Pol Werdines Herman S.Ik.Dalam arahannya, Karo Ops Polda Maluku, Kombes Juni Duarsah, mengaku pelatihan yang dilaksanakan bertujuan menyiapkan dan meningkatkan kemampuan personel untuk mengawal dan mengamankan para paslon gubernur-wakil gubernur selama perhelatan pilkada."Pelatihan yang dilaksanakan juga untuk menyamakan persepsi seluruh personel yang akan terlibat dalam tugas pengamanan dan pengawalan para calon kepala daerah," katanya.Kepada personel yang terpilih sebagai tim pengamanan dan pengawalan, Kombes Juni menekankan agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan maksimal. "Para personel yang terpilih agar tetap menjaga disiplin sebagai anggota Polri," ingatnya.Ia juga mengingatkan personel yang akan dikerahkan agar tetap fokus menjalankan tugas, menjaga sikap perilaku serta hindari tindakan dan perbuatan yang dapat membuat malu institusi Kepolisian khususnya Polda Maluku.Terhadap para instruktur, Kombes Juni juga mengharapkan agar dapat memberikan materi dengan baik yang dapat dipahami para personel pengamanan dan pengawalan."Para instruktur agar merikan materi dengan baik yang mudah diterima dan diserap para peserta, sehingga dalam pelaksanaan tugas di lapangan dapat diaplikasikan semua materi dengan baik," pintanya.Untuk diketahui, personel yang mengikuti pelatihan pengamanan dan pengawalan paslon kepala daerah tergabung dalam satgas Operasi Mantap Praja Salawaku Polda Maluku 2024. (PNO-12) 05 Sep 2024, 18:23 WIT
Polri Siap Amankan Misa Akbar Paus Fransiskus dan ISF 2024 Papuanewsonline.com, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah mengamankan pelaksanaan Misa Apostolik Paus Fransiskus dan International Sustainability Forum (ISF) di Jakarta, Kamis (5/9/2024) hari ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam mengatakan kedua agenda tersebut sangat bersajarah bagi umat Katolik dan dunia."Agenda ini memiliki makna bersejarah, baik dari segi keagamaan maupun keberlanjutan global," kata Ade Ary dalam keterangannya, Kamis (5/9).Ade Ary mengatakan kedua agenda besar tersebut yakni kegiatan Misa Apostolik yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), pukul 17.00 WIB. "Kegiatan ini tentunya sangat dinantikan, terutama oleh umat Katolik di Indonesia yang ingin menyaksikan langsung kehadiran Paus Fransiskus di negara kita," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya."Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi para umat untuk mendapatkan berkah serta mendengarkan pesan damai dan persatuan dari Bapak Suci," sambungnya.Lebih lanjut, agenda besar lainnya yakni ISF 2024 yang lokasinya berdekatan yakni di Jakarta Convention Center (JCC). Dikatakannya, kegiatan ini akan diikuti oleh para pemimpin dunia, pegiat lingkungan dan tokoh-tokoh di bidang berkelanjutan yang akan berdiskusi dan berbagai solusi mengenai perubahan iklim dan masa depan bumi."Forum ini juga menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional," tandasnya.Oleh karena itu, Polri kata Ade melakukan pengamanan dengan sandi Operasi Tribrata Jaya 2024. Personel gabungan yang diturunkan dalam mengamankan Misa Akbar dan ISF 2024 yaitu sebanyak 4.730 personel.."Personel, terbagi dalam 8 Satgas, itu sudah termasuk satgas Polres yang ada di Polres wilayah seperti Bandara Soetta dan Jakarta Pusat," terangnya.Adapun tugas dari kedelapan satgas tersebut adalah :1. Satgas Preemtif dipimpin oleh Dirpolitik Baintelkam Polri- kegiatan intelijen meliputi Lidikpamgal dengan angkah deteksi, identifikasi terhadap faktor yang pengaruhi terjadinya guan Kamtibmas, jelang, saat dan setelah kegiatan Kunjungan Paus Fransiskus dan ISF 20242. Satgas Preventif dipimpin oleh Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri- pencegahan dan penangkalan dengan menggunakan K-9, sterilisasi dengan tim Jibom, mengawasi pelaksanaan pemeriksaan dokumen, bagasi dan barang bawaan rombongan Paus Fransiskus dan seluruh delegasi/peserta kegiatan ISF 20243. Satgas Pam Walrolakir dipimpin oleh Dirkamsel Korlantas Polri- menentukan dan memploting personel pada titik-titik rute perjalanan VVIP/VIP dan rombongan di jalan Tol, jalan arteri, pertigaan, perempatan, persimpangan jalan dan fly over yang menjadi rute perjalanan kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan ISF 2024- mengamankan dan mencegah bentuk-bentuk kegiatan yang dapat mengganggu kelancaran pengawalan perjalanan kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan delegasi International Sustainability Forum (ISF) Tahun 20244. Satgas Tindak dipimpin oleh Danpas Gegana Korbrimob Polri- melaksanakan penanganan pengunjuk rasa dalam situasi damai/tertib dengan memedomani Perkap Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penindakan Huru-Hara dan Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian- melakukan pemetaan jalur Escape bagi Paus Fransiskus dan VVIP/VIP yang hadir pada kegiatan ISF Tahun 2024 apabila terjadi situasi kontinjensi (ancaman terror, bencana alam dan kecelakaan lalu lintas)- penanggulangan gangguan Kamtibmas yang berintensitas tinggi yang menggunakan bahan KBRN berbahaya5. Satgas Gakkum* dipimpin oleh Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim- lidik temuan barang bukti yang patut diduga akan digunakan untuk melakukan aksi mengganggu pelaksanaan kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan VVIP/VIP serta delegasi pada kegiatan ISF 2024- penindakan Kejahatan siber (Computer Crime) seperti: peretasan sistem elektronik (hacking), intersepsi illegal, pengubahan tampilan situs web, gangguan sistem (system interference), manipulasi data terkait pengamanan dan pelaksanaan kunjungan Paus Fransiskus dan VVIP/VIP serta delegasi pada kegiatan ISF 2024- Menginventarisir lokasi-lokasi strategis tempat kegiatan kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan International Sustainability Forum (ISF) Tahun 2024 serta memastikan dan melakukan pemasangan CCTV yang dapat memindai wajah (face recognition) terutama di GBK, JCC dan Monumen Nasional oleh Pusinafis dan terkoneksi ke Posko operasi6. Satgas Anti Teror dipimpin oleh Dirtindak Densus 88 AT Polri - pencegahan dengan melakukan penggalangan dalam hal mendapatkan informasi terkait jaringan atau kelompok terorisme yang masih dan akan melakukan kegiatan terorisme- pengamanan tertutup melalui koordinasi maupun melekat langsung dengan Satgas intelijen, dan apabila ekskalasi kegiatan teror meningkat akan dilakukan penindakan dalam rangka preventive strike7. satgas Humas dipimpin oleh Karo PID Divhumas Polri- memberikan informasi melalui media mainstream, media sosial maupun media online ttg penutupan rute, jalan dan sit arus lalu lintas/pengalihan arus saat pelaksanaan kunjungan Paus Fransiskus dan ISF 2024- peliputan dan dokumentasi terkait kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan ISF Tahun 20248. satgas Banops dipimpin oleh Karoprovos Divpropam Polri- menyiapkan alkom stasioner maupun mobile antara lain berupa GPS TracKer, HT, Repeater, Komob/Flayaway dan lainnya guna mendukung kelancaran pelaksanaan pengamanan kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan ISF Tahun 2024- pengamanan personel operasi, kegiatan dan baket pelaksanaan pam kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan ISF tahun 2024Ia mengatakan, dalam pengamanan agenda Paus Fransiskus dan ISF 2024 ini, Polri bersinergi dengan TNI dan Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan Misa Akbar yang akan diikuti oleh 8.700 Jamaat Katolik ini tentunya akan membuat kepadatan di seputar kawasan Senayan dan sekitarnya. Untuk itu, pihaknya melakukan rekayasa lalulintas untuk kenyamanan para pengguna jalan.Berikut keterangan jalur lalu lintas yang direkayasa pada Misa Akbar Paus Fransiskus tersebut.1. Arus lalu lintas dari arah jalan Gatot subroto yang akan menuju ke jalan Gerbang pemuda diarahkan lurus ke arah slipi 2. Arus lalu lintas dari arah slipi diarahkan lurus ke arah semanggi, tidak ada yang menuju layang ladokgi ke arah jalan Gerbang pemuda 3. Arus lalu lintas dari arah bund. Senayan yang akan menuju jalan Pintu satu senayan diluruskan ke jalan Jend. Sudirman arah semanggi 4. Arus lalu lintas dari arah jalan Mustopo yang menuju ke arah jalan Asia afrika di belokkan ke kanan menuju jalan Hang tuah raya 5. Arus lalu lintas dari arah jalan Patal senayan 1 yang akan menuju ke arah jalan Asia afrika di belokkan ke kiri ke jalan Tentara pelajar 6. Arus lalu lintas dari arah jalan Tentara pelajar yang akan menuju jalan Patal senayan diluruskan ke arah jalan Permata hijau7. Arus lalu lintas dari arah manggala wanabakti yang akan menuju jalan Gelora diluruskan ke arah jalan Tentara pelajar Sedangkan untuk lokasi Parkir sekitar GBK Sebagai panduan serta kapasitasnya.1. Parkir Plaza Tenggara Kapasitas 150 kendaraan roda empat atau mobil Kapasitas 174 kendaraan roda dua atau motor2. Parkir Istora Kapasitas 257 mobil Kapasitas 1.000 motor3. Parkir Elevated (sisi selatan) Kapasitas 400 mobil Kapasitas 1.500 motor4. Parkir Elevated (sisi utara) Kapasitas 400 roda empat Kapasitas 1.500 roda dua5. Parkir Akuatik Kapasitas 175 mobil Kapasitas 250 motor6. Lapangan ABC Kapasitas 50 mobil Kapasitas 1.305 motor7. Stadion Madya Kapasitas 100 roda empat atau mobil Kapasitas 500 roda dua atau motor8. Lapangan Softball Kapasitas 150 mobil Kapasitas 500 motor9. Masjid Albina Kapasitas 25 roda empat Kapasitas 1.000 roda duaTidak hanya itu, Polda Metro Juga Menyiapkan Kantong-kantong Parkir diantaranya :1. Rni / Aldiron Total = 300 Bus 2. Smesco Total = 50 Bus3. PPK Kemayoran (C3) Total = 300 Bus 4. PPK Kemayoran (C4) Total = 100 Bus 5. PPK Kemayoran (D10) Total = 150 Bus 6. Museum Purna Bhakti Pertiwi Tmii Total = 200 Bus 7. PPD Kramat Jakarta Pusat Total = 100 Bus 8. Pool Trans Jakarta/Cawang Total = 200 Bus 9. Pool Trans Jakarta/Kp. Rambutan Total = 100 Bus Ada 9 Kantong Parkir dan bisa menampung Sekitar 1.500 Bus.Ade Ary mengimbau kepada masyarakat untuk memerhatikan lalulintas di sekitar GBK, mengingat adanya potensi kepadatan akibat kedua acara besar tersebut."Diharapkan agar masyarakat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan mengikuti petunjuk petugas di lapangaan, serta mengutamakan keselamatan di jalan dan terus pantau informasi lalu lintas terkini melalui melalui kanal di media sosial, online, maupun mainstream," pungkasnya (PNO-12) 05 Sep 2024, 18:12 WIT
Kapolri Pastikan Kesiapan Pengamanan Misa Agung Paus Fransiskus Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau langsung posko operasi Tribrata Jaya, Gelora Bung Karno (GBK) dan Stadion Madya. Hal itu untuk memastikan kesiapan pengamanan Misa Agung oleh Paus Fransiskus, pada esok hari. Selain kesiapan keamanan, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajaran TNI-Polri untuk memastikan warga yang mengikuti Misa Agung bersama Paus Fransiskus, terlayani dengan baik.  "Kami dengan Pak Panglima ingin memastikan seluruh rangkaian kesiapan pengamanan khususnya terkait dengan kegiatan puncak yang akan dilaksanakan pada esok sore, ini betul-betul bisa terselenggara dengan baik. Karena berdasarkan informasi dari panitia sampai saat ini kurang lebih 87 ribu yang akan hadir. Di luar massa cair yang tentunya semuanya harus bisa terlayani dengan baik," kata Sigit. Oleh karena itu, Sigit menjelaskan, kunjungannya bersama Panglima juga ingin memastikan pola pengamanan dan pelayanan terhadap seluruh Jemaat Misa Agung, bisa berjalan dengan baik. "Karena itu kita ingin memastikan dari sisi pengamanan, dari sisi pelayanan terhadap kegiatan Jemaat. Bagaimana proses penjemputan dan juga pengaturan parkir, rekayasa lalu lintas yang harus dilaksanakan," ujar Sigit. Sigit juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat, terkait dengan kegiatan Misa Agung pada esok hari di GBK dan Stadion Madya, pihaknya akan melakukan pengaturan rekayasa lalu lintas di sejumlah tempat. Dengan adanya rekayasa lalin tersebut, Sigit menyebut akan ada potensi kemacetan. Oleh sebab itu, Sigit meminta kepada jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas), agar bisa menyosialisasikan terkait dengan kebijakan tersebut. "Karena itu, kami sudah minta kepada jajaran lalu lintas, khususnya menginformasikan ke masyarakat tentang rute alternatif yang bisa digunakan selama proses kegiatan Misa. Dan tentunya kami berterima kasih atas dukungan dari seluruh masyarakat terhadap kegiatan ini. Dan kita harap ini menjadi simbol toleransi Indonesia dan kita harus jaga sama-sama," ucap Sigit.Lebih dalam, Sigit juga menyinggung Jemaat Misa Agung yang tidak bisa masuk ke dalam GBK maupun Stadion Madya. Menurutnya, hal itu sudah diantisipasi oleh panitia dengan menyediakan Videotron di sejumlah titik. "Ini tentunya bagi yang tidak masuk, tadi sudah disampaikan akan disiapkan Videotron khusus titiknya akan diinformasikan oleh panitia. Sehingga yang mungkin tidak terlayani masuk, bisa ikut kebaktian di tempat yang ditentukan oleh panitia," papar Sigit. Disisi lain, Sigit menuturkan soal pengaturan pelaksanaan Misa Agung oleh Paus Fransiskus. Nantinya, petugas keamanan bakal melakukan pengecekan kepada seluruh Jemaat. Mereka yang diperbolehkan masuk setelah melakukan pendaftaran serta diberikan gelang khusus. "Dan saat masuknya tetap kita akan melaksanakan pemeriksaan, kita pastikan semua dalam kondisi betul-betul sudah aman. Baik bagi pengunjung atau pengikut Misa yang lain, dan utamanya bagi Paus Fransiskus dan tim," tutur Sigit. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan, pengamanan bakal dibagi menjadi tiga ring. Jumlah personel TNI-Polri yang akan dikerahkan sebanyak 9 ribu. "Ring 1 dari Paspampres, ring 2 dari TNI, ring 3 Polri. Jumlahnya 9 ribu. Terbagi di beberapa tempat yang akan didatangi oleh Paus Fransiskus," kata Agus. (PNO-12) 04 Sep 2024, 20:50 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT