4 Helikopter Doropan Aparat Di Balinggama, TPNPB Minta Hentikan Operasi Militer
Komando Nasional TPNPB-OPM merilis siaran pers resmi pada Kamis, 16 Juli 2026, terkait pendaratan pasukan militer yang dilakukan di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo.
Papuanewsonline.com - 17 Jul 2026, 08:42 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika – Komando Nasional TPNPB-OPM merilis siaran pers resmi pada Kamis, 16 Juli 2026, terkait pendaratan pasukan militer yang dilakukan di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan laporan yang diterima, pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIT, sebanyak empat unit helikopter militer digunakan untuk menjatuhkan pasukan ke wilayah tersebut. Kejadian ini memicu kepanikan besar yang memaksa warga sipil meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke wilayah pegunungan.
Kondisi para pengungsi saat ini dinilai sangat memprihatinkan. Mereka terpaksa berada di kawasan belantara yang sulit dijangkau, sehingga sangat sulit mendapatkan akses makanan dan air bersih.
Kelompok yang paling rentan menderita akibat situasi ini adalah balita, anak-anak, ibu yang sedang mengandung, serta warga lanjut usia yang sangat membutuhkan perawatan dan asupan gizi yang layak namun saat ini tak terpenuhi.
Merespons hal tersebut, pihak TPNPB meminta secara tegas kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan seluruh jajaran untuk segera menghentikan operasi militer di pemukiman warga sipil.
Pernyataan ini juga menyinggung insiden jatuhnya pesawat dan penembakan pilot asal Amerika Serikat pada 2 Juli lalu.
Menurut penjelasan mereka, hal itu terjadi karena pesawat sipil di Papua disalahgunakan untuk mengangkut pasukan dan perlengkapan militer ke wilayah konflik.
Oleh sebab itu, mereka menegaskan larangan keras penggunaan pesawat sipil untuk keperluan militer.
Pihak TPNPB memperingatkan seluruh pihak: jika larangan ini tidak dipatuhi, maka seluruh penerbangan sipil yang melintasi atau mendarat di wilayah konflik di seluruh Papua akan dianggap sebagai sasaran militer oleh 36 Komando Daerah Pertahanan mereka.
Peringatan ini disampaikan sebagai tanggung jawab tertinggi oleh pimpinan tertinggi dan juru bicara gerakan tersebut.
Penulis: Jid
Editor: OF